Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 16 secara keseluruhan adalah ketujuh malapetaka; penumpahan tujuh cawan murka Allah yang terakhir.
Tujuh cawan murka Allah jatuh ke atas:

  1. Manusia yang memakai tanda dari Antikris dan yang menyembah patungnya (diterangkan pada Ibadah Doa Malang, 24 Februari 2022sampai Ibadah Doa Malang, 05 April 2022).
    Wahyu 16: 2
    16:2.Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahayapada semua orang yang memakai tanda dari binatang itudan yang menyembah patungnya.

    Cawan pertama adalah bisul yang jahat dan yang berbahaya.

  2. Laut (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 April 2022sampai Ibadah Doa Malang, 28 April 2022).
    Wahyu 16: 3
    16:3.Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.

    Cawan kedua adalah laut menjadi darah.
    Laut adalah

    1. Kumpulan orang jahat dan fasik.
    2. Pelayan Tuhan yang bimbang, artinya:

      1. Bimbang terhadap pribadi Tuhan (firman pengajaran yang benar) dan kuasa Tuhan.
      2. Tidak tenang= letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata.

    3. Kumpulan manusia termasuk pelayan Tuhan yang dikuasai oleh perempuan Babel, mempelai wanita Setan yang sempurna dalam kejahatan, kenajisan, dan kepahitan untuk dibinasakan selamanya.

    4. Kumpulan manusia termasuk pelayan Tuhan yang tidak menempatkan Yesus sebagai kepala, sehingga tidak dibangun menjadi tubuh Kristus yang sempurna.

    Hari-hari ini biar kita ikut ambil bagian dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

  3. Sungai dan mata air.
    Wahyu 16: 4

    16:4.Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.

    Cawan ketiga adalah sungai-sungai dan mata-mata air menjadi darah.

AD. 3
Sungai adalah aliran yang aktif--kalau tidak mengalir berarti rawa.
Artinya: segala aktivitas manusia di bumi akan dihukum kalau tidak benar.

Mata air adalah sumber air di bumi.
Artinya: sumber kehidupan manusia di bumi, yaitu mencari nafkah, politik, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

Semua kegiatan manusia dan sumber kehidupan di bumi dikuasai oleh Setan, seperti dulu sungai Nil dikuasai oleh Firaun--sungai Nil adalah satu-satunya sungai di Mesir.
Keluaran 7: 14-15
7:14.Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun berkeras hati, ia menolak membiarkan bangsa itu pergi.
7:15.Pergilah kepada Firaun pada waktu pagi, pada waktu biasanya ia keluar ke sungai; nantikanlah dia di tepi sungai Nildengan memegang di tanganmu tongkat yang tadinya berubah menjadi ular.

Perikop: tulah pertama: air menjadi darah.

Sungai Nil adalah arus kegiatan di dunia yang sudah dikuasai oleh Firaun/Setan.
Dikuasai artinya ditanamkan pengaruh Firaun.

'nantikanlah dia di tepi sungai Nil' artinya Musa lebih dulu sampai di sungai Nil dari pada Firaun.
Dulu, sebelum Firaun masuk ke sungai untuk mandi dan sebagainya, orang lain tidak boleh masuk. Setelah ia selesai, baru orang lain boleh masuk, sehingga terkena kotoran dan sebagainya yang berasal dari Firaun. Ini maksudnya istilah menanamkan pengaruh Setan.

Oleh sebab itu kita harus mendahului Setan untuk berdoa kepada Tuhan. Karena itu perlu ada doa pagi, supaya Setan tidak bisa menanamkan pengaruhnya di dalam kita. Jangan sampai kita dijamah oleh Setan!

"Ketika saya ke jalan Johor dan mau buru-buru pulang, om Pong bertanya dan saya jawab: 'Ada doa pagi.' Beliau menjawab: 'Oh, berat itu.' Memang berat, tetapi harus."

Semua kegiatan dan sumber kehidupan yang dikuasai oleh Setan akan mengarah pada air menjadi darah--kebinasaan.
Tetapi kalau kegiatan dan sumber kehidupan dikuasai Tuhan, air tidak akan pernah jadi darah, tetapi mengarah pada kehidupan kekal.

