English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Mei 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:15
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan...

Ibadah Raya Malang, 11 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-30, keadaan pada masa kedatangan Tuhan kedua kali:Terjadi kegoncangan dan kegelapan di...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Maret 2010 (Rabu Sore)
Markus 2: 18-20
Waktu berpuasa (ay. 20), yaitu saat terjadi jarak antara kita...

Ibadah Doa Malang, 01 September 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat...

Ibadah Raya Malang, 18 Agustus 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 menunjuk sangkakala keenam, yaitu...

Ibadah Raya Malang, 14 Maret 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25 ini dalam Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...

Ibadah Raya Malang, 12 September 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Desember 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Surabaya, 31 Maret 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Juni 2016 (Minggu Sore)
Ibadah Penyerahan Anak

Rut 2: 8-10
2:8. Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Juni 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Puji Tuhan, selamat malam dan selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan...

Ibadah Raya Malang, 19 Desember 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
1 Petrus 2:1-2
2:1. Karena itu...

Ibadah Doa Malang, 27 November 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk tentang...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 10 April 2009 (Jumat Pagi)
Matius 24: 31
= Firman penggembalaan yang menampilkan gereja Tuhan dari seluruh dunia untuk menjadi mempelai...

Ibadah Raya Malang, 01 Mei 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada itu aku...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 04 September 2016 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8b-11 => aktifitas/kegiatan di takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016).
Ada dua aktifitas/kegiatan utama di takhta sorga:

  1. Wahyu 4: 8
    4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

    Yang pertama: ayat 8b= aktifitas penyucian (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2016, ditambah Ibadah Raya Surabaya, 21 Agustus 2016 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Agustus 2016).


  2. Wahyu 4: 9-11
    4:9. Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
    4:10. maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan
    mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
    4:11. "Ya TUHAN dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

    Yang kedua: ayat 9-11: aktifitas penyembahan (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 17 Agustus 2016).

Kegiatan kita di dunia: bekerja, sekolah dan lain-lain, tetpai jangan lupa harus ditambah dengan kegiatan takhta sorga--penyucian dan penyembahan--, supaya selama kita hidup di dunia yang penuh kutukan ini, kita bisa merasakan suasana takhta sorga, sampai satu waktu jika Yesus datang kedua kali, kita benar-benar ada di takhta sorga berama dengan Dia.

Siang ini, kita lihat tentang PENYEMBAHAN.
Sebenarnya, penyucian dan penyembahan tidak bisa dipisahkan.

Mazmur 43: 3-5
43:3. Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
43:4. Maka aku dapat pergi ke
mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!
43:5. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

(terjemahan lama)
43:3. Suruhkanlah terang-Mu dan kebenaran-Mu, supaya keduanya itu memimpin aku dan membawa akan daku ke bukit kesucian-Mu dan ke dalam tempat kediaman-Mu;

'mezbah Allah'= doa penyembahan.
Kita harus hati-hati, ada doa penyembahan yang benar dan yang palsu. Doa penyembahan yang palsu mengarah pada antikris.

Tanda doa peneymbahan yang benar:

  1. 'Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang' => 'terang'= Roh Kudus; 'kesetiaan'= kebenaran= firman.
    Jadi, tanda pertama doa penyembahan yang benar: didorong oleh kebenaran dan roh--firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus. Ini kita kenal dengan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang menyucikan setiiap hidup kita.

    Semakin disucikan, kita semakin naik gunun--doa penyembahan semakin meningkat sampai berkenan pada TUHAN. Inilah hubungan penyucian dan doa penyembahan--bagaikan naik gunung.


  2. Tanda kedua doa penyembahan yang benar: ayat 4: 'adalah sukacitaku dan kegembiraanku'= doa peneymbahan harus dilakukan dengan sukacita--ucapan syukur kepada TUHAN--, tidak terpaksa.

    Jangan terpaksa menyembah TUHAN! Kalau kita terpaksa menyembah TUHAN, satu waktu kita akan dipaksa untuk menyembah antikris.


  3. Tanda ketiga doa penyembahan yang benar: ayat 5= doa penyembahan dilakukan dengna hati damai sejahtera; tidak boleh ada kakuatiran, ketakutan dan lain-lain, sebab kita menyerah sepenuh pada TUHAN; kita menyerahakn seluruh hdiup kita kepada TUHAN.

Inilah doa penyembahan yang benar, sebab nanti ada penyembahan yang palsu--paksaan. Sekali lagi, jangan terpaksa dalam menyembah TUHAN, supaya nanti tidak dipaksa menyembah antikris.

Wahyu 13: 11-15 => penyembahan palsu
13:11. Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.
13:12. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.
13:13. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
13:14. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata
binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
13:15. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu,
dibunuh.

Nabi palsu dan antikris bekerjasama untuk membahwa hamba/pelayan TUHAN masuk dalam penyembahan palsu.
'sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga'= tampil seperti anak domba, tetpai bicaranya naga, ini jelas palsu! Hati-hati! Nabi palsu dan antikris ini bukan berasal dari mana-mana, tetapi dari antara kita. Kita adalah domba-Nya TUHAN, tetapi kalau bicaranya lain, bahaya, bisa mengarah pada antirkis dan nabi palsu. Kalau domba, bicaranya juga harus domba, yaitu banyak menyembah, jangan bicara yang lain-lain.

