English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 Hal mengikut Yesus.
Lukas 9:57
9:57 Ketika...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 13 Juni 2018 (Rabu Malam)
Lukas 2: 8
2:8. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 November 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 05 April 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 6 tentang kebenaran Allah, buktinya:
Ada pribadiNya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 September 2010 (Senin Sore)
SIKAP TUHAN TERHADAP TALENTA
Matius 25: 19
25:19. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 11 Juni 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 menunjuk pada Shekinah Glory.

Dalam Perjanjian Lama, Harun sebagai Imam Besar setahun sekali masuk...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Agustus 2018 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Raya Surabaya

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Oktober 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-46
Malam ini kita membaca ayat 31
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan...

Ibadah Raya Malang, 19 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan...

Ibadah Persekutuan Ciawi II, 25 Juni 2009 (Kamis Pagi)
Wahyu 21: 5
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru"
Dulu, manusia diciptakan sama dengan Tuhan dan ditempatkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 September 2017 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 14 April 2017 (Jumat Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat merayakan Jumat Agung; kita marayakan kematian TUHAN...

Ibadah Doa Malang, 03 Juni 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat 13]...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Maret 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 dalam susunan tabernakel terkena...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 16 Agustus 2015 (Minggu Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada kitab Wahyu 2-3 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita mempelajari kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA; jemaat yang terakhir (ketujuh). Ini merupakan gambaran dari jemaat akhir zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015)..

Wahyu 3: 16-19
3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18. maka Aku
menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia
Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

KEADAAN ROHANI jemaat di Laodikia adalah SUAM-SUAM KUKU.
Artinya, secara jasmani sungguh-sungguh kaya--tidak kekurangan apa-apa--, tetapi tidak seimbang dengan yang rohani; secara rohani melarat, malang, miskin, buta dan telanjang--sangat-sangat terpuruk.

Akibatnya: dimuntahkan oleh TUHAN; tidak berguna, jijik, najis, dan terpisah dari TUHAN, sampai binasa selama-lamannya. Segala sesuatu di dunia tidak berguna jika tidak dikaitkan dengan ibadah.

Oleh sebab itu, di ayat 18-19, TUHAN menegor dan menasihati lewat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, supaya jemaat Laodikia--kita semua--membeli harta/kekayaan Sorga.
Jika tegoran dan nasihat lewat pedang firman diabaikan, maka TUHAN menghajar jemaat Laodikia--kita semua--supaya membeli harta/kekayaan Sorga; sehingga yang jasmani dan rohani menjadi seimbang. Yang rohani harus lebih dari yang jasmani, jangan dibalik. Itu yang berkenan kepada TUHAN.

Ada 3 macam kekayaan Sorga yang harus dibeli--dimiliki--oleh jemaat Laodikia--sekarang kita semua:

  1. Emas yang telah dimurnikan dalam api (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 Juli 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015). Ini menunjuk pada iman yang murni; iman yang permanen; iman yang teruji; iman yang sempurna, yang siap menanti kedatangan Yesus kedua kali.


  2. Pakaian putih untuk menutupi ketelanjangan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015); menunjuk pada pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN.


  3. Minyak untuk melumas mata.

Malam ini kita masih mempelajari kekayaan Sorga yang kedua yaitu PAKAIAN PUTIH, 'supaya jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan.'
Pakaian putih adalah pakaian kepercayaan dan kemurahan TUHAN, yaitu:


2 Korintus 5: 18-19
5:18. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan dibuang ke dunia, maka semua manusia sudah berbuat dosa dan telanjang. Untuk bisa melayani TUHAN, kita harus diperdamaikan lebih dulu lewat korban pendamaian--kurban Kristus di kayu salib--, supaya diampuni dosa-dosanya--ditutupi ketelanjangannya--, sehingga kita layak atau dipercaya pelayanan pendamaian dan berita pendamaian (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 12 Agustus 2015).

