English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kunjungan Jakarta V, 16 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 April 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1
= penampilan Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai laki-laki Surga yang akan datang kedua...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Maret 2017 (Rabu Sore)
Matius 14: 13
14:13. Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu...

Ibadah Doa Malang, 23 Maret 2010 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding.

Matius 6:11-13, sebagaimana...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Juli 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 8-13
25:8. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu,...

Ibadah Raya Malang, 26 Juli 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tujuh percikan darah...

Ibadah Raya Malang, 20 Februari 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada buli-buli emas berisi manna,...

Ibadah Raya Malang, 05 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian, artinya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Desember 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 29 = keadaan pada masa kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan-kegoncangan...

Ibadah Persekutuan Medan I, 22 Juni 2010 (Selasa Pagi)
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Mei 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 03 November 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 27 Agustus 2014 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30:22-25
30:22 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
30:23...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Juni 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam dan selamat mendengarkan Firman Tuhan, biarlah kiranya berkat kasih karunia dan damai sejahtera...

Ibadah Natal Surabaya, 21 Desember 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 43-44
Berjaga-jaga dikaitkan dengan pencuri yang akan datang= berjaga supaya tidak tidur rohani,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 11 Januari 2019 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 12

8:12. Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.

Ini adalah peniupan SANGKAKALA KEEMPAT; penghukuman yang keempat dari Anak Allah atas dunia dan segala isinya yang menolak bunyi sangkakala sekarang ini--firman penggembalaan; firman pengajaran yang benar, yang keras dan diulang-ulang untuk menyucikan dan mengubahkan sidang jemaat sampai sempurna seperti Yesus--; sama dengan tidak mau disucikan; tetap mempertahankan dosa-dosa (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 04 Januari 2019).

Akibatnya: sepertiga matahari, bulan, dan bintang menjadi gelap. Secara jasmani akan terjadi, tetapi secara rohani artinya: HIDUP DALAM KEGELAPAN; sama dengan tidak menjadi saksi Tuhan tetapi batu sandungan.

Yohanes 11: 10
11:10. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."

Praktik menjadi batu sandungan: gampang tersandung, tersinggung, menjadi sandungan bagi orang lain, dan menyebabkan orang berbuat dosa.

Salah satu contoh dalam alkitab adalah Petrus, hamba Tuhan yang hebat. Ini awasan bagi kita semua, hamba Tuhan yang hebat tetapi bisa jadi sandungan.
Matius 16: 18, 21-23
16:18. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis.
Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Di ayat-ayat sebelumnya (ayat 18), Petrus dipuji oleh Yesus sebagai batu karang--hamba Tuhan yang hebat dan teguh--, tetapi dalam waktu singkat ia menjadi batu sandungan karena menggunakan pikiran daging/logika, bukan iman, yaitu menolak salib. Saat itu Yesus bicara Ia mau ke Yerusalem untuk dibunuh dan disalibkan Petrus menolaknya (menolak salib).

Jadi, kita harus memiliki pikiran salib/pikiran Kristus, supaya tidak menjadi batu sandungan. Pikiran Kristus adalah Ia meninggalkan sorga (tinggalkan kemuliaan) untuk mati di kayu salib. Kalau pikiran daging, tidak mau mengalami sengsara, tetapi hanya mau yang enak bagi daging.
Kalau kita sudah memiliki pikiran salib, kita tidak akan jadi batu sandungan.

Praktik pikiran salib dalam kehidupan sehari-hari:

  1. 1 Petrus 4: 1-2
    4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    'Kristus telah menderita penderitaan badani'= salib.
    'mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian'= pikiran salib.

    Praktik pertama pikiran salib: rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa--bertobat--dan melakukan kehendak Tuhan. Ini sama dengan hidup dalam kebenaran, dan selanjutnya hidup dalam kesucian.

    Amsal 10: 2-3
    10:2. Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
    10:3.
    TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

    'kebenaran menyelamatkan orang dari maut' = tidak binasa.
    'TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan' = diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.

    Kalau hidup dalam kebenaran dan kesucian, hasilnya: tidak mengalami penghukuman Anak Allah, dan tidak dibinasakan, tetapi diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain. Kita tidak menjadi sandungan, tetapi saksi Tuhan.


