English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 01 Desember 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Juli 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Juni 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 November 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Agustus 2016 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:39-45 adalah tentang Pertemuan Maria dan Elisabet.

Saat Maria bertemu Elisabet, anak yang di dalam...

Ibadah Ciawi I, 02 Desember 2008 (Selasa Sore)
Wahyu 21: 5
TEMA: 'LIHATLAH, AKU MENJADIKAN SEGALA SESUATU BARU'

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 21 Mei 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:1-9 adalah tentang pembangunan Tabernakel.
Dibagi...

Ibadah Raya Malang, 22 Mei 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Juni 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Matius 28 : 20b
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

INI TENTANG PENYERTAAN...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang "Hal mengikut Yesus".

Lukas 9:57
9:57...

Ibadah Raya Surabaya, 01 November 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juli 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus Kristus.

Malam...

Ibadah Doa Malang, 02 Juni 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:31 adalah keadaan ketiga pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu terdengar...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Juli 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).


  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).


  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2018).


  4. Ayat 22-34= kekuatiran (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 09 Juni 2018).


  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; lalai (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018).

AD. 5. KELENGAHAN
Tabiat lengah harus dirobek, supaya kita menjadi kehidupan yang selalu waspada; selalu berjaga-jaga dalam pergaulan dan sebagainya, terutama untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kalau tertinggal saat Tuhan datang kembali, keberhasilan/kehebatan apapun yang kita peroleh di dunia ini, tidak akan ada gunanya sedikitpun.

Dalam Injil Lukas 12: 35-48, ada tiga macam berjaga-jaga yang dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali:

  1. Ayat 35-37= berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Juni 2018).
    Kerja keras, sekolah keras, tetapi jangan lupa ibadah pelayanan kepada Tuhan, untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.


  2. Ayat 38-40
    12:38. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.
    12:39. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
    12:40. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."

    Yang kedua: berjaga-jaga dikaitkan dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali yang tidak bisa diduga--seperti pencuri.
    Bukan berarti Yesus adalah pencuri, tetapi waktu kedatangan-Nya seperti pencuri datang. Kalau tidak waspada, kita akan tertinggal dan binasa.

AD. 2
Lukas 12: 38
12:38. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.

Markus 13: 35
13:35. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,

Ada empat giliran jaga malam:

  1. Menjelang malam; jam 18:00-21:00.
  2. Tengah malam; jam 21:00-00:00.
  3. Larut malam; jam 00:00-03:00.
  4. Pagi-pagi buta; jam 03:00-06:00.

MENJELANG MALAM; jam 18:00-21:00
Apa yang harus dijaga menjelang malam?
Lukas 24: 28-32
24:28. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
24:29. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
24:30. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
24:31. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
24:32. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

Ini tentang kebangkitan Yesus. Kalau dibaca di ayat sebelumnya, ada dua murid berjalan ke Emaus, mereka sedang muram--sedih dan kecewa--karena Yesus sudah mati, dan sudah tiga hari tidak ada apa-apa. Saat Yesus datang mereka tidak menyadarinya. Untung Yesus mau diajak bermalam, dan Ia memecahkan roti.

Jadi menjelang malam yang dijaga adalah pemecahan roti; menunjuk pada FIRMAN ALLAH.
Menjelang malam--kedatangan Yesus kedua kali--kita menghadapi banyak persoalan yang membuat stres, sehingga kita seolah-olah sudah ditinggalkan Tuhan, dan kita menjadi sedih, kecewa, dan putus asa--muka muram. Sangat sayang kalau di masa remaja muda ini muka sudah muram.

"Om kalau bertemu mantan murid SMA, masih ingat masa lalu. Dua/tiga hari yang lalu, om bertemu di pesawat. Dia yang mengenalkan diri lebih dulu, anaknya sudah besar. Ingat: 'Oh...dulu dia ini begini begini', mau kembali lagi ke masa lalu. Masa muda itu senang. Jangan sampai muram."

