English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Januari 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:10
2:10 Jangan takut terhadap apa yang...

Ibadah Kunjungan di Jakarta II, 18 Januari 2018 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 27 Agustus 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 menunjuk tentang kebangkitan Tuhan Yesus dalam tubuh kemuliaan. Ini juga menunjuk shekinah glory,...

Ibadah Doa Malang, 13 November 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 adalah tentang 7 percikan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 September 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Lukas 2:8-20 adalah tentang gembala-gembala. Lukas 2:11-14
2:11...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Mei 2009 (Rabu Sore)
Maleakhi 2: 1-2, 6, 8
Yesus telah mati disalib untuk mengubah kutukan menjadi berkat, terutama bagi...

Ibadah Persekutuan V di Square Ballroom Surabaya, 04 April 2019 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Biarlah damai sejahtera Tuhan dilimpahkan bagi kita sekalian.

Lukas 2:...

Ibadah Retreat Family III Malang, 05 Maret 2011 (Sabtu Pagi)
Yesaya 6:1
6:1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Februari 2013 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 September 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 13 Januari 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus yang kedua kali:

Ibadah Doa Surabaya, 05 Desember 2012 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding

Salam sejahtera bagi kita sekalian. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan menyertai kita semua.

Matius 10: 5-15
10:5. Kedua...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 02 April 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:43b-45
9:43b Ketika semua orang itu...

Ibadah Raya Surabaya, 18 April 2010 (Minggu Sore)
Pembicara: Budiman Tampubolon

Matius 25: 1-13
= ada 2 pribadi disini: Mempelai Pria,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Oktober 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10: 1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

Ayat 1-3= tujuh kali percikan darah yang dialami oleh Yesus menghasilkan tujuh sinar kemuliaan--penampilan pribadi Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan--(diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):

  1. Berselubungkan awan. Artinya: pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus sepenuhnya. (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).


  2. Pelangi ada di atas kepalanya. Ini menunjuk pada Roh kemuliaan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019).


  3. Mukanya sama seperti matahari, supaya kita juga bersinar bagaikan matahari (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019).


  4. Kakinya bagaikan tiang api (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 September 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 Oktober 2019).


  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2019).
  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi.
  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum.

Penampilan Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan berguna untuk menyinari manusia berdosa sampai sempurna seperti Dia, dan layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

AD. 5: DALAM TANGANNYA IA MEMEGANG SEBUAH GULUNGAN KITAB KECIL YANG TERBUKA
Kitab yang terbuka menunjuk pada pembukaan rahasia firman Allah.
Jadi, 'Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka' artinya kita mendapatkan pembukaan rahasia firman Allah/wahyu, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; sama dengan firman pengajaran yang benar.

Untuk apa Tuhan memberikan pembukaan rahasia firman?

  1. Supaya kita tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu, karena tanda kedatangan Tuhan yang utama adalah terjadi penyesatan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2019).


  2. Amsal 29: 18
    29:18. Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

    Yang kedua: supaya kita tidak menjadi liar.

AD. 2.
Keluaran 32: 25
32:25. Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--

Kalau tidak ada pembukaan firman, sidang jemaat akan menjadi liar seperti bangsa Israel--'seperti kuda terlepas dari kandang'; sama dengan menjadi KUDA LIAR.
Kuda liar menunjuk pada kehidupan yang tidak tergembala, artinya tidak tekun dalam kandang penggembalaan--tiga macam ibadah pokok--sehingga tubuh, jiwa, dan rohnya tidak tertambat pada Allah Tritunggal; tidak melekat pada firman pengajaran yang benar--tidak bisa makan dan menikmati firman pengajaran yang benar.
Tanpa pembukaan firman, bangsa Israel, umat pilihan Tuhan tidak kuat, sehingga menjadi kuda liar, apalagi bangsa kafir.

Praktik sehari-hari kuda liar:

  1. Yesaya 31: 1
    31:1. Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.

    Praktik pertama kuda liar: mengandalkan kemampuan dan kekuatan daging yaitu kepandaian, kekayaan, dan kedudukan, sehingga tidak mengandalkan Tuhan, bahkan tidak mau beribadah; tidak mencari Tuhan.


