English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kunjungan di Ciawi II, 16 Januari 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 10 Februari 2009 (Selasa Pagi)
Sebelum Israel keluar dari Mesir, Tuhan mendatangkan 10 tulah. Demikian juga sebelum gereja Tuhan keluar...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Januari 2011 (Minggu Sore)
Tema ibadah di Medan
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-39
11:37 Ketika Yesus selesai mengajar, seorang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Juli 2010 (Sabtu Sore)
Saat kedatangan Yesus kedua kali, gereja Tuhan akan mengalami sengsara, penderitaan, ketidakadilan, bahkan menghadapi penangkapan,...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 24 Maret 2015 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 10:21-29 adalah tulah kesembilan, yaitu...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
= keadaan pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Salah satunya adalah terdengar...

Ibadah Raya Malang, 03 April 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:6-13 menunjuk pada Persiapan Paskah.

Matius 26:6-7, 12

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Juli 2013 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin sebelumnya
Dari siaran langsung Ibadah Persekutuan di Medan

TEMA dalam Wahyu 19: 9

Wahyu 19: 9
19:9 Lalu ia berkata...

Ibadah Natal GPT seJawa Timur, 22 Januari 2009 (Kamis Sore)
Lukas 7: 16
TEMA: "Allah melawat umatNya".Umat Tuhan adalah umat pilihan Tuhan, itulah bangsa Israel asli....

Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Mei 2010 (Minggu Sore)
Digabung dengan Hari Pentakosta

Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil...

Ibadah Raya Surabaya, 16 November 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 27 Mei 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya sengsara...

Ibadah Doa Malang, 24 Januari 2017 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 17:14-21
17:14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu,...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Juli 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).


  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).


  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2018).


  4. Ayat 22-34= kekuatiran (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 09 Juni 2018).


  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; tidak waspada; lalai (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018).

AD. 5. KELENGAHAN
Tabiat lengah harus dirobek, supaya kita menjadi kehidupan yang selalu waspada; selalu berjaga-jaga, terutama untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Sekolah dan bekerja yang sungguh-sungguh--apalagi yang dari luar kota dan luar pulau--, tetapi lebih dari itu kita berjaga-jaga untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali; kita bersama Dia selamanya. Kalau ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, semua yang kita peroleh di dunia menjadi sia-sia, bahkan menuju kebinasaan.

Dalam Injil Lukas 12: 35-48, ada tiga macam berjaga-jaga yang dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali:

  1. Ayat 35-37= berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Juni 2018).
    Kuliah dan kerja yang keras, tetapi ibadah pelayanan juga harus keras. Ini yang menentukan hidup kita.


  2. Ayat 38-40
    12:38. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.
    12:39. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
    12:40. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."

    Yang kedua: berjaga-jaga dikaitkan dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali di malam hari atau seperti pencuri datang--tidak diketahui siapapun- (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Juli 2018).

AD. 2
Lukas 12: 38
12:38. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.

Markus 13: 35
13:35. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,

Ada empat giliran jaga malam:

  1. Menjelang malam; jam 18:00-21:00. Yang harus dijaga adalah firman dan perjamuan suci (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Juli 2018).


  2. Tengah malam; jam 21:00-00:00. Yang harus dijaga adalah Roh Kudus; minyak persediaan--pelita tetap menyala--(diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Juli 2018).


  3. Larut malam; jam 00:00-03:00. Yang harus dijaga adalah kasih (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 14 Juli 2018).


  4. Pagi-pagi buta; fajar menyingsing; jam 03:00-06:00.

PAGI-PAGI BUTA; jam 03:00-06:00
2 Petrus 1: 19
1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

'firman yang telah disampaikan oleh para nabi'= firman nubuat.
'fajar menyingsing'= pagi-pagi buta.

Yang dijaga pada pagi-pagi buta adalah PERHATIAN, terutama terhadap perkara rohani. Perkara jasmani tetap kita perhatikan, bagus, tetapi lebih dari itu kita memperhatikan perkara rohani.

Apa yang harus diperhatikan?

  1. Firman nubuat=


    • Firman yang mengungkapkan dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hati.
      Hari-hari ini menjelang kedatangan Tuhan jangan cari firman yang isinya bercanda, tetapi cari firman yang mengungkapkan dosa-dosa--firman penyucian; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

      Biarlah setiap kita beribadah, firman menusuk dosa-dosa kita sampai dosa yang tersembunyi.


    • Firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti terjadi terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga, dan juga tentang penghukuman atas dunia.
      Kalau tidak bisa naik ke atas, berarti binasa bersama dunia.