  2. Kolose 3: 1-3
    3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
    3:2.
    Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
    3:3. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

    'Pikirkanlah perkara yang di atas' = pikiran salib.

    Praktik kedua pikiran salib: memikirkan perkara di atas/perkara sorga lebih dari perkara di bumi, sehingga bisa mencari perkara sorga lebih dari perkara di bumi--memikirkan dahulu, baru mencari; aktif. Ini sama dengan rela sengsara daging untuk beribadah melayani Tuhan dengan setia dan baik.
    Kalau memikirkan perkara di bumi, Yesus tidak akan mau datang.

    Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Setia dan baik artinya: beribadah melayani Tuhan dengan hati nurani yang baik.
    Kejadian 6: 5
    6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

    Hati manusia cenderung jahat. Kita dilahirkan oleh ibu kita masing-masing hanya memiliki hati nurani yang tidak baik (cenderung jahat).
    Hati nurani manusia ini cenderung jahat dan najis, lalu bagaimana bisa mendapatkan hati nurani yang baik? Lewat baptisan air yang benar.

    1 Petrus 3: 20-21
    3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
    baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Dulu, hanya Nuh sekeluarga (hanya delapan orang) yang punya hati nurani yang baik, dan bisa masuk bahtera Nuh.
    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam kuburan air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hati nurani yang baik.

    Kalau tidak masuk baptisan air, hati nurani akan tetap cenderung jahat. Dulu Nuh mau membangun bahtera dan masuk bahtera sekalipun tidak ada hujan, itulah hati nurani yang baik. Sekarang, kita harus masuk dalam baptisan air yang benar.

    Hati nurani yang baik adalah tegas untuk membedakan yang benar dari pada yang tidak benar. Mulai dari soal pengajaran yang benar dan tidak benar, ibadah pelayanan benar dan tidak benar, penyembahan benar dan tidak benar, nikah yang benar dan tidak benar, sampai semua yang benar dan tidak benar.

    Jangan serupa dengan dunia! Banyak ibadah pelayanan malah dijadikan sama dengan dunia. Jelas salah! Kalau orang masih mau, berarti hati nuraninya tidak baik.
    Kalau kita punya hati nurani yang baik, kita tidak akan salah pilih tetapi kita akan memilih yang benar. Kalau sudah memilih yang benar, perbuatan dan perkataan kita akan benar dan baik--kita menjadi saksi, bukan sandungan--, sehingga kita bisa beribadah melayani Tuhan dengan setia-baik, setia-benar, dan setia-berkobar.

    Kalau ibadah kita benar, kita pasti berkobar-kobar, tetapi kalau ibadah tidak benar, akan mulai kering.

    "Seorang menelepon saya, teman gereja dulu, dia bersaksi: 'Dulu saya ada di Solo, Yogya harus berusaha pulang ke Surabaya untuk beribadah' Begitu berkobar. Kalau ibadahnya benar, pasti berkobar. Sekarang dia berkata: 'Kok sekarang aku malas ya, malah cari-cari alasan untuk tidak datang.' Saya katakan: 'Hati-hati, jangan yang terdahulu menjadi terkemudian, dan yang terkemudian jadi terdahulu.'"

    Kalau ibadah kita benar, pasti berkobar karena kita bertemu Tuhan. Kalau ibadah tidak benar, tidak akan ketemu Tuhan (hanya bertemu orang), sehingga lama kelamaan akan malas.

    Yosua 24: 14
    24:14. Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

    Hati nurani yang baik juga berarti setia dan tulus ikhlas--jujur.

    Inilah pengertian mencari perkara di atas lebih dari perkara di bumi, yaitu lebih dulu rela beribadah melayani Tuhan dengan setia dan baik. Jangan salah pilih hari-hari ini! Pilih yang benar. Contohnya pilih Yesus Kristus atau Yesus Barabas. Kalau hati nurani tidak baik (tidak tulus), akhirnya memilih Yesus Barabas.
    Kalau tidak tulus dalam beribadah, apa gunanya? Tidak akan ketemu Tuhan. Karena itu benar-benar dimulai dari hati yang setia dan baik. Setelah itu kita bisa setia-benar dan setia-berkobar, sampai setia-tulus ikhlas (jujur).