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak melayani TUHAN. Tinggal mau atau tidak. Kalau kita mau diperdamaikan oleh kurban Kristus--dosa-dosa diampuni dan jangan berbuat lagi--, maka kita bisa melayani TUHAN.

Pelayanan pendamaian dan berita pendamaian adalah suatu kepercayaan yang besar dari TUHAN kepada orang berdosa--bangsa kafir--, sebab sebenarnya yang boleh melayani TUHAN hanyalah bangsa Israel. Inilah kekuatan korban pendamaian!--bangsa kafir pun bisa layak untuk melayani TUHAN.

Efesus 2: 13-16
2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah
mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16. dan untuk
memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

'kamu, yang dahulu "jauh'= bangsa kafir.
'kedua pihak'= Israel dan kafir.

Pelayanan pendamaian dan berita pendamaian pada akhirnya berguna untuk menyatukan Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita Sorga. Inilah puncak dari pelayanan pendamaian dan berita pendamaian.

Kesimpulan: sesudah kita diperdamaikan oleh kurban Kristus, maka kita dipercaya pelayanan pendamaian dan berita pendamaian; kita diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita Sorga.

Setelah diperdamaikan, kita dipercaya pelayanan pendamaian dan berita pendamaian (2 Korintus). Jika dikaitkan dengan Efesus; pelayanan pendamaian dan berita pendamaian merubuhkan tembok pemisah antara Israel dan Kafir, itulah hukum Taurat--kebenaran sendiri--, sehingga keduanya menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita.

Imam bukan orang pandai, bodoh, kaya atau miskin, tetapi imam adalah

  • Seorang yang benar dan suci.
    Benar, berarti tidak telanjang. Kalau telanjang, tidak bisa melayani. Adam dan Hawa telanjang dan mereka lari--bersembunyi--saat TUHAN datang; jangankan melayani, menghadap TUHANpun tidak bisa.


  • Seorang yang memangku jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Jabatan pelayan dan karunia Roh Kudus itu satu; karunia adalah kemampuannya.
    Contoh: Gembala punya karunia menimbang roh, sehingga harus tegas untuk menentukan--membedakan--mana makanan yang benar dan tidak benar, sebab ini menentukan nasib jemaat. Kalau memberi makanan yang tidak benar, ini sama dengan memberi makan racun kepada sidang jemaat.

    Dari mana kita mendapatkan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus? Jabatan pelayanan berasal dari TUHAN. Karunia Roh Kudus berasal dari Roh Kudus. Tetapi kita bisa mendapatkannya lewat penumpangan tangan seorang gembala.

    "Calon imam-imam yang baru harus mengalami penumpangan tangan seorang gembala, sebab ini sesuai dengan Alkitab--syarat-syaratnya harus sesuai dengan Alkitab."

    1 Timotius 4: 14
    4:14. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

    'nubuat'= pemberitaan firman.
    'sidang penatua'= gembala.

    Itu sebabnya, ada pemberitaan firman dalam penataran imam. Dari situ TUHAN menggerakan untuk bisa melayani, bukan dari manusia. Firman ini yang memberi beban di dalam hati untuk melayani satu bidang. Itulah jabatan! Tidak semuanya digerakkan menjadi gembala, ada juga yang menjadi pemain musik, penyanyi, pembersih gereja dan sebagainya. Nubuat dahulu, setelah itu baru ada penumpangan tangan.
    Jadi, kita mendapatkan jabatan dan karunia dari pemberitaan firman dan penumpangan tangan seorang gembala. Ini MUTLAK!
    Yang belum memiliki jabatan pelayanan, berdoa. Yang sudah, jangan lalai. Lalai sama dengan terkutuk.


  • Seorang yang beribadah melayani TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, yang dipercayakan kepada dia sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Yesus kedua kali. Tidak ada kata pensiun!

