English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 Juni 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:67-80 adalah tentang "Nyanyian Pujian Zakharia".

Nyanyian pujian Zakharia menubuatkan 2...

Ibadah Raya Malang, 29 Maret 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Salah satu arti dari 'Hermon' adalah mulia....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 November 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Juli 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 07 Juni 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 26:14-16

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Juni 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 03 Maret 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:39-45
1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung...

Ibadah Tutup Buka Tahun Malang, 31 Desember 2017 (Minggu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 36-46= GETSEMANE.
'Getsemane'= tempat pemerasan daging.
Di Getsemane, Yesus mengalami pemerasan daging (sengsara daging tanpa dosa= percikan darah).
Di akhir jaman, gereja Tuhan/pengikut-pengikut Yesus juga harus...

Ibadah Kaum Muda Malang, 17 Januari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:38-40, Tabut Perjanjian terdiri dari tutup dan peti. Tutupnya dari emas menunjuk...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Mei 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang

Matius 6: 33-34
6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang "Hal mengikut Yesus".
Lukas 9:57
9:57...

Ibadah Paskah Surabaya, 05 April 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Agustus 2018 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat...

Ibadah Doa Malang, 17 Juli 2018 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa di Tentena-Poso.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6Waktu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Juni 2017 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 5-6
6:5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum
sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Ini adalah pembukaan METERAI KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu kegerakan kuda hitam, yang menimbulkan KELAPARAN secara dobel: secara jasmani dan terutama secara rohani--kelaparan akan firman Allah/kekeringan rohani--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).
Akibatnya: manusia termasuk hamba Tuhan/pelayan Tuhan banyak yang rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi, artinya: hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa, dan akhirnya enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa, dan binasa selamanya.
Ini yang akan terjadi.

Jalan keluar untuk menghadapi kelaparan dobel yang akan datang: (ayat 6) (diterangkan mulai dari Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017):

  1. Yang pertama: 'Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar')= kita harus memiliki satu dinar untuk membeli gandum, supaya tidak lapar/kering rohani (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017).
    Pengertian satu dinar:


    1. Satu dinar adalah upah bekerja di kebun anggur (diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017).
    2. Satu dinar adalah kehidupan yang kembali pada gambar Allah Tritunggal (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Mei 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017).


    Jalan keluar yang kedua: 'janganlah rusakkan minyak dan anggur itu'= kita harus punya minyak dan anggur (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Juni 2017).

AD. 2

Kemarin kita sudah mempelajari: 'jangan rusakkan minyak'; artinya: tetap memiliki minyak urapan Roh Kudus. Dulu, zaman Taurat, minyak urapan dibuat dari minyak zaitun dan lain-lain; sekarang dalam arti rohani, yaitu proses mendapatkan minyak urapan; urapan sudah berasal dari sorga--dari Yesus yang sudah mati, bangkit dan naik ke sorga, dan Roh Kudus sudah dicurahkan ke dunia.

Kita sudah mempelajari proses untuk mendapatkan minyak urapan: minyak zaitun--pemerasan daging--, tetah mur dan lain-lain (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 04 Juni 2017).

Malam ini kita belajar: 'jangan rusakkan minyak urapan!' Kita harus menjaga untuk tetap memiliki minyak urapan; jangan kehilangan minyak urapan.

Siapa yang bisa merusakkan minyak urapan?
Pengkhotbah 10: 1
10:1. Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berpengaruh dari pada hikmat dan kehormatan.

'berbau busuk'= rusak.
Jadi yang bisa merusak minyak urapan adalah lalat yang mati.
Siapakah lalat yang mati?

Matius 12: 24, 31=> tentang Roh Kudus; ada juga yang menghujat/merusak Roh Kudus
12:24. Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan."
12:31. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni,
tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.

'penghulu setan'= bapanya setan; rajanya setan.
Ini tentang menghujat/merusak Roh Kudus, yang dilakukan oleh Beelzebul, sama dengan Baalzebub--di kitab Pengkhotbah disebutkan sebagai lalat yang mati.
'Baal' sama dengan tuan atau raja atau suami.
'Zebub' artinya lalat.
Jadi, Baalzebub artinya raja lalat, itulah setan--lalat mati membuat minyak urapan rusak.
Setan itulah yang membuat minyak urapan rusak.

Sebenarnya, di kayu salib setan sudah dikalahkan--ular diremukkan kepalanya--, tetapi dia tidak mau kalah.
Mengapa disebut lalat mati?

Kejadian 3: 15
3:15. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Yesus disalib bagaikan diremukkan tumit-Nya, tetapi Dia meremukkan kepala setan.
Sebenarnya setan sudah dikalahkan oleh Yesus di kayu salib--setan menjadi lalat mati--, tetapi dia tetap berusaha, tidak mau mengaku kalah; sudah menjadi lalat mati, tetapi tidak mau mengaku kalah sehingga dia merusak minyak urapan.
Kita harus waspada!

Kalau seorang hamba Tuhan/anak Tuhan dirusak minyak urapannya oleh setan--kehilangan minyak urapan--, maka penyembahannya juga rusak, yaitu penyembahan ke arah Baalzebub--penyembahan palsu--(berhala/raja/mempelai setan; raja/mempelai palsu).
Akibatnya: nikah dan buah nikahnya rusak, ibadahnya rusak/palsu, dan hidupnya juga rusak; hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, dan menuju pada kebinasaan.
Kita harus hati-hati!

