English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 April 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil, sama dengan penyebaran...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Juli 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Juni 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Persekutuan III Makassar, 05 September 2012 (Rabu Sore)
Disiarkan juga secara langsung untuk Ibadah Doa di Surabaya Salam sejahtera dalam kasih sayang...

Ibadah Raya Surabaya, 31 Januari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga untuk menyambut kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu:
ay. 45-47=...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 Mei 2017 (Rabu Malam)
Keluaran 12: 41-42
12:41. Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala...

Ibadah Kunjungan Batam III, 29 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 5:13
5:13 ôKamu adalah garam dunia....

Ibadah Raya Malang, 11 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-30, keadaan pada masa kedatangan Tuhan kedua kali:Terjadi kegoncangan dan kegelapan di...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Mei 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Mei 2012 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon

Matius 27
Dalam Tabernakel, ini terkena kepada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian artinya sekarang adalah...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 08 September 2009 (Selasa Siang)
Musa berpuasa di atas Gunung Sinai untuk menerima 2 hal, yaitu perintah untuk membangun Tabernekel...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 25 Mei 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Juni 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Matius 28 : 20b
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

INI TENTANG PENYERTAAN...

Ibadah Raya Malang, 02 Oktober 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Matius 28: 20b
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

INI TENTANG PENYERTAAN TUHAN.

Penyertaan Tuhan sampai kepada akhir zaman...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 23 November 2016 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

'gulungan kitab yang ada di dalam tangan kanan TUHAN, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', dalam perjanjian baru menunjuk pada logos atau firman Allah yang tertulis di dalam alkitab atau Kitab Suci.
Di dalam perjanjian lama, kitab Keluaran 20-23, firman Allah ditulis pada dua tempat: (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2016)

  1. Yang pertama: Keluaran 20: 1-17=> firman Allah ditulis pada dua loh batu.
    Sekarang artinya firman ditulis pada hati dan pikiran kita (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).


  2. Yang kedua: Keluaran 21-23=> firman Allah ditulis pada gulungan atau lembaran surat-surat.
    Sekarang artinya firman Allah ditulis dalam lembaran hidup kita--seluruh hidup kita/solah tingkah laku kita (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2016).

Praktik sehari-hari jika hati-pikiran dan seluruh hidup kita ditulisi firman Allah
(diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2016):

  1. Keluaran 21: 12-14
    Praktik pertama hati-pikiran dan seluruh hidup ditulisi firman: jangan membunuh!--hukum keenam pada dua loh batu--, artinya jangan membenci (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 09 November 2016).


  2. Keluaran 21: 15, 17
    Praktik kedua hati-pikiran dan seluruh hidup ditulisi firman: hukum kelima pada dua loh batu yaitu hormatilah ayahmu dan ibumu!--hukum kelima pada dua loh batu (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 November 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 16 November 2016).


  3. Keluaran 22: 1-15
    Praktik ketiga hati-pikiran dan seluruh hidup ditulisi firman: jangan mencuri!--hukum kedelapan pada dua loh batu (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 November 2016).

AD. 3 JANGAN MENCURI!

Keluaran 22: 1
22:1. "Apabila seseorang mencuri seekor lembu atau seekor domba dan membantainya atau menjualnya, maka ia harus membayar gantinya, yakni lima ekor lembu ganti lembu itu dan empat ekor domba ganti domba itu.

Ada tiga hal yang dicuri di dalam rumah TUHAN--kita harus hati-hati--: (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 November 2016) sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 November 2016)

  1. Persepuluhan dan persembahan khusus.
  2. Firman TUHAN.
  3. Ibadah pelayanan dan penyembahan kepada TUHAN.

Mengapa kita harus beribadah melayani dan menyembah kepada TUHAN? Sebab ibadah pelayanan dan penyembahan merupakan hak TUHAN atas kita dan kewajiban kita kepada TUHAN; karena Dia sudah menebus dan membeli kita semua.

Kalau hanya untuk kerja, jadi sarjana, profesor, tidak perlu ditebus dengan darah. Kita ditebus dengan darah Yesus, supaya bisa beribadah melayani dan menyembah kepada TUHAN. Ini merupakan hak TUHAN atas hidup kita dan kewajiban kita kepada TUHAN.

Keluaran 20: 4-5 => tentang ibadah pelayanan dan penyembahan.
20:4. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Di dalam ibadah pelayanan dan penyembahan, TUHAN menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang cemburu. Ini harus diperhatikan! Tidak boleh main-main dalam ibadah pelayanan!

