English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Mei 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 31
= terdengar tiupan sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kesempurnaan...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 02 September 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.
Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, bahagia...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 Mei 2017 (Rabu Malam)
Keluaran 12: 41-42
12:41. Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Agustus 2011 (Kamis Sore)
Siaran tunda Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Medan.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu...

Ibadah Doa Malang, 22 Oktober 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Januari 2010 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Dalam Matius 5-7 terdapat 10 hukum:
Matius 5:21-26, hukum damai.Matius 5:27-32, hukum...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 18 Januari 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 5 seluruhnya menunjuk pada kebenaran di dalam firman Tuhan.
Perempuan Kanani membenarkan firman sekalipun...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Agustus 2009 (Minggu Sore)
Yohanes 10:11, "AKULAH GEMBALA YANG BAIK".
Kalau Yesus menampilkan pribadiNya sebagai Gembala...

Ibadah Raya Malang, 16 Januari 2011 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20b ... Dan ketahuilah, Aku menyertai...

Ibadah Doa Surabaya, 03 September 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 27 Januari 2016 (Rabu Malam)
Puji TUHAN, selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih setia TUHAN, dan bahagia dilimpahkan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 September 2014 (Senin Sore)

Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (tujuh sidang jemaat di akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Ada tujuh sidang jemaat yang mengalami percikkan darah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014).

SIDANG JEMAAT SMIRNA

Wahyu 2: 8-9

2:8. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:
2:9. Aku tahu
kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

'malaikat' = gembala sidang jemaat.
Ay. 8 = Tuhan tampil sebagai:

  • 'Yang Awal dan Yang Akhir' (Alfa dan Omega) untuk menyatakan kasih mula-mula sampai kasih yang sempurna atau untuk menyatakan kasih karunia sampai kasih mempelai.
    Alfa = kasih mula-mula (Mezbah Korban Bakaran= kurban Kristus) = kasih karunia.
    Omega = kasih yang sempurna = kasih mempelai.


  • 'Yang mati dan yang hidup' = untuk memberi teladan dalam pengalaman kematian dan kebangkitan/teladan dalam pengalaman salib.

Wahyu 2: 9
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

Ay. 9 = keadaan sidang jemaat Smirna yaitu dalam PENGALAMAN SALIB atau sengsara daging bersama Yesus (susah, miskin dan difitnah).

1 Petrus 2: 19
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

'menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung' = mengalami pengalaman salib.

Tuhan ijinkan anak Tuhan/pelayan Tuhan mengalami pengalaman salib/sengsara daging bersama Yesus supaya kita menerima kasih karunia Tuhan.
Itu sebabnya, Tuhan tampil sebagai 'Yang Awal dan Yang Akhir' untuk memberikan kasih karunia sampai kasih mempelai. Dia juga tampil sebagai 'Yang mati dan yang hidup' untuk memberikan teladan. Tuhan sudah mengalami pengalaman salib tersebut, sehingga jemaat Smirna tinggal meneladan/meniru saja dan Tuhan akan memberikan kasih karuniaNya.

Seorang imam/hamba Tuhan/pelayan Tuhan MUTLAK membutuhkan kasih karunia supaya:

  • bisa bertahan untuk melayani Tuhan sampai garis akhir,
  • bahkan siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, kita bersama Dia dan bahagia bersama Dia selamanya.
    Inilah pengharapan tertinggi kita dalam beribadah melayani Tuhan.
    Sebab, kalau tertinggal saat Yesus datang kedua kali, semua yang kita dapatkan di dunia akan sia-sia, tidak ada artinya sama sekali.

Oleh sebab itu Tuhan selalu mencurahkan kasih karunia-Nya kepada para imam, hamba Tuhan, pelayan Tuhan, anak Tuhan dari zaman ke zaman, yaitu:

  1. zaman Allah Bapa/zaman permulaan, dihitung dari Adam sampai Abraham (2000 tahun).
    Diwakili oleh Nuh. Nuh adalah seorang hamba Tuhan/imam (seorang pemberita kebenaran).

    2 Petrus 2: 5
    2:5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik;

    'pemberita kebenaran' = merupakan tugas dari hamba Tuhan/imam.
    Kejadian 6: 8
    6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

    Nuh mendapat kasih karunia dari Tuhan. Mulai dari permulaan jaman (kitab Kejadian) sudah ada kasih karunia Tuhan.