  2. Yeremia 5: 8
    5:8. Mereka adalah kuda-kuda jantan yang gemuk dan gasang, masing-masing meringkik menginginkan isteri sesamanya.

    Praktik kedua kuda liar: hidup dalam hawa nafsu daging yang memuncak pada dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

    Ini semua merupakan dosa Babel.

Wahyu 17: 4-5
17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

Kuda liar adalah kehidupan yang tidak tergembala dan hanya mengikuti hawa nafsu daging, sehingga hanya menuju pada kegerakan pembangunan Babel, mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan untuk dibinasakan selamanya. Kita harus hati-hati! Jangan sampai kita dipercaya untuk melayani tetapi hanya mengutamakan kehebatan--kemampuan daging--dan mengikuti hawa nafsu daging! Itu sama dengan kuda liar yang mengarah ke Babel untuk dibinasakan.

Kuda liar sembarang saja dalam pelayanan, mau ibadah di mana saja, terserah, yang berkhotbah memiliki isteri dua, boleh, yang penting menarik hati dan bisa mendatangkan orang. Begitu juga dengan pelayan lainnya, masuk boleh, tidak masuk boleh; saat-saat tugas, masuk, tidak tugas, tidak masuk. Itulah kuda liar, tidak tertib dan teratur.

Sebaliknya, jika kita menerima pembukaan rahasia firman Allah, sidang jemaat akan menjadi tertib dan teratur; rapih tersusun baik secara rohani dan jasmani; hawa nafsu daging dibendung.

Karena itu terima pembukaan firman, supaya hidup kita ditata rapih, terutama secara rohani. Kalau rohani sudah rapih tersusun, yang jasmani hanya mengikuti saja.
Efesus 2: 21-22
2:21. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Rapih tersusun artinya sidang jemaat masuk dalam pembangunan rumah rohani/tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita sorga.
Kegerakan yang memiliki pembukaan firman berbeda kualitasnya--yang ditekankan adalah perkara rohani dan menuju pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kalau liar--tidak ada pembukaan firman--, yang ditekankan yang jasmani dan menuju Babel.

Kegerakan pembangunan tubuh Kristus disebut juga dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan KUDA PUTIH, bukan kuda liar.
Wahyu 6: 1-2
6:1. Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Ini adalah permulaan kegerakan kuda putih.
Wahyu 19: 11
19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

Ini adalah akhir dari kegerakan kuda putih/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

'orang yang menungganginya memegang sebuah panah'= yang penting di sini adalah kegerakan kuda putih memegang sebuah panah, itulah pembukaan firman.
Habakuk 3: 8-9, 11
3:8. Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan-Mu?
3:9. Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela. Engkau membelah bumi menjadi sungai-sungai;
3:11. Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena
cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.

'Penunggang kuda'= Yesus.
Busur menunjuk pada alkitab.
Anak panah menunjuk pada ayat-ayat dalam alkitab.
Anak panah yang dipanahkan menunjuk pada pembukaan rahasia firman, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--'cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju' sama dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah gambaran Allah.

Jadi, kegerakan kuda putih adalah kegerakan dalam pembukaan rahasia firman/firman pengajaran yang benar, yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
Pembukaan firman ini yang harus kita ikuti. Kalau ada pembukaan firman, akan ada kegerakan kuda putih, tanpa pembukaan firman, akan ada kegerakan kuda liar.

Hasil pekerjaan pembukaan rahasia firman:

  1. Menyucikan kita semua.
    Apa yang disucikan?
    Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.


    1. Mulai dari penyucian hati dan pikiran, karena hati pikiran berisi keinginan jahat, najis, dan kepahitan.
      Keinginan jahat= keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      Keinginan najis= dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Tidak boleh ada lagi kalau mau dipakai dalam kegerakan kuda putih.
      Kepahitan= iri hati, kebencian tanpa alasan.


    2. Sendi-sendi--hubungan dua tulang--= hubungan kita dengan sesama harus disucikan, sehingga kita bisa saling mengasihi, artinya: mengasihi sesama seperti diri sendiri--kalau kita tidak mau sesama berbuat jahat, kita jangan berbuat jahat; kita hanya melakukan perbuatan baik kepada sesama--, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita (tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan).