TUHAN sebagai Allah yang cemburu, artinya:

  1. Ibadah pelayanan dan penyembahan adalah milik TUHAN yang tidak bisa diganggu gugat--tidak boleh ditukar/diganti dengan apapun--, jangan diotak-atik; seperti suami dengan isteri. Suami adalah milik isteri, dan isteri milik suami. Tidak boleh diganggu gugat. Kalau suami diganggu orang lain, isteri cemburu, begitu juga kalau istri digoda-goda orang lain, suami cemburu.


  2. Jika kita lalai--tidak setia dalam ibadah pelayanan penyembahan kepada TUHAN, bahkan meninggalkan ibadah pelayanan--, kita akan berhadapan dengan TUHAN yang cemburu--cemburunya TUHAN itu seperti api neraka. Luar biasa! Kita menghadapi TUHAN yang cemburu bagaikan nyala api neraka. Kita harus hati-hati.

    Ibadah pelayanan tidak boleh diganti-ganti! Kalau lalai, akan berhadapan dengan Allah yang cemburu bagaikan nyala api neraka.

Kita harus sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Banyak percurian hari-hari ini, dia tidak sadar kalau dia berhadapan dengan Allah yang cemburu. Kalau jam-jam ibadah kita gunakan untuk yang lain, Allah cemburu.

Kidung Agung 8: 6
8:6. --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

(terjemahan lama)
8:6. Taruhlah akan daku dalam hatimu bagaikan meterai, bagaikan meterai pada lenganmu; karena kuat kasih itu seperti kuat maut, dan
cemburuan itu hebat seperti alam barzakh, nyalanya seperti nyala api, seperti halilintar Tuhan.

'cemburuan itu hebat seperti alam barzakh' = seperti nyala api neraka.
Meterai itu ada unsur janji. Jadi, ibadah melayani dan menyembah TUHAN sama dengan mengadakan perjanjian dengan TUHAN--teken kontrak dengan TUHAN. Luar biasa!
Dan TUHAN tidak akan pernah menipu kita. Kalau manusia, meski sudah ada meterai, masih bisa menggugat--pakai pengacara dan lain-lain.

Saat-saat beribadah melayani dan menyembah TUHAN, itu merupakan saat-saat di mana kita mengadakan perjanjian--teken kontrak--dengan TUHAN baik untuk hidup kita sekarang di dunia, termasuk masa depan sampai hidup kekal. Sungguh-sungguh, perjuangkan ibadah!

Teken kontrak dengan bupati saja kita bisa cerita-cerita, apalagi dengan TUHAN. Karena itu kita harus bersaksi kalau kita bisa teken kontrak dengan TUHAN; merasakan bagaimana TUHAN bekerja untuk hidup sekarang, masa depan, sampai hidup kekal.

Tetapi hati-hati! Di samping meterai, ada cemburu TUHAN yang seperti alam barzakh--seperti nyala api neraka.
Jadi, kalau hamba TUHAN/pelayan TUHAN mengingkari janjinya/kontraknya/lalai--tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan dan penyembahan kepada TUHAN--ia akan berhadapan dengan TUHAN yang cemburu seperti nyala api. Ini sama dengan memasukkan dirinya ke dalam nyala api neraka--lautan api belerang-- dan binasa selamanya; lepas dari tanggung jawab dan janji TUHAN.

Saat-saat teken kontrak dengan TUHAN adalah saat kita ditahbiskan menjadi hamba/pelayan TUHAN--zangkoor, musik, tim doa, dan lain-lain. Kalau mengingkari, kita akan berhadapan dengan Allah yang cemburu. Bukan TUHAN yang salah, tetapi kita sendiri yang memasukkan diri ke dalam nyala api neraka; lepas dari perjanjian dengan TUHAN; lepas dari tanggung jawab TUHAN.

Sebaliknya, kalau hamba/pelayan TUHAN setia dalam ibadah pelayanan, sampai setia dalam penyembahan kepada TUHAN--puncaknya--, kita akan semakin dimeteraikan; perjanjiannya tambah kuat.
TUHAN itu adil.
Kalau mengingkari kontrak, kita berhadapan dengan TUHAN yang cemburu dan memasukkan diri kita ke dalam nyala api neraka. Tapi kalau setia, sampai puncaknya setia dalam penyembahan, maka kita dimeteraikan di dada TUHAN--hati TUHAN--dan lengan-Nya--tangan TUHAN.

