English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Februari 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Desember 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 6-8 dalam susunan...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Januari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 69-75
INI TENTANG PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu:

Matius 26: 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea.
Matius 26:...

Ibadah Raya Malang, 18 Februari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 dalam Tabernakel menunjuk suatu alat yaitu Buli-Buli...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Maret 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:1-20 adalah tentang Yohanes Pembaptis.
Lukas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 penglihatan Yohanes di pulau Patmos.

Wahyu 1:9
1:9 Aku,...

Ibadah Doa Malang, 20 Mei 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:15
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Oktober 2014 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Bayi adalah kehidupan yang lahir baru sekaligus kehidupan yang empunya kerajaan Surga.
Dari seorang bayi (seorang yang lahir...

Ibadah Doa Malang, 28 Maret 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 5:1-24 tentang kebenaran hanya ada di dalam...

Ibadah Raya Malang, 17 Agustus 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia,...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Desember 2018 (Jumat Sore)
Dari rekaman ibadah doa puasa session III di Malang

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus....

Ibadah Raya Surabaya, 04 Mei 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
= keadaan pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Salah satunya adalah terdengar...

Ibadah Doa Surabaya, 20 April 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Agustus 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang "Hal mengikut Yesus".
Lukas...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Juli 2017 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 7-8
6:7. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: "Mari!"
6:8. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor
kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEEMPAT; penghukuman yang keempat dari Allah Roh Kudus atas dunia, yaitu terjadi kegerakan kuda hijau kuning/kuda kelabu, yang mengakibatkan MAUT DAN KERAJAAN MAUT menguasai seperempat bagian dari bumi untuk membunuh penduduk bumi dengan pedang, kelaparan, sampar dan binatang buas (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 16 Juli 2017).

Tadi disebutkan, makhluk yang keempat berseru: 'Mari!'
Wahyu 4: 7
4:7. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

Makhluk keempat adalah sama seperti burung nasar yang sedang terbang.
'Burung nasar yang sedang terbang' sama dengan kehidupan yang menantikan kedatangan Yesus kedua kali.

Jadi, supaya terlepas dari maut dan kerajaan maut, CARANYA adalah kita harus menantikan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Wahyu 22: 18-21
22:18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
22:19. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "
Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
22:21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

Di sini terdengar suara: Ya, Aku datang segera! Ini menunjuk pada kesiapan Yesus untuk segera datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai.
Kemudian ada jawaban: Amin, datanglah, Tuhan Yesus! Ini adalah kesiapan gereja Tuhan yang sempurna sebagai mempelai wanita sorga untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Apa persiapan gereja Tuhan? Ayat 18-19: tentang firman nubuat. Ayat 21: tentang kasih karunia.
Ayat 20--kesiapan kita--diapit oleh ayat 18-19 dan 21.
Jadi, kesiapan gereja Tuhan untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--bebas dari maut dan kerajaan maut--dikaitkan dengan dua hal: (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 23 Juli 2017)

  1. Gereja Tuhan harus menerima dan mengalami pekerjaan firman nubuat (ayat 18-19) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 23 Juli 2017).
  2. Gereja Tuhan harus menerima dan mengalami kasih karunia Tuhan Yesus Kristus (ayat 21).

AD. 1. FIRMAN NUBUAT
Firman nubuat adalah firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang akan terjadi dan pasti terjadi di akhir zaman, terutama tentang dua hal:

  1. Penghukuman Tuhan atas dunia. Yakinlah bahwa dunia ini akan dihukum! Penghukuman Allah atas dunia dimulai dari tiga kali tujuh penghukuman, kiamat sampai neraka selamanya.


  2. Kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai sebagai Raja segala raja dan Mempelai pria Sorga/Kepala, untuk mempersiapkan kita sidang jemaat--menyucikan dan menyempurnakan kita--untuk menjadi mempelai wanita. Karena itu firman nubuat disebut juga dengan kabar mempelai/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Kalau penginjilan disebut dengan kabar baik; membawa orang berdosa untuk percaya Yesus, diselamatkan dan diberkati.

Matius 25: 6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Tengah malam= keadaan paling gelap; menunjuk pada dunia akhir zaman.
Jadi, pada akhir zaman dimana dosa sudah memuncak sampai dosa makan minum dan kawin mengawinkan, satu-satunya kabar/pemberitaan firman yang dibutuhkan adalah kabar mempelai.

Bukan berarti ini kesombongan. Semua pemberitaan firman itu baik: tentang iman (pintu gerbang), tetapi kalau hanya pintu gerbang, hanya sampai di sana; bertobat (mezbah korban bakaran), baik; baptisan, baik. Tetapi kalau di situ saja, kita akan berada di halaman saja. Yang benar adalah harus terus meningkat sampai pada tabut perjanjian.
Jadi semua pemberitaan firman Allah harus memuncak pada kabar mempelai, untuk mempersiapkan gereja Tuhan menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai sehingga bebas dari maut dan kerajaan maut; bebas dari lautan api dan belerang.

