English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 31 Januari 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Raya Malang, 23 Maret 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah tentang penglihatan Yohanes...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Juli 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 19 Juli 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah penyucian terakhir yang...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I, 19 Januari 2010 (Selasa Malam)
Keluaran 10: 1-20
= tulah ke-8 (belalang).
Kalau menolak kebenaran Firman, maka yang datang...

Ibadah Persekutuan di Swiss, 29 Juni 2011 (Rabu Sore)
Tema: Tentang Makanan
Kalau sekedar diucapkan, mungkin makanan adalah hal biasa.
Namun sebenarnya, segala sesuatu (pandai, kaya, dsb) tanpa makanan...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Januari 2017 (Rabu Sore)
Pembicara Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, kasih karunia...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 09 Februari 2010 (Selasa Pagi)
Permulaan umur hidup rohani kita adalah saat kita terlepas dari dosa. Kalau tidak mau terlepas...

Ibadah Doa Surabaya, 24 Februari 2016 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Malang, 02 Mei 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 September 2013 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Malang, 12 Oktober 2014 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Pengkhotbah 3:11
3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Februari 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Juli 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Persekutuan di Poso II, 25 Mei 2011 (Rabu Pagi)
Tema: "Ingatlah akan istri Lot!"
Lukas 17: 32
17:32. Ingatlah akan isteri Lot!

= merupakan peringatan kepada ORANG YANG SUDAH SELAMAT.
Sebab, ditengah perjalanan menuju...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Juli 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).


  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).


  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2018).


  4. Ayat 22-34= kekuatiran (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 09 Juni 2018).


  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; lalai (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018).

AD. 5. KELENGAHAN
Tabiat lengah harus dirobek, supaya kita menjadi kehidupan yang selalu waspada; selalu berjaga-jaga, terutama untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya.

Dalam Injil Lukas 12: 35-48, ada tiga macam berjaga-jaga yang dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali:

  1. Ayat 35-37= berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Juni 2018).


  2. Ayat 38-40
    12:38. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.
    12:39. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
    12:40. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."

    Yang kedua: berjaga-jaga dikaitkan dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali di malam hari yang seperti pencuri--tidak diketahui siapapun- (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Juli 2018).

AD. 2
Lukas 12: 38
12:38. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.

Markus 13: 35
13:35. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,

Ada empat giliran jaga malam:

  1. Menjelang malam; jam 18:00-21:00. Yang harus dijaga adalah firman dan perjamuan suci (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Juli 2018).
  2. Tengah malam; jam 21:00-00:00. Yang harus dijaga adalah Roh Kudus; minyak persediaan (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Juli 2018).
  3. Larut malam; jam 00:00-03:00.
  4. Pagi-pagi buta; jam 03:00-06:00.

LARUT MALAM; jam 00:00-03:00
Ini sama dengan waktu ayam berkokok--keadaan paling dingin dan paling lengah, yaitu kasih menjadi dingin.

Matius 24: 12 => khotbah akhir zaman
24:12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Jadi pada larut malam yang harus dijaga adalah KASIH. Jangan sampai kasih menjadi dingin. Kalau kasih menjadi dingin, kita akan menjadi orang yang keras hati; durhaka kepada Tuhan.

Lukas 22: 54-62
22:54. Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
22:55. Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
22:56. Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."
22:57. Tetapi Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!"
22:58. Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: "Engkau juga seorang dari mereka!" Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak!"
22:59. Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: "Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea."
22:60. Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
22:61. Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
22:62. Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

'memasang api'= tanda suasana dingin.
Kita berjaga-jaga dalam kasih Allah, kalau tidak, akan terjadi kedurhakaan.

Praktik kasih menjadi dingin--diwakili Petrus--:

  1. Praktik pertama kasih menjadi dingin: Petrus mengikut dari jauh.
    Petrus hamba Tuhan yang hebat, ternyata tidak memiliki kasih. Manusia melihat luarnya, tetapi Tuhan melihat sampai kedalaman hati. Waktu raja Saul mau diganti, Samuel melihat kakak-kakak Daud tinggi besar, tapi Tuhan berkata: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Hebat, tetapi tidak dipilih.