    Nuh mendapat kasih karunia Tuhan lewat masuk ke dalam bahtera Nuh, tetapi harus membuat bahteranya lebih dulu.
    Bisa masuk bahtera ini sudah merupakan sengsara daging bersama Tuhan, karena pekerjaan Nuh bukan di bidang itu. Dan saat Nuh membuat bahtera, tidak ada hujan, sehingga Nuh diolok-olok (dihina dan fitnah seperti dialami oleh jemaat Smirna).

    Hasilnya: Nuh selamat dari air bah (hukuman Tuhan).
    Demikian juga seorang imam harus menerima kasih karunia Tuhan.

    Mengapa Tuhan menghukum dunia dengan air bah?:
    Kejadian 6: 5-7
    6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
    6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."


    Sebab, hati manusia termasuk hamba Tuhan, pelayan Tuhan dan anak Tuhan, cenderung jahat dan najis, sehingga hanya melakukan perbuatan-perbuatan dosa sampai puncak dosa.
    Dalam hal sekolah, bekerja, berlalu lintas, rekreasi, di mana saja berbuat dosa sampai beribadah pun berbuat dosa (hanya mencari uang dan lain-lain).
    Puncak dosa yaitu:


    • dosa makan minum: merokok, mabuk dan narkoba.
    • dosa kawin-mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (lesbian, homoseks, seks pada diri sendiri), nikah yang salah sampai seks bebas.


    Melakukan perbuatan dosa sampai puncak dosa =


    • perbuatan yang memilukan hati Tuhan,
    • perbuatan yang memedihkan hati orang tua (seperti Esau),
    • perbuatan yang membuat gembala berkeluh-kesah,
    • perbuatan yang merugikan orang lain.


    Semua perbuatan dosa sampai puncak dosa membumbung sampai ke hadirat Tuhan, sehingga hukuman Tuhan turun untuk membinasakan manusia di dunia.

    Tetapi, Nuh bersama keluarganya (delapan orang) mendapat kasih karunia Tuhan, sehingga bisa masuk ke dalam bahtera Nuh dan diselamatkan dari hukuman Allah.
    Pada permulaan zaman, kasih karunia Tuhan sudah dibutuhkan. Kalau Nuh (pemberita kebenaran) hanya kaya dan pandai, ia tidak akan mampu melawan air bah. Tetapi, karena mendapat kasih karunia Tuhan, maka Nuh bisa menghadapi air bah.

    Kejadian ini sudah terjadi secara jasmani, tetapi juga menubuatkan yang rohani.
    1 Petrus 3: 20-21
    3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Hati yang cenderung jahat dan najis = tidak taat kepada Tuhan.

    Dulu, Nuh mendapat kasih karunia sehingga masuk bahtera Nuh dan diselamatkan dari air bah.
    Sekarang, kita mendapat kasih karunia untuk masuk dalam baptisan air yang benar, sehingga kita diselamatkan dari murka Allah.

    Baptisan air yang benar bukan menurut pendeta A atau pendeta B, atau menurut organisasi gereja, tetapi tertulis di Alkitab yaitu:


    • sesuai kehendak Tuhan.
      Ketika Yesus datang kepada Yohanes Pembaptis, Yohanes Pembaptis tidak mau membaptis Dia. Tetapi Yesus berkata, "Lakukanlah untuk menuruti kehendak Bapa".
      Memang secara kenyataan, Yohanes Pembaptis adalah orang yang tahu diri, dia tahu bahwa Tuhan lebih tinggi dari dia, tetapi Yesus mengatakan , "Ini menuruti kehendak Bapa".


    • kita dibaptis seperti Yesus dibaptis (seperti yang diteladankan oleh Yesus), yaitu Yesus keluar dari air (Matius 3)= keluar dari kuburan air, bukan sekedar dibasuh (Roma 6: 4).
      Yesus adalah Kepala dan kita adalah tubuhNya.
      Kepala dan tubuh harus satu baptisan.


    Yesus bukan manusia berdosa, tidak perlu bertobat dan tidak perlu dibaptis, tetapi mengapa mau dibaptis? Supaya menuruti kehendak Bapa dan memberikan teladan kepada kita supaya kita tidak ribut, tetapi kita melihat Yesus sebagai Kepala.