Hati-hati! Setan mau meniru Tuhan. Tuhan adalah Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga; setan juga raja dan mempelai tetapi palsu.

Lalu, bagaimana caranya lalat mati/setan merusak minyak urapan? Lewat kebodohan, artinya setan membodohi hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan.
Pengkhotbah 10: 1b
10:1. Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berpengaruh dari pada hikmat dan kehormatan.

Setan sudah pernah mencobai Yesus--mau membodohi Tuhan: Jadikan roti dari batu-batu ini! Kalau Tuhan mengubah batu jadi roti untuk makan jasmani--sekarang yang dikejar mujizat jasmani terus--, maka mujizat rohani tidak terjadi--bangsa kafir tidak bisa menjadi anak Abraham; bangsa kafir binasa, dan rencana Tuhan gagal.

Itu cara setan membodohi manusia yaitu pakai logika: Kamu kan lapar, cobalah batu jadi roti, sekaligus atraksi kuasa sedikit. Kan juga pas karena lapar. Masuk akal, tetapi dia membodohi. Kita harus hati-hati!

Ada tiga praktik kebodohan secara rohani:

  1. Praktik kebodohan yang pertama: tidak mau tergembala dengan benar dan baik; penggembalaan yang dihantam oleh setan, karena penggembalaan ini merupakan sistem Tuhan--dari kitab Kejadian sampai Wahyu bicara tentang penggembalaan, bahkan sampai di takhta sorga (Wahyu 7: 17).
    ini yang mau dihantam oleh setan.

    Pengkhotbah 10: 2
    10:2. Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

    Matius 25: 32-33=> pemisahan kambing dan domba
    25:32. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
    25:33. dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan
    kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

    Yang di sebelah kanan adalah domba, di sebelah kiri adalah kambing--kambing artinya menolak penggembalaan.
    Hati orang bodoh menuju ke kiri, artinya menjadi kambing yang tidak tergembala.

    Inilah cara setan untuk merusak urapan, yaitu dengan membodohi manusia: jangan sampai tergembala--ia merusak penggembalaan.
    Orang bodoh tidak mau tergembala dengan benar dengan berbagai alasan. Akhirnya ia menjadi kambing--di sebelah kiri.

    Kejadian 47: 6
    47:6. Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku."

    Permulaan alkitab--kitab Kejadian--mengungkapkan tentang penggembalaan.
    Ini adalah cerita tentang Yusuf. Yusuf berada di Mesir kemudian saudara-saudaranya datang ke Mesir, dan ditunjukkan tempat yang terbaik, itulah tanah Gosyen.

    Di kitab Keluaran, tanah Gosyen ini benar-benar luar biasa. Mesir dihukum dengan sepuluh penghukuman, tetapi tanah Gosyen tidak kena sedikitpun.

    Ayat 6= perkataan dari Firaun.
    Firaun= gambaran dari setan.
    Mesir= gambaran dari dunia.
    Tanah Gosyen adalah tempat yang terbaik.

    Firaun/setan saja mengakui kalau tanah Gosyen/tempat penggembalaan adalah tempat yang terbaik dari seluruh dunia. Karena itu ia membodohi kita, supaya tidak tergembala. Kalau ingat Maria, ia duduk di bawah kaki Tuhan, ia memilih tempat yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya--tempat terbaik dan kekal; penggembalaan akan sampai di takhta sorga.

    Jadi, dari kitab Kejadian sampai Wahyu, itu menunjukkan mempelai dan penggembalaan--cara untuk menjadi mempelai adalah lewat penggembalaan, tidak ada lainnya. Kitab Kejadian dimulai dengan mempelai, kitab Wahyu ditutup dengan mempelai yang sempurna; kitab Kejadian dimulai dengan penggembalaan, di kitab Wahyu penggembalaan juga sampai di takhta sorga. Inilah tempat terbaik, yaitu sejak kitab Kejadian sampai Wahyu.

    Wahyu 7: 17
    7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Yang terbaik dan kekal= tidak ada setetespun air mata, itulah penggembalaan.

    Tanda-tanda tidak tergembala--kehidupan (hamba Tuhan, pelayan Tuhan, anak Tuhan) yang dibodohi oleh setan--:


    • Tanda pertama tidak tergembala: tidak mau masuk kandang penggembalaan.
      Yohanes 10: 1-2
      10:1. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
      10:2. tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.


      Tabernakel terdiri dari halaman, ruangan suci dan ruangan maha suci. Kita sudah selamat--berada di halaman--, tetapi belum sempurna--belum masuk ruangan maha suci. Berarti kita berada di ruangan suci; sekarang menunjuk pada kandang penggembalaan.

      Di dalam ruangan suci terdapat tiga macam alat, sekarang dalam arti yang rohani yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; domba makan.
      • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-Nya; domba minum.
      • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; domba bernafas sampai hidup kekal.


      Jadi, ada makanan, minuman dan bernafas sehingga domba bisa hidup dengan baik, lalu mengalami pertumbuhan ke arah kedewasaan rohani sampai kesempurnaan, bahkan hidup kekal selamanya--kasih itu kekal. Semuanya terbaik: mengalami pemeliharaan yang terbaik, pertumbuhan yang terbaik menuju kesempurnaan, sampai hidup kekal selamanya.