Kita memang menghadapi banyak pencobaan yang membuat sedih, kecewa, dan putus asa, sampai banyak yang bunuh diri.
Oleh sebab itu kita harus banyak mengundang Tuhan lewat ibadah pelayanan dan berdoa, supaya Tuhan hadir dalam hidup kita terutama lewat pemecahan roti--murid-murid tadi mengajak Yesus untuk tinggal.

Pemecahan roti= pembukaan firman pengajaran yang benar, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab, ditambah dengan perjamuan suci.
Perhatikan ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci!

Kita butuh kekuatan saat menghadapi tekanan. Yang masih ibadah hari sabtu, baik, tetapi harus memperhatikan juga ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci akan membuka mata rohani kita--saat murid-murid mendengar firman dan makan perjamuan suci, mata mereka langsung terbuka--sehingga bisa melihat dengan jelas wujud Tuhan dalam kuasa kebangkitan sehingga kita menerima tiga hal:

  1. Kekuatan ekstra untuk menghadapi apapun juga sehingga kita bisa mengucap syukur kepada Tuhan.
    Kita merupakan bejana tanah liat, diisi dengan apapun tetap tanah liat, terbentur sedikit sudah pecah--kecewa, putus asa--, hancur, tersandung. Tetapi kalau diisi dengan firman dan perjamuan suci, kita akan kuat. Kita tidak putus asa tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

    Kalau kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan berarti rohani kita kuat. Kalau tidak, berarti lemah. Kalau lemah, begitu diserang langsung collaps. Tapi kalau kuat, bisa bertahan saat diserang.


  2. Firman Allah mendarah daging dalam hidup kita, artinya: Tuhan tinggal di dalam kita, dan kita tinggal di dalam Dia.
    Waktu murid-murid sudah makan perjamuan suci dan berkata: 'Dia Tuhan!', lalu Tuhan lenyap dari tengah-tengah mereka. Lenyap ke mana? Sudah masuk di dalam mereka--ayat mengatakan: 'Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.' Setan tidak bisa menjamah kita.


  3. Menyucikan kehidupan kita sehingga kita selalu mempunyai harapan kepada Tuhan.
    Kesucian sama dengan pengharapan. Iman sama dengan kebenaran, dan kasih adalah kesempurnaan.
    Kalau kita hidup suci, kita akan selalu punya harapan kepada Yesus yang sudah bangkit. Kita tidak akan putus asa dan kecewa. Di atas segalanya masih ada Tuhan.

    Yesus mati bisa bangkit, apalagi hanya sakit disembuhkan.

Inilah tiga hal yang kita terima lewat ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Ini harus dijaga. Jangan lengah! Bukan membuang waktu tetapi menggunakan waktu dan dampaknya luar biasa.

Tiga hal yang kita dapatkan dari ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci inilah yang membuat kita kuat teguh hati:

  • Kita tidak bersungut, kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan saat menghadapi apapun.
  • Tetap percaya dan berharap Tuhan.
  • Tetap menyembah Tuhan.
  • Tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan; tidak mundur setapakpun.

2 Samuel 10: 12
10:12. Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, yang Tuhan cari adalah kehidupan yang kuat teguh hati--bukan kaya/miskin/pandai bodoh--, dan Dia sanggup menjadikan semua baik pada waktunya.
Menjelang malam memang banyak tantangan dan tekanan, stres di bidang apapun, sampai di dalam nikah juga stres. Harus ada kekuatan firman dan Roh Kudus. Jaga pemecahan roti! Tuhan tolong.

TENGAH MALAM; jam 21:00-00:00
Apa yang dijaga pada tengah malam?
Matius 25: 6-10
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
25:7. Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
25:8. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
25:9. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
25:10. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

Lima gadis yang bodoh ketinggalan saat Yesus datang.
Jadi pada tengah malam yang dijaga adalah minyak persediaan--ROH KUDUS--supaya pelita tetap menyala.

Tadi, kita berjaga-jaga dalam firman dan perjamuan suci, sekarang dalam Roh kudus.