    Mengikut dari jauh artinya tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai meninggalkan jabatan pelayanan karena pengaruh dunia dengan kesibukan, kesulitannya, pergaulan tidak baik dan lain-lain--berdiang di api dunia.

    Hati-hati, pergaulan tidak baik bisa datang dari keluarga--sengaja menjauhkan kita dari Tuhan. Biarpun itu orang tua, kakak, adik, pacar kita, kalau menjauhkan kita dari Tuhan, itu adalah pergaulan buruk. Kita harus bisa menjelaskan.


  2. Praktik kedua kasih menjadi dingin: Petrus menyangkal Yesus tiga kali, berarti tubuh, jiwa, dan rohnya menyangkal Allah Tritunggal lewat perkataan (perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah), dan juga lewat perbuatan.

    Titus 1: 15-16
    1:15. Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
    1:16. Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

    Menyangkal Tuhan lewat perbuatan-perbuatan artinya:


    1. Berbuat jahat.
    2. Berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Hati-hati!
      Dosa makan minum= merokok, mabuk, narkoba. Jangan coba-coba!

      Dosa kawin mengawinkan= dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, sampai penyimpangan (laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan), nikah yang salah (awal nikah sudah jatuh, kawin campur, kawin cerai, sampai kawin mengawinkan).

      Jaga permulaan nikah!


    3. Tidak sanggup berbuat baik, tetapi membalas kebaikan dengan kejahatan--seperti setan.
      Hati-hati! Orang tua yang baik jangan dibalas dengan kejahatan, itu sama dengan setan; menyangkal Tuhan.

      Kepada siapapun, jangan membalas kebaikan dengan kejahatan! Mungkin orang tua ada salah, jangan dibalas! Orang tua sudah berbuat baik membesarkan kita. Dalam nikah juga, jangan membalas kebaikan dengan kejahatan.

Petrus tidak memiliki kasih; hatinya membeku, keras hati, sehingga durhaka yaitu tidak setia, bahkan menyangkal Tuhan lewat perkataan dan perbuatan. Tuhan tolong kita semua.

Lalu, di mana tempat kita berjaga-jaga dalam kasih? Di dalam sistem penggembalaan.
Yohanes 21: 15-17 => gembalakanlah domba-domba-Ku
21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

'sedih hati Petrus'= Petrus sedih karena ia ingat pernah menyangkal Tuhan.

Praktik sistem penggembalaan:

  1. Praktik pertama sistem penggembalaan: kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada suara Gembala, itulah firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang--Tuhan menegor Petrus sampai tiga kali (diulang-ulang); tadi kokok ayam juga diulang-ulang.
    Firman penggembalaan diulang-ulang, maju, diulang lagi, maju, itulah makanan rohani.

    Seperti waktu bayi, belum satu bulan, masih susu, diulang minum susu terus, mulai tumbuh, dan maju satu langkah, makan bubur, begitu seterusnya sampai nasi putih, diulang-ulang lagi untuk menambah gizinya. Seperti itulah firman penggembalaan.

    Kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan. Karena itu doakan gembala supaya tidak mengajarkan yang tidak benar. Ajaran yang tidak benar sama dengan racun, sehingga kita tidak bertumbuh, tetapi mati. Makanan ini yang terutama dalam penggembalaan--kita tergembala pada pribadi Yesus/firman pengajaran yang benar.


  2. Praktik kedua sistem penggembalaan: selalu berada di kandang penggembalaan--ruangan suci--; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--karena itu Yesus bertanya kepada Petrus tiga kali; kita terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh, dan Allah juga Tritunggal--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya, termasuk ibadah kaum muda dan persekutuan; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya: ada nyanyian--karunia bernyanyi--, ada karunia bersaksi. Ini masih kurang karunia bersaksi. Ayo bersaksi, supaya yang lain mendapatkan kekuatan.

