English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 31 Januari 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Januari 2011 (Sabtu Sore)
Ada 7 hal yang kena-mengena dengan sengsara Yesus di kayu salib:
Markus 15:22-23 = sengsara...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Februari 2016 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda Ibadah Kunjungan Jakarta.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Doa Malang, 23 Februari 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan Penataran II Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Maret 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:1-20 adalah tentang Yohanes Pembaptis.
Lukas...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 24 November 2015 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ada 3 teladan dari Yesus dalam doa semalam suntuk:
Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 14 Februari 2012 (Selasa Malam)
Yohanes 14:16-18
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan...

Ibadah Raya Malang, 31 Januari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 adalah tentang sidang jemaat...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 31
= terdengar bunyi sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan...

Ibadah Doa Malam Malang, 27 Mei 2010 (Kamis Malam)
Keluaran 29: 8-9
29:8. Kausuruhlah anak-anaknya mendekat dan kaukenakanlah kemeja-kemeja itu kepada mereka.
29:9. Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun...

Ibadah Raya Malang, 19 Februari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 November 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22-27 adalah tentang pengikutan kepada Yesus....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Januari 2020 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 1
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

(terjemahan lama)
11:1. Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat rupanya dengan katanya, "Bangkitlah, dan ukurlah Bait Allah, dan tempat korban dan segala orang yang
sembahyang di dalamnya itu;

'tongkat pengukur' mengingatkan kita pada tongkat gembala/firman penggembalaan atau firman pengajaran yang benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan, teratur, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat, komando mengenai apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh, dan ukuran kerohanian sidang jemaat--meningkatkan kerohanian sampai kesempurnaan.

Ada dua hal yang diukur lewat tongkat pengukur/tongkat gembala--firman penggembalaan--:

  1. Bait Suci Allah= ibadah pelayanan dan kehidupan kita (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 05 Januari 2020).


  2. Mezbah dan mereka yang sembahyang di dalamnya--mezbah dupa emas; penyembahan--(diterangkan pada Ibadah Natal Surabaya, 25 Desember 2019, dilanjutkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2020).

AD. 2: MEZBAH DUPA EMAS DAN MEREKA YANG SEMBAHYANG DI DALAMNYA--PENYEMBAHAN

Kita harus hati-hati, ada penyembahan palsu dan penyembahan benar:

  1. Penyembahan palsu, yaitu:


    • Penyembahan berhala:


      • Penyembahan kepada lembu di Mesir, yang ditiru oleh Israel dalam bentuk lembu emas.
      • Menyembah dewa yaitu


        1. Manusia yang suci, yang bisa mengadakan mujizat.
          Kisah Rasul 14: 11, 13-15
          14:11. Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia."
          14:13. Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak
          kepada rasul-rasul itu.
          14:14. Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru:
          14:15. "Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan
          perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.


        2. Raja; manusia yang berkuasa.
          Kisah Rasul 12: 22
          12:22. Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!"

          (terjemahan lama)
          12:22. Maka menyahutlah orang banyak itu dengan sorak katanya, "
          Inilah suara suatu dewa, bukannya suara manusia!"


      • Kolose 2: 18
        2:18. Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,

        Yang ketiga: menyembah malaikat.


      • Imamat 17: 7
        17:7. Janganlah mereka mempersembahkan lagi korban mereka kepada jin-jin, sebab menyembah jin-jin itu adalah zinah. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun.

        Yang keempat: menyembah jin/Setan--roh jahat dan najis.


    • Yohanes 4: 20
      4:20. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
      4:21. Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai
      perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

      'perempuan'= perempuan Samaria.

      Yang kedua: penyembahan tradisi/adat istiadat yang bertentangan dengan firman.