Pada akhir zaman, dunia sudah mengalami krisis di segala bidang--air menjadi darah sudah semakin jelas.
Sungai jadi darahartinya: penderitaan, air mata, mati jasmani sampai kematian rohani; tidak bergairah lagi dalam perkara rohani. Memang inilah tujuan dari Setan. Seringkali dalam penderitaan atau krisis, kita jadi malas beribadah, membaca alkitab dan perkara rohani lainnya karena tidak melihat adanya pertolongan. Kalau tidak bergairah dalam perkara rohani, akan bergairah dalam berbuat dosa dan puncaknya dosa sampai binasa selamanya. Kita harus hati-hati! Kalau menonton yang tidak baik bisa berjam-jam, tetapi saat beribadah, baru mulai, sudah bingung kapan pulang. Ini tanda-tanda tidak bergairah lagi pada perkara rohani.

Krisis yang paling dahsyatadalah kegiatan rohani tetapi dalam arus duniawi--sorga dicampur dengan dunia. Ngeri! Ini juga pasti kena murka Allah.
Hari-hari ini banyak terjadi semacam ini, supaya orang senang untuk datang, padahal sebenarnya kegiatan rohani dicampur dengan arus duniawi.

Ada dua macam sungai:

  1. Kegiatan rohani dalam arus keduniawian di bawah pengaruh Setan.
    Cara menyanyi, main musik dan sebagainya sama seperti orang dunia. Hati-hati! Jangan sampai ikut terseret! Biarpun dikatakan kuno, yang penting kegiatannya kegiatan rohani dan arusnya arus sorgawi.

    Arus duniawi hanya mengandalkan kemakmuran--semua diukur dengan uang--dan hiburan.

    "Dulu saya kerja dapat gaji. Saya tinggalkan semua dan menjadi hamba Tuhan sepenuh, kemudian ditawari gaji lagi. Untuk apa? Saya pernah beberapa kali ditawari, tetapi saya tidak mau. Saya nasihati beliau: 'Jangan, om, hancur gereja ini nanti. Bahaya besar! Jangan! Saya mulainya dari nol, om. Semua hilang termasuk gaji juga hilang, tetapi saya bersama Tuhan sampai hari ini. Kalau saya mau digaji lagi sekalipun berlipat-lipat, saya tidak mau.'"

  2. Kegiatan rohani yang murni dalam pengaruh Tuhan. Ini yang berkenan pada Tuhan.
    Wahyu 22: 1-5
    22:1.Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.
    22:2.Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.
    22:3.Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    22:4.dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
    22:5.Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

    'hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nyadan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya'= imam dan raja.
    Kegiatan rohani yang murni adalah sungai yang berasal dari takhta Allah, yaitu sungai air kehidupan.

    Jika kita berada pada arus sungai kehidupan dari takhta sorga, segala aktivitas kita akan mengandung kehidupan. Namanya sungai air kehidupan, ke manapun ia mengalir, semua akan hidup, bahkan yang matipun akan hidup. Mungkin pekerjaan kita mati, masih ada pertolongan selama ada sungai air kehidupan; mungkin menghadapi penyakit yang membawa pada kematian, tetapi kalau ada sungai air kehidupan, kita akan hidup.

    Contoh: Daniel. Ia dimasukkan ke dalam gua singa tetapi tetap hidup karena kegiatannya sesuai dengan takhta sorga; Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dimasukkan dalam api yang dipanaskan tujuh kali tetap hidup karena ada arus sungai air kehidupan.
    Sekalipun orang berkata: Mati! Hancur!, tetapi tetap hidup kalau ada sungai air kehidupan.

    Tuhan paling benci perceraian dan pencampuran. Kalau memang mau daging/duniawi, pilih daging/duniawi, kalau mau yang rohani, pilih yang rohani. Jangan dicampur-campur! Suka mencampurkan perkara rohani dengan perkara jasmani sama dengan orang yang berlaku timpang dan bercabang hati, seperti dulu saat Elia menghadapi Israel, ia berkata: 'Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia'

Yohanes 7: 37-39
7:37.Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
7:38.Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
7:39.Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Sehebat apapun arus duniawi, akan berakhir pada hati yang tidak puas--kehausan--, sehingga cenderung untuk berbuat dosa kejahatan dan kenajisan. Ini yang menimbulkan korupsi, yang menyebabkan krisis ekonomi.
Jadi, sumber segala krisis adalah hati yang tidak puas. Kalau tidak ada kepuasan, keinginannya yang akan muncul, sehingga hancurlah semuanya.

'Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!'= kemurahan Tuhan bagi kita, yaitu Ia mengundang kita untuk berpindah dari arus duniawiyang dikuasai Setan ke arus sungai kehidupanyang dikuasai oleh Tuhan. Kita berpindah lewat percaya kepada Yesus seperti yang dikatakan oleh kitab suci(pengajaran yang benar)--'Barangsiapa percaya kepada-Ku'.

Karena itu cara kita mendengar dan apa yang didengar harus benar. kalau tidak, iman tidak akan benar.
Mulai siang ini Tuhan mau memindahkan kita ke air sungai kehidupan. Kalau sudah mulai menghadapi krisis dan ketidakpuasan, cepat berpindah! Kalau tidak, akan menderita sampai binasa. Terima firman pengajaran yang benar sampai menjadi iman di dalam hati!

Berpindah dari arus duniawi ke arus surgawi sama dengan

  1. Berpindah dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.
    1 Petrus 2: 9-10
    2:9.Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
    2:10.kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    'bukan umat Allah'= bangsa kafir.
    Semua harus terang-terangan. Kalau sembunyi-sembunyi kita akan tetap di arus dunia, sudah bersalahpun masih tetap merasa hebat.
    Contoh: Firaun. Ia berjanji membiarkan Israel keluar dari Mesir kalau tulahnya dihentikan, tetapi setelah tulah berhenti, ia berkata: Tidak boleh keluar!--sembunyi-sembunyi, termasuk dusta.

    Detik ini juga kita bisa berpindah dari arus dunia ke arus sorgawisekalipun kita sudah menderita dan sudah berbuat dosa bahkan puncaknya dosa. Akui semuanya, dan kembali pada terang-Nya yang ajaib, mulai dari dalam nikah. Suami terang-terangan pada istri, istri terang-terangan pada suami, anak terang-terangan pada orang tua.

  2. Berpindah dari maut kepada hidup, artinya tidak boleh ada kebencian.
    1 Yohanes 3: 14
    3:14.Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

    Kita berpindah kepada hidup artinya kita saling mengasihisampai membalas kejahatan dengan kebaikan. Kita benar-benar hidup dalam aliran air kehidupan. Ke manapun kita akan hidup karena Tuhan yang membela kita. Tidak perlu lagi ada kebencian apalagi kebencian tanpa alasan--membalas kebaikan dengan kejahatan.

  3. Meninggalkan tempayan yang lama, dan beralih pada sungai air kehidupan.
    Yohanes 4: 28-30
    4:28.Maka perempuan itu meninggalkan tempayannyadi situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
    4:29."Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
    4:30.Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.

    Perempuan Samaria menunjuk pada bangsa kafir. Samaria adalah peranakan antara Yahudi dan bangsa kafir. Orang Samaria mengaku sebagai bangsa Yahudi, tetapi orang Israel tidak mengakui mereka sebagai bangsa Yahudi.
    'meninggalkan tempayannya'= sehebat apapun kita, kita hanya seperti tempayan dari tanah liat yang mudah pecah.

    Tempayan lama menunjuk pada kegiatan sehari-hari dalam arus dunia. Contoh: orang Samaria tidak bergaul dengan orang Yahudi--kepahitan. Dan masih ditambah dengan kenajisan--perempuan Samaria lima kali kawin cerai.

    Tinggalkan tempayan yang lama dan beralih pada kegiatan sungai air kehidupan!
    Dengan cara apa kita berpindah? Tuhan katakan: Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.