      Inilah adalah ibadah yang sejati.
      Ibrani 8: 1-2
      8:1. Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,
      8:2. dan yang
      melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.
      Dulu Tabernakel jasmani didirikan oleh manusia--Musa--, sekarang Tabernakel yang rohani didirikan oleh Tuhan. Yesus sebagai Imam Besar duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, melayani ibadah yang sejati yaitu ibadah sistem kerajaan sorga/sistem penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

      Hasilnya: ada tudung, artinya:


      • Domba selalu mendapatkan pemeliharaan yang terbaik dari Gembala Agung, baik untuk hidup jasmani maupun rohani.
        Secara jasmani--yang terbaik--= hidup dalam kelimpahan, dan selalu mengucap syukur.
        Secara rohani--yang terbaik--= damai sejahtera, enak dan ringan, sampai pemeliharaan hidup kekal selamanya.


      • Tudung juga berarti perlindungan. Di ruangan suci ada empat lapis tudung. Tiga lapis tudung merupakan Allah Tritunggal--Yesus Gembala Agung memelihara kita. Lapis keempat--yang paling atas-- namanya tudung penghukuman atau perlindungan, sehingga kita tidak dihukum.

        Jadi kita mendapatkan perlindungan yang terbaik dari celaka marabahaya di dunia, antikris yang berkuasa di dunia selama tiga setengah tahun, sampai hukuman Allah yang akan melanda dunia--tiga kali tujuh penghukuman Alah Tritunggal--, sampai kiamat dan neraka.


      Inilah penggembalaan: ada pemeliharaan yang terbaik dan perlindungan yang terbaik.

      Kalau tidak mau tergembala, ia benar-benar bodoh; ia tidak ada perlindungan dan pemeliharaan, dan ia benar-benar akan diterkam oleh setan.
      Ayub 1: 7
      1:7. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."

      Hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang tidak mau masuk penggembalaan--termasuk gembala--, sistem ibadahnya adalah sistem beredar-edar, yang sama dengan sistemnya setan, bukan sistem kerajaan sorga. Ini yang mau dihantam oleh setan; gerejanya tetap, tetapi orangnya beredar-edar.

      1 Petrus 5: 8
      5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

      Kalau beredar-edar tidak akan bertemu Yesus Imam Besar, akibatnya:


      • Bertemu dengan setan (Baalzebub); dia beribadah melayani setan, dan menyembah setan.
      • Ditelan oleh setan. Setan itu jahat, diberi terus, lama-lama ditelan oleh setan. Ditelan setan sama dengan gugur dari iman, disesatkan oleh setan, sampai tidak percaya pada Yesus dan kehilangan keselamatan. Kita harus hati-hati!


      Mungkin dia orang kaya, pintar, hebat tetapi dibodohi setan supaya tidak tergembala--tidak mau masuk kandang penggembalaan; beredar-edar. Ada ayat mengatakan: Gembala dibunuh, domba tercerai berai. Gembalanya dulu yang dihantam, supaya tidak mau masuk kandang, mau memberi makan tidak boleh, ini sistem beredar-edar, yang sangat berbahaya sampai membuat gugur dari iman--disesatkan sampai tidak percaya Yesus; menyangkal Yesus seperti Petrus dan binasa selamanya.


    • Tanda kedua tidak tergembala: tidak taat dengar-dengaran pada suara Gembala.
      Yohanes 10: 3-4
      10:3. Untuk dia penjaga membuka pintu dan
      domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
      10:4. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan
      domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

      Kalau tergembala--masuk kandang--kita akan mengenal suara gembala dan mengikuti suaranya. Kalau tidak tergembala, ia tidak mau taat dengar-dengaran pada suara gembala--firman penggembalaan.

      Contoh: raja Saul, dua kali dia tidak taat yaitu saat terjepit dan saat diberkati. Mengapa tidak taat? Karena menggunakan logika, bukan iman. Raja Saul menggunakan logika saat terjepit. Saul menunggu Samuel--Samuel berjanji datang dalam waktu tujuh hari--, harinya sudah tepat, tetapi menitnya, detiknya belum sampai. Saat Saul terjepit, logika jalan dan ia membakar korban bakaran sendiri, tidak menunggu Samuel.

      Ketika diberkati, otak juga jalan--'maksud hati'. Hati-hati dengan pikiran dan hati. Waktu terjepit, pikiran yang jalan--'pikirku...', waktu diberkati--Saul menang melawan Amalek--Tuhan sudah berpesan pada Samuel: Tumpas semua, rajanya, lembunya, tetapi Saul menumpas lembu yang kurus dan mengambil yang gemuk. Ketika Samuel bertanya, Saul menjawab: Maksudku baik, yang tambun ini diserahkan Tuhan untuk ibadah. Tetapi tidak cocok dengan perintah Tuhan--tidak taat. Bahaya!

      Dua kali Saul tidak taat, dalam keadaan terjepit, ia mengikuti logikanya, saat diberkati ia mengikuti maksud hati/perasaan hatinya.
      Biar kelihatan baik menurut manusia, kalau tidak cocok dengan firman, itu sama dengan penyembahan berhala, menyembah Baalzebub--menyembah raja, mempelai setan yang palsu--, bukan menyembah Yesus sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.