Tengah malam adalah saat paling gelap dan mengantuk. Pada tengah malam, baik lima gadis bijaksana maupun lima gadis bodoh sama-sama mengantuk dan tertidur; semuanya lengah, kalau Tuhan datang akan ketinggalan.

Karena itu kita harus mendengar kabar mempelai; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang mampu membangunkan kita dari tidur rohani, supaya kita selalu berjaga-jaga--'Mempelai datang! Songsonglah dia!'.

Lima gadis bodoh memiliki minyak dalam pelita tetapi tidak punya minyak persediaan.
Lima gadis bijaksana punya minyak dalam pelita, dan ada minyak persediaan. Ini bedanya.

Minyak dalam pelita artinya: Roh Kudus yang mengurapi, memenuhi kita, dan memberikan karunia-karunia Roh Kudus sehingga kita bisa melayani Tuhan; kita diangkat menjadi hamba/pelayan Tuhan--pelita bisa menyala. Tetapi kalau minyaknya habis, pelitanya akan padam, dan pelayanannya juga habis. Karena itu harus ada minyak persediaan.

Minyak persediaan artinya: aktvitas/kegiatan kita dalam Roh Kudus yaitu beribadah melayani dan menyembah Tuhan dengan setia dan berkobar-kobar. Yang sudah menjadi imam harus aktif dalam ibadah pelayanan dan menyembah Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali pelita tetap menyala. Jaga supaya tidak bosan! Kalau tidak ada minyak, akan bosan.

Lima gadis bodoh tidak punya minyak persediaan--bosan dalam pelayanan, akhirnya meninggalkan ibadah pelayanan.

Malam ini, kita melayani jangan sampai tidur rohani. Harus ada firman yang keras, supaya rohani kita bangun, setelah itu diangkat jadi imam, dan ada minyak persediaan--aktif beribadah melayani dan menyembah Tuhan sampai garis akhir, kita bisa menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, dan pelita tetap menyala.

Lima gadis bodoh tidak punya minyak persediaan--bosan-- sehingga pelitanya padam, artinya:

  1. Masuk kegelapan gantang=


    1. Kegelapan ekonomi.
    2. Dosa makan minum= merokok, mabuk, dan narkoba.


  2. Masuk kegelapan tempat tidur= dosa kawin mengawinkan= dosa percabulan lewat pandangan, pendengaran, perbuatan, sampai penyimpangan, nikah yang salah.

Hati-hati! Bosan dalam ibadah pelayanan berarti sudah masuk dalam kegelapan.
Mari tetap setia berkobar sehingga kita bisa menembusi kegelapan gantang--kita diberkati, dan hidup benar dan suci--, dan kegelapan tempat tidur--hidup dan nikah kita suci--, sampai bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Jaga firman dan perjamuan suci--menjelang malam. Ini yang membuat kita kuat teguh hati. Banyak tekanan yang membuat kita stres--sekolah setres, tidak sekolah stres, kerja stres, tidak kerja juga stres. Ini kenyataan yang terjadi. Tetapi jangan bermuka muram, jangan menyerah kalah. Untuk itu harus ada pembukaan firman dan pemecahan roti. Semua akan jadi baik dan wajah berseri.
Kita memang diizinkan menghadapi tekanan, supaya kita kuat teguh hati.

Jangankan di luar, di dalam rumah Tuhan sekarang banyak yang mengecewakan. Memang Tuhan izinkan, supaya kita kuat teguh hati dan semua akan menjadi baik.

Kemudian jaga Roh Kudus, supaya kegelapan gantang dan tempat tidur tidak bisa menguasai kita; kita tetap hidup dari Tuhan, pelita tetap menyala dan wajah tetap berseri.

Kalau digabung, jaga menjelang malam--firman--dan tengah malam--Roh Kudus--: firman dan Roh Kudus akan menjadi kedua sayap dari burung nasar yang besar; dua tangan kasih setia Tuhan yang besar.

