English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Maret 2010 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding.

Matius 6:11-13, kita membutuhkan kelepasan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 29 September 2017 (Jumat Malam)
Mazmur 27: 7-14
27:7. Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
27:8. Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 April 2012 (Selasa Sore)
(Ibadah Doa dialihkan pada hari Kamis, 19 April 2012)

Ibadah Kunjungan di Ciawi II, 16 Januari 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Agustus 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 16 Januari 2013 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 3 berbicara tentang 3 pengalaman utama...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Mei 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:26-27
14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 02 Februari 2016 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:2
2:2 lalu mengandunglah ia dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Oktober 2012 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Matius 27 ini tentang 7 PERCIKAN DARAH DIATAS TABUT PERJANJIAN, itu menunjuk SENGSARA/KEMATIAN BERSAMA YESUS.

Matius 28 secara keseluruhan dalam tabernakel...

Ibadah Doa Surabaya, 13 April 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 16 Maret 2018 (Jumat Malam)
Bilangan 19:1-22 => air pentahiran
19:1. TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:
19:2. "Inilah ketetapan hukum yang diperintahkan TUHAN dengan...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Juni 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:5
1:5 dan dari Yesus Kristus,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Januari 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Tiap jemaat yang mau disucikan, ada janji Tuhan.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah
:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015).

AD. 4. SIDANG JEMAAT TIATIRA

Wahyu 2: 18-21
2:18 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:
2:19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan
wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
2:21 Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.


Yesus tampil dalam dua wujud kepada jemaat Tiatira:

  1. 'mata-Nya bagaikan nyala api'= penyucian sampai ke bagian yang dalam (bukan yang di luar saja).
  2. 'kaki-Nya bagaikan tembaga'.
    Tembaga menunjuk pada penghukuman atau penghakiman.

Wahyu 2: 23
2:23 Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.

Jika digabung, Yesus tampil dalam dua wujud, yaitu mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga, arrtinya Yesus tampil untuk MENGUJI/MENYUCIKAN HATI DAN PIKIRAN, BAHKAN SAMPAI PIKIRAN TERDALAM (GINJAL) dari sidang jemaat Tiatira.

Mengapa Yesus menyucikan hati dan pikiran sampai pikiran terdalam dari sidang jemaat Tiatira?:

  1. Wahyu 2: 19
    2:19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu(1) maupun imanmu(2), baik pelayananmu(3) maupun ketekunanmu(4). Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama(5).

    = 5 kelebihan dari sidang jemaat Tiatira.
    Yang pertama: Yesus menyucikan hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam supaya sidang jemaat Tiatira/kita semua tidak membanggakan/menyombongkan kelebihan-kelebihan yang ada pada kita (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015).
    Kalau sombong, kita akan jatuh seperti setan.

    Juga, supaya kita tidak kecewa/putus asa jika masih ada kekurangan dan kelemahan. Kita tidak mau tinggal di dalam kekurangan dan kelemahan, tetapi menyerahkan semua ke dalam tangan Tuhan, supaya Tuhan yang menyucikan.


  2. Wahyu 2: 20-24
    2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
    2:21 Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.
    2:22 Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.
    2:23 Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.
    2:24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut
    seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

    'Aku mencela engkau' = sidang jemaat Tiatira memang ada kelebihan, tetapi masih ada cacat cela.

    Yang kedua: Yesus menyucikan hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam supaya sidang jemaat Tiatira disucikan dari ajaran-ajaran palsu.

Malam ini, kita mempelajari yang kedua: DISUCIKAN DARI AJARAN-AJARAN PALSU.
Ada dua macam ajaran palsu di Tiatira:

  1. Wahyu 2: 20-22
    2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
    2:21 Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.
    2:22 Lihatlah, Aku akan
    melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.

    Ajaran palsu yang pertama: ajaran Izebel.
    Ajaran Izebel adalah ajaran palsu yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki di dalam ibadah maupun di dalam nikah.
    Kalau terjadi dalam ibadah, pasti terjadi juga di dalam nikah; sebab, ibadah dan nikah tidak bisa dipisahkan (dua perkara ini merupakan dua rahasia besar).

    1 Timotius 2: 11-14
    2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
    2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
    2:13
    Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
    2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan
    perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

    Perikop: sikap orang laki-laki dan perempuan dalam ibadah (termasuk dalam nikah).

    Ajaran yang benar = pengajaran Mempelai, yaitu wanita tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki di dalam ibadah maupun di dalam nikah.

    [Ayat 13] 'Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa' = dikaitkan dengan kejatuhan Hawa, 'semua buah pohon di dalam taman boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat'.
    Artinya, wanita boleh melayani apa saja, kecuali satu, yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah dimana ada laki-laki.

    Wanita harus berdiam diri jika ada laki-laki dalam ibadah atau nikah, artinya wanita menempatkan laki-laki sebagai kepala dari wanita (isteri menempatkan suami sebagai kepala dari isteri), sehingga Yesus menjadi Kepala di dalam ibadah dan nikah rumah tangga.

    Susunan yang benar: wanita => laki-laki sebagai kepala dari wanita => Yesus sebagai Kepala dalam ibadah dan nikah rumah tangga.

    1 Korintus 11: 2-3
    11:2 Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.
    11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

    'teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu' = jika kita berpegang kepada pengajaran yang benar, maka ini harus berlaku, yaitu wanita menempatkan laki-laki sebagai kepala dalam ibadah/menempatkan suami sebagai kepala dalam nikah, sehingga Yesus menjadi Kepala dalam ibadah dan nikah rumah tangga.