      Perempuan Samaria, gambaran dari bangsa kafir, menyembah di atas gunung yang sudah ditentukan.
      Yosua 8: 33
      8:33. Seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para pengatur pasukannya dan para hakimnya berdiri sebelah-menyebelah tabut, berhadapan dengan para imam yang memang suku Lewi, para pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, baik pendatang maupun anak negeri, setengahnya menghadap ke gunung Gerizim dan setengahnya lagi menghadap ke gunung Ebal, seperti yang dahulu diperintahkan oleh Musa, hamba TUHAN, apabila orang memberkati bangsa Israel.

      Ulangan 11: 29
      11:29. Jadi apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke negeri, yang engkau masuki untuk mendudukinya, maka haruslah engkau mengucapkan berkat di atas gunung Gerizim dan kutuk di atas gunung Ebal.

      Bagi kita sekarang artinya beribadah dan menyembah hanya untuk mendapatkan berkat-berkat jasmani--sama dengan bertapa.


    • Wahyu 13: 13-15
      13:13. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
      13:14. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
      13:15. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.

      Yang ketiga: nabi palsu menyeret kita untuk menyembah antikris. Ini adalah puncak penyembahan palsu.

      Nabi palsu dan antikris ini bekerjasama.
      Artinya penyembahan kepada antikris didorong oleh ajaran-ajaran palsu yang hanya mengejar tanda-tanda dan perkara-perkara jasmani.

      Kekuatan antikris yang terutama adalah Mamon/uang.
      Karena itu, hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani hanya untuk mengejar perkara-perkara jasmani akan diseret oleh nabi palsu--ajaran palsu--untuk menyembah antikris. Kita harus hati-hati!

      Termasuk hamba Tuhan, sekarang menjadi hamba Tuhan sepenuh sudah dijadikan profesi, bukan tahbisan; hanya mencari perkara jasmani. Tuhan tolong kita.

      Proses penyembahan kepada antikris dengan kekuatan Mamon/ikatan akan uang:


      • 1 Timotius 6: 6-10
        6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
        6:7. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
        6:8. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
        6:9. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
        6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

        'ingin kaya'= uangnya tidak salah, tetapi keinginannya yang salah.

        Proses pertama penyembahan kepada antikris: 'ingin kaya'= keinginan akan uang, yang meningkat menjadi hawa nafsu daging untuk memiliki uang.

        Hawa nafsu daging adalah keinginan daging yang tidak terkontrol lagi oleh firman--tidak bisa dihalangi lagi.
        Kalau dilanjutkan, akan menjadi cinta akan uang; mengasihi uang sehingga tidak mengasihi Tuhan dan sesama, berarti hati sudah dikuasai oleh uang/akar kejahatan.

        Buktinya: memburu uang; sama dengan mencari uang dengan cara tidak halal; tidak sesuai dengan iman/firman Allah/kebenaran, sehingga banyak yang menyiksa diri dan akhirnya berdukacita.
        Ini sama dengan sistem berburu seperti Esau. Berbahaya, tidak sesuai dengan kerajaan sorga! Sungguh-sungguh!

        Kalau berburu dalam pergaulan, bahaya, itu adalah sistem dunia. Sistem sorga adalah Adam disuruh tidur, artinya menggunakan pandangan rohani kepada Tuhan.
        Dalam pekerjaan dan segala hal jangan menggunakan sistem Esau, yang akibatnya hanya cucuran air mata sampai selamanya.

        Setiap manusia punya keinginan, tetapi yang tidak boleh lagi adalah keinginan daging yang tidak terkontrol lagi oleh firman Allah, kalau dilanjutkan, akan hawa nafsu daging, sampai cinta akan uang.


      • Proses kedua penyembahan kepada antikris: kalau ada keinginan akan uang sampai cinta akan uang--sistem berburu--, maka uang ditempatkan di dalam hati/roh; uang diletakkan pada tempat yang utama. Akibatnya:


        1. Tuhan tidak ada tempat lagi di hati kita.
          Buktinya: mulai tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan; tidak menghiraukan lagi ibadah pelayanan.