      Bersaksi= memuliakan Tuhan; mengakui bahwa kita bisa begini karena kemurahan Tuhan atau bersaksi tentang keubahan hidup--dulu saya suka melawan orang tua, tapi oleh karena Tuhan, sekarang tidak melawan. Mungkin juga bersaksi tentang sekolah: Seharusnya saya tidak naik, tetapi Tuhan tolong, sampai bisa kuliah. Kalau yang lain mendengarkan dan melakukan hal yang sama, kesaksian itu sudah menjadi berkat dan kekuatan untuk bisa ditolong dan diubahkan juga oleh Tuhan.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar--pribadi Yesus--sehingga kita mengalami tiga hal:


    • Yohanes 15: 1-3
      15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
      15:2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
      15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

      Yang pertama: kita mengalami penyucian secara terus menerus lewat perkataan Yesus--firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; firman pengajaran yang benar; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

      Firman menyucikan kita mulai dari hati dan pikiran:


      1. Keinginan jahat= keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      2. Keinginan najis= dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
      3. Kepahitan= iri hati, benci, dendam.


      Hati dan pikiran Yesus suci, kita juga suci. Kita benar-benar melekat pada pokok anggur yang benar.
      Hati dan pikiran adalah pokok kehidupan kita.

      Kalau hati dan pikiran disucikan, perkataan juga akan disucikan sampai tidak ada dusta--jujur.

      Kalau sudah hidup suci, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus; diangkat jadi imam dan raja.
      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ayat 11= lima jabatan pokok, yang bisa dijabarkan menjadi pelayanan lainnya: tim doa, musik dan lain-lain.
      Kalau tubuh, jiwa, dan roh kita suci, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari dalam nikah--bisa taat, melayani orang tua--, penggembalaan--melayani musik, doa dan lain-lain--, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

      Nomor satu adalah kesucian!


    • Yang kedua: kita mengalami urapan Roh Kudus.
      Imamat 21: 12 => kudusnya para imam
      21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Kita mengalami urapan Roh Kudus sehingga bisa setia berkobar-kobar.
      Kalau suci, pasti setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.

      Kesetiaan adalah bukti kita melekat pada pokok anggur yang benar.

      Sekalipun kita ranting kecil, tetapi kalau kita hidup suci dan setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, cepat atau lambat kita pasti akan berbuah manis, artinya:


      1. Bapa memelihara kita yang kecil tidak berdaya di tengah kesulitan dunia--'Bapa-Kulah pengusahanya'.


      2. Kita merasakan kebahagiaan sorga; hidup kita manis di tengah dunia yang terkutuk; tidak pahit getir seperti di dunia yang penuh kutukan.
        Kalau manis, kita bisa menjadi saksi Tuhan, dan orang bisa melihat, sehingga kebahagiaan sorga bisa dibagikan kepada siapapun.

        Mari, masa muda adalah masa yang paling manis dan indah, tidak bisa terulang lagi. Sungguh-sungguh!
        Di rumah, yang manis pada orang tua, kalau orang tua sudah meninggal, sudah tidak bisa apa-apa lagi, rugi. Soal apapun juga jangan bertentangan dengan orang tua. Hidup itu akan lebih manis. Terutama soal jodoh, hati-hati, berdoa sungguh-sungguh, tetap manis. Jangan sampai karena jodoh jadi pahit getir. Tuhan tolong.


    • Roma 5: 5
      5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

      Yang ketiga: kalau ada Roh Kudus, Dialah yang mencurahkan kasih Allah.

      Firman dulu yang menyucikan, baru ada urapan Roh Kudus, setelah itu baru ada kasih Allah.

      Jadi tidak bisa kita katakan: 'Pokoknya kasih.....'
      Karena itu berdoa kalau memang sudah waktunya dan Tuhan izinkan dapat jodoh. Boleh berdoa yang positif semua--pintar, kaya, ganteng/cantik dan lain-lain--tapi jangan lupa, yang penting adalah suci, setia, dan ada kasih yang sungguh-sungguh. Itu yang menjamin kebahagiaan kita.