    Oleh sebab itu, jabatan harus dari TUHAN, bukan dari manusia!
    Sering kali, kita banyak mengangkat diri.
    Contoh: Karena banyak uang, maka dia membuka gereja dan menjadi gembala. Kalau bukan jabatan dari TUHAN, tidak akan bisa melaksanakan tugas; kalau gembala, tidak bisa memberi makan jemaat. Satu waktu, pensiun di tengah jalan, tidak bisa sampai garis akhir, dengan berbagai macam alasan.

    Kalau dari TUHAN, kita bisa melaksanakan tugas dengan baik dan sampai garis akhir. TUHAN yang tahu. Kalau TUHAN lihat sudah cukup, maka TUHAN akan panggil pulang ke Sorga.

    "Seperti para pendahulu-pendahulu kita, tidak sampai TUHAN datang, tetapi sudah dipanggil oleh TUHAN."


  • Seorang yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus sampai sempurna; sampai menjadi mempelai wanita Sorga.

Di dalam Tabernakel, tubuh Kristus yang sempurna ditunjukkan dengan alat tabut perjanjian.
Tabut perjanjian terdiri dari 2 bagian:

  1. Tutup pendamaian.
    Keluaran 25: 17-18
    25:17. Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.
    25:18. Dan haruslah kaubuat
    dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu.

    'emas murni' = zat ilahi--tidak ada campurannya.

    Tutup pendamaian--ada tutupnya dengan percikan darah--terbuat dari emas murni dan ada 2 kerub dari emas murni:


    • kerub I: Allah Bapa; TUHAN,
    • tutupnya dengan ada percikan darah: Anak Allah; Yesus,
    • Kerub II: Allah Roh Kudus; Kristus.


    Jadi, tutup pendamaian menunjuk pada Allah Bapa, Anak Allah dan Roh Kudus, yaitu TUHAN Yesus Kristus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Sorga.


  2. Petinya (tabut).
    Keluaran 25: 10-11
    25:10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
    25:11. Haruslah engkau
    menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

    'kayu' = kayu yang rapuh = manusia daging.

    Peti terbuat dari kayu penaga tetapi disalut dengan emas dari luar dan dalam; sampai tidak kelihatan kayunya.

    Kayu adalah manusia daging yang berdosa, tetapi disalut luar dalam dengan emas murni sampai tidak kelihatan kayunya. Kayu adalah gambaran dari manusia daging yang berdosa--bukan malaikat--, sebab itu tidak ada alasan untuk tidak bisa menjadi sempurna.

    Jadi, peti perjanjian adalah gereja TUHAN yang sempurna seperti Yesus; mempelai wanita Sorga.

Inilah pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita, yaitu pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; ditunjukkan oleh tabut perjanjian.
Supaya kayu--manusia darah daging--bisa menjadi sempurna, maka kayu harus disalut dengan zat ilahi.

Malam ini, kita belajar proses penyalutan kayu dengan emas murni; proses pembentukan manusia berdosa menjadi mempelai wanita Sorga:

  1. Galatia 3: 26-27
    3:26. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
    3:27. Karena kamu semua, yang
    dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.

    (terjemahan lama)
    3:27. Karena seberapa banyak kamu, yang dibaptiskan kepada Kristus,
    sudah bersalut dengan Kristus.

    Ayat 26= kita percaya Yesus, sehingga menjadi anak-anak Allah. Tetapi ini harus ditingkatkan lagi; tidak cukup hanya menjadi anak-anak Allah, tetapi sampai menjadi mempelai.

    Ayat 27= 'telah mengenakan Kristus' = 'sudah bersalut dengan Kristus' = seperti kayu yang disalut dengan emas.

    Proses penyalutan pertama: kita BERSALUT Kristus lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus; lahir baru dari air dan Roh; menunjuk pada halaman Tabernakel.

    Kerajaan surga--Tabernakel--terdiri dari: halaman, ruangan suci dan ruang maha suci. Tabut perjanjian terletak di ruangan maha suci.

    Syarat supaya bisa disalut Kristus lewat baptisan air dan Roh Kudus:


    • ayat 26: percaya/iman kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat lewat mendengar firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus; menunjuk pada masuk pintu gerbang Tabernakel.