    Inilah firman pengajaran.
    Ada kabar baik--susu; firman penginjilan--, sekarang ditingkatkan pada makanan keras; firman yang mengarahkan kita untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Kita harus memperhatikan firman nubuat, artinya:


    • Kita harus mendengar dengan sungguh-sungguh, dan dengan suatu kebutuhan--seperti memperhatikan pelita di tempat yang gelap--sampai mengerti firman.

      "Sungguh-sungguh dalam mendengar firman! Saya tidak bisa melihat yang di Surabaya, Medan, di mana-mana, tapi Tuhan yang lihat. Jangan main HP! Kalau sudah datang ibadah, ditaruh dulu HP-nya, karena itu yang mengganggu keselamatanmu. Di pesawat saja kita berani taruh HP di tas, padahal itu hanya keselamatan tubuh. Ini menyangkut keselamatan jiwa dan roh kita. Harus berani juga."


    • Percaya firman.
    • Praktik firman.


    Hasilnya: kabar mempelai akan bersinar di hati kita, artinya menyucikan hati kita sampai perbuatan dan perkataan juga disucikan, sehingga kita tampil sebagai terang.
    2 Petrus 1: 19
    1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

    Tampil sebagai terang, yaitu:


    • Menjadi pelita di rumah tangga.
      Kalau kaum muda mendengar firman dengan sungguh-sungguh sampai praktik, dan disucikan, ia akan menjadi pelita di rumah tangga, artinya: taat pada orang tua, meringankan beban orang tua, dan menjadi berkat bagi orang tua,. Kalau suami: mengasihi isteri, bertanggung jawab. Kalau isteri: tunduk pada suami.

      Kalau ada pelita dalam rumah tangga, maka kegelapan gantang dan tempat tidur tidak bisa menghancurkan--ayat menuliskan: Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.

      Kegelapan gantang= kegelapan ekonomi. Berapa banyak nikah hancur karena ekonomi, sampai anak-anak muda (maaf) menjual diri. Sudah terjadi. Kita harus hati-hati! Kalau anak tidak taat, tidak bisa diberi nasihat tetapi melawan orang tua, itu pelitanya padam, dan pasti kena kegelapan gantang, jatuh dalam dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba). Karena itu hati-hati!

      Kegelapan tempat tidur= dosa kawin mengawinkan (percabulan, penyimpangan--laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan--, kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).
      Menikah di dalam Tuhan, selain satu iman, juga harus satu imam; sama-sama pelayan Tuhan--Lewi dengan Lewi melahirkan Musa, cantik--, ada jaminan. Kalau satu imam, satunya tidak, bagaimana bisa? Upahnya satu dinar, apakah dibagi dua?
      Di zaman Nuh terjadi kawin campur sehingga menghasilkan raksasa.

      Kalau sudah menang atas gantang dan tempat tidur, rumah tangga akan mengalami damai sejahtera, semua enak, ringan, dan bahagia; tidak ada pertentangan dengan orang tua, terutama soal jodoh.

      Hati-hati, pertentangan paling runcing dengan orang tua atau gembala adalah masalah jodoh! Memang di sini kelemahan kaum muda, harus ada pelita! Sebenarnya jodoh itu tidak mencari, tetapi Tuhan yang mencarikan--seperti dulu Tuhan membawa Hawa kepada Adam. Biasanya kaum muda mau mencari-cari yang di luar Tuhan. Bahaya!
      Suami isteri juga jangan bertengkar terus.

      Kalau kita terus mendengar firman dan dengar-dengaran, terangnya akan bertambah.


    • Menjadi bintang bercahaya di hadapan semua orang.
      Daniel 12: 3
      12:3. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

      'orang bijaksana'= taat dengar-dengaran.
      Kalau hidup suci, kita akan diangkat menjadi bintang, itulah imam dan raja; hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ayat 11= lima jabatan pokok, bisa dijabarkan menjadi pemain musik, pembersih gereja, tim doa, tim besuk, kolekte dan lain-lain.
      Tugas gembala memberi makan, pemain musik bermain musik dan sebagainya. Semua dikumpulkan, itulah pembangunan tubuh Kristus.

      Bintang bercahaya artinya: hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan untuk memuliakan Dia di hadapan semua orang dalam keadaan apa saja, di mana saja, dan kapan saja, sehingga bisa menjadi berkat bagi orang lain.
      Ini tugas kita, bukan memalukan dan memilukan Tuhan.

      Gunakan waktu sungguh-sungguh untuk mendengarkan firman--kalau teman mengajak bicara, jangan diikuti--sampai kita disucikan!. Kita tampil menjadi terang pelita, bahagia; semua enak dan ringan. Ditambah menjadi bintang-bintang bercahaya.