      Urapan Roh Kudus mencurahkan kasih Allah di dalam hati kita sehingga kita menjadi kuat teguh hati.
      Ingat soal jodoh; teman hidup. Sekarang ngeri.

      "Saya baru dengar, ada seorang bercerita, sama-sama di dalam Tuhan, baru dua tahun tahu-tahu bercerai, masih muda, nanti jadi kawin cerai. Karena itu jangan pilih menurut pandangan mata, tetapi mantap dulu dalam penggembalaan, cari yang ada tanda-tanda ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Kalau sudah melekat pada Tuhan, hidup itu tidak akan macam-macam. Itu yang dicari, apalagi sudah disucikan, setia, dan mengasihi Tuhan, itu yang berbuah manis. Kalau hanya melihat yang jasmani, bahaya, bisa pahit getir. Satu tahun menikah, punya anak, lalu cerai ditinggal, bagaimana? Ada yang sudah 20 tahun menikah, ditinggal.
      Saya langsung ingat kaum muda, anak saya, dan keponakan saya. Jangan sembarangan! Minta yang sungguh-sungguh pada Tuhan, ada tanda-tanda ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Di situ ada jaminan kebahagiaan.
      "


    Roh Kudus mencurahkan kasih Allah dalam hati sehingga kita kuat teguh hati. Ini yang penting!
    Mengapa harus kuat teguh hati? Sebab perjalanan hidup kita pribadi, nikah, pelayanan, persekutuan, masa depan, sama seperti kapal yang berlayar di lautan dunia menuju pelabuhan damai sejahtera--Yerusalem baru. Mau tidak mau HARUS menghadapi angin gelombang; badai lautan dunia.

    Ini yang perlu kita pikirkan. Jangan sembarangan! Apalagi di luar Tuhan, sudah tidak ada harapan. Sungguh-sungguh. Di dalam Tuhanpun harus sungguh-sungguh, benar-benar melekat pada pokok anggur! Jangan sembarangan! Menuju pelabuhan damai sejahtera, mau tidak mau harus menghadapi badai yang dahsyat di lautan dunia, bentuknya:


    • Pencobaan di segala bidang: masalah nikah, ekonomi, penyakit, studi dan lain-lain sampai masalah yang mustahil.
    • Dosa-dosa sampai puncaknya dosa.
    • Ajaran-ajaran palsu.
      Ada yang mau cerai karena tidak cocok dan cari yang lain, nikah lagi, hamba Tuhan mengizinkan.
      Inilah ajaran palsu.

      Ajaran palsu ini pemicu kehancuran kaum muda--kehancuran pribadi, nikah. Merokok boleh main musik. Inilah kehancuran. Bahaya sekali!
      Kalau diajarkan suci dan setia, malah diolok-olok.

      Tidak setia= pelacur, menuju Babel.


    • Celaka marabahaya di dunia.


    Ini yang harus kita hadapi. Jangan pikirkan angin gelombangnya, tetapi hadapi dengan kuat teguh hati! Ada kasih Allah di dalamnya.
    Kuat teguh hati artinya:


    • Tetap berpegang teguh pengajaran yang benar dan taat sehingga kita hidup benar dan suci, tidak mau berbuat dosa sekalipun ada keuntungan; takut akan Tuhan.


    • Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, menyangkal Tuhan, dan menyerah kalah menghadapi apapun--Roma 5: 5: pengharapan tidak mengecewakan.


    • Tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir, tidak menyerah kalah.
    • Tetap menyembah Tuhan; percaya dan berharap Tuhan; berserah dan berseru kepada Tuhan; mengulurkan tangan kepada Tuhan. Ada kasih Allah di dalam hidup kita. Kita tetap berjaga-jaga dalam kasih Allah; tidak dingin.


    Kalau kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, Dia juga akan mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita sehingga kita hidup dalam tangan kasih-Nya.
    Hati-hati! Petrus orang hebat tetapi bimbang--tidak kuat teguh hati.