Maut memang akan bekerja secara luar biasa, tetapi kalau kita menerima dan mengalami pekerjaan firman nubuat, kita akan bebas dari maut dan kerajaan maut--bebas dari lautan api dan belerang; kematian yang kedua/neraka selamanya.

Sikap terhadap kabar mempelai/firman nubuat:

  1. Sikap negatif:


    • Yohanes 6: 60-62, 66
      6:60. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
      6:61. Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya
      bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
      6:62. Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
      6:66. Mulai dari waktu itu
      banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

      Ayat 62= kalau tidak bisa menerima perkataan Yesus yang keras, tidak akan mampu melhat saat Yesus datang kembali--Yesus yang naik, Ia juga akan datang kembali.

      Sikap negatif yang pertama: sikap dari murid-murid--hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang mendengar kabar mempelai--yaitu bersungut-sungut sehingga tidak bisa melihat kedatangan Yesus yang kedua kali. Kita harus hati-hati!

      Ayat 66: 'mengundurkan diri'= mengundurkan diri dari kabar mempelai/firman nubuat; sama dengan tidak mengikuti Yesus lagi. Jadi, orang yang mengundurkan diri dari pengajaran yang benar dan keras sama dengan tidak lagi mengikuti Yesus. 
      Lalu mengikut siapa? Kelihatan masih beribadah, tetapi sudah menolak firman; bersungut-sungut dalam mendengar firman pengajaran yang keras.

      2 Timotius 4: 3-4
      4:3. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
      4:4. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan
      membukanya bagi dongeng.

      Kalau tidak mengikuti Yesus, berarti mengikuti guru-guru palsu/nabi-nabi palsu dengan ajaran-ajaran palsunya. Kita harus hati-hati! Kalau bersungut-sungut saat mendengar firman pengajaran yang benar, itu berarti mengundurkan diri dari kabar mempelai; tidak lagi mengikuti Yesus tetapi nabi palsu sehingga menjadi sama dengan nabi palsu.

      Dalam cerita Yohanes 6 ini, Yesus memecahkan lima roti dan dua ikan untuk lima ribu orang. Yang menerima firman penginjilan ada lima ribu orang, tetapi setelah Yesus menyampaikan perkataan yang keras, semua lari mengundurkan diri, tinggal dua belas, dan Yudas juga mengundurkan diri--tinggal sebelas. Bayangkan, dari lima ribu tinggal sebelas!

      Inilah, nanti penyaringan yang terjadi di akhir zaman. Bukan goncangan dalam hal pencobaan lebih dulu, tetapi  justru goncangan bagaimana kita menghadapi pengajaran. Ini yang kita hadapi. Seringkali kita bersungut-sungut, lalu mengundurkan diri dari pengajaran yang benar; tidak lagi mengikuti Yesus tetapi nabi plasu; jadi serupa dengan nabi palsu.

      Ini nanti goncangan yang keras di dalam gereja Tuhan! Bukan menghadapi pencobaan, tetapi pengajaran, kita kuat atau tidak--dari lima ribu tinggal sebelas. Itu perbandingannya: 11:5000.
      Kita ingat Elia menyembelih empat ratus lima puluh nabi baal. Seperti itu perbandingannya: 1:450--satu benar, empat ratus lima puluh tidak benar. Luar biasa!

      Karena itu kita harus hati-hati, ini goncangan di dalam gereja Tuhan.
      Murid-murid ini orang dalam; sudah ada di dalam pengajaran tetapi bersungut-sungut lalu mengundurkan diri; tidak mau lagi mendengar kabar mempelai, tetapi dongeng-dongeng--firman tanpa ayat; ajaran palsu--, dan menjadi sama dengan nabi palsu.


    • Matius 14: 3-4, 9-10
      14:3. Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.
      14:4. Karena
      Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"
      14:9. Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.
      14:10. Disuruhnya
      memenggal kepala Yohanes di penjara

      'menegor'= firman pengajaran yang keras.

      Sikap negatif yang kedua: Herodes menolak firman nubuat; firman pengajaran yang keras, yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis--dia menegor tentang nikah Herodes yang salah.

      Herodes bersama dengan isteri tidak sahnya dan anak tirinya, semua menolak firman. Akibatnya: memenggal kepala nabi Yohanes. Siapa yang nanti menjadi penyiksa dan tukang pancung? Antikris. Artinya: jadi sama dengan antikris.

      Tadi, dari dalam--murid-murid--bersungut-sungut sampai akhirnya mengundurkan diri; menjadi sama dengan nabi palsu, padahal murid-murid sudah ada di dalam kabar mempelai.

      "Waktu belajar kegerakan kuda putih--penyempurnaan gereja Tuhan; Israel dan kafir jadi sempurna oleh karena pengajaran--waktunya sangat singkat, tetapi banyak sikap negatif. Murid-murid banyak yang menolak, dan Herodes juga memenggal kepala Yohanes sehingga menjadi sama dengan antikris."