      1 Samuel 15: 22-23
      15:22. Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
      15:23. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti
      menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

      'mendengarkan' = taat dengar-dengaran.
      'pendurhakaan' = tidak taat.

      Jadi, hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang tidak taat pada suara gembala--firman pengajaran yang diulang-ulang dalam penggembalaan, diulang-ulang supaya ada kesempatan untuk taat--, itu sama dengan menyembah raja/mempelai yang palsu, itulah setan, sehingga kehilangan kerajaan. Artinya: tidak lagi menjadi imam dan raja; berhenti dari jabatan pelayanan sampai kehilangan kerajaan sorga selamanya.

      Ini akibatnya karena tidak mendengar suara Tuhan tetapi suara pikiran dan hatinya sendiri yang tidak sesuai dengan firman. Dia menyembah Baalzebub selama ini; melayani setan.

      Hari-hari ini setan membodohi kita; merusak urapan. Saul benar-benar kering; saat tidak taat ia diganggu roh jahat, lapar dan kering rohani. Saat Saul diganggu roh jahat, dia memanggil Daud untuk memainkan kecapi. Kita jaga ketaatan sungguh-sungguh hari-hari!

      Suara gembala adalah firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang. Diulang-ulang supaya ada kesempatan untuk yakin dan praktik. Jangan menolak! Kalau menolak, akan menjadi seperti Saul.

      Mengapa domba tidak mau taat pada suara gembala? Karena mendengar suara asing.
      Yohaens 10: 5
      10:5. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

      Kalau benar-benar tergembala, tidak akan mau mendengar suara asing--bukan hanya tidak mau mendengar, tetapi sampai lari.
      Lari = menjauh, menghindar.

      Suara asing yaitu


      • Pengajaran yang asing; pengajaran yang berbeda/tidak seirama dengan suara penggembalaan/firman penggembalaan.
        Firman bilang: tidak boleh, dia bilang: boleh. Ini sudah tidak seirama. Jangan mendengar, tetapi lari!
        Kalau benar-benar tergembala dan hati pikiran dalam urapan, kita akan lari, tidak mau mendengar.

        Kalau mendengar suara asing, bahaya, pasti yang benar dia tinggalkan dan yang tidak benar dia pegang.


      • Suara asing adalah gosip-gosip/pengetahuan. Jangan ikut-ikut dalam gosip! Tidak usah berdebat juga.

        "Kalau dengar suara asing dalam keadaan kuat, kita masih tertawa. Saya sudah berikan contoh: saudara saya tertawa saat mendengar suara asing. Lama-lama saya yang ditertawakan. Ini terbalik dan bahaya besar!."

        1 Timotius 6: 20-21
        6:20. Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,
        6: 21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!

        'Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu' = Ini adalah pesan guru pada muridnya; rasul Paulus kepada Timotius.
        'pertentangan-pertentangan' = termasuk diskusi.
        'pengetahuan' = ilmiah-ilmiah. Ilham ditambah-tambah dengan ilmiah.

        Hati-hati dengan gosip, pengetahuan, diskusi, perdebatan! Itu yang membuat kita lari dari yang benar, tidak tergembala lagi.

        Hosea 8: 11-13
        8:11. Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah; mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa.
        8:12. Sekalipun Kutuliskan baginya banyak pengajaran-Ku,
        itu akan dianggap mereka sebagai sesuatu yang asing.
        8:13. Mereka mencintai korban sembelihan; mereka mempersembahkan daging dan memakannya; tetapi TUHAN tidak berkenan kepada mereka. Sekarang Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka; mereka harus kembali ke Mesir!

        'Sekalipun Kutuliskan baginya banyak pengajaran-Ku' = sudah banyak diulang-ulang.
        Bukti terpengaruh oleh suara asing: mulai asing terhadap suara gembala; terjadi penolakan-penolakan; ada kritik dan sebagainya. Dia mulai membanding-bandingkan. Lalu ia mulai terasing. Kalau di rumah, ia terasing di rumah tangga. Kemudian terasing di penggembalaan, sampai terasing dari tubuh Kristus.
        Terasing= merasa asing.

        Siapa yang harus terasing? Orang kusta--kebenaran diri sendiri. Kalau sudah mendengar suara asing--gosip, pengetahuan--, itu menimbulkan kebenaran diri sendiri. Kebenaran diri sendiri artinya:


        1. Kebenaran di luar firman. Firman bilang: tidak boleh, dia bilang: boleh karena ini, itu--pertimbangan kita, kebijaksanaan kita; lebih bijaksana dari Tuhan.

          Mungkin mengakui firman: memang firman tidak boleh, tetapi kita harus menolong. Ini salah! Kalau mau menolong harus kembali pada firman! Salomo harus kembali pada firman untuk menolong perempuan sundal sampai buah nikahnya. Ada dua perempuan sundal mempunyai dua orang anak. Pada malam hari salah satu anaknya mati dan anak yang hidup diperebutkan: Ini anakku, anakku. Salomo harus kembali kepada firman: Belah jadi dua! Selesai masalah.

          Mungkin kelihatan jahat, tanpa kasih, tetapi itu sebenarnya belas kasih Tuhan.