      Saat kita membalas kejahatan dengan kebaikan kita akan merasa damai; kita tidak marah tetapi justru berbelas kasihan kepada dia, dan dia bisa menjadi baik kepada kita.

      Sendi adalah hubungan tubuh Kristus.
      Kita masuk kegerakan kuda putih dimulai dari hati dan pikiran disucikan. Kalau hati dan pikiran tidak suci, semuanya tidak suci, tetapi kalau suci, sendi-sendinya juga suci--hubungan dengan sesama menjadi baik; sudah tidak ada masalah.


    3. Sumsum.
      Amsal 17: 22
      17:22. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

      Semangat patah= kecewa, putus asa, atau bangga dengan sesuatu. Ini yang harus disucikan sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

      Saat-saat kita di lembah kita mengucap syukur, ikuti jalan Tuhan, jangan kecewa dan putus asa, dan Tuhan beserta kita. Itu yang penting! Di manapun kita berada, bahkan di dalam api yang dipanaskan tujuh kali sekalipun, kalau Tuhan beserta, tidak ada masalah.

      Kalau kecewa dan putus asa, sumsum akan kering--mulai bersungut, menyalahkan Tuhan--, dan kita terpisah dari Tuhan. Biarpun lautan tenang, tetapi kalau tidak ada Tuhan, akan terjadi sesuatu.

      Jangan lihat laut atau apinya, tetapi lihat apakah Tuhan beserta kita atau tidak. Itu yang penting.
      Kalau bangga dengan sesuatu, kita akan habis. Waspada, jangan sampai kita merasa lebih hebat dari Petrus. Jangan bangga! Kalau ada berkat dan pemakaian, ucapkan syukur bahwa semua karena Tuhan, dan kita tidak akan pernah ditinggalkan Tuhan.


    4. Penyucian oleh anak panah yaitu penyucian ginjal.
      Ayub 16: 13
      16:13. Aku dihujani anak panah, ginjalku ditembus-Nya dengan tak kenal belas kasihan, empeduku ditumpahkan-Nya ke tanah.

      Ginjal= perasaan terdalam yang sering menusuk-nusuk kita; membuat pedih.
      Mazmur 73: 21
      73:21. Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,

      Kepedihan hati--termasuk kesedihan, sering tersinggung--seringkali menusuk-nusuk. Ini yang harus disucikan pada kesempatan ini sampai kita mengalami damai sejahtera di manapun, kapanpun, dan situasi apapun!

      Damai sejahtera adalah kekuatan rohani kita.
      Jaga hati damai!


    Inilah pekerjaan dari firman pengajaran yang benar, yaitu menyucikan kita.
    Kita disucikan terus menerus oleh pembukaan firman: hati dan pikiran, sendi, sumsum, ginjal disucikan--perkataan dan perbuatan juga disucikan--; seluruh hidup disucikan, sampai satu waktu sempurna seperti Yesus; kita menjadi mempelai wanita sorga.


  2. Wahyu 6: 2
    6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

    Wahyu 19: 12
    19:12. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.

    Awal kegerakan ditandai dengan satu mahkota, dan akhir kegerakan ditandai dengan banyak mahkota.

    Hasil kedua: memperoleh kemenangan secara terus menerus, tidak pernah kalah.

    Setiap kemenangan ditandai dengan mahkota, sampai puncaknya kita menerima mahkota mempelai; mahkota sukacita; mahkota kemegahan. Kalau suci pasti menang atas dosa, hambatan, tantangan, rintangan dan sebagainya.
    Jangan sering kalah saat menghadapi hambatan, rintangan dan sebagainya!
    Kalau kesucian meningkat kita akan terus berkemenangan terhadap apapun.

    1 Tesalonika 2: 19
    2:19. Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?

    Kalau sudah memakai mahkota mempelai,maka kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai; kita bersama Dia selamanya, masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, sampai kemenangan terakhir kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya.

    Jangan sampai kalah saat menghadapi tantangan dan rintangan! Tetap semangat! Semakin disucikan akan semakin berkemenangan, kalau kesucian menurun kita akan kalah--banyak alasan untuk tidak beribadah.