    Yesus sebagai Kepala artinya, Yesus sebagai Imam Besar/Mempelai Pria Surga bertanggung jawab dalam ibadah pelayanan dan nikah rumah tangga kita.

    Jadi, ajaran Izebel yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki di dalam ibadah dan nikah, berarti wanita menjadi kepala dari laki-laki dalam ibadah dan isteri menjadi kepala dari suami dalam nikah, sehingga Yesus tidak menjadi Kepala di dalam ibadah dan dalam nikah rumah tangga.

    Di sini, dikaitkan dengan kejatuhan Hawa karena ia mengikuti ular.
    Artinya: kalau Yesus tidak menjadi kepala (wanita mau mengajar dan memerintah laki-laki), maka:


    • wanita menempatkan ular sebagai kepala di dalam ibadah pelayanan dan nikah rumah tangga,
    • wanita memberi makan buah terlarang kepada laki-laki (suami/sidang jemaat).
      Setelah Hawa makan buah yang dilarang oleh Tuhan, ia memberikannya juga kepada Adam.


    Akibatnya: terjadi ketelanjangan di dalam nikah dan ibadah pelayanan. Kita harus hati-hati!

    Banyak yang tidak bisa menerima pengajaran yang benar ini.
    Sebab itu, kita harus mengalami penyucian sampai penyucian pikiran terdalam (ginjal), supaya kita bisa menerima pengajaran benar/pengajaran Mempelai.

    Kesimpulan: AJARAN IZEBEL SANGAT BERTENTANGAN DENGAN PENGAJARAN MEMPELAI.

    Pengajaran Mempelai jelas menempatkan laki-laki sebagai kepala dari wanita/isteri, supaya Yesus menjadi Kepala; tetapi ajaran Izebel malah menempatkan wanita sebagai kepala. Ini sangat bertentangan.

    Banyak perdebatan soal wanita mengajar dan memerintah laki-laki, salah satunya, orang mengatakan tentang Debora. Memang, dalam Perjanjian Lama, Debora diangkat sebagai hakim. Tetapi, dalam Perjanjian Baru sudah digenapkan, yaitu wanita tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Dalam Perjanjian Baru, pahlawan iman yang disebut adalah Barak, bukan Debora.

    Dua saksi di dalam Perjanjian Baru, yaitu:


    • Ibrani 11: 32
      11:32 Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,

      Perikop: Saksi-saksi iman.

      Saksi pertama: Barak.
      Barak dan Debora sama-sama berperang, tetapi yang disebut sebagai saksi iman adalah Barak, bukan Debora. Di dalam kitab 1 Samuel, juga ditulis, Barak yang diutus oleh Tuhan.


    • Saksi kedua: sudah digenapkan dalam 1 Timotius 2: 11-14, yaitu wanita tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki.


    Jadi, Perjanjian Lama adalah nubuat yang sudah digenapkan dalam Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Lama, disebutkan tidak boleh makan binatang haram, salah satunya, tidak boleh makan babi. Tetapi, dalam Perjanjian Baru sudah digenapkan oleh Yesus, bahwa makanan yang masuk ke dalam mulut yang sudah diterima dengan ucapan syukur dan doa, semuanya adalah halal, tetapi yang keluar dari mulut yang seringkali haram, sebab ada dusta, dan lain-lain.

    "Jadi, jangan diambil sepotong-sepotong. Kalau soal makanan, yang diambil Perjanjian Baru, binatang haram boleh dimakan; kalau soal pelayanan, yang diambil Perjanjian Lama, diambil Debora. Tidak boleh begitu. Kita harus melakukan semua yang sudah digenapkan. Lebih parah lagi, misalnya, suami berkata pada isterinya, 'kamu boleh khotbah, tetapi saya kawin lagi', karena dalam Perjanjian Lama boleh memiliki isteri lebih dari satu.'"

    Roma 16: 1-2
    16:1 Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea,
    16:2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri.

    Ada lagi yang menyebut soal Febe di Perjanjian Baru.
    'melayani jemaat di Kengkrea' = Febe melayani jemaat di Kengkrea, bukan disebut menjadi gembala.
    Kemarin, di dalam Kisah Para Rasul, disebutkan 'kamu diangkat menjadi penilik jemaat'; penilik jemaat artinya gembala. Ini berbeda dengan Febe.

    Kesaksian:
    "Dulu, waktu saya masih menjadi pengerja, saya juga ditanya oleh orang, salah satunya Bapak Doktor Nene Ramientos. Saat itu saya mengantarkan bersama kaum muda ke Pacet, Trawas. Mereka bilang, 'ini hamba Tuhan'. Beliau bertanya, 'melayani di mana?' Karena saya adalah pengerja di Johor dan Lemah Putro, maka saya katakan, 'saya melayani jemaat di Johor dan Lemah Putro'. Tetapi jangan ditafsirkan saya sebagai gembala, karena waktu itu gembalanya adalah Om Pong. Tugas saya hanya mengepel gereja, tetapi melayani."

    Ayat 2 = pelayanan dari Febe adalah memberi bantuan kepada orang-orang kudus untuk pekerjaan Tuhan.

    Lukas 8: 1-3
    8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
    8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
    8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini
    melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

    Susunan dalam melayani Tuhan:


    • Kelompok I yaitu 'Kedua belas murid-Nya' = laki-laki semua Ini yang ditugaskan oleh Tuhan untuk memberitakan injil dan mengajar dari desa dan kota-kota, sama seperti yang dilakukan oleh Tuhan sendiri (12 murid ini membantu Tuhan untuk mengajar dan memberikan injil).