    • Wahyu 22: 18-19
      22:18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
      22:19. Dan jikalau seorang
      mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

      Sikap negatif yang ketiga: menambah dan mengurangi firman nubuat;  mengubah firman nubuat.

      Mazmur 119: 160
      119:160. Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.

      Firman nubuat itu sudah benar; jumlah firman adalah kebenaran. Tidak perlu ditambah dan dikurangi.

      Amsal 30: 5-6
      30:5. Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.
      30:6.
      Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.

      Firman nubuat itu juga murni, tidak perlu ditambah dan dikurangi.

      Dua saksi ini jelas yaitu firman nubuat tidak perlu ditambah dan dikurangi.
      Kalau menambah dan mengurangi, akan jadi pendusta; menjadi sama dengan setan.


    Jadi sikap kita terhadap firman ini menentukan: jadi sama dengan Tuhan atau setan.
    Sudah ada firman, yang didengar sudah benar, tetapi sikapnya bagaimana? Sikap negatif ini yang bahaya: mulai dengan bersungut-sungut lalu mengundurkan diri dan mengikuti ajaran-ajaran lain yang enak bagi daging--ikut dan menjadi sama dengan nabi palsu--, menolak firman sampai memenggal kepala Yohanes pembaptis--jadi sama dengan antikris--, dan mengubah firman--jadi pendusta; sama dengan setan.

    Setan, antikris dan nabi palsu inilah yang akan ditelan maut; masuk lautan api dan belerang.
    Wahyu 19: 20
    19:20. Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.

    'binatang itu'=antikris.
    'keduanya'= nabi palsu dan antikris--yang punya tanda adalah antikris.
    'tanda dari binatang'= tanda 666; ini adalah antikris.

    Nabi palsu mendorong orang untuk menyembah antikris, dan menerima cap 666.
    'ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang'= maut dan kerajaan maut; kematian yang kedua.

    Wahyu 20: 10
    20:10. dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

    'binatang'= antikris.
    Setan, antikris dan nabi palsu akan mengalami kematian yang kedua; lautan api dan belerang. Kehidupan yang menjadi sama dengan setan tritunggal, itulah hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang bersungut-sungut terhadap pengajaran yang benar, menolak pengajaran yang benar, dan mengubah pengajaran yang benar, mereka juga akan masuk dalam kematian yang kedua; lautan api dan belerang; neraka selamanya, tempatnya maut dan kerajaan maut.

    Lebih dulu, apa yang kita dengar? Kalau sudah benar, sekarang sikap kita. Berdoa dulu: Saya beribadah harus mendengar firman yang benar.  Itu doa kita, jangan sembarangan! Doakan kami gembala-gembala untuk menyampaikan firman yang benar. Sesudah itu sikap dalam mendengar firman nubuat. Kita harus hati-hati karena ada sikap yang negatif.


  2. Sikap positif: mendengar, membaca firman nubuat dengan sungguh-sungguh sampai mengerti, percaya dalam hati dan mempraktikkannya.
    Wahyu 1: 3
    1:3. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

    Sementara firman yang diberitakan sudah benar, kalau sikap kita negatif, dampak negatif yang akan kita dapatkan, bahaya, yaitu menjadi sama dengan setan tritunggal yang akan mengalami kematian yang kedua; neraka untuk selamanya.

    Tetapi kalau firmannya benar dan sikap kita benar--sikap positif--, kita akan mengalami kegunaan firman.
    Firman itu berguna. Mengapa firman jadi tidak berguna? Karena sikapnya yang salah, sehingga malah merosot (jadi sama dengan setan tritunggal)--firman kelihatan seperti tidak berguna.

Kegunaan firman nubuat (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 23 Juli 2017):
1 Korintus 14: 3
14:3. Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

  1. Membangun= membawa kita pada pembangunan tubuh Kristus/kebangunan rohani. Rohani kita meningkat kalau sikapnya benar. Kalau sikapnya salah, kita akan merosot sampai menjadi sama dengan setan tritunggal (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 23 Juli 2017).


  2. Menghibur; memberi kekuatan ekstra kepada kita.
    2 Korintus 1: 3-6
    1:3. Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,
    1:4. yang
    menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
    1:5. Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.
    1:6. Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan
    sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

    Kabar mempelai memberikan kekuatan ekstra/menghibur saat menghadapi penderitaan bersama Yesus/salib/percikan darah sehingga kita menjadi sabar dalam penderitaan bersama Yesus.
    Kalau secara logika, seharusnya dia sudah kecewa, tetapi bisa bertahan. Ini kekuatan kabar mempelai.

    Sabar dalam penderitaan artinya:


    • Tidak bersungut, kecewa, putus asa dalam penderitaan, tetapi justru bisa mengucap syukur. Secara logika tidak mungkin.