      Mulai dari kita mendengar firman, itu merupakan proses penyalutan dari luar sampai dalam. Kalau tidak mau, tidak bisa disalut.


    • Bertobat; menunjuk pada mezbah korban bakaran. Kalau dulu, binatang korban dibakar supaya bangsa Israel mendapat pengampunan dosa. Sekarang sudah digenapkan oleh kurban Kristus, sehingga tidak usah lagi membawa kambing dan lembu. Sekarang yang dibakar adalah dosanya.

      Jadi bertobat sama dengan membakar dosa; berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN (mati terhadap dosa).


    • Setelah itu baru bersalut Kristus; masuk baptisan air--kolam pembasuhan--dan baptisan Roh Kudus--pintu kemah (pintu kedua).

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa, dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar--dari air bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru--hidup surgawi.

      1 Petrus 3: 20-22
      3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
      3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
      baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,
      3:22. yang
      duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

      Masuk baptisan = masuk bahtera Nuh. Dulu banyak orang yang tidak mau masuk bahtera Nuh karena tidak taat.

      'hanya sedikit'= hanya sedikit yang mau masuk dalam baptisan air yang benar.

      Hidup baru--hidup surgawi--adalah memiliki hati nurani yang baik, yaitu hati yang taat dengar-dengaran. Jangan seperti zaman Nuh, banyak orang yang tidak taat, bahkan mengolok-olok.

      Sesudah itu bersalut Kristus lewat baptisan Roh Kudus. Baptisan Roh Kudus juga menghasilkan hidup baru--hidup surgawi. Dalam Matius 3: 16, waktu Yesus keluar dari baptisan air, langit terbuka dan Roh bagaikan burung merpati turun keatas-Nya. Artinya, baptisan Roh Kudus juga menghasilkan hidup baru yaitu hati yang tulus seperti merpati.

      Kalau hati disalut, maka seluruh hidup disalut. Jika hatinya jahat, maka semuanya jahat. Sebab itu, harus disalut luar dan dalam, mulai dari hatinya dulu, sehingga menjadi hati yang taat dan hati yang tulus--jujur.

      Yesus taat sampai mati di kayu salib. Yesus juga tulus atau jujur. Saat mau ditangkap di taman Getsemani dan orang-orang mencari Dia, Yesus tulus dan jujur apapun resikonya dengan menjawab: 'Akulah Dia.'

      Hati yang tulus dan taat adalah landasan yang kuat untuk menerima berkat TUHAN--secara jasmani, rohani dan rumah tangga--dan landasan yang kuat untuk mengorbitkan kita sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta kerajaan sorga (1 Petrus 3: 22 '...duduk di sebelah kanan Allah....').

      Jadi, kalau hati kita tulus, maka rohani kita akan meningkat; semua meningkat ke arah yang positif sampai duduk di takhta Sorga. Semua bergantung pada hati!

      Kita memang manusia berdosa--kayu penaga yang hitam dan keras--, tetapi lewat percaya, bertobat, baptisan air dan baptisan Roh Kudus, kita bisa menerima berkat TUHAN dan diangkat sampai duduk bersanding dengan Yesus di takhta Sorga--di sebelah kanan Allah Bapa. Berarti segala sesuatu di dalam kehidupan kita meningkat secara positif--rohani meningkat, kebahagiaan meningkat.

      Semakin taat dan tulus, semua akan semakin meningkat!


  2. Roma 13: 12-14
    13:12. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
    13:13. Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
    13:14. Tetapi
    kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

    'kenakanlah' = bersalut.

    Proses penyalutan yang kedua: BERSALUT terang dari TUHAN Yesus Kristus.

    Kita dalam kegelapan dan harus disalut dengan terang.
    Ayat 13: Apa yang harus disalut?