    • Kelompok II yaitu 'beberapa orang perempuan' = wanita juga melayani.
      Jadi, tidak ada diskriminasi, hanya laki-laki saja yang melayani. Tidak! Bukan hanya pria atau wanita saja, tetapi juga orang-orang yang sudah najis dan dirasuk tujuh roh setan, jika mau bertobat, maka dipakai juga oleh Tuhan.

      [ayat 3] Perempuan-perempuan ini melayani Yesus dengan kekayaan mereka, sama seperti Febe yang memberi bantuan untuk pekerjaan Tuhan.


    Jadi, Alkitab jangan ditafsirkan! Kalau ditafsirkan, hanya yang cocok bagi daging kita saja yang diambil. Seperti contoh, soal makan babi. Kalau soal makanan, yang diambil Perjanjian Baru/yang sudah digenapi, tetapi kalau soal wanita mengajar, yang diambil Debora (Perjanjian Lama). Ini namanya ditafsirkan. Kalau firman dibukakan, maka semuanya berlaku.

    "Ada juga disebutkan, di Korintus ada wanita berkuasa. Kalau soal wanita berkuasa dikatakan hanya di Korintus, padahal di Surabaya dan Malang banyak juga. Tetapi, kalau berkat Tuhan dikatakan mencakup semuanya. Contohnya, sidang jemaat Kolose diberkati, 'oh, kita juga diberkati', tetapi kalau soal wanita berkuasa, 'oh, itu hanya berlaku di Korintus saja, kita tidak berlaku.' Kok enak sekali. Itu namanya tafsiran-tafsiran yang sesuai dengan kehendak daging kita."


  2. Wahyu 2: 24
    2:24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

    'tidak mengikuti ajaran itu' = tidak mengikuti ajaran Izebel; ini yang disucikan.

    Ajaran palsu yang kedua: ajaran setan-setan, yaitu ajaran palsu yang mempelajari tentang seluk-beluk setan (okultisme, cara menghadapi setan dan lain-lain), sampai mempelajari tentang rumahnya setan (neraka). Ini sekarang yang sedang trend.
    Kalau mempelajari pengajaran Tabernakel dan pengajaran Mempelai dianggap taurat, kuno atau porno.

    AJARAN SETAN-SETAN SANGAT BERTENTANGAN DENGAN PENGAJARAN TABERNAKEL (pengajaran tentang Kerajaan Sorga/Rumah Tuhan).

    Kalau kita mempelajari rumah setan, maka roh setan yang masuk. Tetapi, kalau mempelajari Rumah Tuhan, maka Roh Tuhan yang masuk. Sebab, setiap pengajaran ada rohnya.

AKIBAT DARI AJARAN PALSU:
Wahyu 2: 21-23
2:21 Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.
2:22 Lihatlah, Aku akan
melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.
2:23 Dan
anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.

'tidak mau bertobat' = ini bahayanya jika menerima ajaran palsu, yaitu tidak mau bertobat, sampai tidak bisa bertobat.

Setiap pengajaran ada rohnya = ada stempel/capnya. Kalau kita menerima ajaran palsu, maka kita menerima roh setan (roh palsu) dan cap/meterai dari nabi palsu = diselar dengan besi panas dan cap itu tidak bisa hilang.

"Dulu, saya tidak mengerti, di tempat penjualan sapi di desa, saya melihat di salah satu bagian tubuh sapi, bulunya seperti tenggelam/seperti dicukur, ada yang berbentuk bulat, dan ada garis di tengahnya. Ternyata itu diselar dengan besi panas/dimeterai. Kalau di Timotius, disebutkan dahi dimeterai/diselar dengan besi panas. Ini tidak bisa hilang. Tidak mau bertobat, bahkan tidak bisa bertobat."

Jadi, setiap kehidupan yang menerima ajaran palsu, maka ia menerima roh setan/roh palsu dan menerima cap/meterai nabi palsu, seperti diselar dengan besi panas, sehingga ia tidak mau bertobat, bahkan tidak bisa bertobat, jika bukan kemurahan Tuhan.

"Guru dan gembala saya, Bapak Pendeta Pong Dongalemba selalu mengatakan, 'kalau bukan kemurahan Tuhan, sulit untuk kembali lagi.' Kita harus hati-hati! Jangan coba-coba! 'Saya kuat', jangan! Sebab tidak bisa kembali lagi. Prinsip saya, mulai dari Hawa sampai Salomo. Salomo yang hikmatnya hebat, juga tidak bisa, lama-lama dia juga dicap. Awalnya mendengar dari isterinya, mungkin dia hanya tertawa dan berkata 'itu salah', tetapi lama-lama secara tidak sadar dia juga dicap dan dia tidak bisa kembali lagi, bahkan di akhir hidupnya dia meninggalkan Tuhan dan berpaling pada ajaran lain."