      "Seringkali kita melihat penderitaan-penderitaan: secara fisik, mungkin tidak makan kok bisa tahan ya? Mungkin dalam penyakit, kok bisa tahan ya? Inilah kekuatan firman. Kalau secara logika, tidak bisa ini.
      Waktu kami dari Netherland, sudah memeluk opa Totaijs (almarhum), di pesawat saya tanya pada seorang dokter: 'Bagaimana itu?': 'Secara badan dari segi kedokteran, itu sudah mati, sudah tidak bisa, tetapi jiwa dan rohnya dia kuat.' Malah kita yang menangis dan dia menghibur kita. Ini kekuatan firman yang banyak saya lihat, sidang jemaat juga mengalami.
      Membesuk itu bukan hanya memberi simpati, berdoa dan ikut menanggung, itu baik, tetapi juga jadi pelajaran/guru bagi kita. Saat saya menghadapi sesuatu, dalam pikiran: Aduh, kok begini? Kemudian ingat yang saya besuk: Ah, dia saja kuat, masak saya hanya begini tidak kuat? Pengalaman saya begitu. Kekuatan firman, apapun yang kita hadapi, kita bisa mengucap syukur.
      "


    • Sabar menunggu waktu Tuhan yaitu tidak mengambil jalan sendiri di luar firman. Kalau tidak kuat, saat kurang uang, di kantor bekerja sebagai kasir tinggal ambil uang kantor. Memang sudah terdesak, besok harus bayar SPP kalau tidak anaknya dipecat, bagaimana? Kalau tidak ada kekuatan firman, dia akan mengambil uang itu. Tetapi kalau ada kekuatan firman kita sabar menunggu waktu Tuhan; tidak mengambil jalan sendiri di luar kebenaran firman.

      "Saya mengalami yang kecil-kecilan, waktu saya masih di kota kecil. Ada anak yang saya sekolahkan selama tiga tahun. Dia datang lalu menangis: Besok saya harus bayar sembilan puluh ribu untuk ujian nasional, kalau tidak ada, tidak boleh ujian. Dia menangis, saya juga, karena tidak punya juga. Lalu, di gereja itu saat saya datang ada sepeda--sepeda itu yang dia pakai--, tetapi asal usulnya saya tanya dijawab: Oh itu punya si A, orangnya pergi lalu ditaruh di gereja. Saya pikir: Jual saja. Ini jalan sendiri, padahal sepeda ini bukan milik gereja, tetapi milik orang. Saya sudah tanya kalau dijual bisa laku delapan puluh ribu sampai sembilan puluh ribu. Untung saya ingat firman, ini kan tidak sah karena belum diserahkan sepenuhnya, tetapi hanya disuruh pakai untuk besuk; bukan diserahkan untuk dijual. Jadi doa saja dan menangis. Sore hari, ada orang datang memberi seratus ribu, pas sepuluh ribu untuk persepuluhan dan sembilan puluh ribu untuk anak itu. Itu hasilnya kalau sabar. Jangan ambil jalan sendiri di luar kebenaran firman! Kalau saya jual sepedanya, mungkin ditawar jadi berapa, belum cukup juga, tetapi yang bahayanya adalah masuk nerakanya itu--miliknya orang kok dijual, itu sama dengan mencuri. Ini contoh kecil."

      Sabar dalam penderitaan! Jangan berharap orang lain, tetapi berharap sepenuh pada Tuhan; hanya percaya dan berharap sepenuh pada Tuhan. Ini kekuatan dari Tuhan, dan Dia yang akan memberikan jalan keluar yang terbaik di dunia sampai jalan untuk menuju kerajaan sorga.


    Kekuatan firman nubuat membuat kita sabar. Menghadapi masalah apa saja--mungkin terjepit seperti Saul--, itu hanya ujian dari Tuhan sejauh mana kita pecaya dan berharap Tuhan/menghargai firman. Jangan ambil jalan sendiri di luar firman apapun yang kita hadapi! Kalau mengikuti jalan sendiri, itu di luar firman; bukan jalan keluar, tetapi jalan buntu ditambah binasa. Itu yang bahaya! Kalau jalan Tuhan, akan ada pembukaan jalan di dunia ditambah pembukaan jalan ke sorga. Itu bedanya.

    1 Tesalonika 4: 13, 16, 18
    4:13. Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
    4:16. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
    4:18. Karena itu
    hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

    Ayat 18= penghiburan firman sampai sejauh ini.
    Firman nubuat sanggup menghiburkan kehidupan hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang paling berdukacita. Rumah terpaksa dijual atau terjadi sesuatu, memang berdukacita, tetapi yang paling berdukacita adalah saat ditinggal mati seorang yang kita kasihi--sudah puncak dukacita di dunia, lebih dari kehilangan mobil dan lain-lain. Tetapi kalau ada kekuatan firman, ada kekuatan penghiburan, supaya kita tidak larut dalam dukacita sampai mengarah pada kekecewaan, ragu pada Tuhan, apalagi meninggalkan Tuhan; kita bisa bersukacita di dalam Tuhan. Itulah kekuatan firman.