    Matius 14: 28-32
    14:28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Tadi Petrus menyangkal Tuhan, sekarang bimbang; tidak kuat teguh hati saat menghadapi angin gelombang--bimbang terhadap pribadi Yesus/pengajaran yang benar dan kuasa Tuhan--sehingga ia mulai tenggelam.

    Kalau kita sudah bimbang terhadap pengajaran yang benar--mendengar ajaran lain--dan bimbang pada kuasa Tuhan--mulai berharap pada yang lain atau mengandalkan yang lain--, kita akan mulai tenggelam, mengalami kemerosotan--kejatuhan, kegagalan, sampai tenggelam di lautan api dan belerang, binasa selamanya.

    Jangan ragu! Petrus bimbang: Ini hantu atau Tuhan? Ini yang salah atau benar? Pegang pengajaran yang benar!

    Mengapa Tuhan izinkan kita tenggelam? Supaya kita bisa mengangkat tangan kepada Tuhan, berserah dan berseru kepada-Nya, dan Dia akan mengulurkan tangan untuk mengangkat kita dari ketenggelaman tepat pada waktunya.

    Kemerosotan apapun dipulihkan bahkan bisa meningkat, kejatuhan dalam dosa dipulihkan menjadi hidup benar dan suci.
    Serukan: Yesus tolong!
    Kegagalan menjadi berhasil dan indah pada waktunya.

    Kalau kasih kita sudah dingin--mulai jauh--, Tuhan akan izinkan kita tenggelam, supaya kita kembali. Jangan tunggu begitu!
    Setelah Petrus digembalakan, ia bisa mengulurkan tangan dan rela mati untuk Tuhan.

    Yohanes 21: 18-19
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Petrus mengasihi Tuhan lebih dari semua; rela berkorban apapun untuk Tuhan.
    Bagaimana kita? Rela berkorban waktu untuk Tuhan? Mari rela berkorban sampai menyerahkan seluruh hidup bagi Tuhan.
    Petrus bisa mengikut dan melayani Tuhan sampai garis akhir, bahkan sampai di Yerusalem Baru--namanya tertulis di Yerusalem Baru.

    Ada kegagalan, Tuhan tolong. Cara Tuhan supaya kita kembali pada Tuhan adalah diizinkan tenggelam. Tetapi setelah tergembala, jangan tenggelam lagi. Kita tetap mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan rela berkorban apapun sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Dan kita mampu mengikut dan melayani Tuhan melintasi badai lautan dunia; kita selalu menang sampai mencapai pelabuhan damai sejahtera. Tidak pernah bimbang dan ragu.

    Salah satu contoh anak muda yang mengalami badai lautan dunia untuk mencapai Yerusalem baru: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego saat menghadapi pengajaran dan penyembahan palsu: disuruh menyembah raja.
    Daniel 3: 16-18
    3:16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
    3:17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
    3:18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

    Menghadapi ajaran dan penyembahan palsu, serta perapian yang dipanaskan tujuh kali--masalah yang mustahil--, tetap kuat teguh hati, tidak mau menyembah patung, tetapi tetap percaya berharap Tuhan, tetap melayani Tuhan, tetap mengulurkan tangan kepada Tuhan.

    Hasilnya: Tuhan mengulurkan tangan, semua masalah mustahil diselesaikan oleh tangan kasih Tuhan, dan ada masa depan yang berhasil--kedudukannya dinaikkan--, bahkan menjadi saksi--Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego!".

    Perempuan pendarahan dua belas tahun sudah berharap sana sini tidak bisa, akhirnya ia berkata: "Asal kujamah ujung jubah-Nya, aku sembuh." Dia tetap kuat teguh hati, dan ia sembuh.

    Kita selalu menang sampai jika Yesus datang kembali kita akan disucikan dan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai, sampai di Yerusalem baru.

    1 Tesalonika 3: 13
    3:13. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

Mari, kalau Tuhan izinkan ada masalah/ketenggelaman, tujuannya adalah supaya kuat teguh hati, kembali kepada Tuhan. Jangan menyerah kalah, Tuhan punya waktu.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top