    Salah satu tanda kemenangan adalah menjadi hamba/pelayan Tuhan yang setia dan benar.
    kalau terus terhambat, lama-lama akan kalah, berarti kesucian menurun--kalau kesucian menurun, kesetiaan juga akan turun.

Dua hasil dari firman pengajaran tidak bisa dipisahkan, yaitu kesucian dan kemenangan, sampai menerima mahkota mempelai untuk dipakai dalam perjamuan kawin Anak Domba, bahkan mencapai kemenangan terakhir yaitu kita duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga--seperti janji Tuhan kepada jemaat Laodikia.

Jemaat Laodikia adalah jemaat paling terpuruk dan najis--hanya seperti muntah--, tetapi kalau mau disucikan, ia bisa menang sampai duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga.
Jadi, tidak ada alasan bagi kita, kalau sampai ketinggalan saat Yesus datang kembali itu salah kita sendiri, karena Tuhan sudah memberikan kesempatan untuk menolong kehidupan kita bahkan kehidupan yang sudah seperti muntah lewat pembukaan firman.
Karena itu, dalam setiap ibadah, kita berdoa supaya ada pembukaan firman; pengajaran yang menyucikan kita, sehingga apapun keadaan kita, kita bisa diangkat, ditolong, sampai duduk bersanding di takhta sorga.

Markus 11: 1-2
11:1. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
11:2. dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.

Ini merupakan perjalanan terakhir Yesus menuju Yerusalem. Sekarang artinya kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai untuk masuk Yerusalem baru--dulu Yesus masuk Yerusalem di timur tengah.

Sasaran dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah seekor KELEDAI MUDA YANG TERTAMBAT.
Mengapa keledai? Karena kudanya sudah liar. Seharusnya yang dipakai adalah bangsa Israel, tetapi Israel sudah jadi kuda liar, karena itu Tuhan beralih pada keledai--gambaran dari bangsa kafir--yaitu keledai yang tertambat.

Tertambat di mana? Pokok anggur yang benar, artinya tergembala dengan benar dan baik; tekun dalam kandang penggembalaan; tergembala pada pokok anggur yang benar/firman pengajaran yang benar.
Kejadian 49: 11
49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

Ini yang dicari Tuhan hari-hari ini.
Keledai muda menunjuk pada orang muda secara usia, orang yang baru menerima kabar mempelai, atau orang yang selalu dibaharui oleh kabar mempelai.

Kalau keledai tidak mau tertambat--tidak mau tergembala--, ia akan jadi keledai liar dan keledai jalang, yang dipakai dalam pembangunan Babel dan menuju kebinasaan selamanya--sama nasibnya dengan bangsa Israel yang tidak mau menerima pembukaan firman dan tidak mau digembalakan (menjadi kuda liar).

Jadi, kalau bangsa kafir bisa dilibatkan dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, itu merupakan kepercayaan dan kemurahan Tuhan yang seharga darah Yesus di kayu salib.
Oleh sebab itu kita harus menjaga kepercayaan dan kemurahan Tuhan kepada kita bangsa kafir lewat beribadah melayani Dia dengan setia dan benar.

Pembangunan Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
Dalam rumah tangga, suami, isteri, dan anak melayani dengan setia, taat, dan benar.
Dalam penggembalaan dan antar penggembalaan kita juga melayani dengan setia dan benar.

kalau kita tidak melayani dengan setia dan benar, kepercayaan akan dialihkan pada yang lain, dan matilah kita.
Kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan untuk menolong bangsa Israel; menggairahkan bangsa Israel untuk kembali kepada Tuhan--dari kuda liar bisa kembali kepada Tuhan; bangsa Israel yang keras masih bisa kembali kepada Tuhan lewat kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Tetapi kalau bangsa kafir tidak setia dan benar bahkan tidak mau disucikan padahal sudah mengerti pengajaran, kecil kemungkinan untuk bisa kembali pada Tuhan bahkan tidak bisa kembali lagi karena kita bangsa kafir bisa dilibatkan hanya oleh karena kemurahan dan kepercayaan Tuhan.