    Pada zaman Nuh terdapat banyak bahtera, tetapi tidak bisa menyelamatkan, hanya bahtera Nuh yang menyelamatkan. Begitu juga sekarang, banyak baptisan, tetapi tidak semua bisa menyelamatkan. Hanya yang menurut Alkitab yang bisa menyelamatkan.

    Delapan orang yang diselamatkan = 4 pasang nikah.
    Artinya: jika nikah kita bisa satu bahtera/satu baptisan yang benar , itu adalah kasih karunia Tuhan yang kita dapatkan, sehingga kita mengalami keselamatan mempelai.

    Disini, baptisan air adalah seperti air bah. Orang berdosa dan lain-lain masuk dalam air bah, tetapi Nuh sekeluarga masuk dalam bahtera.
    Jadi, baptisan air adalah menguburkan hidup lama untuk mendapatkan hidup baru (hidup Sorgawi) yaitu hati nurani yang baik = hati yang taat dengar-dengaran.

    Praktik sehari-hari hidup baru (hati nurani yang baik), yaitu:
    Kejadian 6: 9
    6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

    (terjemahan lama)
    6:9. Maka inilah anak buah Nuh. Maka Nuh itu seorang yang benar dan
    tulus hatinya di antara orang zamannya, dan Nuh itu hidup dengan Allah.


    • hidup dalam kebenaran.
    • 'tidak bercela' = jujur, yaitu:


      1. jujur terutama soal pengajaran.
        Hati nurani yang baik bisa membedakan mana pengajaran yang benar dan tidak benar.

        "Paling enak di dalam Lempin-El 'Kristus Ajaib'. Tidak perlu diajar berkhotbah, menguburkan orang mati, menikahkan orang dan sebagainya, tetapi cukup melihat saja, hanya meneladani saja bagaimana dulu om Yo dan om Pong. Kalau perlu beli kasetnya untuk dipelajari. "


      2. jujur dalam tahbisan yang benar = bisa membedakan tahbisan yang benar dan tidak benar.
      3. jujur dalam nikah.


      Hati yang jujur tidak sulit mengikuti pengajaran, tahbisan dan nikah yang benar.

      Kalau hati tidak jujur, maka sulit untuk mengakui yang benar dan tidak benar, tetapi selalu dicampur antara yang benar dan tidak benar.
      Tidak jujur = ular.

      Malam ini, biar kita sungguh-sungguh. Bukan kebenaran sendiri, tetapi kejujuran.
      Kalau jujur dalam pengajaran, tahbisan dan nikah, maka kita bisa jujur dalam segala hal. Tidak perlu bertanya-tanya lagi. Segala sesuatu yang tidak benar kalau dipaksakan, maka hati akan berdebar-debar. Kita harus peka/jujur, sebab nanti antikris akan door to door, tidak ada lagi kesempatan untuk bertanya.


    • bergaul dengan Allah sampai masuk bahtera.

      Bahtera = baptisan.
      Bahtera = Tabernakel (bahtera Nuh terdiri dari tiga lantai, Tabernakel juga terdiri dari tiga ruangan).

      Jadi, bergaul dengan Allah sama dengan


      1. tergembala dengan benar dan baik (masuk dalam Ruangan Suci). Sekarang, ini menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, yaitu:


        • Pelita Emas: ketekunan dalam ibadah raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karuniaNya.
        • Meja Roti Sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci = persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus.


        • Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      2. setia dalam ibadah pelayanan.


    Hasilnya:


    • nikah dan buah nikah diselamatkan.
      Delapan orang yang masuk bahtera = Nuh bersama isteri dan tiga orang anak serta menantunya.
      Kita MASUK DALAM BAPTISAN AIR DAN PENGGEMBALAAN YANG BENAR demi keselamatan nikah dan buah nikah.


    • ada berkat pemeliharaan dan perlindungan Tuhan secara ajaib di tengah kesulitan dan kemustahilan dunia (di luar bahtera hanya ada air bah). Sekarang, dunia memang serba sulit, kita seperti hidup di tengah-tengah air bah, bahkan nanti api juga menyala-nyala di dunia ini. Tetapi, Tuhan yang melindungi dan memelihara kita secara ajaib. Kita tidak perlu takut akan apapun, asalkan kita ada di dalam bahtera.