Kesaksian:
"Seseorang yang dekat dengan saya bersaksi pada saya, sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu. Dia mengikuti suatu ibadah, pulangnya dia tertawa pada saya, 'waduh, apa itu? Kok bisa begitu? Kok tidak masuk akal begitu?' Saya katakan, 'jangan, kalau sudah tahu begitu, jangan'. Tetapi dia bilang, 'oh, tidak apa-apa, saya sungkan karena diajak bos saya terus, maka saya harus mendampingi.' Tetapi lama-lama, justru dia menentang pengajaran Tabernakel dan Mempelai. Dia tidak mau sama sekali. Tetapi bersyukur, Tuhan masih tolong. Dalam suatu kebaktian kunjungan, dia ikut dan di sana dia ditangkap lagi oleh firman dan dia bisa terlepas. Sungguh-sungguh, saya ingat bagaimana dia menertawakan, saya nasihati 'jangan, kita tidak kuat'. Tetapi dia bilang, 'tidak apa-apa'. Akhirnya, dia benar-benar melawan dan tidak mau datang ibadah. Malah, kalau gereja selesai jam 9.30, dia baru datang jam 9.30 untuk memperlihatkan bahwa dia tidak mau datang. Tetapi untunglah dalam suatu kebaktian kunjungan, dia mendengar firman satu kali dan dia dilepaskan. Ini hanya kemurahan Tuhan saja. Kalau tidak, maka tidak bisa. Sudah bertahun-tahun tidak mau, bahkan mengata-ngatai pengajaran benar."

Kita hati-hati terhadap ajaran palsu.
Akibat dari ajaran palsu:
Wahyu 2: 22-23
2:22 Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.
2:23 Dan
anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.

  1. Akibat dari ajaran palsu yang pertama: 'Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit'.
    Ini terutama sakit yang rohani. Kalau di Alkitab, sakit di ranjang/di tilam, menunjuk pada kelumpuhan, artinya jatuh dalam puncak dosa, yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.

    Dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
    Dosa kawin-mengawinkan: dosa seks sampai nikah yang salah (peselingkuhan, kawin campur, kawin cerai sampai seks bebas).

    Ini mengarah pada Babel/gereja palsu yang akan dibinasakan.
    Jika pengajaran dan ibadahnya salah, pasti nikahnya juga salah, karena ibadah dan nikah adalah satu, tidak bisa dipisahkan.

    "Lempin-El Kristus Ajaib perhatikan! Kalau ajaran yang kita ajarkan salah, ibadahnya salah, pasti nanti nikahnya salah juga, memberkati nikah yang salah juga."

    Kalau ibadah, ajaran dantahbisan benar, tidak akan mau nikah yang salah, apapun resikonya, tidak ada kompromi sedikitpun.


  2. Akibat dari ajaran palsu yang kedua: 'anak-anaknya akan Kumatikan'.
    Artinya:


    • mati rohani/kering rohani = tidak puas dalam nikah dan ibadah, sehingga mencari kepuasan-kepuasan daging/duniawi, atau sebaliknya, kepuasan dunia/cara-cara dunia dimasukkan ke dalam ibadah pelayanan (cara menyanyi, cara penataan lampu), sehingga semua menjadi serupa dengan dunia.
      Dunia sedang binasa, berarti kehidupan yang mati rohani juga sedang lenyap/hancur lebur bersama dunia.


    • Hidup dalam dosa, bahkan menikmati dosa sampai puncaknya dosa, sehingga tidak mau bertobat, malah menyalahkan orang lain = tidak bisa bertobat lagi dan menjadi sama dengan setan yang akan dibinasakan.
      Setan tidak bisa bertobat. Seharusnya, selama kita masih memiliki tubuh, kita masih bisa bertobat apapun dosa kita, karena Yesus menebus kita dalam bentuk tubuh manusia di atas kayu salib.
      Penjahat di kayu salib yang sudah setengah mati, bisa bertobat, asalkan mengaku dosa dan jika diampuni tidak berbuat lagi (bertobat).

      Tetapi, kalau kita tidak mau bertobat dan mulai menyalahkan orang lain, maka sekalipun masih punya tubuh, tetapi tidak bisa bertobat lagi, sebab setan adalah pendakwa.
      Kalau manusia darah daging, seharusnya selalu minta ampun/mengaku dosa, karena kita lemah. Tetapi, setan adalah pendakwa yang tidak bisa bertobat.


  3. Akibat dari ajaran palsu yang ketiga: 'Kulemparkan ke dalam kesukaran besar'.
    Artinya: mengalami masa aniaya antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.
    Orang-orang yang menerima ajaran palsu, tidak mau disiksa dan tidak mau dipancung, maka ia pasti menyembah antikris, sehingga menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan saat Yesus datang kedua kali.
    Kalau sudah menerima ajaran palsu, pasti menyembah antikris, sebab ajaran palsu mendorong pada penyembahan palsu.

    Secara tubuh memang enak, semua berjalan biasa. Tetapi, mereka akan dibinasakan selamanya bersama antikris jika Yesus datang kedua kali.
    Sebaliknya, anak Tuhan yang tetap bertahan/tidak mau menyembah antikris, akan masuk dalam aniaya antikris, mengalami siksaan sampai mati, tetapi akan dibangkitkan.