        2. Kebenaran sendiri juga berarti menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan (pengajaran yang benar).
        3. Lama-lama kusta itu juga najis. Dosa/ragi kalau ditutupi akan meledak--berkembang--, sampai pada kenajisan. Karena itu sangat bahaya kalau kaum muda sudah tidak bisa dinasihati. Bahaya! Kalau kebenaran sendiri ditutupi terus, akan jadi najis--puncak dosa--, dan itu berarti kebinasaan selamanya.

          Orang yang tidak tergembala akan kehilangan yang terbaik dan kekal; binasa selamanya.


    Inilah lalat, sudah mati--setan sudah kalah--, tetapi ia tidak mau mengaku kalah. Lalat mati bisa merusak lewat kebodohan. Kita dibodohi--dibuat sistem beredar-edar--, padahal sebenarnya dia sudah kalah.


  2. Praktik kebodohan yang kedua: hati yang jahat.
    Amsal 12: 16
    12:16. Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.

    Hati jahat dimulai dari sering tidak enak hati. Hati-hati, kalau sudah tidak enak hati--ada yang mengganjal--, selesaikan. Kalau sudah tidak enak hati, urapan sudah berkurang, apalagi suami terhadap isteri, anak pada orang tua. Harus diselesaikan, kalau tidak, nanti menjadi sakit hati, membenci--membunuh.

    Biasanya tidak enak hati ini karena prasangka buruk. Nanti jadi sakit hati dan mulai membenci sampai kebencian tanpa alasan--membunuh. Itu berarti urapan Roh Kudus sudah hilang/rusak.
    Tuhan tolong kita semua.

    "Mari kita jaga! Mulai saya dulu, hamba Tuhan dalam menyampaikan firman harus dijaga, jangan sampai ada tidak enak hati/prasangka buruk, karena urapan akan hilang--kering rohani--, apalagi dengan sakit hati/kebencian. Jemaat juga akan dalam keadaan kering. Kalau kering, jemaat akan lepas seperti ranting terlepas dari pokok. Jangankan berbuah, tumbuhpun tidak--hancur. Saya paling takut dengan namanya kering rohani, sebab semua bisa hancur. Ini pergumulan kami supaya menyampaikan firman dengan hati yang tulus dan murni. Jangan sampai dicampur dengan sakit hati dan lain-lain.
    Semua itu dari makanan. Secara jasmani, sekalipun minum vitamin, obat, tetapi kalau tidak makan, atau makanannya sembarangan (racun), bisa habis. Karena itu hamba Tuhan yang dijaga nomor satu--dalam pelayanan--adalah makanan. Pernah ada salah paham, ada orang salami saya, tetapi saya tidak menyalami--karena waktu itu tangan saya sedang dipegang orang dan tidak dilepaskan--, akhirnya orangnya merasa dirinya miskin sebab itu tidak disalami. Itu masih bisa ditelepon kalau salah paham. Pengerja sudah datang: Om, sudah tidak mau datang. Saya datangi sendiri. Masih bisa, tetapi kalau dari makanan--kering rohani--, tidak bisa dicari. Domba kering tidak bisa dicari, sudah pergi ke mana-mana. Ini yang berat. Doakan saya. Saya selalu berdoa, jangan sampai ada benih-benih yang tidak baik. Jemaat juga jangan sampai mendengar firman dengan tidak enak hati/prasangka buruk, apalagi sakit hati. Kalau dengan prasangka, sakit hati, maka yang diterima bukan iman, pengharapan dan kasih--tidak menerima yang terbaik dan kekal--, tetapi akan bertambah sakit hati, kebencian sampai kebencian tanpa alasan, sampai membunuh.
    Jaga! Gosip itu paling jahat. Banyak kali orang dengar firman senang, lalu dengar gosip mulai tidak mau dengar firman; paling ngeri gosip itu. Jangan remehkan! Saat kita lemah sedikit, habislah kita. Tuhan tolong kita.
    "

    Ini sudah terjadi pada jemaat hujan awal; justru saat diberkati Tuhan.
    Kisah Rasul 5: 29-33
    5:29. Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
    5:30. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh.
    5:31. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
    5:32. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
    5:33. Mendengar perkataan itu
    sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.

    Sudah terjadi pada gereja hujan awal, dan pasti terjadi pada gereja hujan akhir.
    Kisah Rasul 6: 1, 11-12
    6:1. Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
    6:11. Lalu mereka
    menghasut beberapa orang untuk mengatakan: "Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah."
    6:12. Dengan jalan demikian mereka
    mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.

    Saat gereja mulai diberkati, muncul benih-benih yang tidak baik.
    Hati yang jahat terjadi saat gereja diberkati; jemaat diberkati:


    • Mulai dengan sakit hati---'tertusuk hati mereka'--dalam mendengar firman pengajaran yang benar.
      Seharusnya terharu kalau ditusuk pedang, mengaku dan minta ampun, tetapi di sini malah sakit hati.
    • Sesudah itu bersungut-sungut--sakit hati, lalu keluar ke mulut.
    • Kalau dibiarkan, akan menghasut.
    • Masih dibiarkan lagi, akan timbul gerakan memecah belah; gerakan-gerakan yang menghambat tubuh Kristus yang benar--memecah belah tubuh Kristus--, dan ini sama dengan membangun Babel/gereja palsu, di mana yang menjadi kepala adalah Baalzebub.