    Hasilnya:
    Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.


    • Hasil pertama: 'memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar'= dipakai oleh Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah. Dimulai dengan bertobat-hidup benar dan suci--, kemudian kita melayani dalam nikah dengan setia-baik, setia-benar, setia-berkobar. Jangan loyo di dalam nikah! Kalau loyo, orang ketiga atau setan bisa masuk. Karena itu kalau ada sesuatu harus diselesaikan. Jangan dibiarkan! Bahaya! Harus tetap setia-baik, setia-benar, setia-berkobar, dan setia-tulus ikhlas.
      Jangan hanya menyalahkan satu pihak, itu berarti tidak tulus--seperti ular.

      Kemudian melayani dalam penggembalaan, antar penggembalaan (fellowship), sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

      "Melayani dalam antar penggembalaan yang pertama mulai dari Medan, mari didoakan. Yang ikut serta, silakan, baik dalam dana, doa, mari kita dipakai."


    • Hasil kedua: kita menjadi rumah doa; tempat menaikkan asap dupa yang harum di hadapan Tuhan, dan doa dijawab Tuhan; kita merasakan kebahagiaan sorga--'turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'.
      Jujur sama dengan menjadi rumah doa--kebahagiaan berasal dari rumah doa.

      Kalau sudah dipakai melayani dalam nikah, nikah akan menjadi rumah doa, dalam penggembalaan menjadi rumah doa yang lebih besar, antar penggembalaan menjadi rumah doa lebih besar lagi, sampai nanti rumah doa terbesar di awan-awan yang permai, kita menyembah Dia siang malam di dalam kerajaan sorga.


    Inilah pikiran salib. Yang pertama: rela sengsara daging untuk tidak berbuat dosa di mana saja, kapan saja. Kita hanya melakukan kehendak Bapa yaitu hidup benar dan suci. Benar-benar kita tidak akan tersandung, dihukum, dan binasa. Kita selamat dari maut, dan kita akan menjadi berkat bagi yang lain, bukan sandungan.
    Kemudian rela sengsara daging untuk beribadah melayani Tuhan dengan setia-baik, setia-benar, setia-berkobar, dan setia-tulus ikhlas. Sungguh-sungguh kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kita menjadi berkat, dan mengalami kebahagiaan (rumah doa).


  3. 1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Praktik ketiga pikiran salib: rela sengsara daging tanpa dosa; rela sengsara daging karena Yesus. Ini yang disebut dengan percikan darah. Ini adalah pikiran salib yang tertinggi.

    Kita sudah hidup benar dan suci, melayani dengan setia, tetapi masih sengsara lagi--mengalami percikan darah; ruangan maha suci. Ini diizinkan terjadi.
    Bentuk percikan darah: sengsara daging untuk beribadah melayani, doa satu jam, doa puasa, doa semalam suntuk, tidak berdosa tetapi diizinkan mengalami pencobaan atau masalah, tidak salah disalahkan, difitnah dan lain-lain.

    Mengapa Tuhan izinkan terjadi percikan darah? Supaya Roh kemuliaan/Roh Kudus diam di antara kita, sehingga roh Babel--roh jahat dan najis--tidak bisa masuk; kegelapan tidak ada tempat dalam hidup kita, dan kita tidak tersandung.

    Hasilnya: ayat 14: 'Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus'= Roh Kudus; mampu mengadakan mujizat terbesar: mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus yaitu kuat teguh hati.

    Kalau manusia daging, diberikan pujian baru senang.

    Kuat teguh hati artinya:


    • Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang sedang kita hadapi tetapi tetap bahagia dalam penderitaan; selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Bahagia dalam penderitaan ini tidak bisa diceritakan atau diterangkan, tetapi biarlah menjadi pengalaman.


    • Tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan sekalipun dalam penderitaan. Percikan darah adalah ujian kita ikut Tuhan apakah karena ikut pribadi-Nya atau uang-Nya. Waktu semua enak, ikut Tuhan. Belum tentu! Justru saat dalam penderitaan, kalau tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan, tetap percaya dan berharap Tuhan; tetap menyembah Dia, itu berarti kita ikut pribadi Tuhan, bukan berkat-Nya. Ini benar-benar pengikutan kita kepada Tuhan dan memiliki pikiran salib.