'Kidung Agung 8: 6: Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu'= di dada dan di lengan= seperti bayi dalam pelukan tangan TUHAN dengan kasih sekuat maut--kasih dari Joljuta. Dia rela mati sampai berteriak: "Sudah selesai!"
Artinya: mautpun tidak bisa merebut kita.

Jangan ragu! Jangankan penyakit atau masalah datang, maut datangpun, Dia tidak lari, Dia rela mati untuk kita. Ini pembelaan TUHAN untuk kita yang mau teken kontrak sungguh-sungguh dengan Dia. Luar biasa!

"Dulu tahun berapa terjadi di Surabaya, bagaimana seorang bayi digendong, kemudian ibunya dijambret dan dibacok dari depan. Ibunya otomatis berbalik untuk melindungi bayinya sehingga punggungnya yang kena, tapi bayinya selamat."

Itu kasih ibu, tetapi masih lemah, karena ada ibu yang membuang anaknya. Tetapi itulah gambaran kasih ibu bagaimana dia melindungi bayinya. Kalau Yesus, Dia sudah membuktikan dengan mati di kayu salib, supaya maut tidak bisa menerjang bayi-bayi dalam gendongan-Nya. Sungguh-sungguh perjuangkan ibadah! Bayi itu tidak bisa berbuat apa-apa. Dia yang bekerja sampai menembusi alam maut dan kita tinggal memetik hasilnya.

Hasilnya:

  1. Tangan TUHAN dengan kasih sekuat maut sanggup melepaskan kita yang tidak berdaya dari maut dosa sampai puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
    Ini yang sekarang menghantam kita.

    Sekalipun kita kaya atau pinntar, kalau tidak ibadah, tidak ada yang melindungi dari maut dosa. Sebaliknya sekalipun kita sederhana, kalau tetap dalam gendongan tangan TUHAN dan memperhatikan ibadah pelayanan, maut dosa tidak akan bisa menerjang kita.

    Lepas dari maut dosa, artinya: kita bisa sadar akan dosa, menyesali dan mengaku dosa. Siapa yang tidak berbuat dosa? Tetapi kalau digendong TUHAN, dosa yang baru tidak bisa datang, dan dosa yang lama kita sadari, sesali dan akui kepada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita hidup dalam kebenaran, sehingga menjadi senjata kebenaran--imam-imam dan raja-raja.

    Benar dulu--dibenarkan dulu--, baru bisa dipakai menjadi senjata kebenaran sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita. Ini teken kontrak dengan TUHAN.

    Tahbisan itu kekuatan.

    "Saya dengar kesaksian Pdt. Pong almarhum mau lari saat baru-baru di Surabaya, tetapi beliau ingat: "Aku ditahbiskan di sini." Dulu saya sebagai domba hanya menyimak. Setelah di Malang, saya mengalami: "Ah, tidak mau aku di sini, aku pergi saja." Waktu saya diundang ada pernikahan seorang pengerja di Jawa Tengah , saya berdoa: "TUHAN, pindahkan saya di sini! Aku tidak mau lagi ke Malang." Isteri saya tidak tahu. Tetapi setelah saya pulang, saya ingat kesaksian om Pong: Aku ditahbiskan disini. Nah..saya kuat, saya harus bertahan. Timbul kesombongan: 'Kalau ini mengajar jadi dosen, guru, mungkin sudah aku tinggalkan. Tidak mau aku. Cari tempat lain, aku pasti diterima.' Tetapi ini tahbisan."

    Mari, teken kontrak dengan TUHAN!

    Mengapa harus imam dan raja--teken kontrak--? Bukan dipersulit--besok ujian tapi sekarang harus melayani--, tetapi kalau kita diangkat sebagai imam dan raja, kita dipindahkan dari suasana dunia ke suasana Firdaus, karena penghuni Firdaus dan kerajaan sorga adalah imam dan raja. Jangan salah paham!

    Wahyu 20: 6
    20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

    Untuk mengangkat kita menjadi senjata kebenaran supaya tidak diterjang dosa, Yesus harus mati. Semua dosa Dia selesaikan dan Dia memeluk kita malam ini dengan tangan kasih sekuat maut. Jangan dihantam maut dan dipakai senjata dosa, tetapi senjata kebenaran, supaya kita jangan bersuasana dunia dan binasa bersama dunia, tetapi bersuasana Firdaus, bahkan sampai menjadi penghuni Firdaus dan masuk ke Yerusalem baru.
    Mari, yang belum melayani, berdoa!

    Wahyu 22: 3, 5
    22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    22:5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

    Lewat ibadah pelayanan dan penyembahan, kita dipeluk TUHAN dengan tangan kasih sekuat maut. Jangankan pencobaan, mautpun tidak bisa menembusi kita. Luar biasa!