    Kalau kita ingat firman: Ya, dia meninggal, tetapi ada janji Tuhan. Ini yang membuat kita kuat dan bisa bersukacita. Secara logika, tidak mungkin, tetapi bisa karena itulah kekuatan firman yang menghiburkan kita.

    Sekali lagi, berdoa untuk pemberitaan firman yang benar, tetapi juga berdoa untuk sikap yang benar. Kalau sikap negatif, kita akan menerima akibat-akibatnya sehingga firman yang seharusnya berguna menjadi seolah-olah tidak berguna karena salah kita sendiri: bersungut-sungut--mengikuti nabi palsu, mencari ajaran palsu. Salah satu ciri ajaran palsu adalah mengenakkan daging; kompromi dengan daging.

    "Waktu ibadah pertama di Jakarta, ada seorang yang baru kali itu datang--dia seorang pengerja di sebuah gereja--, dia hanya bilang: 'Pak, saya mau bertemu.' Dia lama menunggu saya. Setelah ketemu saya,dia katakan: 'Baru kali ini saya ikut, yang saya amati hanya satu: tegas, tidak ada kompromi. Ini yang dicari.' Itu bahasanya dia. Lalu dia entah bagaimana di gereja itu, dia berkata sambil menangis--dia sudah punya isteri--: 'Saya bertekad, Pak, saya mau merintis': 'Bagus, kalau memang itu dari Tuhan, silahkan, tetapi jangan karena kebencian dan lainnya': 'Saya bagaimana mempelajari ini, Pak?': 'Ada websitenya, pelajari ya.': 'Iya, terima kasih.' Itu yang saya tangkap: tidak ada kompromi, kalau yang lain ada kompromi. Ini yang cocok. Dia sendiri yang bicara, saya hanya menyampaikan. Saya bilang: 'Itulah, hanya kita dengan Tuhan, bukan dengan yang lain, kalau kompromi, itu yang nanti jadi ajaran palsu--firman ditambah dan dikurangi--; harus ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar. Titik! Tuhan tolong."

    Sungguh-sungguh hari-hari ini, biarlah firman Tuhan menghiburkan kita semua. Sampaipun ditinggal mati seorang yang kita kasihi, firman masih bisa menghiburkan; kita masih bisa kuat dan bersukacita di dalam Tuhan.

    Kalau sikapnya salah, seperti tidak berguna. Ini bukan salahnya Firman, Firman jangan dikambing hitamkan: Itu pengajaran kok begitu. Ini karena salah sikapnya. Kalau sikapnya benar, maka benar-benar berguna untuk membangun, menghibur, dan yang terakhir berguna untuk menasihati.


  3. Kegunaan firman nubuat yang ketiga: menasihati.
    1 Korintus 14: 3
    14:3. Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

    2 Timotius 4: 1-2
    4:1. Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
    4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya,
    nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

    Isi firman pengajaran yang benar; yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai:


    • Menyatakan apa yang salah= mengungkapkan dosa-dosa yang tersembunyi sehingga kita bisa sadar, menyesali dan mengaku dosa pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
      Hasilnya, kita diselamatkan; kita bebas dari maut--bebas dari hukuman Allah; bebas dari lautan api belerang--dan kerajaan maut. 
      Ini yang kita doakan setiap mendengarkan firman yaitu supaya ditunjukkan apa yang tersembunyi. Yang tadinya kita tidak sadar atau tidak tahu, akan ditunjukkan sampai yang tersembunyi; sampai ke ginjal. Contohnya tentang ajaran palsu/ajaran Izebel (wanita boleh mengajar dan memerintah laki-laki). Sampai ke sini kedalaman. Jangan dilanggar lagi!

      Diampuni sama dengan diselamatkan.


    • Menegor--tegoran keras--= supaya kita bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan--mati terhadap dosa--; hidup dalam kebenaran. Kalau sudah minta ampun, jangan diulangi lagi dosanya.
      Kalau kita mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa, maka firman pengajaran semakin hari akan semakin keras--semakin menegor dengan keras--, supaya kita terlepas dari dosa-dosa--tinggalkan dosa--dan kita bisa hidup benar. Kalau sudah tinggalkan dosa dan hidup benar, firman akan jadi nasihat.

      Selama mempertahankan dosa, firman akan seperti pedang yang tajam terus; firman bertambah keras, sehingga ada dua kemungkinan:


      1. Bahayanya, kita bisa keras hati dan menolak; selamanya hidup dan enjoy dalam dosa sampai mengalami maut dan kerajaan maut.


      2. Tetapi kalau mau hancur hati, kita bisa tertolong. Karena dihantam firman terus, kita bisa hancur hati; mengakui, meninggalkan dosa, bertobat dan hidup dalam kebenaran.


      Inilah dua kemungkinannya. Tetapi lama-lama kemungkinan pertama yang terjadi yaitu tidak tahan lagi mendengar firman.


    • Menasihati. Kalau sudah hidup benar, maka firman pengajaran yang keras menjadi nasihat.
      Mazmur 73: 24
      73:24. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.