    • puncaknya dosa, yaitu kegelapan dosa makan minum--merokok, mabuk dan narkoba--dan kawin mengawinkan--dosa percabulan dengan berbagai ragamnya dan penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri).
      Kalau hati tidak bersalut Kristus, akan keluar semua.

      "Tadi saya bersaksi di Malang. Soal persekutuan benar dan persekutuan yang tidak benar, hati-hati! Jangan hanya dilihat orangnya ribuan. Katanya dipakai oleh Tuhan, tetapi kenyataannya, pada akhirnya mendukung homoseks dan lesbian. Apa itu dari TUHAN? Dia sendiri sudah bersalut atau tidak? Saya tidak mengecam, tetapi harus hati-hati. Gampang sekali orang bilang: dipakai..dipakai. Kalau dipakai TUHAN, harus diperdamaikan dulu. Sebab kita sudah belajar tentang jemaat Filadelfia; untuk bisa menang atas jemaat iblis. Banyak orang mengaku hamba TUHAN, tetapi sesungguhnya hamba iblis. Kita hati-hati! Dosa harus disalut dengan terang."


    • iri hati dan perselisihan; setara dengan dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Ini cikal bakal dari kerusuhan--cerai berainya tubuh Kristus.

      2 Korinstus 12: 20
      12:20. Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

      Gembala dan jemaat harus sama-sama menjaga diri.
      Kalau iri hati dan perselisihan tidak disalut, akan menimbulkan amarah, kepentingan diri sendiri--egois--, fitnah, bisik-bisik--gosip-gosip yang tidak baik--, keangkuhan dan kerusuhan.

      Kerusuhan= tubuh Kristus sudah cerai berai; tidak ada damai sejahtera dan tidak ada kesatuan. Harus diselesaikan!

      Iri hati, biasanya terjadi karena:


      1. Berkat TUHAN; iri hati kepada orang yang diberkati. Contoh: Yakub diberkati, Esau mengamuk (iri hati).
      2. Pemakaian TUHAN--jubah pelayanan; iri hati kepada orang yang dipakai oleh TUHAN. Contoh: Yusuf punya jubah, saudaranya mengamuk (iri hati).


      Kita harus selalu mengucap syukur, karena kita semua diberkati dan dipakai oleh TUHAN.

      "Kalau mau hitung berkat TUHAN, gampang. Datang ke rumah sakit, cari orang yang pakai oksigen. Tanya, berapa bayar bernafas di sini? Satu hari berapa? Kita sudah berapa tahun tidak bayar oksigen? Semua diberkati TUHAN! Semua juga dipakai oleh TUHAN! Di sini juga. Yang membersihkan gereja juga dipakai oleh TUHAN. Kalau tidak, siapa yang mau datang ibadah?"

      Kita semua diberkati dan dipakai oleh TUHAN, sesuai dengan kepercayaan TUHAN. Sebab itu, kita berusaha untuk lebih dipercaya lagi oleh TUHAN.

      Semakin dipercaya, semakin diberkati dan dipakai oleh TUHAN. Semakin disalut--gelapnya hilang--, kita semakin dipercaya; semakin jelas berkat dan pemakaian TUHAN bagi kita. Ini saja rumusnya! Tidak perlu iri hati dan berselisih! Apa yang gelap-gelap, hilangkan! Tinggal penyalutan ini bagaimana? Kalau kayunya saja masih kelihatan, bagaimana bisa dipercaya oleh TUHAN? Nanti rayap-rayap bisa masuk.


    Di mana kita disalut dengan terang TUHAN Yesus Kristus? Sesudah masuk halaman, selanjutnya masuk di ruangan suci Tabernakel--kandang penggembalaan; ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya (ada menyanyi, bersaksi).
      Jika kita bertekun dalam ibadah raya ditambah ibadah persekutuan yang benar, nanti akan menjadi mahkota 12 bintang; kita bersalut dengan terang bintang. Karunia Roh Kudus yang sudah permanen itulah mahkota 12 bintang.


    • meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kritus--perjamuan suci; kita bersalut dengan terang bulan (bulan berwarna merah). Di sini kita mengalami penebusan oleh kurban Kristus.


    • mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; kita bersalut dengan terang matahari.


    Kita disalut sedikit demi sedikit; datang beribadah, kita disinari terus. Karena itu ibadahnya berbeda-beda; tubuh, jiwa dan roh kita beribadah kepada Alalh Tritunggal dan kita disinari dengan terang yang berbeda (terang bintang, bulan dan matahari). Kalau hanya 1 terang saja, maka tidak ada terang lainnya. Kemuliaan bintang, matahari dan bulan berbeda-beda. Di dalam Tabernakel ini sangat jelas semuanya!

    1 Korintus 15: 41
    15:41. Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.

    "Di dalam ibadah kita--tiga macam ibadah pokok--, titik beratnya masing-masing. Kalau Bpk Pdt In Juwono dan Bpk Pdt Pong berkata: Supaya tidak monoton dan sesuai dengan Tabernakel. Contoh: dalam Keluaran 30, pada mezbah dupa tidak boleh ada korban bakaran."

    Dalam ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, maka kita bersalut dengan terang bintang, terang bulan dan terang matahari.

    Jika kita tekun dalam kandang penggembalaan, satu waktu kita ditampilkan dalam Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Kita ditampilkan sebagai mempelai wanita yang tidak ada lagi kegelapan dan cacat cela; seperti peti dari kayu, tetapi tidak kelihatan lagi kayunya--sudah disalut dengan emas.

    Kalau sudah tekun dalam penggembalaan dan terangnya semakin bersinar, hasilnya:


    • Kita bisa menjadi terang di dalam rumah tangga. Lebih terang lagi, menjadi terang di depan semua orang; di penggembalaan (di gereja), di kantor, di sekolah, di jalan raya, sampai menjadi terang dunia (Wahyu 12 : 1).


    • Semakin terang, maka sayap burung nasar semakin besar. Kalau terangnya maksimal, maka sayap burung nasar juga maksimal untuk menyingkirkan kita ke padang belantara, jauh dari mata ular; kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh TUHAN selama 3,5 tahun lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci. Seperti dulu, bangsa Israel setiap hari mengumpulkan manna selama 40 tahun. Nanti di padang belantara selama 3,5 tahun, setiap hari kita makan firman pengajaran benar dan perjamuan suci.

      Wahyu 12: 14
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      'selama satu masa dan dua masa dan setengah masa' = tiga setengah tahun.

      Ini merupakan kelanjutan dari Wahyu 12: 1; perempuan yang mempunyai terang matahari, bulan dan bintang dikejar oleh naga--antikris. Kemudian TUHAN berikan dua sayap burung nasar yang besar.


    Kalau mau jadi mempelai--kita memang kayu--apalagi bagi bangsa kafir, sangat jauh. Tetapi kalau mau disalut Kristus lewat baptisan air dan Roh Kudus--mulai dari hati disalut, menjadi hati yang taat dan tulus--maka kita diberkati dan diorbitkan TUHAN. Istilah diorbitkan juga berarti dipakai oleh TUHAN, sampai nanti kita duduk di takhta TUHAN.

    Jangan diorbitkan oleh manusia, sebab nanti akan gagal. Semua pelayanan, TUHAN yang mengorbitkan lewat dasar hati yang taat dan tulus. Semakin taat dan tulus, kita semakin diberkati dan diorbitkan oleh TUHAN; semakin dipakai, sampai nanti duduk di takhta TUHAN.

    Kemudian kita bersalut terang; dosa-dosa di luar dan di dalam harus disalut dengan terang, sampai kita menjadi terang dunia--memiliki dua sayap burung nasar yang besar. Jangankah mengejar, melihat saja antikris tidak akan bisa ('jauh dari mata ular').


  3. Kolose 3: 14
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    'kenakanlah' = bersalut.

    Proses penyalutan yang ketiga: BERSALUT kasih Yesus.