    Masuk baptisan air yang benar dan tergembala dengan benar dan baik = hidup di bahtera.
    Kalau tidak tergembala = hidup di air bah dan tidak ada yang kuat.
    Tentukan sungguh-sungguh! Kita tinggal pilih, mau hidup di bahtera atau di air bah!

    Memang sulit untuk bisa tergembala dalam 3 macam ibadah.
    Banyak yang menolak 3 macam ibadah, bahkan orang Kristen sendiri. Mungkin perusahaannya memang masih baik, tetapi sebentar lagi, saat menghadapi kesulitan, ia akan mencari bahtera.

    Sekarang, kita banyak dihina soal tiga macam ibadah, bahkan di kalangan GPT sendiri. Tetapi, jangan takut, tenang saja, kita tinggal tunggu waktu saja dan nanti kalau sudah tidak kuat lagi, semua akan masuk dalam bahtera.
    Kita yang sudah berada dalam bahtera harus kita mantapkan, jangan mengintip-intip untuk melihat ke luar (mau tahu sedikit dan merasa kuat), sebab tiba-tiba bisa terseret ke dalam air bah. Biar kita dikatakan seperti katak dalam tempurung, tidak apa-apa.

    Kita bukan katak dalam tempurung, tetapi orang dalam bahtera.
    Kita memang tidak melihat apa-apa dan tidak mau melihat air bah, tetapi kita hanya melihat Tuhan.

    Lima ribu orang laki-laki duduk di rumput = laki-laki/gembala/suami adalah penentu mau dibawa ke mana keluarga kita. Mau hidup di bahtera Nuh atau hidup di air bah. Biar anak kita bekali dengan kuliah dan deposito tetapi kalau hidup di air bah, lama kelamaan tidak akan kuat.
    Tetapi, sekalipun kita tidak punya bekal apa-apa, kalau hidup di bahtera Nuh, maka Tuhan sebagai Gembala Agung akan memelihara dan menyelamatkan kita.


  2. zaman Anak Allah/zaman pertengahan, dihitung dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali untuk lahir dan mati di kayu salib (2000 tahun).
    Diwakili oleh Maria (hamba Tuhan/seorang imam).
    Ini bukti bahwa seorang imam membutuhkan kasih karunia Tuhan, tidak bisa tidak.

    Lukas 1: 38
    1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

    Maria juga seorang imam/hamba Tuhan yang mendapat kasih karunia Tuhan.

    Lukas 1: 30-31
    1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
    1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

    Maria mendapat kasih karunia Allah lewat harus mengandung bayi Yesus sebelum bersuami, bukan karena berbuat dosa = sengsara daging karena Tuhan.
    Ini bukti bahwa kasih karunia dan salib tidak bisa dipisahkan.

    Masuk bahtera Nuh = masuk dalam Ruangan Suci juga merupakan sengsara bagi daging.

    Kesaksian:
    "Mungkin di kampus, kita sampai dikata-katai orang, "Kamu ini terlalu."
    Anak saya juga dikata-katai, "Kalau hari Minggu masuk gereja, ya bolehlah. Tapi kalau hari Selasa, Kamis dan Sabtu, ya jangan begitulah".
    Memang untuk masuk bahtera Nuh, kita diolok-olok.
    "

    Bagi kita sekarang, mengandung bayi Yesus adalah MENGANDUNG FIRMAN ALLAH (Yohanes 1: 1, 14= Yesus adalah Firman Allah).

    Ada dua macam pemberitaan Firman Tuhan seperti yang diajarkan Rasul Paulus:


    • injil Keselamatan = firman penginjilan = susu/kabar baik (Amsal 25: 25).
      Efesus 1: 13
      1:13 Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

      Injil keselamatan adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan/membenarkan manusia berdosa = membawa orang berdosa untuk percaya Yesus, dibenarkan dan diselamatkan.

      Jadi, mengandung Firman Allah/Injil Keselamatan = hidup dalam kebenaran.

      Dulu, Maria menghadapi ancaman saat mengandung bayi Yesus sebelum bersuami karena kalau seorang wanita ketahuan berbuat zinah atau mengandung tanpa suami, hukumannya harus dirajam batu dan mati. Sekarang kita juga, kalau mau hidup dalam kebenaran, kita juga menghadapi ancaman, dicaci maki orang, dan lain-lain.