    "Begitu dasyatnya ajaran-ajaran palsu ni. Tolong doakan kami para gembala. Lempin-El Kristus Ajaib harus berdoa sungguh-sungguh supaya gembala tidak dipakai untuk memberitakan ajaran palsu. Sebab, kalau seorang gembala berzinah, maka dia sendiri yang mati. Gembala yang tidak mengembalikan perpuluhan dan korupsi, maka dia sendiri yang masuk neraka. Tetapi, kalau gembala mengajarkan ajaran palsu, maka akan menyeret semua sidang jemaat ke dalam neraka.
    Jangan bilang, 'masa satu gereja mati semua?'
    Jangankan satu gereja, satu negara/satu kota yaitu Sodom-Gomora, semuanya mati, satu dunia hanya delapan yang selamat. Sudah terjadi. Jangan pernah mengatakan, 'masa semuanya mati?' Itu orang yang tidak pernah membaca Alkitab, orang yang tidak punya pengajaran.
    "

    "Saya terangkan kepada Lempin-El, hati-hati kalau hamba Tuhan mengatakan, 'pengajaran itu sama semua, beda sedikit tetapi sama saja'. Itu sama dengan tidak tahu jalan ke Sorga. Jalan ke Sorga cuma satu. Saya belum pernah mengerti tentang bahasa 'beda sedikit tetapi sama saja'. Itu bagaimana? Kalau beda, jelas tidak sama."

Kedua pengajaran palsu ini menentang pengajaran Mempelai dan pengajaran Tabernakel.

Biarlah kita sidang jemaat akhir zaman, berpegang teguh pada pengajaran Mempelai dan pengajaran Tabernakel = Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel yang diwahyukan oleh Tuhan kepada Opa van Gessel (almarhum), sama seperti yang dilihat oleh Musa di Gunung Sinai, sebab semua dibuktikan dengan ayat-ayat di dalam Kitab Keluaran.

Keluaran 24: 18
24:18 Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya.

Keluaran 34: 28
34:28 Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.

Musa berpuasa (tidak makan dan tidak minum) selama 40 hari 40 malam di atas Gunung Sinai untuk menerima 2 hal dari Tuhan.
Berpuasa, artinya tidak makan dan tidak minum.

"Jangan diringkan-ringankan dengan mengatakan, 'puasa boleh minum air, karena air tidak mengandung kalori.' Saya pernah berpuasa dengan para hamba Tuhan di YWI, Batu. Kami satu kamar, kemudian ada hamba Tuhan yang minum dan bertanya, 'Bapak tidak minum?' Saya jawab, 'Tidak, Pak.': 'Oh, tidak apa-apa ini, air tidak berkalori.' Dalam hati, saya berkata, 'kalau saya terangkan kimianya, bahwa H2O ditambah dengan yang lain akan menjadi kalori, nanti dia malu.' Air disebut tidak mengandung kalori, itu namanya hanya meringan-ringankan penderitaan daging."

2 hal yang diterima Musa di Gunung Sinai:

  1. Yang pertama: Musa menerima petunjuk dan perintah untuk membangun Tabernakel/Kemah Suci (Kerajaan Sorga di bumi).
    Semua yang dibuat oleh Musa, menurut contoh dari Kerajaan Sorga yang dilihat Musa di Gunung Sinai. Semua alat-alat Tabernakel secara jasmani sudah hancur, sekarang dalam arti rohaninya yaitu PENGAJARAN TABERNAKEL yang sentralnya adalah melakukan kehendak Tuhan.
    Ukuran Tabernakel semuanya sama persis, tidak ada yang selisih sedikit. Tidak ada istilah 'beda sedikit, tetapi sama saja'. Tidak boleh ada. Semua harus sama persis.
    Bukan sombong, tetapi Kerajaan Sorga tidak boleh ada yang beda sedikit, semua harus sama persis.

    Ini banyak gereja Tuhan yang tidak tahu, yang diketahui hanya Musa menerima 2 loh batu.


  2. Yang kedua: Musa menerima 2 loh batu.
    Secara jasmani sudah hancur, sekarang arti rohaninya adalah PENGAJARAN MEMPELAI, yang sentralnya adalah kasih Allah.

Pengajaran Tabernakel dan pengajaran Mempelai tidak bisa dipisahkan. Mengapa demikian?:

  • Sudah membangun Tabernakel, tetapi tidak ada 2 loh batu (tidak ada kasih) = pengajaran tanpa kasih adalah kosong.
    Segala sesuatu tanpa kasih adalah sia-sia/kosong/tidak berguna.


  • Dua loh batu tanpa Tabernakel = mustahil.
    Dua loh batu mau diletakkan di mana?
    Kasih tanpa pengajaran benar (tidak sesuai firman Allah) adalah eros/hawa nafsu daging yang menjerumuskan. Banyak orang yang bilang, 'cinta', tetapi minta yang najis. Itu adalah hawa nafsu, bukan kasih.

    Seumpama, kalau orang sudah terdesak, 'tidak apa-apa berdusta sedikit'. Dia pikir menasihati dengan mengasihi, 'sudah, daripada rumah tangga menjadi ribut, tidak apa-apa kamu tutup-tutupi dengan dusta sedikit'. Dia pikir itu mengasihi, padahal itu hawa nafsu daging yang menjerumuskan. Seandainya dia mengaku, maka Tuhan yang turun tangan. Tetapi, kalau berdusta, maka setan yang ada dan semua hancur. Ini yang banyak kali kita salah.

Jadi, pengajaran Tabernakel dan pengajaran Mempelai, keduaya tidak bisa dipisahkan, sehingga disebut Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel, yang diwahyukan oleh Tuhan kepada Opa van Gessel (almarhum), sama seperti yang dilihat Musa di Gunung Sinai. Dan diproklamirkan di Go Skate pada tahun 1981 oleh Bapak Pendeta In Juwono dan Bapak Pendeta Totaijs dan didukung oleh seluruh hamba Tuhan dari Gereja Pantekosta Tabernakel dan oleh hamba Tuhan dari gereja-gereja lain. Sesudah Om Yo diundang ke Filipina, maka jadilah Kabar Mempelai Internasional, untuk dibawa ke dunia internasional. Inilah yang harus kita pegang teguh.