Praktik kegerakan Roh Kudus hujan akhir:
Markus 11: 7-9
11:7. Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.
11:8. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.
11:9. Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,

  1. Ayat 7= kegerakan iman--tadi, hati disucikan sampai tidak ada keinginan jahat--kikir dan serakah--, keinginan najis, dan kepahitan, sehingga terjadi kegerakan iman.

    'menghamparkan pakaiannya'= menunjuk pada pakaian.
    'menyebarkan ranting-ranting hijau'= menunjuk pada makanan.

    Jadi, kegerakan iman artinya tidak ada lagi kekuatiran tentang hidup sehari-hari--tabiat bangsa kafir--; apa yang dimakan dan dipakai, sehingga:


    • Kita bisa mengutamakan Tuhan lebih dari semua--'carilah dahulu kerajaan sorga dan kebenarannya'; mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semua.
      Terlalu rendah kalau kita ikut Tuhan untuk mencari makanan dan pakaian. Kita ikut Tuhan bukan lagi untuk mencari perkara-perkara itu.


    • Kita bisa hidup benar dalam segala hal.
      Mengapa tidak bisa hidup benar? Karena ada kekuatiran.


    • Lebih bahagia memberi dari pada menerima. Kita berkorban waktu, tenaga, pikiran, keuangan dan sebagainya untuk pekerjaan Tuhan, kecuali firman pengajaran yang benar tidak boleh dikorbankan karena firman pengajaran yang benar adalah pokok anggur yang benar, kalau sampai dikorbankan kita akan menjadi keledai liar, sampai gugur dari iman--tidak bisa tertambat lagi.

      Jemaat Makedonia dalam keadaan miskin dan dicobai tetapi bisa memberi; janda miskin memberikan sepeser dan Tuhan membela dia--memang kelihatan kecil tetapi dia memberikan seluruh nafkahnya. Orang kaya bisa memberi tetapi belum sampai seluruh hidupnya.
      Jadi, bisa memberi bukan bergantung kaya atau miskin, tetapi penyucian hati yang menimbulkan kegerakan iman.


  2. Markus 11: 9
    11:9. Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,

    Yang kedua: kegerakan doa penyembahan= memberikan seluruh hidup kepada Tuhan.
    Karena itu kita belajar kegerakan iman lebih dulu--memberi apa yang Tuhan gerakan di hati kita, mengutamakan Tuhan, tetap hidup benar.
    Sesudah itu kita bisa menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan.

    Mazmur 37: 5-7
    37:5. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
    37:6. Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
    37:7. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.

    Menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan artinya:


    • Berdiam diri; koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Jika ditemukan dosa kita harus mengaku kepada Tuhan dan sesama.
      Jangan menghakimi orang lain!


    • Menguasai diri; tidak berharap pada yang sesuatu di dunia tetapi hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan.

Ini yang kita butuhkan hari-hari ini yaitu kegerakan iman dan doa penyembahan, dan Tuhan akan menunggangi kita, artinya:

  1. Dia memakai kita dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kita melayani sesuai dengan beban dari Tuhan.
    Manfaatkan kepercayaan Tuhan! Ditunggangi memang berat bagi daging tetapi di baliknya ada kemuliaan.

    Kalau kita melayani sesuai dengan beban dari Tuhan, pelayanan kita akan mengarah pada Yerusalem baru.
    Kalau bebannya tidak jelas--disuruh jadi penyanyi malah jadi gembala--, arahnya juga tidak jelas.

    "Dulu saya tidak mau jadi gembala, tetapi beban dari Tuhan saya harus jadi gembala, ya sudah sekalipun daging menolak, sehingga arahnya jelas ke Yerusalem baru. Tetapi kalau mau mencari yang enak bagi daging, saya senang jadi penginjil dan pengajar, arahnya akan berbeda."

    Mohon beban dari Tuhan! Kalau belum terbeban berarti kita belum dipercaya karena kita belum mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan; belum berharap sepenuh pada Dia.


  2. Tuhan mempercayakan Dirinya kepada kita sehingga kita menjadi takhta Tuhan di bumi. Jangan takut!
    Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Kalau menjadi takhta Tuhan kita akan selalu merasakan sungai air kehidupan--kuasa Roh Kudus--dalam hidup kita.
    Hasilnya:


    1. Hasil pertama: untuk menghadapi ketandusan padang gurun dunia.
      Dunia ini bagaikan padang gurun dan laut Mati--semuanya mati--, karena itu butuh sungai air kehidupan, sehingga kita mengalami pemeliharaan Tuhan di tengah kesulitan bahkan kemustahilan dunia, sampai zaman antikris berkuasa di bumi.