      Nasihat adalah tuntunan tangan Tuhan sampai membawa kita dalam kemuliaan di Yerusalem baru--dulu Tuhan menuntun Israel dari Mesir sampai ke negeri Kanaan; sekarang Tuhan menuntun kita sampai ke Kanaan Samawi/kemuliaan Yerusalem baru.

      Bagaimana tuntunan itu?
      Wahyu 7: 17
      7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

      Tidak ada lagi air mata= di Yerusalem baru; takhta kerajaan sorga.
      Bagaimana cara Tuhan menuntun kita yang sudah hidup benar dan suci untuk sampai kemuliaan? Dia tampil sebagai Gembala Agung yang menggembalakan kita, mulai dari kandang penggembalaan di dunia ini sampai kandang penggembalaan terakhir di Yerusalem baru.

      Dituntun dulu ke kandang penggembalaan di dunia. Itu caranya.
      Dia tetap tampil sebagai Anak Domba yang menggembalakan, berarti Yerusalem baru adalah penggembalaan terakhir. Di takhta Dia sedang menggembalakan, berarti di sanalah kandang penggembalaan terakhir.

      Sebagai contohnya adalah Petrus.
      Yohanes 21: 15-17
      21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
      21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "
      Gembalakanlah domba-domba-Ku."
      21:17. Kata Yesus kepadanya untuk
      ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

      Nasihat adalah tuntunan tangan Tuhan; yang sudah benar akan dituntun terus sampai kemuliaan di Yerusalem baru. Bagaimana sistemnya? Dia menuntun kita sampai masuk sistem penggembalaan. Tuhan Yesus sebagai Gembala Agung menuntun kita masuk kandang penggembalaan di dunia ini sampai satu waktu masuk kandang penggembalaan yang terakhir di Yerusalem baru. Jadi harus masuk dalam kandang penggembalaan di dunia!

      Di sini Yesus tiga kali bertanya pada Petrus; ini menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; ketekunan dalam kandang penggembalaan. Kita sudah hidup benar lalu dinasihati, artinya kita dibawa ke kandang penggembalaan. Di luar kandang, sekalipun sudah hidup benar, kita masih bisa menyimpang ke sana ke mari--ditabrak serigala. Tetapi kalau di kandang, kita tidak bisa tertabrak serigala sekalipun diancam. Ada kandang yang membentengi/membendung kita. Kalau tidak di kandang, tadinya lurus--sudah hidup benar--, bisa menyimpang. Sebab itu harus dituntun terus dalam kandang. Kalau berada di kandang, tidak akan bisa dipengaruhi oleh apapun juga.
      Masuk kandang!

      Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya--ada urapan dan karunia Roh Kudus--; kembali pada gambar Allah Roh Kudus lewat setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan sampai garis akhir. Kalau tidak setia, tidak ada gambar Allah Roh Kudus, tetapi mengarah pada gambar setan tritunggal.

        Tadi sikap negatif mengarah jadi sama dengan setan tritunggal--setan, antikris, nabi palsu; tiga binatang buas yang akan dilempar ke lautan api dan belerang.
        Sikap positif pada firman membawa kita pada kandang penggembalaan. Di sinilah kita dibentuk untuk kembali pada gambar Allah Tritunggal.


      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; kembali pada gambar Anak Allah lewat penyucian secara dobel: firman pengajaran dan perjamuan suci. Kita disucikan dari keinginan, hawa nafsu dan kehendak daging sehingga kita bisa taat dengar-dengaran--Yesus taat sampai mati.

        Kalau taat, akan ada gambar Anak Allah. Kalau melawan, yang ada gambarnya setan tritunggal.
        Petrus sudah jadi sama dengan iblis (Yesus berkata kepada Petrus saat ia menolak salib: 'Enyahlah iblis!'), karena itu Tuhan tuntun lewat kandang penggembalaan untuk kembali pada gambar Allah Tritunggal.


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; kembali pada gambar Allah Bapa.
        Mungkin pertanyaan pertama, Simon jawab: Jelas mengasihi. Pertanyaan kedua, jawaban Simon mulai kendor. Pada pertanyaan yang ketiga, hati Petrus sedih karena ia menyangkal Tuhan tiga kali--tubuh, jiwa dan roh menyangkal Allah Tritunggal; menyangkal salib, menjadi sama dengan setan tritunggal.

        Waktu Yesus berkata Ia hendak ke Yerusalem, Petrus menarik Yesus. Inilah menyangkal salib.

        Jadi di dalam kandang penggembalaan kita bukan sombong, tetapi sedih--; selalu bisa koreksi diri, mengecilkan diri--; hancur hati, jujur/tulus mengaku apa adanya--mengaku dosa, kekurangan-kekurangan. Inilah gambar Allah Bapa, bukan malah menyalahkan orang.


      Inilah pentingnya kandang penggembalaan. Kalau cuma kebaktian umum, banyak, luar biasa. Sekarang kalau ibadah pendalaman alkitab, tinggal berapa? Saat ibadah doa, bisa-bisa hanya di pojok saja.


    Hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang memiliki gambar Allah Tritunggal adalah hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang SETIA, TAAT DAN JUJUR--tulus. Itu sama dengan kembali pada ciptaan semula. Manusia sudah diciptakan satu gambar dengan Allah Tritunggal, tetapi diganggu oleh setan.

    Sudah diberikan firman, tetapi bersungut, menolak seperti Herodes, menambah dan mengurangi firman--sok pintar, mau lebih pintar/bijaksana dari pada Tuhan--, dan akhirnya menjadi sama dengan setan tritunggal.

    Tetapi bersyukur kepada Tuhan, jika saat pemberitaan firman sikap kita benar, kita akan dikembalikan; dibangun, dihibur, dituntun oleh Tuhan ke kandang penggembalaan terakhir--Yerusalem baru--, lewat kandang penggembalaan di dunia ini. Ini jelas! Tuhan berkata: 'Simon adakah engkau mengasihi Aku'....'gembalakanlah domba-domba-Ku!' Jadi ada penggembalaan di dunia, ini perintah Tuhan sendiri. Seperti baptisan air--, 'Pergilah, baptiskanlah mereka dalam nama-Ku!' Ini perintah Tuhan.

    Lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah, kita diproses sampai memiliki gambar Allah Tritunggal. Apa itu gambar Allah Tritunggal? Setia--Allah Roh Kudus--, taat--Anak Allah--, hancur hati sampai jujur/tulus hati--Allah Bapa. Inilah hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang memiliki gambar Allah Tritunggal--menjadi ciptaan semula.

    Dulu Adam dan Hawa diciptakan sama mulia dengan Tuhan, tahu-tahu kehilangan gambar Allah Tritunggal, keturunannya sampai menjadi seperti setan tritunggal. Gara-gara apa ini? Karena tidak taat. Perintah Tuhan: Semua buah pohon di taman boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali satu. Akhirnya yang satu (yang dilarang) itu yang dimakan. Inilah ketidaktaatan.

    Praktik ciptaan semula: taat. Dulu manusia tidak taat--gambar Allah Tritunggal berubah jadi gambar setan tritunggal. Sekarang bukti kalau gambar setan tritunggal menjadi Allah Tritunggal adalah taat dengar-dengaran.
    Setelah Petrus sedih hatinya, ia dikembalikan pada gambar Allah Tritunggal.

    Yohanes 21: 18
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

    Mengangkat dua tangan--'terserah Engkau Tuhan'--= bukti Petrus kembali pada gambar Allah Tritunggal, sampai ia rela mati untuk Tuhan.
    Kembali pada gambar Allah Tritunggal= hanya mengangkat tangan pada Tuhan; percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan; taat sampai daging tidak bersuara lagi, dan Tuhan akan mengulurkan dua tangan kemurahan dan kebaikan-Nya. Itu adalah kunci Daud.

    Kunci Daud hanya ada di dalam penggembalaan--bagaimana dia melawan singa, gembala dua tiga ekor domba sampai menjadi raja, sampaipun dia jatuh dengan Batsyeba, masih ada kemurahan dan kebajikan Tuhan. Daud mengakui: 'Tuhan adalah Gembalaku ....kemurahan dan kebajikan selalu mengikuti aku sepanjang umur hidupku.' Sampai garis akhir jangan lepaskan kemurahan dan kebajikan Tuhan!

    Kalau Daud melepaskan kemurahan dan kebajikan Tuhan, saat ia jatuh dengan Batsyeba, habislah dia. Karena itu dia tulis: sepanjang umur hidupku  (bahkan sampai selama-lamanya), jangan pernah lepas dari tangan kemurahan kebajikan Tuhan! Ingat kalau sudah mau lepas--bisa karena kecewa--, tarik nafas, hembuskan, kalau masih ada, kita ingat kita harus hidup dalam kemurahan Tuhan; begitu juga kalau mau bangga atau sombong. Di luar itu tidak bisa apa-apa. Tuhan tolong kita semua. Kita hidup dalam tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan yang ajaib dan besar.

    Hasilnya:
    Mazmur 136: 1, 4
    136:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    136:4. Kepada Dia yang
    seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

    'kasih setia-Nya
    ' = kemurahan-Nya.
    (terjemahan lama)
    136:1. Pujilah akan Tuhan, karena baiklah Ia, karena
    kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.

    Jangan pernah lepas, apapun yang kita hadapi, tetapi tetap dalam kemurahan dan kebajikan Tuhan. Kita percaya dan mempercayakan diri sepenuh hanya kepada Yesus--Seorang Diri--, dan kita akan mengalami keajaiban besar:


    • Mujizat terbesar yaitu pembaharuan hidup. Tadi Petrus digembalakan sampai hancur hati--sedih hatinya--, dan saat ia mengulurkan tangan kepada Tuhan, Tuhan juga mengulurkan tangan-Nya, sehingga ia mengalami keajaiban besar, yaitu pembaharuan hidup.
      Pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani adalah kuat teguh hati. Sejak saat itu Petrus tidak pernah menyangkal, tidak pernah takut dan kecewa lagi.