  2. Tangan TUHAN dengan kasih sekuat maut sanggup melepaskan kita dari maut antikris--antikris menganiaya, membunuh, menyengsarakan.
    Kidung Agung 8: 7
    8:7. Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

    Begitu dimeteraikan di dada dan tangan TUHAN--dipeluk dalam tangan kasih sekuat maut--sungai-sungai tidak bisa menghanyutkan.
    Sungai-sungai= antikris.

    Wahhyu 12: 15-16
    12:15. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
    12:16. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.

    Mulut antikris menyemburkan air sebesar sungai untuk menghanyutkan kita. Nanti bumi ini yang menampung kemarahan antikris, tetapi kita yang berada dalam pelukan tangan TUHAN tidak bisa dihanyutkan.

    Air sebesar sungai keluar dari mulut antikris=


    • Maut antikris lewat krisis ekonomi. Biarpun orang memberi harta benda rumahnya untuk cinta, kasih TUHAN yang sekuat maut tidak bisa ditukar dengan apapun. Pertahankan! Nanti antikris memakai krisis ekonomi untuk menarik kita mendapatkan harta benda dunia tetapi melepaskan TUHAN.

      Kaum muda, pertahankan kasih Yesus sekuat maut, jangan ditukar dengan harta benda atau apapun di dunia ini yang fana dan binasa!


    • Aniaya antikris, ajaran dan penyembahan palsu.


    Ini semua air sebesar sungai untuk menghanyutkan.

    Jadi, tangan TUHAN dengan kasih sekuat maut sanggup melepaskan kita dari maut antikris, artinya:


    • Sanggup memelihara kita di tengah krisis dan kesulitan dunia, sampai masa antikris berkuasa di bumi 3,5 tahun--puncak krisis.
      Tugas kita hanya teken kontrak: setia dalam ibadah pelayanan, jangan ingkari kontrak dengan TUHAN! Selanjutnya Dia yang menggendong kita apapun yang kita hadapi.

      Jangan kendor! Semangat terus! Mau jadi apa kita kalau lepas dari tangan TUHAN? Lepas dari ibadah, berarti lepas dari tangan TUHAN! Kita hanya bayi-bayi, tidak akan mampu menghadapi antikris.


    • Sanggup melepaskan kita dari aniaya antikris yang berkuasa di bumi. Kita disingkirkan ke padang gurun selama 3,5 tahun.
    • Sanggup memberikan kekuatan ekstra sehingga kita tetap berpegang teguh pada ajaran yang benar dan penyembahan yang benar.
      Hari-hari ini, ini yang digoyang. Kalau ajarannya palsu, penyembahannya juga palsu.

      Seperti yang dihadapi oleh Daniel--harus menyembah raja--, Sadrakh, Mesakh, Abednego--harus menyembah patung. Tetapi mereka tidak mau sampai mereka dipermuliakan bersama TUHAN.


  3. Tangan TUHAN dengan kasih sekuat maut sanggup melepaskan kita dari maut neraka--nyala api neraka; lautan api belerang.
    Wahyu 21: 5-6
    21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
    21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

    Kalau kita sudah lepas dari neraka, berarti kita ada di Yerualem baru--kerajaan sorga.

    Tadi, dosa sudah diselesaikan di kayu salib sehingga kita bisa hidup benar dan menjadi senjata kebenaran--mulai teken kontrak dengan TUHAN; kita mulai berpindah ke suasana Firdaus dan sorga.
    Sudah enak, tetapi antikris masih menghantam. Kita tetap dilindungi, sampai benar-benar menjadi penghuni kerajaan Seribu Tahun damai dan kerajaan sorga.

    'semua telah terjadi'= 'sudah selesai!'= dari kayu salib sampai di Yerusalem baru.

    Mari, malam ini kita selesaikan dosa! Kita mulai merasakan, dari banyak air mata mulai mengarah ke arah yang baik--suasana sorga. Harus merasakan!
    Tetapi setan tahu, sehingga kita dihantam lewat antikris. Tetap bertahan--dipeluk oleh TUHAN--sampai di Yerusalem baru, di mana maut dan neraka tidak bisa menjamah kita.

    Kita mengalami pembaharuan--menjadi penghuni Yerusalem baru--sampai 'sudah selesai!' Semua baru. Tidak ada yang lama.