      Di dunia ini, bintang adalah sesuatu yang terbaik. Kalau kita menjadi bintang, Tuhan akan memberikan yang terbaik; semua menjadi baik. Jangan jadi bintang yang gugur, supaya jangan menerima yang terburuk!

      Jadi terang di rumah tangga sudah enak, kemudian jadi bintang di hadapan semua orang, Tuhan akan memberikan yang terbaik.


    • Menjadi bintang timur yang gilang-gemilang= sempurna seperti Yesus--Yesus adalah bintang timur yang gilang-gemilang.
      Kita menjadi mempelai wanita sorga, tubuh Kristus yang sempurna yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

      2 Petrus 1: 19
      1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.


    Ini yang kita jaga. Perhatikan saat makan firman, sampai hidup suci, jadi pelita di rumah tangga--orang tua yang tidak percaya Tuhan bisa jadi percaya--, menjadi bintang--melayani Tuhan, dan menjadi berkat bagi sesama; Tuhan berikan yang terbaik--, setelah itu sempurna seperti Yesus.

    Sekarang, jaga perhatian, bukan cari perhatian. Nomor satu perhatian pada firman.


  2. Kolose 4: 17
    4:17. Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya.

    Kalau tidak melayani sepenuhnya, bangsa Israel dari bintang akan menjadi binatang. Mereka umat pilihan, Tuhan sebut sebagai bintang, tetapi mereka melawan Tuhan, dan Dia berkata: 'Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, hanya dua yang masuk Kanaan.'

    Bangkai ini untuk binatang. Ngeri kalau hamba/pelayan Tuhan jatuh.
    Binatang hanya mengikuti naluri untuk memuaskan hawa nafsu. Hati-hati!

    2 Petrus 1: 10-11
    1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
    1:11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

    'tidak akan pernah tersandung'= melayani sepenuhnya sehingga memiliki hak penuh.

    Yang kedua: kita harus memperhatikan pelayanan sepenuhnya, artinya melayani dengan kuat teguh hati, yaitu:


    • Tidak kecewa, putus asa, tersandung, dan meninggalkan ibadah pelayanan apapun tantangan dan rintangan yang kita hadapi.
      Saat mau masuk Kanaan, empat kali Tuhan katakan kepada Yosua: 'Kuatkan dan teguhkanlah hatimu!'


    • Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan; bintang bercahaya sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Jangan berhenti di tengah jalan! Tuhan tolong kita semua.

      Karena itu lihat Tuhan, jangan orang lain--kalau lihat orang lain, akan gugur!

      "Dua kali om salah, yang pertama melihat diri sendiri, yang kedua melihat orang lain. Saya sempat tidak bisa makan dan minum, saya lihat diri sendiri: Kasihan, dulu mau makan di mana saja, bisa, sekarang mau makan apa? Tidak ada panggilan-panggilan, saya mau berhenti. Untung saya bisa menyembah Tuhan, dan saya bisa berteriak: Saya tetap pilih Engkau sekalipun Engkau tidak kasih aku makan. Sampai di Malang juga tidak kuat lagi: Pindahkan saya, Tuhan, saya tidak kuat karena saya melihat orang lain. Jangan! Lihat Tuhan!"


    Hasilnya:


    • Kita akan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
      Perjalanan terakhir Yosua ke Kanaan memang berat, baru mau berangkat sudah menghadapi sungai Yordan. Keluar dari sungai Yordan menghadapi tembok Yerikho, belum menghadapi bangsa Kanaan--dosa-dosa. Raja Og ranjangnya empat kali sembilan hasta, artinya hawa nafsu daging yang meraksasa.

      Kalau tidak kuat teguh hati, tidak akan kuat--banyak bangsa Israel jadi binatang.
      Mohon pada Tuhan supaya kita tetap kuat teguh hati. Saling mendoakan!


    • Kita menerima hak penuh untuk masuk kerajaan sorga yang kekal--pintu sorga terbuka bagi kita, dan pintu-pintu di dunia juga akan terbuka.


    Suci, perhatikan pelayanan, dan setia, pintu-pintu akan terbuka.
    Kesucian dan kesetiaan ini yang menentukan pintu sorga terbuka atau tidak. Biar kita ranting kecil dan tak berdaya, tapi kalau melekat pada pokok anggur yang benar--hubungan kesucian dan kesetiaan--kita akan berbuah. Benar-benar pintu terbuka.

    Kaum muda di manapun, dipakai dalam bidang apapun, silakan, tetapi tambah dengan suci dan setia! Tuhan yang akan membukakan pintu.