Hasilnya:

  1. Mazmur 17: 7-8
    17:7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
    17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Yang pertama: dua sayap dari burung nasar yang besar menaungi/memeluk kita yang kecil dan tak berdaya--bagaikan biji mata-Nya sendiri.
    Artinya:


    1. Memelihara kita di tengah kesulitan dunia yang bertambah besar sampai zaman antikris.
    2. Melindungi kita dari pencobaan-pencobaan, celaka marabahaya yang datang sekonyong-konyong, dosa-dosa, ajaran palsu. Kita dilindungi sehingga kita selamat; tidak binasa.

      "Bertahun-tahun tidak ada masalah, tahu-tahu terjadi masalah. Sekarang semua tidak bisa ditebak. Karena itu kita tidak bisa sombong karena hanya selangkah jaraknya kita dengan maut."


    Jangan takut! Yang penting ada firman, kesucian, dan kuat teguh hati! Jangan pernah mundur atau menyalahkan siapapun, jangan membalas, tapi serahkan semua pada Tuhan, Dia yang akan menjadikan semua baik.

    Kemudian jaga Roh Kudus, jangan bosan dan mundur! Tetap semangat. Kalau bosan, pelita akan padam, celaka, akan masuk dalam kegelapan paling gelap.
    Kalau tetap setia, pelita akan tetap menyala.

    Yang masih dalam kesulitan, mohon tangan kasih setia Tuhan. Dia mampu mengadakan mujizat.


  2. Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Yang kedua: kedua sayap dari burung nasar yang besar menerbangkan kita melintasi badai lautan dunia--krisis dan masalah di segala bidang, bahkan kemustahilan.
    Artinya: tangan kasih setia Tuhan yang ajaib sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

    Tetap berjaga-jaga dalam firman dan Roh Kudus! Itu saja; kita hidup suci, setia berkobar, dan kuat teguh hati. Selanjutnya, dua tangan kasih setia Tuhan yang ajaib akan bekerja untuk menyelesaikan semua masalah dan meneduhkan semuanya--damai sejahtera, semua teduh/enak dan ringan, ada jaminan masa depan yang berhasil dan indah.

    Pegang janji Tuhan! Berjaga-jaga dalam bersekolah. Bekerja keras, tetapi lebih dari itu, kita berjaga-jaga untuk menyambut kedatangan Tuhan--jaga firman dan Roh Kudus. Biar tangan kasih setia Tuhan yang ajaib, yang bekerja bagi kita. Yang tidak bisa dijangkau dengan pikiran, bisa Tuhan jangkau dengan tangan kasih-Nya.

    Dua sayap dari burung nasar juga melintasi antikris, artinya menyingkirkan kita ke padang gurun jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Kita dipelihara langsung oleh Tuhan lewat firman dan perjamuan suci.


  3. Yesaya 40: 29-31
    40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
    40:30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
    40:31. tetapi orang-orang yang
    menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

    Yang ketiga: memberikan kekuatan ekstra untuk menantikan kedatangan Tuhan kedua kali.

    Kita tidak letih lesu, tersandung, terjatuh, dan binasa, tetapi diubahkan--diangkat oleh Tuhan--dari manusia daging menjadi manusia rohani, yaitu jujur. Itulah rumah doa. Kalau sudah menjadi rumah doa, Tuhan akan membela, menolong, dan melakukan segalanya bagi kita.

    Sampai kalau Tuhan datang kedua kali, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kedua sayap dari burung nasar mengangkat kita ke awan-awan, kita bertemu Tuhan selamanya; tidak ketinggalan.

Jaga firman--kesucian--dan Roh Kudus--tetap setia dalam ibadah pelayanan. Paksa daging supaya bisa mendapatkan kedua sayap dari burung nasar yang besar. Kalau itu ada, rasakan, lebih mudah dari membalik telapak tangan. Yang tidak bisa dijangkaupun, Tuhan bisa.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Juli 2018 - 02 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 15-16 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top