    Jadi, tangan TUHAN dengan kasih sekuat maut sanggup membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Apa yang dibaharui? Hati yang bimbang.
    Hati yang bimbang gampang tenggelam.
    Bukti kita tidak tenggelam dan sedang menuju ke Yerusalem baru sampai sempurna adalah hati yang bimbang dibaharui.

    Matius 14: 28-32
    14:28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Begitu takut dan bimbang, Petrus mulai tenggelam.
    Pada akhir zaman, kita juga mengalami seperti yang dialami oleh Petrus yaitu kita menghadapi angin ribut dan gelombang yang menghantam kapal hidup kita--pribadi, nikah dan buah nikah, dan semua aspek hidup kita--lewat dosa, pencobaan, ajaran palsu.
    Untuk apa? Untuk membuat kita bimbang dan gugur dari iman--tidak percaya pada TUHAN--; tenggelam di lautan dunia, sampai lautan api belerang selamanya.

    Yang harus digaris bawahi: Petrus adalah hamba TUHAN yang hebat, tetapi hampir tenggelam karena dia bimbang, sebab dia menggunakan kekuatan , perasaan dan logika sendiri. Kalau menggunakan kekuatan, logika dan perasaan sendiri, kita akan bimbang; mau praktik firman: "Wah, tidak bisa, nanti begini." Bukan bayi lagi.

    "Yang pernah naik kapal, di tengah laut bukan indah-indah: kalau tenggelam, mau ke mana? Tidak ada ujungnya. Saya dulu sering naik kapal, ikut ibadah persekutuan. Jangan bilang enak-enak! Lihat laut apalagi di malam hari, lumayan juga kalau pakai pikiran. Kalau bayi, enak-enak saja. Seringkali kita bukan bayi lagi--merasa kuat, pintar--, akhirnya bimbang dan tenggelam di lautan dunia, sampai di lautan api neraka."

    Tetapi ini baiknya TUHAN. Dia mengizinkan Petrus hampir tenggelam--kalau malam ini kita merosot semua, itu adalah kebaikan TUHAN--, supaya Petrus--kita--otomatis mengulurkan tangan, jangan memakai kekuatan sendiri, tetapi menyerah kepada TUHAN. Otomatis mulut berseru--menyembah dengan hancur hati: "Yesus, tolong!" Kalau tidak tenggelam--enak terus--, kapan mau hancur hati?

    Malam ini, kalau ada sesuatu, ulurkan tangan kepada TUHAN dan Dia akan mengulurkan tangan dengan kasih sekuat maut untuk mengangkat kita dan membuat semua teduh.
    Artinya:


    • Membuat kita mengalami damai sejahtera.
      Malam ini, jangan bimbang, jangan goyah! Ulurkan tangan, berseru kepada Yesus sampai damai sejahtera--tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan, tetapi hanya merasakan mengasihi TUHAN: "Terserah TUHAN, tidak mungkin TUHAN melakukan yang tidak baik."

      Kalau damai, semua menjadi enak dan ringan; semua berhasil dan indah pada waktunya; semua selesai di bumi ini.


    • Semua selesai pada waktunya di Yerusalem baru saat TUHAN datang kembali kedua kali. Kita diubahkan sampai sempurna seperti Dia. Kita berada di takhta sorga di mana gulungan kitab itu berada. Kalau sekarang kita di bumi ditulisi firman dari takhta sorga, nanti kita kembali ke sana.

Mari, berseru kepada TUHAN! Apapun kedaan kita, ulurkan tangan dan berseru kepada TUHAN. Kita hanya bayi yang tidak berdaya.
Tangn kasih sekuat maut yang dibuktikan di Golgota sanggup menjangkau kita semua.

Yang sudah berhasil, jangan sombong, jangan tunggu tenggelam, tetapi sekarang berseru dengan hancur hati: 'Saya tidak mampu, TUHAN, saya tetap bai yang tidak bisa apa-apa, TUHAN tolong.'
Yang hampir tenggelam, kesempatan malam ini, TUHAN menolong kita semua.

Cukup Dia seorang diri di kayu salib, semua akan selesai. Jangan bimbang lagi, tetapi percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN. Kalau tidak ada yang mau tahu, kesempatan, Dia seorang diri dan kita seorang diri; kita berseru kepada Dia.
Apa saja yang mulai tenggelam--jasmani, rohani, nikah dan buah nikah--, berseru kepada TUHAN! Yang sudah enak, jangna sombong, angin gelombang datang sekonyong-konyong, tetap berseru: 'Pegang saya, peluk saya, TUHAN dengan tangan kasih sekuat maut.'

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top