        2. Sesama tidak ada tempat di hati kita lagi, mulai dari suami istri--egois, mementingkan diri sendiri.


        Bukti tidak ada tempat untuk Tuhan dan sesama: kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi kepada Tuhan dan sesama yang membutuhkan--termasuk di dalam rumah tangga.

        1 Korintus 5: 11
        5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

        'janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama'= tidak bisa berfellowship.
        Kekikiran ini justru sedang berkembang di dalam gereja Tuhan, termasuk melanda hamba-hamba Tuhan sepenuh.

        Serakah sama dengan penyembahan berhala--menyembah uang/antikris--yaitu mencuri milik Tuhan dan sesama.
        Milik Tuhan adalah persepuluhan dan persembahan khusus.

        Kolose 3: 5-6
        3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
        3:6. semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

        Akibatnya: mengalami murka Allah; kebinasaan untuk selama-lamanya.


      Inilah proses penyembahan kepada antikris. Kita memang punya keinginan tetapi harus dikontrol oleh firman. Kalau tidak, akan menjadi hawa nafsu, cinta akan uang, sampai uang ditempatkan di hati.

      Cara Tuhan untuk menyucikan dan melepaskan kita dari keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah--penyembahan kepada antikris--yaitu:


      • 1 Timotius 6: 6-8
        6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
        6:7. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
        6:8. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

        Yang pertama: lewat ibadah pelayanan termasuk penyembahan yang memuaskan hati Tuhan sehingga memberikan kepada kita kepuasan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Kita tidak perlu lagi berburu.

        Inilah cara untuk mengatasi penyembahan kepada antikris.

        Bagaimana ibadah pelayanan dan penyembahan kita bisa memuaskan Tuhan?


        1. Kita harus menjadi hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani dan menyembah Tuhan dengan memakai ikat pinggang rohani, itulah kesetiaan dan kebenaran.
          Lukas 17: 7-8
          17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
          17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku.
          Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

          Yesaya 11: 5
          11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

          Kebenaran dan kesetiaan tidak bisa dipisahkan.


        2. Lukas 17: 7-8
          17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
          17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

          Yang kedua: tidak menuntut hak tetapi hanya melakukan kewajiban--doulos.


        Inilah pelayanan yang memuaskan hati Tuhan yaitu setia, benar, dan hanya melakukan kewajiban, bahkan rela berkorban apa saja dalam ibadah pelayanan dan penyembahan kepada Tuhan--percikan darah.

        Di mana ada percikan darah di situ ada Imam Besar yang memberikan kepuasan kepada kita secara rohani sehingga kita tidak ada keinginan akan uang, dan segala urusan jasmani menjadi urusan Tuhan--'sesudah itu engkau boleh makan dan minum'.

        Jangan masuk ibadah pelayanan dan penyembahan palsu! Kalau ibadah dan penyembahan palsu kita justru mencari uang. Salah! Tugas kita hanya memuaskan Tuhan, dan Dia akan memuaskan kita.
        Yang penting adalah setia, benar, hanya melakukan kewajiban, dan rela berkorban. Saat ada halangan di situlah terlihat kita benar-benar setia dan benar atau tidak. Kalau setia dan benar kita pasti rela mengorbankan hak kita.


      • Yang kedua: lewat persepuluhan--untuk menghadapi keserakahan; jangan mencuri milik Tuhan--dan persembahan khusus--untuk menghadapi kekikiran.
        Keluaran 25: 1-2, 8
        25:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
        25:2. "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.
        25:8. Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

        Hati-hati, keinginan akan uang dan kenajisan adalah satu. Kalau ada keinginan akan uang, nanti akan mengarah pada kenajisan; cepat atau lambat pasti jatuh di situ.

        Persembahan khusus ini untuk melawan dosa kikir, dan dipergunakan untuk pembangunan tubuh Kristus--dulu untuk membangun Tabernakel--, supaya Yesus diam di dalam kita; menempatkan diri sebagai kepala--'supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka'--; tidak ada tempat bagi serigala/roh jahat dan burung/roh najis (Babel).

        Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai; tubuh dan Kepala tidak terpisah untuk selama-lamanya.
        Bawa keluarga kita ke dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna!

        Keluaran 36: 5-7
        36:5. dan berkata kepada Musa: "Rakyat membawa lebih banyak dari yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan TUHAN untuk dilakukan."
        36:6. Lalu Musa memerintahkan, supaya dimaklumkan di mana-mana di perkemahan itu, demikian: "Tidak usah lagi ada orang laki-laki atau perempuan yang membuat sesuatu menjadi persembahan khusus bagi tempat kudus." Demikianlah rakyat itu dicegah membawa persembahan lagi.
        36:7. Sebab bahan yang diperlukan mereka telah cukup untuk melakukan segala pekerjaan itu, bahkan berlebih.

        Hati-hati, ada batas waktu untuk masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
        Jika waktunya sudah sampai; panjang sabar Allah sudah sampai, tidak akan ada lagi kesempatan untuk memberikan persembahan khusus bagi pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, berarti kita berada di luar tubuh Kristus, sehingga serigala dan burung yang menjadi kepala; masuk pembangunan Babel; mempelai wanita setan/gereja palsu yang akan dibinasakan selamanya.


  2. Penyembahan benar= penyembahan yang didorong oleh kebenaran dan roh.
    Sudah menyembah dengan benar, tetapi masih diukur lagi. Itulah kerajaan sorga, ketat sekali. Sungguh-sungguh serius!

    Yohanes 4: 23-24
    4:23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
    4:24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

    Kebenaran= firman Allah yang menyucikan/firman penyucian.
    Roh= urapan Roh Kudus.
    Yohanes 17: 17
    17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

    Jadi penyembahan yang benar adalah penyembahan yang didorong oleh firman penyucian dalam urapan Roh Kudus; sama dengan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Karena itu di dalam rumah Tuhan harus ada pedang firman untuk membawa kita dalam ibadah pelayanan sampai penyembahan yang benar kepada Tuhan.

    Mazmur 24: 3-4
    24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
    24:4. "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

    Kesimpulan: ukuran penyembahan adalah kesucian.
    Apa yang harus disucikan?


    • 'murni hatinya'= mulai hati disucikan.
      Hati harus disucikan dari roh jahat dan najis, dan kepahitan, sehingga hati menjadi suci--murni sampai dalam hati. Inilah tempatnya Roh Kudus, bukan uang.


    • 'bersih tangannya'= perbuatan-perbuatan  dosa dan puncaknya dosa disucikan, sehingga menghasilkan perbuatan suci dan baik.
    • 'tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan'= perkataan sia-sia disucikan sehingga menghasilkan perkataan suci dan baik.


    Ini sama dengan penyucian seluruh hidup manusia; penyucian tubuh, jiwa, dan roh, sehingga bisa naik ke gunung Allah.
    Mazmur 24: 5-6
    24:5. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
    24:6. Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela

    (terjemahan lama)
    24:6. Bahwa inilah bangsa orang yang bertanya akan Tuhan, yang mencahari hadirat-Mu,
    yaitulah Yakub. -- Selah.

    Di sini, yang bisa naik ke gunung Tuhan adalah Yakub--Yakub bisa menaikkan doa penyembahan yang benar, yang memenuhi ukuran kesucian. Esau tidak bisa karena ia berburu daging--ada keinginan akan uang.

    Kejadian 32: 24-30
    32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
    32:25. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
    32:26. Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
    32:27. Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."
    32:28. Lalu kata orang itu: "
    Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
    32:29. Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
    32:30. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "
    Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"

    Ukuran doa dalam penyucian adalah sama seperti pergumulan Yakub sampai fajar menyingsing--sekarang bisa dalam bentuk doa semalam-malaman, tetapi secara rohani kita bergumul sampai Tuhan datang kembali.