    Tadi, yang pertama, mengapa bersalut Kristus? Karena hati manusia cenderung jahat; banyak berbuat dosa dan binasa.
    Yang kedua, mengapa kita harus bersalut terang? Karena banyak kegelapan.

    Mengapa kita membutuhkan kasih Yesus?
    Roma 8: 35-37
    8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
    8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari,
    kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
    8:37. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    Kita membutuhkan kasih Yesus, karena sehebat apapun kita di dunia, kita hanya seperti domba sembelihan; sangat tidak berdaya apa-apa, berhadapan dengan maut--satu langkah jaraknya dengan maut, satu detak jantung jaraknya dengan maut.
    Dari mana kita mendapat kasih Allah? Satu-satunya, yaitu dari kayu salib--dari kurban Kristus; kasih sekuat maut; Yesus mati di kayu salib dan sudah turun ke alam maut. Karena kita berhadapan dengan maut--satu langkah dengan maut--, maka kita membutuhkan kasih sekuat maut--kasih yang mengalahkan maut.

    Kasih Kristus = kasih sekuat maut yang menolong kita dalam menghadapi maut.

    Bagaimana kita memperoleh kasih Kristus? Tadi Yesus memberikan kasih-Nya lewat rela disalib di kayu salib. Kita juga harus rela mengalami penyaliban daging, supaya kita menerima kasih Kristus yang sekuat mati.

    Penyaliban daging= percikan darah; sengsara daging bersama Yesus sampai pintu tirai terobek (masuk ruangan maha suci Tabernakel dan tabut perjanjian terlihat).

    Halaman = bersalut Kristus.
    Ruangan suci = bersalut terang.
    Ruang maha suci = bersalut kasih Kristus.

    Tirai terobek= menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang taat dengar-dengaran dan setia sampai daging tidak bersuara lagi; Yesus taat sampai mati di kayu salib.
    Contoh: Abraham taat untuk menyembelih Ishak.

    Kita harus mengalami perobekan daging bersama Yesus sampai kita bisa taat dan setia sampai daging tak bersuara; kita mengasihi TUHAN lebih dari semua dan kita selalu rindu untuk dekat kepada TUHAN--tutup dengan peti tidak boleh bergeser sedikitpun; kita disalut dengan kasih Kristus.

    Dalam Keluaran 25, supaya peti (tabut) dengan tutup tidak bergeser, maka harus ada bingkainya. Bingkai ini ada pada tabutnya (petinya).
    Bingkai terbuat dari emas, artinya kerinduan kita untuk selalu dekat--bersekutu--dan menyatu dengan TUHAN. Posisi ini sama seperti Yohanes BERSANDAR di dada TUHAN.

    Yohanes 13: 23
    13:23. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    Yohanes 21: 20-23
    21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    21:22. Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang,
    itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
    21:23. Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang,
    itu bukan urusanmu."

    (terjemahan lama)
    21:20. Maka berpalinglah Petrus, lalu melihat murid yang dikasihi oleh Yesus itu mengikut, maka ialah yang tatkala perjamuan malam
    bersandar di dada Yesus sambil berkata, "Ya Tuhan, siapakah yang menyerahkan Tuhan?"

    Ayat 21= apa yang terjadi dengan orang yang bersandar didada Yesus? Ini seperti peti dengan tutup yang tidak bergeser; tidak mau terpisah dengan TUHAN; rindu dekat dengan TUHAN apapun yang dihadapi.
    'itu bukan urusanmu'= hidup mati kita adalah urusan TUHAN.

    Urusan kita hari-hari ini hanya bersalut. Bersalut emas--hati taat, sehingga TUHAN memberkati dan memakai kita.
    Bersalut terang--menjadi terang dan dua sayap burung nasar semakin besar.
    Bersalut kasih--semakin erat dalam pelukan tangan TUHAN, mati hidup kita merupakan urusan TUHAN, bukan urusan kita.