Untuk menerima petunjuk mendirikan Tabernakel dan 2 loh batu, Musa berpuasa 40 hari 40 malam.
Artinya: secara daging sudah lemah/tidak ada kekuatan daging.
Bagi kita sekarang, kalau kita mau menerima pengajaran Tabernakel dan pengajaran Mempelai (Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel), kita tidak boleh menggunakan kekuatan daging (kepandaian, kekayaan dan lain-lain), tetapi kita harus menggunakan iman dan penyerahan sepenuh ke dalam tangan Tuhan (kekuatan Roh Kudus).
Kalau sudah lemas, kita hanya berseru, 'terserah Kau, Tuhan.'
Kalau menggunakan iman dan penyerahan sepenuh, barulah kita bisa mengerti.

"Lempin-El Kristus Ajaib, kalau mau memberitakan pengajaran Mempelai dan pengajaran Tabernakel, bukan karena S1 atau S2, tidak ada hubungan. Musa berpuasa 40 hari 40 malam, disuruh berpikir 2+2, mungkin sudah tidak bisa, berjalanpun juga susah. Tetapi yang benar adalah menggunakan kekuatan rohani, yaitu kekuatan iman ditambah penyerahan sepenuh ke dalam tangan Tuhan/tangan Roh Kudus (urapan Roh Kudus)."

Semakin daging lemah, maka Roh Kudus semakin kuat.

Jadi, untuk menerima Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel, jangan menggunakan kekuatan daging! Kalau menggunakan kekuatan daging, maka sekarang mengatakan 'luar biasa, hebat pengajaran'. Tetapi setelah Om Yo meninggal, mulai dikatakan salah dan lain-lain. Ini kekuatan daging.
Tetapi, kalau kekuatan iman dan Roh Kudus, maka sampai kapan pun, sampai Tuhan datang, kita tetap berpegang teguh pada pengajaran benar.

Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel = firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Ibrani 4: 12-13).
Tajam pertama (pengajaran Tabernakel) untuk menyucikan, tajam yang kedua (pengajaran Mempelai) untuk membaharui/mengubahkan kita sampai menjadi mempelai wanita Sorga.

TAJAM UNTUK MENYUCIKAN
2 Timotius 2: 20-21
2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

'menyucikan dirinya' = kalau mau mulia, maka harus mengalami penyucian. Tidak ada yang lain. Bukan kepandaian, "S" berapa, tetapi "S" SUCI.

"Ini yang saya tekankan dalam Lempin-El maupun dalam diri saya, yaitu "S" SUCI, bukan S1, S2, S3, atau tidak lulus SD."

Penyucian oleh firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Kabar Mempelai) akan menampilkan kita sampai menjadi emas dan perak. Bukan kayu dan rumput yang akan terbakar.

"Banyak pelayanan tanpa penyucian, sama seperti membangun rumah dari kayu, rumput dan tanah, kalau diuji satu kali, maka akan terbakar semua. Sekarang nampak hebat. Emas dengan rumput lebih banyak mana? Punya uang Rp 500.000,-, lalu beli emas dan rumput, lebih banyak mana? Kalau beli emas, tidak bisa dipakai, tidak terlihat. Tetapi kalau beli rumput, tidak cukup satu rumah."

Sekarang terlihat hebat, tetapi kalau tanpa penyucian--tinggal tunggu waktu--begitu api ujian datang, maka akan terbakar semuanya. Tetapi, kalau emas dan perak, saat api datang, maka akan lebih murni.
Jangan sedikit-sedikit tersandung! Itu rumput yang terbakar.

Biarlah kita tambah murni, tambah suci sampai kita ditampilkan seperti emas dan perak = tahan uji. Saat-saat ujian datang, pelayanan kita justru lebih murni lagi.

"Jangan iri! 'Kok tidak seperti itu Om? Itu banyak sekali.' Itu cuma rumput kalau tanpa penyucian. Mau datang/tidak datang ibadah, semua boleh melayani. Tetapi hati-hati! Yang di sini, tetap penyucian dalam 3 macam ibadah. Kalau tidak, nanti akan menjadi rumput. 'Ah, Bapak gembala tidak tahu. Presensinya pokoknya corat-coret.' Mungkin saya tidak tahu, tapi saya berusaha teliti, tanya-tanya, 'di mana absensinya ini, kok tidak ada?' Tetapi nanti, saat ujian datang, dia akan terbakar. Mungkin ujian lewat dosa seks, maka akan terbakar. Mungkin ujian lewat ekonomi, dia akan terbakar. Ujian lewat apa saja akan terbakar habis. Tidak kuat."

Lebih baik menjadi emas dan perak, mungkin masih sedikit tetapi berkualitas.

Emas dan perak mengalami penyucian 2 hal:

  1. 2 Timotius 2: 22-23
    2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
    2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,

    Penyucian yang pertama: penyucian dari nafsu orang muda = singa muda di kebun anggur.
    Simson bertemu singa muda di kebun anggur.
    Kebun anggur menunjuk pada Kabar Mempelai. Justru ibadah pelayanan dalam Kabar Mempelai yang ditunggu oleh singa muda. Ini bahaya besar bagi kita, sebab kita yang dipercaya dalam Kabar Mempelai, tetapi singa muda sudah menunggu.