    Hasil doa penyembahan yang memenuhi ukuran kesucian:


    • Ayat 26= Yakub bergumul untuk mendapatkan berkat dalam kebenaran terutama berkat kesulungan (hak untuk menikah; masuk perjamuan kawin Anak Domba, hak penebusan oleh darah Yesus, dan hak waris kerajaan sorga).
      Kalau berkat sorga diterima, Tuhan juga akan memberikan berkat jasmani dan berkat rumah tangga.

      Jangan menjual hak kesulungan seperti Esau yang menjual hak kesulungan karena sepiring makanan--sekarang artinya berbuat dosa karena sepiring makanan dan sebagainya--! Pertahankan hak sulung!

      Jangan salah menggunakan berkat jasmani! Kalau salah, kita tidak akan dipercaya lagi oleh Tuhan.
      Tuhan memberkati kita dengan berkat jasmani, terutama untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.


    • Ayat 28= Yakub bergumul sampai menang, artinya kita bergumul sampai menang.
      Wahyu 17: 13-14
      17:13. Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu.
      17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

      Kehidupan yang menang adalah kehidupan yang terpanggil, terpilih, dan setia.
      Jadi kita bergumul supaya kita tetap dalam panggilan dan pilihan Tuhan; sama dengan setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Jangan sampai meninggalkan panggilan dan pilihan!


    • Ayat 30= berjuang/bergumul untuk selalu memandang wajah Tuhan. Ada apa-apa, pandang wajah Tuhan, bukan yang lain.
      Ini pergumulan kita.

      Di mana ada pergumulan, di sana Tuhan juga memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita.
      Ada apa-apa, kita tinggal menyembah Tuhan--penyembahan adalah puncak dari ibadah pelayanan, kalau tidak mau ibadah pelayanan, bahaya, bisa-bisa penyembahannya palsu.

      Kita memandang wajah Tuhan yang bersinar bagaikan matahari terik. Kita merasakan kasih-Nya semakin besar dan jelas. Mari bergumul apapun yang kita hadapi! Selama masih ada matahari, Tuhan mampu melakukan apa saja bagi kita.

      Hasilnya:


      • Kita menerima belas kasih Tuhan untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--mujizat terbesar.
        Bilangan 6: 25
        6:25. TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

        Keubahan hidup dimulai dari mengakui segala kekurangan dan kelemahan kita--bisa mengaku dosa, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
        Petrus sudah menyangkal Tuhan tiga kali, dan saat ayam berkokok Yesus berpaling, dan Petrus bisa memandang wajah Yesus, sehingga ia mendapatkan pengampunan--ia menangis untuk mengakui kekurangannya.

        Yakub--penipu--diganti menjadi Israel--pemenang--; sama dengan menerima nama baru.
        Artinya: nama Yesus dilekatkan pada kita.


      • Bilangan 6: 26
        6:26. TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

        Hasil kedua: sinar damai sejahtera. Hati damai, semua enak dan ringan, semua berhasil dan indah pada waktunya.

        Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita memandang Dia muka dengan muka selama-lamanya.

Ada pergumulan apa? Tahun ini adalah tahun penyembahan. Tingkatkan pergumulan bersama Tuhan sampai Ia menyinarkan sinar matahari kepada kita. Kalau kita bergumul, Dia juga bergumul bagi kita.
Yang sudah berhasil tetap pandang Dia; tetap bersyukur kepada Dia!

Selama matahari masih terbit, Dia tidak pernah menipu kita, yang penting kita bergumul bersama Dia. Serahkan semua, jangan ragu/bimbang/berharap pada yang lain!
Dia sudah bergumul seorang diri di kayu salib untuk menyinarkan sinar matahari bagi kita; wajah-Nya sudah begitu buruk, bukan seperti manusia lagi, untuk menyinarkan kemuliaan-Nya kepada kita. Sehancur apapun keadaan kita masih ada harapan lewat perjamuan suci malam ini. Dia tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun untuk menyinarkan matahari dan menurunkan hujan berkat-Nya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top