    Jadi kita harus memberi minum Yesus dengan anggur asam bercampur empedudi kayu salib.
    Anggur asam bercampur empedu menunjuk pada dosa-dosa yang membuat manusia pahit getir. Artinya: oleh dorongan firman pengajaran yang benar kita bisa mengakui segala dosa kita kepada Tuhan dan sesama. kita akan mengalami pengampunan, dan jangan berbuat dosa lagi--bertobat dan hidup benar.

    Saat itu Yesus akan memberikan air kehidupan dari sorga.
    Inilah kekuatan kita untuk menghadapi krisis di dunia. Kita akan tetap hidup apapun yang terjadi karena ada Roh Kudus di dalam kita.

Kegunaan air kehidupan:

  1. Air kehidupan Roh Kudus memberikan kepuasan sejati, sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhandalam segala hal. Mungkin bagi kita terlihat tidak baik, tetapi kita tetap mengucap syukur, sehingga kerohanian kita tetap hidup. Kalau bersungut, akan kering dan mati.

  2. Roh Kudus membuat kita bisa bersaksi.
    Yohanes 4: 28-30, 39
    4:28.Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
    4:29."Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
    4:30.Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
    4:39. Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya
    karena perkataan perempuanitu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."

    Kesaksian inilah yang bisa menolong orang lain, sehingga mereka juga percaya kepada Yesus dan diselamatkan.

    Kalau kita percaya Yesus hanya karena kesaksian orang lain, sangat riskan, karena saat pencobaan datang kita bisa gugur dari iman. Karena itu harus ditingkatkan sampai kita mengalami sendiri, yaitu iman karena mendengar firman pengajaran yang benar.
    Yohanes 4: 40-42
    4:40.Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.
    4:41. Dan lebih banyak lagi orang yang
    menjadi percaya karena perkataan-Nya,
    4:42. dan mereka berkata kepada perempuan itu: "
    Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Diadan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

    Inilah buli-buli emas berisi manna--iman yang teguh. Mata tidak melihat tetapi hanya mendengar firman.
    Contoh: Abraham taat saat disuruh pergi ke tempat yang ia tidak ketahui. Iman yang teguh tidak bisa digugurkan oleh apapun.

    Bersaksi= air kehidupan mengalirpada sesama.

  3. Roh Kudus memberikan hidup sampai hidup kekal. Kita menyembahTuhan sehingga mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Yohanes 4: 14
    4:14.tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata airdi dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

    Ini artinya air kehidupan memancar ke atas.

    Pembaharuan dimulai dari jujur.
    Yohanes 4: 16-17
    4:16.Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
    4:17. Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "
    Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

    Jujur sama dengan menjadi rumah doa, dan doa kita berkenan kepada Tuhan.
    Mujizat jasmani juga akan terjadi: tidak ada menjadi ada untuk memelihara kita.

    "Dulu saya tidak bisa makan dan minum. Tiba-tiba datang bekas murid saya. Ternyata dia dulu les tidak pernah bayar saat saya masih menjadi guru. Saat itu dia bayar. Inilah tidak ada menjadi ada. Tidak usah minta atau utang, tetapi datang sendiri.
    Saat di Gending saya tidak bisa membayar uang SPP seorang jemaat yang ikut saya. Kami menangis berdua karena kalau tidak bayar SPP dia tidak boleh ikut ujian, dan saya sendiri tidak punya uang. Berdoa. Tiba-tiba sore hari, ada orang kirim uang. Dulu saya mengajar agama, saya tidak minta gaji, tetapi setelah beberapa tahun, saya dikasih. Pas untuk bayar SPP dan mengembalikan persepuluhan. Kami menangis lagi, dari tidak ada menjadi ada.
    "

    Roh Kudus mampu melakukan apa yang tidak bisa kita pikirkan. Yang mustahil jadi tidak mustahil.
    Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai dengan sorak-sorai: Haleluya. Kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru selamanya.