    Perhatikan firman, kita sungguh-sungguh menjadi bintang, dan Tuhan lakukan yang terbaik.
    Kemudian bertahan, jangan jadi binatang! Karena itu layani dengan kuat teguh hati; tidak kecewa tetapi tetap setia apapun rintangannya, sampai kita menerima hak penuh untuk masuk kerajaan sorga.


  3. Mazmur 107: 43
    107:43. Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.

    Yang ketiga: kita harus memperhatikan kemurahan dan belas kasih Tuhan yang besar.
    Artinya: kita hanya seperti bayi yang menangis karena kita sudah tidak bisa apa-apa; kita berada dalam kekurangan dan kelemahan.

    Lemah di bidang jasmani, gagal terus, sulit semua, serahkan kepada Tuhan; menangis kepada Tuhan.
    Secara rohani, baru janji tidak berbuat dosa, tiba-tiba berbuat dosa lagi, serahkan kepada Tuhan, hanya menunjukkan kelemahan dan kekurangan, dan hanya bergantung pada belas kasih Tuhan.

    Sebenarnya sudah tidak bisa, tetapi masih ada belas kasih Tuhan. Sudah tidak mungkin, dipikirpun tidak bisa, dilakukan juga tidak bisa, hanya tinggal satu yaitu bergantung pada belas kasih Tuhan. Serahkan semua kepada Tuhan!

Malam ini, nomor satu perhatikan firman nubuat! Jadilah terang dan bintang!
Kemudian perhatikan pelayanan! Tetap kuat teguh hati dan setia sampai akhir. Kita akan menerima hak penuh untuk masuk sorga.
Terakhir perhatikan belas kasih Tuhan karena kita tidak berdaya.

Kita bergantung pada belas kasih Tuhan. Mau berubah secara rohani tidak bisa, jangan putus asa, mohon belas kasih Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya bagi kita. Dia akan melakukan segala sesuatu di luar jangkauan pikiran kita. Kita hanya berkata: kok bisa? Tangan anugerah Tuhan yang besar yang menolong kita semua. Tidak ada yang mustahil.

"Dulu saya ikut ujian masuk perguruan tinggi seharusnya pakai pensil 2B, tetapi saya pakai pulpen untuk menulis nama. Sudah di tengah-tengah, baru sadar. Tetapi lulus, itu namanya belas kasih Tuhan. Seharusnya tidak bisa, tetapi saya hanya berdoa pada Tuhan, dan bisa."

Contoh: bayi Musa.
Keluaran 2: 6
2:6. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."

Musa dibuang ke sungai Nil dan ia jatuh di tangan puteri Firaun, di mana keluar perintah untuk membunuh bayi laki-laki Ibrani. Secara logika, Musa mati, tetapi untung, ia menangis.
Karena itu kita jangan sombong, tetapi menangis. Terlalu banyak kita membentak orang tua, teman, jangan, itu sombong. Lebih baik menangis kepada Tuhan. Itu rahasia kaum muda.

Karena menangis, tangan belas kasih Tuhan diulurkan artinya:

  1. Tangan belas kasih Tuhan mengangkat Musa dari air; ketenggelaman.
    Mungkin malam ini kita ada kejatuhan dan ketenggelaman dalam dosa-dosa, Tuhan akan mengangkat dan memulihkan, supaya kita bisa hidup benar dan suci.


  2. Musa diangkat menjadi anak raja, artinya: tangan belas kasih Tuhan sanggup menyelesaikan masalah yang mustahil.
  3. Musa dari anak budak jadi anak raja, artinya: tangan Tuhan memberikan masa depan yang berhasil dan indah.

    "Dulu saya dihina juga. Mana bisa menyekolahkan di kota? Karena di desa kami hanya ada SD Inpres. Tetapi Tuhan bisa menolong."


  4. Musa diangkat ke sorga, artinya: tangan belas kasih Tuhan menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia.
    Apa yang diubahkan? Musa orang yang paling lembut hatinya, dalam perjalanan terakhir hidupnya, Tuhan berkata pada Musa: 'Katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya.' Tetapi Musa memukul bukit batu itu, air memang keluar, tetapi Tuhan berkata: 'Kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.'

    Musa lembut, tapi masih harus diubahkan menjadi selembut bayi.

    Mari melembut sampai seperti bayi, mengaku; jujur, tulus apa adanya.
    Malam ini jujur di hadapan Tuhan, datang apa adanya, serahkan semua kepada Tuhan. Mengaku jujur pada Tuhan, serahkan apa adanya kepada Tuhan. Biar Tuhan tolong kita. Mujizat pasti terjadi.

    Sampai kalau Tuhan datang kita sempurna seperti Dia.

Biar Tuhan bekerja menurut cara dan waktu-Nya sendiri. Kita hanya menunggu waktu Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 27-28 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top