      Yehezkiel 47: 8-9
      47:8. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
      47:9. sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

      Tuhan bukan hanya memelihara kita untuk hidup di bumi, tetapi juga sampai hidup kekal.
      Mari, jadi takhta! Kalau ada pembukaan firman kita akan mengalami penyucian, kita menang, dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, sampai menjadi takhta Tuhan. Itu yang penting!

      Contoh: janda Sarfat bisa dipelihara oleh Tuhan sekalipun ia hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak.
      Dulu sudah terjadi, sekarang juga terjadi. Mengapa bisa demikian? Karena Tuhan sudah menyerahkan Dirinya bagi kita.
      'mengaruniakan segala sesuatu kepada kita'= pemeliharaan hidup di bumi sampai hidup kekal selamanya.

      Roma 8: 32
      8:32. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

      Jaga supaya kita tetap menjadi takhta Tuhan--tempatnya Roh Kudus--!


    2. Yohanes 4: 10
      4:10. Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

      Perempuan Samaria mengalami ketandusan secara rohani; tidak pernah puas, sampai lima kali kawin cerai, dan berikutnya sudah kawin mengawinkan, berarti menuju kebinasaan selamanya.
      Apa yang dibutuhkan? Sungai air kehidupan.

      Hasil kedua: kita memberi minum Yesus--mengaku segala dosa dan kekurangan kita--, dan Dia akan mengampuni kita dan memberikan sungai air kehidupan yang memuaskan kita; memberikan kebahagiaan sorga dalam pribadi dan nikah serta buah nikah kita, sehingga nikah tetap menjadi satu dan bahagia, sampai perjamuan kawin Anak Domba.

      Yohanes 4: 39
      4:39. Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."

      Kalau sudah dipuaskan kita harus bersaksi bagaimana kehancuran kita dulu tetapi sudah dipulihkan lewat pembukaan firman pengajaran.
      Mari bersaksi kepada yang lain!

      Mari, kalau jasmani, rohani, nikah, dan pribadi kering, masih ada air kehidupan sampai kita bisa bersaksi dan menyembah Tuhan.


    3. Wahyu 22: 1
      22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

      Hasil ketiga: mengubahkan hidup kita, mulai dari jujur--jernih seperti kristal--dan taat.

      Ini adalah mujizat terbesar, kita menjadi takhta Tuhan, dan mujizat jasmani juga terjadi: Petrus gagal bahkan telanjang saat ia kembali menangkap ikan, tetapi ia jujur mengaku kegagalannya kepada Tuhan, dan taat untuk menebarkan jala sekalipun tidak cocok dengan akal, sehingga menangkap banyak ikan.
      Yang mustahil jadi tidak mustahil; gagal menjadi berhasil dan indah; busuk jadi harum.

      Biar malam ini Tuhan menolong kita. Ada pembukaan firman, kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kita menjadi takhta Tuhan dan ada sungai air kehidupan. Tidak usah takut sekalipun dunia seperti padang gurun, banyak kehancuran nikah dan buah nikah! Kalau ada sungai air kehidupan, ada jaminan, tidak mungkin kering secara jasmani, rohani, dan rumah tangga.

      Kita terus mengalami mujizat sampai nanti diubahkan jadi sama mulia dengan Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Jangan ragu-ragu untuk menyerahkan diri! Dia sudah menyerahkan Diri lebih dulu, supaya kita menjadi takhta-Nya--sumbernya dari perjamuan suci.
Roh Kudus bisa melakukan apa saja di luar pikiran kita.

Tanpa Roh Kudus semua akan kering dan sia-sia. Hidup kita tidak ada artinya, semua gagal total dan busuk.
Tuhan tolong kita semuanya. Dalam kesedihan dan kepedihan ada air Roh Kudus yang menolong, memuaskan, dan membahagiakan kita; Dia melakukan segala sesuatu dalam hidup kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top