      Kesaksian:
      "Dulu saya pernah cerita tentang seorang anak muda yang masih baru di gereja. Dia bekerja di SPBU. Dia terima Firman, kemudian mengaku pada saya, "Kami sekelompk mencuri, Om. Saya mendengar Firman, bagaimana Om?"
      Entah bagaimana caranya, tapi bisa menghasilkan uang ratusan juta. Bosnya tidak tahu, semua tidak tahu.
      Karena dia masih orang baru, maka saya tanya, "Kamu emosi atau bertobat?"
      Dia katakan, "Bertobat Om". Saya katakan,
      "Mengaku".
      Kemudian dia datang lagi pada saya, dia mengatakan kalau dia diancam oleh teman-temannya, mau dibunuh sekeluarga dan lain-lain. Sekali lagi saya tanya, "Kamu bertobat atau karena emosi?"
      Dia katakan, "Berobat Om". Saya jawab,
      "Mengaku".
      Setelah mengaku, ternyata semua diampuni oleh bosnya, padahal bosnya bukan orang Kristen.
      "

      Jadi, untuk hidup dalam kebenaran (menanggung bobot Firman) memang berat. Belum lagi kalau dicaci maki orang 'benar sendiri itu', biar saja, yang penting sesuai dengan Firman.

      Untuk bisa hidup dalam kebenaran (menerima injil keselamatan), itu juga merupakan kasih karunia.


    • 2 Korintus 4: 3-4
      4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      Yang kedua yaitu cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus = firman pengajaran benar/firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua = makanan keras = Kabar Mempelai.

      Firman pengajaran adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna dan menjadi mempelai wanita Tuhan.

      Firman penginjilan/susu adalah untuk bayi-bayi yaitu orang yang baru diselamatkan. Sesudah itu harus ditingkatkan, harus ada makanan keras supaya pertumbuhannya tidak abnormal.

      Mengandung firman pengajaran benar yaitu hidup dalam kesucian. Ini juga merupakan kasih karunia.


    Biarlah hari-hari ini hidup kita mengandung firman. Kalau tidak mengandung firman, kebenaran dan kesucian, pasti mengandung yang lain yaitu kejahatan, kenajisan, kepahitan, dendam dan lain-lain (mengandung ular beludak).

    Waspada! Untuk mengandung firman penginjilan (hidup benar) sudah sangat berat, seperti Maria mengandung bayi Yesus sebelum bersuami. Kalau mampu, itu hanya karena kasih karunia Tuhan.
    Apalagi untuk mengandung firman pengajaran (hidup suci), ini seperti mustahil. Sebab, setiap kali kita datang ke gereja, kita ditusuk-tusuk oleh firman pengajaran benar dan siapa yang tahan kalau ditusuk-tusuk terus?
    Tetapi, kalau kita bisa menerima Kabar Mempelai, itu merupakan kasih karunia Tuhan untuk menghapus segala kemustahilan.

    Kalau kita mau mengandung (mendengar dan dengar-dengaran) pada firman pengajaran benar, hasilnya:


    • Lukas 11: 27-28
      11:27 Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."
      11:28 Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

      'memeliharanya'= taat dengar-dengaran= mengandung.

      "Kalau anak kita rangking satu di sekolah, kita sudah senang sekali sampai ingin cepat-cepat menerima raport karena senang. Begitu juga kalau anaknya berhasil. Orang tidak tahu menjadi tahu. Apalagi mengandung bayi Yesus akan senang sekali. Siapa yang berprestasi dan lebih hebat dari Yesus? Tidak ada. Berarti sudah luar biasa kalau mengandung bayi Yesus. Orang mati dibangkitkan, tetapi Tuhan berkata, 'lebih berbahagia orang yang mengandung Firman'."

      Hasil pertama: kita menerima kebahagiaan Sorga (damai sejahtera dari Sorga) yang lebih dari apapun juga di dunia dan tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia.
      Waktu Maria mengandung bayi Yesus, ia diancam untuk dirajam batu, tetapi kebahagiaannya tidak bisa dipengaruhi oleh ancaman tersebut.

      Kalau kita sekarang mendengar firman pengajaran dalam kebaktian Bible Study, itu lebih bahagia daripada mempunyai anak yang rangking satu dan lain-lain.