Inilah cawan ketiga. Semua kegiatan dan sumber kehidupan akan jadi darah. Semua akan menderita sampai binasa selamanya.
Tetapi di dalam kegiatan rohani ada air kehidupan dari surga, sehingga kita tetap hidup sampai selama-lamanya.
Apa yang sudah mati atau mustahil, masih ada air kehidupan di tengah-tengah kita.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 09 Maret 2010 (Selasa Sore)
    ... sedekah itu dipandang oleh orang dunia bahkan oleh gereja Tuhan sebagai perbuatan sosial sehingga banyak terjadi kemunafikan. Bentuk kemunafikan dalam memberi sedekah Memberi sedekah untuk dilihat diketahui orang lain. Memberi sedekah untuk dipuji disanjung orang lain. Memberi sedekah untuk mendapat keuntungan secara jasmani lewat korupsi mencuri. Contoh di Alkitab adalah Yudas yang memberi ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Maret 2012 (Senin Sore)
    ... sarana penyucian Darah Yesus untuk penyucian dosa MASA LALU. Yohanes - . Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain dan darah Yesus Anak-Nya itu menyucikan kita dari pada segala dosa. . Jika kita berkata bahwa ...
  • Ibadah Doa Malang, 19 Mei 2009 (Selasa Sore)
    ... Membawa binatang buta pelayanan yang buta. Dalam Matius mata adalah pelita tubuh jika mata buta berarti pelita buta. Pelayanan buta pelita padam pelayanan gadis bodoh yang tidak membawa minyak persediaan. Tanda pelayanan yang bodoh Mendengar firman tetapi tidak melakukan tidak dengar-dengaran pada firman Tuhan. Mempertahankan kegelapan dosa sesuatu yang tidak benar. Tidak ...
  • Ibadah Raya Malang, 27 Februari 2022 (Minggu Pagi)
    ... yang sepadan dengan dia. Kejadian terjemahan lama . Dan lagi berfirmanlah Tuhan Allah demikian Tiada baik manusia itu seorang orangnya bahwa Aku hendak memperbuat akan dia seorang penolong yang sejodoh dengan dia. 'Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja' bukan berarti manusia harus menikah karena menikah adalah panggilan Tuhan. Ada ...
  • Ibadah Doa Malang, 18 April 2017 (Selasa Sore)
    ... sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. Sehebat apa pun manusia di dunia termasuk hamba Tuhan tetapi jika tidak beribadah dan tidak melayani Tuhan maka hanya seperti jerami yang tidak berguna bahkan dibakar habis sampai binasa selamanya. Tuhan memberi arah pekerjaan Tuhan yang benar sama dengan arah ibadah pelayanan yang benar ...
  • Ibadah Natal di Hotel Tychi Malang, 24 Desember 2019 (Selasa Sore)
    ... Pergilah ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu. Malaikat Tuhan Yesus ayat sebagai Gembala Agung memegang gulungan kitab yang terbuka pembukaan rahasia firman Allah yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Jadi gulungan kitab kecil di tangan ...
  • Ibadah Raya Malang, 24 Mei 2020 (Minggu Pagi)
    ... lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. 'mengecap firman yang baik' gereja Tuhan hamba Tuhan pelayan Tuhan di akhir zaman yang sudah pernah menerima firman pengajaran yang benar dan urapan Roh Kudus bahkan dipakai Tuhan tetapi bisa murtad lagi. Ini sama dengan menyalibkan Yesus kedua kali sama ...
  • Ibadah Doa Ucapan Syukur Surabaya, 28 Desember 2011 (Rabu Sore)
    ... moyangmu itu bukan dengan barang yang fana bukan pula dengan perak atau emas melainkan dengan darah yang mahal yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Lewat apa kita ditebus dari dosa Yaitu kita ditebus dari dosa lewat darah Yesus satu-satunya darah orang ...
  • Ibadah Doa Malang, 02 April 2013 (Selasa Sore)
    ... menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Untuk menyongsong kegerakan Roh Kudus hujan akhir kita mutlak harus hidup dalam kesucian sampai kesempurnaan. Salah satu cara untuk hidup dalam kesucian adalah lewat doa puasa. Matius Tetapi apabila engkau berpuasa minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu Tanda puasa yang benar yaitu Minyakilah kepalamu artinya pikiran ...
  • Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 23 Agustus 2016 (Selasa Siang)
    ... Dan pada waktu jaga pagi TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu. Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat sehingga orang Mesir berkata Marilah kita lari meninggalkan orang Israel sebab Tuhanlah yang berperang untuk ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.