    Harus ada salib! Jangan heran kalau ada nyala api siksaan, itu adalah penentuan kita ikut Tuhan karena pribadi-Nya atau berkat atau kuasa-Nya. Kita yang bisa menilai sendiri.
    Ikut pribadi-Nya! Apapun yang kita hadapi kita akan tetap mengucap syukur.

    "Saya pernah belajar pada hamba Tuhan dan jemaat. Belajar pada jemaat, seorang pengerja berkata kepada dia--sakitnya parah--: Kalau bapak sembuh?: Saya yakin Tuhan luar biasa.: Kalau tidak sembuh?: Saya tetap percaya. Saya meneteskan air mata, imannya benar-benar kuat. Begitu juga dengan Pdt Totaijs, saya menangis, tidak kuat melihat keadaannya, dia tenang-tenang saja. Saya selalu ingat perkataannya saat saya penataran nikah: Widjaja, jangan ragukan kasih Allah! Dan itu dia buktikan sampai terakhir, tidak ada keluhan lain, tetapi hanya berkata: Mempelai wanita..mempelai wanita. Itulah kuat teguh hati."

    Kesempatan ini, justru dengan adanya salib kita tetap kuat teguh hati. Tetap berbahagia, mengucap syukur, jangan salahkan siapapun, tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan, dan tetap percaya berharap Tuhan; tetap menyembah Dia.

    Contoh dan hasilnya:


    • 1 Samuel 30: 6
      30:6. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

      Contoh pertama: bapak.
      Saat itu Daud dalam keadaan terjepit. Dari luar: barang-barangnya habis dijarah--krisis ekonomi--, isteri dan anak-anaknya ditawan--kehancuran nikah dan buah nikah. Dari dalam: rakyat mau melempari dia dengan batu; maut.

      Tetapi ada Roh Kudus di dalam dia sehingga dia justru menguatkan kepercayaan kepada Tuhan, dan hasilnya: Tuhan berperang ganti Daud. Ia menang, berarti semua masalah diselesaikan; semua dipulihkan, tidak ada yang hilang sedikitpun--seperti janji firman Tuhan pada ibadah tutup buka tahun: Tahun Yobel; segala yang hilang akan dikembalikan oleh Tuhan.

      1 Samuel 30: 19
      30:19. Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali.

      Ingat, semua hanya ujian! Kalau kita sudah kecewa atau merosot, mari ikut ujian lagi. Jangan goyah lagi, tetapi tetap bahagia, setia berkobar, dan percaya berharap Tuhan--menyembah Dia--, sampai Dia berperang ganti kita. Dia akan memberi kemenangan: semua masalah yang mustahil diselesaikan, terjadi pemulihan nikah dan buah nikah, dan semua yang hilang dikembalikan oleh Tuhan.


    • Markus 5: 25-29
      5:25. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
      5:26. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya
      keadaannya makin memburuk.
      5:27. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu
      ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
      5:28. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
      5:29. Seketika itu juga
      berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

      "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." = menguatkan kepercayaan kepada Tuhan.

      Contoh kedua: wanita.
      Perempuan pendarahan dua belas tahun, artinya dalam keadaan terjepit, penyakit yang mustahil, masalah yang mustahil, ancaman maut, dan kegagalan--semua menjadi lebih buruk.

      Tetapi ia tetap kuat teguh hati. Itu gunanya Roh Kudus-- Roh Kudus mencurahkan kasih Allah sehingga kita kuat teguh hati.
      Kalau tidak ada Roh Kudus, ia akan lari--seperti Petrus menolak salib (pikiran daging), bahkan sampai menyangkal Tuhan.

      Kuatkan kepercayaan kepada Tuhan! Tetap percaya berharap Tuhan, tetap menyembah Tuhan. Biar Tuhan yang bekerja sampai terjadi kesembuhan, semua masalah yang mustahil selesai.