    Jadi hati-hati saat gereja diberkati. Kalau menghambat pembangunan tubuh Kristus yang benar, itu sama dengan menyembah Baalzebub. Kita harus menjaga kesatuan hari-hari ini. Kalau sakit hati, akan menghambat pembangunan tubuh dan memecah belah--tidak bisa menjadi satu.

    1 Korintus 1: 10
    1:10. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

    Yang harus dijaga saat gereja diberkati dan dipakai Tuhan adalah kita harus sehati dan sepikir; satu hati, satu pikiran; satu firman pengajaran--hati pikiran menunjuk meja. Di atas meja roti sajian hanya diisi dengan dua belas roti yang disusun menjadi dua susun masing-masing enam buah (66 kitab dalam alkitab). Mulai dari dalam nikah satu pengajaran--sehati-sepikir--, supaya tidak terjadi sakit hati dan sungut-sungut. Kemudian dalam penggembalaan juga harus sehati sepikir--satu firman pengajaran.

    Kita mau dipakai, diberkati, semoga kepercayaan Tuhan semakin bertambah. Hati-hati, jangan sampai dikotori oleh hati yang jahat. Dulu sudah terjadi. Hati yang jahat sama dengan tanpa urapan. Dengar firman--ditusuk-- sakit hati, mulai bersungut, menghasut sampai mengadakan gerakan untuk menghambat pembangunan tubuh Kristus; membangun Babel dan menyembah Baalzebub.

    Tetap dalam kesatuan tubuh Kristus! Mulai dari nikah; suami memang kuat dalam pemikiran, isteri kuat dalam perasaan. Kalau suami isteri satu hati dan satu pikiran--satu pengajaran yang benar--, nikah itu menjadi kuat dan manis--laki-laki menadahkan tangannya, itu doa yang kuat seperti singa Yehuda. Perempuan itu manis. Nikah itu menjadi rumah doa. Teka teki Simson terjawab, ada singa dan madu. Nikah itu kuat, tidak akan gugur sampai Tuhan datang--tidak akan tercerai berai--, dan manis selalu.

    Dalam penggembalaan satu hati dan satu pikiran, rumah doanya--mezbah dupanya--lebih besar lagi, lebih kuat dan lebih manis lagi. Kita dipakai dalam persekutuan yang benar, kita lebih manis dan lebih kuat lagi, sampai yang terkuat dan termanis: tubuh yang sempurna. Saat setan mengejar, kita diberi sayap dan tidak bisa dijatuhkan.

    Jaga satu hati, satu pikiran; satu pengajaran! Itu saja! Jangan coba-coba dengar ajaran lain!
    Kalau tidak dalam satu pengajaran, singa dan madunya sudah habis; lemah, pahit getir hidupnya. Tetapi kalau harus ada perpisahan/perceraian sekalipun kita sudah menjaga, itu seizin Tuhan untuk menunjukkan siapa yang tidak goyah.

    1 Korintus 11: 18-19
    11:18. Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya.
    11:19. Sebab di antara kamu harus ada
    perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.

    'siapakah di antara kamu yang tahan uji' = siapa yang tahan uji dalam satu firman pengajaran yang benar.
    Kita sudah menjaga nikah, penggembalaan, fellowship tetapi kalau memang harus ada perpecahan, berarti ini rencana Tuhan untuk menunjukkan siapa yang tidak goyah. Hati-hati! Dari dua belas murid Yesus, satu murid pecah--Yudas--, padahal Gembalanya Yesus--sempurna. Jaga! Pemisahan yang paling menyakitkan adalah dua orang di tempat tidur--suami isteri--, satu terangkat, satu tertinggal. Ini pemisahan yang paling tajam. Dua orang di ladang--penggembalaan--bisa terpisah.

    Kalau tidak sungguh-sungguh hari-hari ini, tidak menjaga hati--ada lalat mati--, sakit hati tidak selesai-selesai, akan terjadi pemisahan.

    Tadi, menjadi rumah doa dalam rumah tangga, membesar lagi dalam penggembalaan, membesar lagi dalam fellowship, sampai tubuh yang sempurna--paling manis dan paling kuat--, bahkan sampai di awan-awan---satu suara 'Haleluya'; rumah doa yang terbesar di awan-awan yang permai.

    Kalau ada lalat mati dibiarkan, urapan diganggu/dirusak, mulai prasangka buruk, bersungut, bergosip, dan akibatnya: terjadi pemisahan, benar-benar terjadi suara erangan yang dahsyat dari orang-orang yang tertinggal, seperti waktu Mesir ditimpa kematian anak sulung, bahkan lebih dahsyat lagi.

    Jaga! Tuhan tolong! Jaga hati dan penggembalaan!


  3. Praktik kebodohan yang ketiga: terikat oleh keinginan akan uang--langsung penyembahan pada Baalzebub; antikris.
    Lukas 12: 15, 18-21
    12:15. Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
    12:18. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
    12:19. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
    12:20. Tetapi firman Allah kepadanya:
    Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
    12:21. Demikianlah jadinya dengan
    orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

    Terikat akan uang= menyembah Baalzebub. Mengapa terikat oleh keinginan akan uang? Karena merasa hidupnya dari uang, bukan dari Tuhan.