    Hakim-hakim 14: 5-6
    14:5 Lalu pergilah Simson beserta ayahnya dan ibunya ke Timna. Ketika mereka sampai ke kebun-kebun anggur di Timna, maka seekor singa muda mendatangi Simson dengan mengaum.
    14:6 Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing -- tanpa apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu.

    'berkuasalah Roh TUHAN atas dia' = Roh Tuhan, yaitu firman dalam urapan Roh Kudus.

    Singa muda (nafsu orang muda) yaitu:


    • keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup.

      Keinginan daging: mengarah pada dosa kawin-mengawinkan.
      Keinginan mata: mengarah pada dosa makan-minum.
      Keangkuhan hidup: membuat tidak taat dengar-dengaran, yaitu tidak mau mendengar pengajaran benar dan tidak dengar-dengaran, malah membuka telinga untuk ajaran yang lain.

      Seperti Hawa, mau mendengar yang lain. Selama ini sudah Tuhan berikan, "semua buah pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas". Dan selama itu diikuti, maka ada Firdaus. Tetapi Hawa angkuh dan mengikuti suara ular, 'kalau kamu makan, kamu akan hebat, sama seperti Allah'. Itulah keangkuhan.

      Kesaksian:
      "Banyak orang mengatakan, 'Wah, tiru-tiru Om Pong ya?'
      Memang begitu, otomatis. Saya juga bertanya pada Lempin-El, 'Boleh ber-fellowship?' Mereka jawab 'boleh'. Salah. Yang benar jawabannya adalah 'harus.' Tetapi harus fellowship dengan pengajaran yang benar. Kalau kita sudah tahu ada pengajaran yang tidak benar tetapi kita mau dengar, berarti kita angkuh seperti Hawa.
      "

      Hawa sudah tahu saat ular mengatakan, "semua buah pohon dalam taman ini jangan kau makan buahnya", itu salah, sebab Tuhan mengatakan "semua buah pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas". Seharusnya, Hawa berkata pada ular, 'stop! Salah! Tidak mau dengar!', tetapi Hawa tetap melanjutkan. Itu sama dengan keangkuhan hidup. Hanya tinggal tunggu kejatuhan dan akhirnya, benar-benar hancur.


    • Hawa nafsu daging = iri hati, dendam, kebencian tanpa alasan, bersungut-sungut/bergosip yang tidak baik.
      Ini banyak terjadi di kebun anggur.
      Yang bekerja di kebun anggur semua mendapat 1 dinar. Tetapi yang bekerja mulai pagi justru bersungut, lupa dengan janjinya, bahwa semua mendapat upah 1 dinar.


    2 Timotius 2: 22
    2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

    Kalau kita disucikan dari singa muda, maka kita berada di dalam kebun anggur = nikah, penggembalaan dan fellowship yang dibina oleh Kabar Mempelai. Kalau sudah tidak ada singa muda, maka kita hidup dalam keadilan, kesetiaan, kasih dan damai, semua menjadi enak dan ringan. Nikah enak dan ringan.

    Memang, di dalam kabar mempelai, kita ditunggui oleh singa, tetapi kita ada senjatanya, yaitu kabar mempelai/pedang dan singanya bisa dicincang, sehingga ada keadilan, kesetiaan, kasih dan damai.


  2. 2 Timotius 2: 23-25
    2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
    2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
    2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,


    Penyucian yang kedua: penyucian dari dosa pertengkaran.
    Pertengkaran terjadi karena kebenaran diri sendiri, yaitu menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan (pengajaran benar).

    Kalau disucikan dari pertengkaran, maka kita bisa


    • berdamai dalam soal dosa, yaitu saling mengaku dan saling mengampuni,
    • kembali ke Alkitab dalam soal pengajaran. Alkitab jangan ditambahatau dikurangi, sehingga kita pasti menjadi satu.

Kalau kita mau disucikan dari 2 hal ini, hasilnya: kita akan dipakai dalam rumah yang besar = pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

TAJAM UNTUK PEMBAHARUAN
Kita dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus = memiliki tabiat ilahi seperti Yesus, yaitu tabiat perak.

Amsal 10: 20a
10:20a Lidah orang benar seperti perak pilihan

'Lidah orang benar' = jujur (= perak), artinya ya katakan 'ya', tidak katakan 'tidak', selebihnya adalah ular (ular tidak pernah berjalan lurus, tetapi berbelok-belok).

Penyucian = emas dan perak.
Emas yaitu taat dengar-dengaran. Tabiat Yesus adalah taat sampai mati di kayu salib.

Orang yang berpegang teguh pada pengajaran Mempelai akan ditampilkan seperti emas dan perak yaitu:

  • Disucikan dan dipakai, tidak akan terbakar. Semakin banyak tantangan dan rintangan, semakin sungguh-sungguh dia dipakai = tahan uji.
  • Pembaharuan, yaitu jujur dan taat dengar-dengaran.

Kisah Para Rasul 3: 6-10
3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
3:8
Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
3:9 Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,
3:10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.


'Emas dan perak tidak ada padaku' = Petrus tidak mempunyai emas dan perak jasmani, tetapi mempunyai emas dan perak rohani, yaitu JUJUR DAN TAAT.
Dulu, Petrus dusta/menyangkal Tuhan sampai tiga kali, tetapi Petrus dikuasai oleh firman dalam urapan Roh Kudus, itulah firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Kabar Mempelai), sehingga dia berani bersaksi tentang Yesus.

Dia jujur (perak).
Dulu, Petrus tidak taat. Saat Yesus berkata bahwa Dia hendak ke Yerusalem dan akan disalib, Petrus menarik Yesus ke samping. Saat disuruh menjala manusia, Petrus kembali menjala ikan lagi. Tetapi, sekarang menjadi taat (emas).