    • Ibrani 4: 12-13
      4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
      4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

      Hasil kedua: kita mengalami penyucian demi penyucian dari dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hati dan pikiran, perbuatan dan perkataan kita, sampai satu waktu kita sempurna tidak bercacat-cela, tidak ada dosa lagi dan sama mulia dengan Yesus.

      Kalau mengalami penyucian (perkataan dan perbuatan disucikan), maka nikah kita makin menyatu dan makin bahagia sampai masuk dalam kesatuan nikah yang sempurna (perjamuan nikah Anak Domba).
      Makin kaya, belum tentu makin bahagia, sebab banyak yang sudah kaya tetapi suami berbuat macam-macam. Tetapi kalau makin suci, maka kita makin bahagia.


  3. zaman Allah Roh Kudus/zaman akhir, dihitung dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali (2000 tahun).

    Dalam Kejadian 6 (pembuka Alkitab) ada kasih karunia Tuhan, sekarang dalam penutup Alkitab (Wahyu 22) juga ada kasih karunia Tuhan supaya kita siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Wahyu 22: 20-21
    22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
    22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Kita harus menerima kasih karunia Tuhan untuk dapat menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kemudian masuk dalam Kerajaan 1000 Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai masuk Yerusalem Baru/Kerajaan Sorga selama-lamanya.

    Zaman akhir ini diwakili oleh sidang jemaat Smirna (sidang jemaat bangsa kafir) = kita semua.

    Mendapat kasih karunia Tuhan = mengalami penderitaan daging bersama Yesus/mengalami pengalaman salib bersama Yesus.

    2 Korintus 4: 16-17
    4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    'manusia lahiriah kami semakin merosot' = sekalipun jasmani kita makin merosot/usia kita bertambah, tetapi kalau rohani kita dibaharui, maka kita makin setia dan berkobar-kobar.

    Kita mengalami penderitaan daging bersama Yesus supaya mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, untuk bisa masuk Yerusalem Baru selama-lamanya, sebab tujuan kita adalah Yerusalem Baru.

    Apa yang dibaharui?: Hati, yaitu:


    • ay. 16= tidak boleh tawar hati.
    • di Yerusalem Baru, semua baru, tidak ada lagi yang lama, salah satunya adalah laut tidak ada lagi.
      Wahyu 21: 1
      21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.

      Laut = hati yang bimbang.
      Kalau kita mau menuju Yerusalem Baru, tidak boleh ada lagi hati yang bimbang.

      Yakobus 1: 6
      1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

      Bimbang, artinya:


      1. bimbang terhadap pribadi Tuhan (pengajaran benar) karena diombang-ambing pengajaran lain.

        Kesaksian:
        "Kami yang lulusan Lempin-El Kristus Ajaib sampai saya jelaskan sejelas-jelasnya. Kalau masih tidak mau mengerti, ya sudah. Sampai saya bilang, sebenarnya gampang untuk lulusan Lempin-El angkatan I sampai angkatan XXXVI, tinggal buka catatan tentang pengajaran Tabernakel, mulai angkatan I sampai angkatan XXXVI semua catatannya sama.
        Kalau ada orang yang mengajarkan yang lain, sedikit saja, itu sudah salah. Tidak usah dibela. Sebab Tabernakel ini adalah kunci Kerajaan Sorga, tidak bisa dirubah sedikitpun. Kalau dirubah/dikikir sedikit saja, maka tidak akan ada pintu terbuka. Begitu juga seorang pendeta kalau merubah pengajaran Tabernakel sedikit saja, maka tidak akan ada pintu terbuka, tidak akan ada lagi pembukaan Firman sehingga kering.
        Kita harus tetap bertahan pada pengajaran yang benar, jangan ikut-ikutan kering.
        "


      2. bimbang terhadap kuasa Tuhan saat menghadapi pencobaan dan berharap orang lain.


    Yang benar, kita harus KUAT DAN TEGUH HATI (tidak tawar hati dan tidak bimbang), yaitu tetap percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada pribadi Tuhan (pengajaran yang benar) dan kuasa Tuhan, apapun resiko yang kita hadapi.

    Ini penting, sebab dicari orang yang kuat dan teguh hati untuk dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Yosua 1: 6-7, 9, 18
    1:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
    1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.
    1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."
    1:18 Setiap orang yang menentang perintahmu dan tidak mendengarkan perkataanmu, apa pun yang kauperintahkan kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya,
    kuatkan dan teguhkanlah hatimu!"