    Bersandar di dada Yesus= berada di dalam pelukan tangan TUHAN; mati hidup kita urusan TUHAN. Artinya:


    • tangan kasih TUHAN sanggup memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan, ketidakberdayaan, kemustahilan, bahkan sampai hidup kekal selama-lamanya.

      Kita tidak bergantung pada uang, gaji dan sebagainya, tetapi pada tangan kasih TUHAN. Hamba TUHAN tidak bergantung pada jumlah jemaat.

      "Kalau bergantung pada jumlah jemaat, saya sudah mati. Dulu saya belum dipercaya jemaat. Berapa tahun tidak ada jemaat."

      Semua hanya sarana, tetapi TUHAN yang menentukan semuanya. Tangan kasih-Nya sanggup memelihara kita.


    • Roma 8: 35
      8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

      Yang kedua: kasih TUHAN memberikan kekuatan ekstra kepada kita, sehingga kita tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan TUHAN apapun yang sedang kita hadapi, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN dan tetap menyembah TUHAN--percaya dan berharap TUHAN.

      Contoh: Sadrakh, Mesakh, Abednego tetap menyembah TUHAN; 'kalau TUHAN menolong kami menyembah TUHAN, kalau tidak menolong, kami tidak akan menyembah patung dan tetap menyembah TUHAN'. Inilah istilah 'terserah TUHAN'; mati hidup kita di dalam tangan TUHAN.

      Serahkan semua pada TUHAN! Kita hanya berusaha, tetapi TUHAN yang menentukan. Apapun yang kita hadapi--pencobaan, penindasan, kekurangan--, kita tetap percaya, tetap menyembah Dia, sampai Dia menyatakan pertolongan-Nya kepada kita semua. Dia tidak menipu kita!


    • Roma 8: 37
      8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

      Yang ketiga: tangan kasih TUHAN sanggup menjadikan kita lebih dari pemenang.
      Artinya:


      1. kita tidak berdaya, tetapi bisa mengalahkan musuh yang lebih kuat, karena tangan kasih TUHAN yang berperang ganti kita; seperti Daud menang atas Goliat. Berarti, semua masalah selesai sampai masalah yang mustahil.

        Kita hanya bersalut dan bersandar saja. Biar tangan kasih TUHAN yang bekerja. Kalau kita yang bekerja--tidak mau bersandar pada TUHAN, malah berbuat dosa dan sebagainya--, maka TUHAN yang diam dan celaka.


      2. Daud yang hanya gembala 2-3 ekor domba bisa diangkat menjadi raja= tangan kasih TUHAN menentukan masa depan yang berhasil dan indah.


      3. Wahyu 3: 21
        3:21. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

        Jemaat Laodikia paling terpuruk--seperti muntah, paling najis--, tetapi diangkat paling tinggi--lebih dari pemenang. Artinya: tangan kasih TUHAN sanggup mengangkat kita yang najis dan kotor untuk disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia; untuk layak duduk bersanding dengan Dia di takhta Sorga selama-lamanya.

Malam ini, semoga kita bisa menyerah sepenuh kepada TUHAN; bersandar dan tidak usah banyak tanya.

"Saya merasa kaget dan terharu juga, waktu menteri ditanya wartawan: Kenapa bapak diberhentikan, sebabnya apa? Dia tidak tahu dan tidak berani tanya kepada Presiden. Dia katakan: terserah dia. Itu yang menusuk hati saya. Kepada Presiden saja, dia begitu hormat. Kenapa kita selalu bertanya dan ragu-ragu kepada TUHAN? Biarlah kita bersalut dan bersandar di dada TUHAN; 'terserah Engkau TUHAN, 'mati hidupku dalam tangan Mu'. TUHAN tidak pernah menipu kita."

TUHAN akan menolong kita. Tidak usah bertanya, serahkan semua pada TUHAN dan Ia pasti menolong kita semua. TUHAN hanya melihat, apakah kita mau bersalut dan bersandar kepada TUHAN. Hanya itulah urusan kita hari-hari ini.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top