'Demi nama Yesus Kristus'= Orang yang jujur dan taat bisa menyeru nama Yesus.
Hasilnya: kita mengalami kuasa nama Yesus, yaitu kuasa kebangkitan dalam nama Yesus yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun.

Kalau emas dan perak dalam arti penyucian, kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus dan tahan uji. Mau dibakar seperti apapun, emas dan perak tetap tahan uji.

Dan kalau punya emas dan perak dalam arti pembaharuan, kita jujur dan taat, maka kita bisa menyeru nama Yesus. Kita mengalami kuasa kebangkitan dalam nama Yesus, yaitu kuasa kesembuhan.

Orang yang lumpuh sejak lahir, sudah tidak mungkin disembuhkan, tetapi ada kuasa kesembuhan/kuasa pertolongan Tuhan (mujizat jasmani), yaitu yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Kesaksian:
"Ini firman tutup buka tahun, yaitu tentang mujizat. Waktu peresmian rumah, saya juga bersaksi. Sebenarnya pada tanggal 31 Desember lalu, dari pagi sampai malam, hati saya bergumul. Ada seseorang yang menurut kedokteran dan internet, seharusnya dia sudah meninggal dunia, ini di Malang. Saat mendengar itu, saya tidak kuat. Saya terus bergumul. Lalu saya mendapat firman, tahun percikan darah, memang harus saya alami sebagai gembala dan sengsara bersama Tuhan. Tetapi, Tuhan memberi tahun mujizat, ada pelangi kemuliaan Tuhan. Di mana ada mendung, ada kemustahilan, di situ ada pelangi kemuliaan, ada mujizat. Itu yang saya pegang.
Firman pelangi ini dulu pernah disampaikan, tetapi versi yang lain. Ada seorang ibu hamba Tuhan, seharusnya mati juga. Waktu saya datang ke rumah sakit (waktu itu ibadah kunjungan, lima kali ibadah). Hari pertama, saya lihat, saya katakan, 'sudah tidak bisa kalau begini'. Dokter sudah angkat tangan. Kemudian pada kebaktian yang keberapa, firman tentang pelangi di makhota. Suami dan anak-anaknya maju, berpegang pada firman ini dan akhirnya ibu ini diberi perpanjangan umur sampai lima tahun dan baru saya melayani ibadah penutupan peti jenazahnya. Sudah tidak mungkin. Kali ini juga saya mohon pada Tuhan, sudah sangat tidak mungkin, sebab beberapa hari ke belakang, yang keluar darah terus. Tetapi saya berkata pada Tuhan, 'kalau firman ini dari Tuhan, berilah panjang umur, terserah Tuhan mau kapan pun'. Tetapi, akhirnya dia tetap hidup sampai hari ini, bahkan sudah lebih sehat lagi.
"

Tahun ini tahun mujizat. Kita menyeru nama Yesus (ada emas dan perak), maka ada kuasa kesembuhan, kuasa pertolongan dari Tuhan. Terjadi mujizat, yang mustahil menjadi tidak mustahil, yang tidak ada menjadi ada.

Ayo, sungguh-sunggh! Jangan menjadi rumput! Tidak suci, tidak berubah, tidak jujur, itu rumput yang pasti akan terbakar habis. Ayo menjadi emas dan perak!

Mujizat rohani: Orang yang lumpuh ini, begitu sehat tidak lari kemana-mana, tetapi lari ke Bait Allah. Dia melompat-lompat di Bait Allah, artinya bergemar = setia dan berkobar-kobar (setia bergemar) di dalam Bait Allah, apapun ujian yang kita hadapi.
Tahun baru ini, baharui ibadah kita. Mungkin dulu, kita bosan, malas, tetapi sekarang, mari kita setia berkobar-kobar di dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan supaya kita bisa menyeru nama Yesus.

Yesaya 5: 7
5:7 Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

= Tuhan juga bergemar dengan kebun anggur-Nya.
Pertanyaan bagi kita, apakah kita juga bergemar di dalam kebun anggur Tuhan?
Kalau belum, ayo setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, mulai hari ini. Ini pembaharuan sikap dalam ibadah, yaitu setia dan bergemar di dalam kebun anggur (Bait Allah).

Kejadian 28: 16-17, 20-22
28:16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
28:17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
28:20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
28:21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."


= Ibadah pelayanan adalah pintu gerbang Sorga (suasana Sorga).

Kalau kita setia dan bergemar dalam ibadah pelayanan, maka ada sandang (pakaian), pangan (roti) dan papan (rumah), juga ada perlindungan dari Tuhan dan ada kebahagiaan/suasana Sorga. Tuhan tidak pernah menipu kita. Semua Tuhan sediakan.
Mujizat jasmani ada, mujizat rohani juga ada.

Jika Tuhan datang kedua kali, mujizat yang terakhir, yaitu kita menjadi sempurna sama seperti Dia, menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai = emas dan perak adalah kepunyaan Tuhan (Hagai 2: 9: 'Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.'), kita bersama Tuhan selamanya.

Yang penting, ada emas perak dalam penyucian, supaya kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.
Ada emas perak dalam pembaharuan supaya kita jujur dan taat, kita bisa menyeru nama Yesus. Maka, mujizat pasti terjadi.
Tuhan tolong kita semua. Yang penting, ada kesucian, kejujuran, ketaatan dan percaya Dia.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top