    Dulu, Yosua kuat dan teguh hati, sehingga ia dipakai oleh Tuhan untuk membawa bangsa Israel masuk ke Kanaan dengan dipimpin oleh Tabut Perjanjian. Ini merupakan gerakan yang besar.
    Sekarang, keledai muda ditunggangi oleh Yesus, artinya keledai muda (bangsa kafir) yang kuat dan teguh hati dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna dengan dipimpin oleh Kabar Mempelai/Firman pengajaran yang benar.

    Jangan lihat orang, tetapi lihatlah Tabut Perjanjian/firman pengajaran yang benar!

    Kita harus kuat dan teguh hati karena kita akan menghadapai bermacam-macam halangan dan rintangan.
    Kalau dulu, Nuh menghadapi air bah, Maria menghadapi rasa malu dan ancaman hukuman dirajam batu. Kita juga akan menghadapi bermacam-macam halangan dan rintangan yang luar biasa seperti Daniel yang menghadapi gua singa dengan singa yang sangat lapar.

    Gua singa yaitu:


    • pengajaran palsu, ibadah palsu dan penyembahan palsu.
      Kalau pengajarannya palsu, pasti menghasilkan ibadah dan penyembahan palsu.

      "Seringkali hamba Tuhan berkata, "Tidak apa-apa Om, penyembahan kita beda asal pengajarannya sama". Saya kasihan kalau yang mengatakan itu lulusan Lempin-El.
      Pengajaran itu kepala, kalau kepala beda maka mulutnya tidak sama juga. Bukan kebenaran sendiri, tapi ini harus.
      "


    • menghadapi dosa sampai puncak dosa, bagaikan singa yang mencabik-cabik.
      Kaum muda hati-hati! Jangan main-main! Kita sedang dimasukkan ke dalam lubang singa. Semakin kita dipakai, semakin kita dimasukkan ke dalam lubang singa.


    • menghadapi masalah-masalah yang mustahil seperti mau hidup di dalam gua singa yang singanya lapar.
    • menghadapi fitnahan-fitnahan, seperti singa yang mengaum.
      Ini seperti pengalaman sidang jemaat di Smirna yang difitnah oleh orang Yahudi (orang Kristen/hamba Tuhan), yaitu dihina, difitnah dan digosipkan yang tidak baik.

      Kesaksian:
      "Saya selalu bersaksi, kalau Tuhan tidak menolong saya, maka saya sudah hancur. Terlalu banyak suara-suara singa, baik dari luar, maupun dari dalam, keluarga dan lain-lain, betul-betul habis. Kalau Tuhan tidak tolong, siapa yang mau datang? Karena sudah tersebar di mana-mana. Kekuatan kita hanya kuat dan teguh hati.
      Tetapi Om Pong terakhir berpesan kepada saya, karena ada suatu masalah maka saya dipanggil. Beliau mendengar semuanya. Om Pong bertanya pada saya, "Pak Wi, saya dengar Pak Wi begini-begini. Jawab, ya atau tidak". Saya jawab,
      "tidak Om, sungguh saya tidak". Om Pong katakan,
      "kalau iya, kamu harus minta ampun, tetapi kalau tidak, kamu diam".
      "

      Jadi, kita juga begitu saja saat menghadapi mulut singa. Kalau benar, kita mengaku saja, minta ampun, maka semua beres dan kita dipakai Tuhan. Kalau tidak benar, kita diam saja dan Tuhan yang mengatupkan mulut singa dan masalah diselesaikan oleh Tuhan.


    Daniel 6: 8, 11
    6:8 Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
    6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

    'telah mufakat' = persekutuan yang tidak benar disebut dengan persekongkolan yang isinya hanya mendakwa dan disebut sebagai jemaat iblis.

    Saat Daniel mendengar perintah raja yang melarang menyembah Tuhan, maka Daniel berlutut.

    Saat dalam kedaan terjepit, terdesak, mustahil, siapa yang kita cari? Apa yang kita lakukan?
    Apa kita mau mengikuti ibadah, pengajaran, pekerjaan atau nikah yang tidak benar?
    Jangan!, tetapi kita harus seperti Daniel, yaitu tetap menyembah Tuhan, kuat dan teguh hati, tetap percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan.