    • Contoh ketiga: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego--kaum muda--disuruh untuk menyembah patung, sama dengan menghadapi ibadah palsu, pengajaran palsu, dan penyembahan palsu--dalam keadaan terjepit.
      Mereka berhutang budi kepada raja--mereka orang buangan tetapi dipilih oleh raja dan diberi pekerjaan dan gaji. Raja hanya minta mereka untuk menyembah patung, tetapi mereka tidak mau--tetap kuat teguh hati.
      Apapun kebaikan orang, jangan korbankan Yesus/pengajaran yang benar!

      "Kemarin ada seorang menghadap saya: 'Saya menghadapi nikah yang salah, saya harus bersikap bagaimana?': 'Jangan menyetujui, tidak usah takut, katakan soal firman Tuhan.' Jangan salah menggunakan berkat untuk sesuatu yang tidak benar. Harus tegas!"

      Kalau mengorbankan Tuhan kita akan kecewa seumur hidup dan binasa.

      Sadrakh, Mesakh, dan Abednego juga menghadapi api pencobaan yang dipanaskan tujuh kali--api pencobaan sampai zaman antikris; kemustahilan, kegagalan--, tetapi mereka tetap menyembah Tuhan.
      Daniel 3: 16-18
      3:16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
      3:17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
      3:18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa
      kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

      Inilah yang benar, yaitu ikut pribadi Tuhan, bukan pertolongan atau mujizat-Nya. Sekalipun tidak ada mujizat mereka tetapi ikut Tuhan. Tetapi Tuhan tidak menipu kita. Hanya ujian! Sepertinya tidak ditolong--dilempar ke api--, tetapi kenyataannya Tuhan beserta. Tiga orang yang dilempar, tetapi ada empat, dan yang keempat rupanya seperti anak dewa. Sekarang artinya, Roh kemuliaan ada pada kita.

      Daniel 3: 24-25
      3:24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
      3:25. Katanya: "Tetapi
      ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

      Roh kemuliaan beserta kita, sehingga semua selesai pada waktunya, semua berhasil dan indah pada waktunya, sampai semua sempurna--wajah kemuliaan. Saat Yesus datang kedua kali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia.

Jangan jadi batu sandungan! Jangan gunakan logika, tetapi pikiran salib yang sama dengan iman: bertobat--hidup benar dan suci; tinggalkan dosa--, setia sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, dan mau mengalami percikan darah; diubahkan menjadi kuat teguh hati. Roh kemuliaan ada pada kita. Kalau tidak ada Roh Kudus, kita akan kecewa dan putus asa.

Kita mohon Roh Kudus di tengah kita, supaya kita kuat teguh hati. Tiga orang dilemparkan tetapi ada yang keempat--ada Roh kemuliaan menyertai kita.

Ini yang kita butuhkan pada malam ini, biar Roh Kudus dicurahkan di tengah kita. Masih ada harapan, biarpun orang berkata: Mustahil, itu pikiran daging, tetapi masih ada Roh Kudus yang mampu melakukan segala hal bagi kita.

Manusia daging sangat lemah: gampang bangga dan lupakan Tuhan, gampang kecewa dan tinggalkan Tuhan. Biar Roh Kudus menolong kita.
Seberapa kita bergantung pada Roh Kudus, sejauh itu Tuhan akan curahkan Roh Kudus kepada kita. Tunjukkan apa adanya, mungkin sering bangga atau lemah, bimbang, dan meninggalkan Tuhan, biar Roh Kudus menguatkan dan meneguhkan kita.

Periksa hati kita masing-masing! Kuat teguh hati, tetap mengikut pribadi-Nya. Mungkin sudah ada yang menjauh, lemah, tertarik oleh dunia, sudah kecewa, putus asa, bimbang, bangga dengan sesuatu sampai jauh dari Tuhan, mohon kekuatan dari Tuhan. Jangan mau terpisah dari Dia apapun yang diizinkan terjadi! Jangan lupa Tuhan! Bukan janji pada manusia, tetapi pada Tuhan dan diri sendiri: jangan mau terpisah dari Tuhan apapun yang terjadi: menghadapi keadaan terjepit, kemustahilan, kegagalan, berhasil, kita tidak terpengaruh.

Tangan Roh Kudus ada di tengah kita. Yakinlah! Daud ditolong, perempuan ditolong, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego juga ditolong. Kita bangsa kafir juga pasti ditolong. Serahkan semua pada Dia; kita bergantung sepenuh kepada Dia.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top