      Mari, kuat teguh hati hari-hari ini!
      Untuk menantikan kedatangan Tuhan yang dibutuhkan adalah kuat teguh hati: tidak kecewa, putus asa, bangga dan tinggalkan Tuhan, tetapi tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan, tetap menyembah Tuhan, tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.

      Mazmur 27: 14
      27:14. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

      Syarat menantikan Tuhan adalah kuat dan teguh hati. Seperti Yosua saat mau masuk Kanaan, Tuhan hanya pesan empat kali: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu


    • Keajaiban besar secara jasmani juga terjadi.


      1. Mazmur 136: 5
        136:5. Kepada Dia yang menjadikan langit dengan kebijaksanaan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

        Yang tidak ada menjadi ada--tidak ada langit menjadi ada langit--; yang hancur menjadi baik; yang tidak baik menjadi baik--pada awal penciptaan dulu bumi campur baur, hancur lebur, tidak bisa ditempati, tetapi setelah Tuhan ciptakan, Ia katakan: semua baik--; yang busuk jadi harum; yang gagal jadi berhasil dan indah. Daud jatuh dengan Batsyeba tetapi masih bisa ditolong.


      2. Mazmur 136: 13
        136:13. Kepada Dia yang membelah Laut Teberau menjadi dua belahan; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

        'membelah Laut Teberau' = yang mustahil jadi tidak mustahil; semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan dan kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

        Saat laut Teberau terbelah, bangsa Israel bisa maju ke Kanaan.


    • Sampai mujizat terakhir saat Yesus datang kembali ke dua kali, kita disempurnakan jadi sama mulia dengan Tuhan, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Ada kegerakan maut dan kerajaan maut, mari kita menantikan kedatangan Tuhan. Perhatikan firman nubuat yang benar! Setelah itu, sikap jangan salah! Kalau sikap kita salah, akan menjadi setan tritunggal dan binasa selamanya; masuk maut dan kerajaan maut. Kalau sikap kita benar, kita akan menjadi mempelai wanita Tuhan; kita sungguh-sungguh digembalakan dan kembali pada gambar Allah Tritunggal.

Buktinya: hanya mengangkat tangan--ciptaan semula hanya taat; mengangkat tangan pada Tuhan--; kita hidup dalam tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan.
Apapun yang kita hadapi: di lembah kegagalan atau kejatuhan, bisa Tuhan tolong semuanya; tidak ada menjadi ada; yang mustahil menjadi tidak mustahil; dan kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Mari, semua dipakai, jangan sampai dipakai Babel, tetapi dipakai Tuhan, sampai kesempurnaan.

Petrus, hamba Tuhan yang hebat bisa jatuh, Daud hebat bisa jatuh, siapa kita ini? Harus hidup dalam tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan. Hanya itu saja. Jangan bangga atau putus asa dengan sesuatu! Kejatuhan, kegagalan, sampai detik ini, jangan putus asa! Masih ada uluran tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan yang tidak berubah, dan ada keajaiban besar bagi kita semua. Saat kita jatuh atau diberkati, mari angkat tangan pada Tuhan: Kalau bukan Engkau, aku tidak bisa, Tuhan. Satu waktu angin ribut datang, kita juga bisa tenggelam. Mohon supaya Tuhan tetap memeluk kita! Dalam keadaan apapun kita, angkat tangan pada Tuhan! Di dalam Dia ada penghiburan, kekuatan, dan ada semuanya.
Mungkin tidak ada yang tahu (anak, isteri, orang tua), bukan kebetulan, tetapi sungguh-sungguh ada kesempatan dengan Yesus Seorang Diri dan kita seorang diri bersama Dia.

Dua orang menjadi patokan kita dalam penggembalaan: Daud dan Petrus yang hebat bisa jatuh dan gagal, apalagi kita. Sebab itu, tetaplah dalam tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan! Tunjukkan kelemahan dan ketidakmampuan kita, kemustahilan, kesedihan apa yang kita hadapi, tunjukkan semua! Bukan yang bagus-bagus yang kita tunjukkan, tetapi yang tidak baik, yang kita alami hari-hari ini, juga keberhasilan-keberhasilan kita akui itu hanya karena kemurahan dan kebajikan Tuhan.

Ada ketakutan dan sebagainya, percayalah, ada tangan dengan keajaiban besar; tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan. Serahkan semua pada Tuhan! Kaum muda, serahkan semua pada Tuhan! Kita pulang dalam damai sejahtera, kita berada dalam pelukan tangan kemurahan dan kebajikan-Nya.
Perjamuan suci adalah uluran tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan yang mampu melakukan apa saja sampai memuliakan dan menyempurnakan kita. Jangan lupa keluarga kita, kita serahkan semua dalam tangan Tuhan agar semua bisa menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali di awan-awan yang permai.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top