    Praktik penyembahan berhala:


    • Tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan hanya karena mencari uang. Bukan tidak boleh mencari uang, tetapi jaga supaya tetap dalam ibadah pelayanan.
    • Beribadah melayani hanya untuk mencari uang; perkara jasmani.
    • Mencari uang dengan menghalalkan segala cara; tidak peduli sekalipun tidak sesuai firman.
    • Kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Serakah= merampas milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Orang kikir itu tidak kaya di hadapan Tuhan. Jemaat Makedonia miskin--dalam pencobaan--, tetapi bisa memberi--ia kaya dalam kemurahan. Orang kaya tetapi tidak bisa memberi, berarti dia miskin-tidak kaya di hadapan Tuhan. Kaya atau miskin tidak dilihat dari berapa rumahnya, mobilnya, tetapi bagaimana dia bisa memberi untuk Tuhan, sampai memberikan seluruh hidupnya kepada Tuhan.


    Biarlah malam ini, kalau Tuhan memberkati kita dengan berkat dari sorga, maka:


    • Di dalam berkat Tuhan ada milik Tuhan yang harus dikembalikan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus--terutama untuk pembangunan tubuh Kristus.
    • Milik sesama yang membutuhkan juga kita kembalikan.
    • Kepercayaan Tuhan kepada kita untuk menikmati berkat Tuhan, bukan untuk dihambur-hamburkan/berfoya-foya.


    Silahkan menikmati, tetapi lebih dulu masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Mengembalikan milik Tuhan dan sesama sama dengan masuk dalam pembangunan tubuh Kristus; menempatkan Yesus sebagai Kepala; kita menyembah Dia sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.

    Kalau Yesus jadi kepala, beres semuanya.

Cara menghadapi/melawan kebodohan oleh setan: Yesus harus mati di kayu salib; menjadi bodoh supaya kita jangan dibodohi oleh setan.
1 Korintus 1: 22-24
1:22. Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
1:23. tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi
suatu kebodohan,
1:24. tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi,
Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Yahudi= Israel.
Yunani= kafir.
'Orang-orang Yahudi menghendaki tanda' = minta mujizat.
'orang-orang Yunani mencari hikmat' = minta kepandaian, hikmat.
'untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan' = Yesus sudah datang; mati di kayu salib. Mereka menolak, menganggap Yesus sebagai anak tukang kayu.
'untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan' = disalib itu bodoh.

Sekarang di gereja kalau diberitakan salib, tidak mau. Puasa saja diringan-ringankan. Yesus rela jadi bodoh supaya kita tidak dibodohi oleh setan, tetapi kita menerima hikmat dari sorga yang melepaskan dari kebodohan sekaligus membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Mulai dengan kesatuan hati dan pikiran dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai tubuh yang sempurna.

Itulah cara melawan kebodohan dari setan--melawan penyembahan berhala--, yaitu dengan salib; malam ini ada perjamuan suci.
1 Korintus 10: 14-17
10:14. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!
10:15. Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan!
10:16. Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah
persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
10:17. Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Jauhi berhala! Kurban Kristus--perjamuan suci--menghapus segala kebodohan sehingga kita tidak menyembah berhala, tetapi masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna--Israel dan kafir jadi satu tubuh yang sempurna--; kita menempatkan Yesus sebagai Kepala; satu tubuh, satu kepala, satu suara penyembahan.
Dari empat penjuru bumi--Israel dan kafir; semua bangsa--jadi satu suara, menyembah satu kepala.
Wahyu 19: 6-7
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan
pengantin-Nya telah siap sedia.

Inilah Raja dan Mempelai yang asli.
Kita akan menjadi satu penyembahan yaitu menyembah Yesus sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria sorga, lawan dari Baalzebub--raja lalat; mempelai setan.
Kita menyembah Yesus dengan sorak sorai Haleluya.

Hasilnya:

  1. Efesus 5: 25-27, 29
    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
    5:29. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi
    mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

    Hasil pertama--Yesus sebagai Mempelai Pria--: Yesus harus mati untuk mengasuh dan merawat kita.
    Dia sebagai Kepala tidak ragu-ragu untuk mati di kayu salib di bukit Tengkorak. Dia bertanggung jawab untuk mengasuh dan memelihara kita.

    Mengasuh dan merawati ini seperti anak ayam di bawah kepak sayap induknya, artinya


    1. Memeluk kita dengan tangan anugerah-Nya yang besar; seperti bayi di gendongan tangan ibunya. Itulah kedudukan kita. Biar kita hebat di dunia, kita hanya anak ayam di tengah padang gurun, tidak bisa apa-apa dan butuh sayap induknya. Bayi hanya menangis; anak ayam hanya menciap-ciap. Itu saja tugas kita.

      Mari tergembala yang baik, jaga hati--jangan jahat, benci, tetapi saling mengasihi--, jangan diikat uang, tetapi bergantung pada Tuhan sampai dipeluk. Itu saja yang kita jaga!


    2. Merawat dan mengasuh juga berarti Yesus memberi makan; Ia bertanggung jawab memberi makan kita.
      Biarlah hari-hari ini, biarpun sulit di padang gurun, Tuhan yang memberi makan.