    Tidak boleh bimbang. Kalau hati bimbang, maka menjadi ribut, tanya sini tanya sana.
    Kalau kapal diombang-ambing oleh angin gelombang tetapi kita lari sini lari sana, maka kapal akan lebih cepat tenggelam.
    Tidak perlu ribut, tetapi tenang saja.

    "Itu rumus saya, apa saja yang kita dengar, kita duduk dan berlutut saja, tidak usah membela, doakan, percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan."

    Kalau kita kuat dan teguh hati, maka tangan anugerah Tuhan diulurkan untuk mengatupkan mulut singa, artinya:


    • Daniel 6: 21, 23
      6:21 dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?"
      6:23 Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk
      mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."

      a
      y. 21 = Daniel adalah hamba Tuhan/seorang imam.

      Arti pertama: Tangan kasih karunia Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita secara jasmani dan rohani secara ajaib.

      Secara jasmani, kita hidup dan terpelihara di tengah kemustahilan seperti di tengah singa yang lapar.
      Mungkin kita sudah terdesak secara ekonomi, tetapi biarlah kita masuk penggembalaan yang benar seperti Nuh, mengandung Firman seperti Maria, bukan mengandung kepahitan dan ikuti seperti Daniel yang duduk saja, percaya dan mempercayakan diri pada Tuhan (mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan akan mengulurkan tangan pada kita).

      Secara rohani, kita tetap bertahan untuk hidup benar dan suci, bertahan dalam pengajaran benar, ibadah pelayanan yang benar dan penyembahan yang benar.


    • Daniel 6: 25, 24
      6:25 Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.
      6:24 Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya
      Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.

      'Daniel ditarik dari dalam gua itu'= masalah selesai.
      'tidak terdapat luka apa-apa padanya' = apapun yang kita korbankan untuk kegerakan hujan akhir, tidak akan hilang.

      ay. 25 = 'mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka'= ini yang bahaya. Kalau menuduh orang yang benar, maka orang yang menuduh itu bersama keluarganya akan dimasukan gua singa dan diterkam sampai remuk tulangnya.

      Arti kedua: Tangan anugerah Tuhan diulurkan untuk mengangkat Daniel dari gua singa = menyelesaikan segala masalah kita sampai yang mustahil tepat pada waktu-Nya dan tangan Tuhan teracung kepada orang-orang yang memfitnah kita untuk menghukum sekeluarga.


    • Daniel 6: 27-29
      6:27 Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
      6:28 Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."
      6:29 Dan Daniel ini
      mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

      Arti ketiga: Tangan anugerah dan kasih karunia Tuhan sanggup meninggikan kita pada waktu-Nya, artinya:


      1. kita dipakai menjadi saksi Tuhan dalam kegerakan hujan akhir (Kabar Baik dan terutama Kabar Mempelai) yang tidak bisa dihalangi oleh apapun juga.
      2. Tangan anugerah Tuhan memberikan masa depan yang berhasil dan indah pada waktu-Nya.
      3. Tangan anugerah Tuhan sanggup mengubahkan kita sampai sama mulia dengan Tuhan dan mengangkat kita ke awan-awan yang permai. Kita bertemu Yesus dan masuk Yerusalem Baru selamanya.

Kita ikuti kasih karunia Tuhan mulai dari permulaan dunia sampai akhir.
'"Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!'= tangan kasih karunia Tuhan yang mengangkat kita ke awan-awan dan mengubahkan kita. Apapun kelemahan kita malam ini, semua diubahkan sampai jadi sama mulia dengan Tuhan dan menjadi mempelai wanita yang diangkat di awan-awan dan masuk Yerusalem Baru untuk selama-lamanya, tidak ada lagi air mata di sana.

Apapun keadaan kita, kita harus kuat dan teguh hati seperti Daniel. Percaya dan jangan lari kemana-mana!

  1. masuk ke dalam bahtera Nuh, yaitu masuk dalam baptisan dan penggembalaan yang benar.
  2. mengandung Firman, jangan mengandung kepahitan dan lain-lain.
  3. yang terakhir, kita sungguh-sungguh kuat dan teguh hati dalam menanti kedatangan Tuhan kedua kali dan dalam melayani Tuhan, kita percaya pada Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top