    3. Ia melindungi kita dengan hati-hati. Kita dilindungi dari serangan-serangan ular, elang.
    4. Ia juga memelihara kita dengan kehangatan kasih-Nya; tidak dingin tetapi bahagia dan hangat selalu; selalu berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.
      Itu tandanya kita berada di bawah kepak sayap induknya dan bayi dalam gendongan ibunya, yaitu tetap setia bekobar-kobar, bahagia, aman tenteram. Begitu turun, kita sudah keluar dari sayap. Begitu tidak setia, kita keluar dari sayap, bahaya, begitu disambar, habislah kita.

      Tetaplah dalam gendongan tangan Tuhan!


  2. Hasil kedua--Yesus sebagai Raja--: Tuhan menolong kita.
    Mazmur 5: 2-3
    5:2. Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.
    5:3. Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.

    Kita yang lemah, tak berdaya ditolong oleh Tuhan tepat pada waktunya. Ia menyelesaikan masalah yang mustahil tepat pada waktunya; memberi jalan keluar dari segala masalah tepat pada waktunya.
    Waktu Israel menghadapi laut Kolsom, di belakang Firaun, di kiri kanan tidak bisa, maka Tuhan membuat jalan di tengah laut.

    Yesaya 43: 15-16
    43:15. Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."
    43:16. Beginilah firman TUHAN,
    yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,

    Jangan mencari jalan keluar sendiri! Tinggal menyembah Dia seperti bayi yang menangis; anak ayam yang menciap-ciap. Tugas kita adalah tergembala, menjaga hati--jangan ada sakit hati--, satu hati, satu pikiran, jaga kesatuan. Jangan menyembah berhala; jangan bergantung uang, tetapi bergantung pada anugerah Tuhan yang besar, sampai kita bisa menyembah Yesus yang asli.

    Menghadapi apa saja (kesulitan, padang gurun): Tuhan peluk saya; hanya menangis, menciap-ciap. Dia yang memberi makan, melindungi, merawat, memelihara dengan kehangatan dan kasih. Ada jalan buntu, Dia yang membuka jalan dan memberi masa depan yang berhasil dan indah. Kalau laut Kolsom terbelah, ada jalan ke depan; masa depan berhasil dan indah. Kaum muda, serahkan!

    Yang penting, jaga urapan yaitu tergembala dengan baik, kesatuan dalam pengajaran, dan jangan terikat pada uang tetapi hidup bergantung pada Tuhan--menyembah Tuhan--sampai Ia mengulurkan tangan tepat pada waktunya.


  3. Efesus 5: 26-27
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan
    tidak bercela.

    Hasil ketiga: tangan anugerah Tuhan yang besar memandikan-menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia; mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan permai. Kita bersorak sorai: Haleluya dan bersama Dia selamanya.

    Kita tidak berdaya, dosa itu seperti pasir banyaknya, perlu dimandikan oleh Tuhan.

    Selain memeliihara dan menghangatkan kita, menyediakan semua, ada pertolongan, membuka jalan keluar dan ada masa depan, Dia juga memandikan kita sampai sempurna. Tidak usah kuatir! Yang penting, jaga urapan! Tergembala, satu hati, satu pengajaran dan jangan terikat pada uang, tetapi kita mengakui bahwa kita bergantung pada tangan Tuhan sehingga mendorong kita menyembah Dia.

    Perjamuan suci, Dia harus mati; menyerahkan nyawa-Nya untuk melepaskan kita dari berhala dan memeluk, merawat, menolong dan memandikan kita semua.

Serahkan semua! mungkin tidak ada yang tahu, jangan marah, kita sendirian dengan Tuhan; menyembah Dia; menciap-ciap kepada Dia.
Apapun keadaan kita, Dia sebagai Kepala bertanggung jawab sampai mati di bukit Tengkorak; Dia Raja dan Mempelai Pria yang asli, yang mengasihi kita, yang mengulurkan tangan anugerah yang besar kepada kita. Dia mau menerima kita apa adanya malam ini. Jangan ragu! Yang sudah tidak bisa dipikir dan sebagainya, serahkan kepada Tuhan!

Mungkin orang tua, suami, isteri, anak tidak tahu, tetapi Dia tahu keadaan kita.
Jangan menyembah berhala! Jangan mengandalkan sesuatu yang lain! Kita hanya mengandalkan Dia Sang Raja dan Mempelai Pria Sorga, yang siap memeluk kita bayi-bayi yang tidak berdaya, menaungi anak-anak ayam yang tidak bisa apa-apa. Yang merasa ditinggal sendirian, bukan kebetulan, tetapi kesempatan malam ini sepenuhnya berserah pada Tuhan; yang merasa tidak bisa berpikir dan tidak bisa apa-apa lagi, bukan kebetulan, kesempatan mengaku: Hanya Engkau, Yesus; hanya menciap-ciap/menangis kepada Dia.

Yang sudah diangkat, jangan jatuh lagi! Yang lain, Tuhan tolong semua. Bukan hanya sampai di dunia saja, tetapi sampai di awan-awan yang permai dengan sorak sorai: Haleluya. Adakah suara kita di sana? Adakah keluarga kita di sana? Kita serahkan semua kepada Dia, jangan sampai terjadi pemisahan yang menyakitkan. Tuhan tolong kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top