Ayat 14= 'binatang'= antikrris.
Ayat 15= 'semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh'= berarti dipaksa untuk menyembah.
Penyembahan palsu didorong oleh pengajaran palsu yang hanya mengutamakan dan menggembar-gemborkan tanda-tanda jasmani, tetapi tanpa penyucian dan keubahan hidup.
Inilah perbedaan yang sangat jelas. Kalau doa penyembahan yang benar--didorong oleh pedang firman--ada oenyucian dan keubahan; sudah disucikan/dipotong, lalu dibaharui.
Penyembahan palsu akan memuncak pada penyembahan kepada antikris sehingga kehidupan itu dicap 666, jadi sama dengan antikris dan binasa selamanya.

Karena itu, mari kita perhatikan kegiatan penyucian dan penyembahan. Kalau kesucian dan penyembhan meningkat, suasana takhta sorga juga akan semakin meningkat--sekalipun kita di dunia yang penuh kutukan--sampai satu waktu kita sudah benar-benar di takhta sorga selama-lamanya.

Di dalam Tabernakel pada tubuh, doa penyembahan adalah hubungan paling erat antara kepala dengan tubuh--antara Yesus Mempelai Pria Sorga/suami dan kita sebagai mempelai wanita sorga/isteri. Ini ditunjukkan oleh LEHER--doa penyembahan sama dengan leher--; sudah tidak bisa terpisah.

Keluaran 28: 31-32=> tentang leher.
28:31. Haruslah kaubuat gamis baju efod dari kain ungu tua seluruhnya.
28:32. Lehernya haruslah di tengah-tengahnya; lehernya itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya, buatan tukang tenun, seperti leher baju zirah haruslah lehernya itu, supaya jangan koyak.

Ini adalah pakaian imam besar. Dulu imam besar Harun, sekarang Imam Besar Yesus.
Ada tiga lapis pakaian imam besar:

  1. Paling luar, yaitu baju efod yang warna warni.
  2. Lapis kedua, yaitu gamis baju efod berwarna biru laut (ungu tua).
  3. Pakaian dalam, yaitu pakaian putih bermata-mata.

Yang dikhususkan: leher, ada pada gamis baju efod, karena warna biru menunjuk pada kuasa kebangkitan.
Artinya: dalam doa penyembahan ada kuasa kebangkitan yang tidak terkalahkan. Itu sebabnya leher ditekankan pada gamis baju efod.

Kita pelajari satu persatu:

  1. Ayat 32: 'Lehernya haruslah di tengah-tengahnya', artinya: doa penyembahan adalah keadilan TUHAN; tidak memihak kiri atau kanan; siapapun kita, apappun keadaan kita, di manapun kita berada, kita tetap bisa menyembah TUHAN. Tinggal mau atau tidak!

    "Saya sudah berulang-ulang bersaksi. Sampai orang mau meingggal sekalipun, bisa menyembah kalau kita tuntun. Sekalipn dia dalam keadaan sakit, tetapi bisa menyembah sampai dia meninggal. Itu keadailan TUHAN, kalau mau. Tetpai ada yang tidak mau seperti penjahat yang disalib di sebelah Yesus."

    Kita harus hati-hati, sebab itu sekarang kita harus berada dalam kegiatan penyucian dan penyembahan yang terus meningkat, supaya kapanpun TUHAN datang--baik lewat kita meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali--kita benar-benar siap selalu dan tidak akan pernah menyangkal TUHAN. Ini yang harus kita giatkan hari-hari nii!


  2. Ayat 32: 'lehernya itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya, buatan tukang tenun, seperti leher baju zirah haruslah lehernya itu, supaya jangan koyak'= lehernya mempunyai pinggir--dijahit--seperti leher baju zirah--baju perang--, supaya kuat/tidak koyak.
    Tadi, lewat doa penyembahan kita mengalami kuasa kebangkitan, itulah kasih dan anugerah TUHAN. Hubungan kepala (suami) dengan tubuh (isteri) adalah hubungan kasih; bagi bangsa kafir, ini adalah anugerah TUHAN.

    'supaya tidak koyak', artinya:


    1. Dalam doa penyembahan kita mengalami kuasa kebangkitan--kasih dan anugerah TUHAN--untuk bisa bertahan dalam menghadapi apapun juga. Kita tidak akan terpisah dari TUHAN selama-lamanya.

      Mari, menghadapi apa saja--godaan, cobaan--, kalau ada kasih anugerah TUHAN, kita akan menang. kita bisa tbetahan, tidak mau putus asa, kecewa dan tinggalkan TUHAN; tidak terpisah dari UTHAN.

      Roma 8: 35
      8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

      Ada kekuatan: kuasa kebangkitan; kasih dan anugerah TUHAN yang membuat kita bisa bertahan menghadapi apapun juga. Ini artinya leher harus kuat, tidak koyak.

      Mari, banyak menyembah! Di akhir zaman kita menghadapi gelombang yang semakin dahsyat, sampai zaman antikris; tidak akan pernah semakin reda, sebab itu kesucian dan penyembahan harus semakin tinggi sampai ke gunung. Kalau sudah di gunung, biar tsunami, sudah tidak bisa menjangkau kita.


    2. Arti kedua 'supaya tidak koyak': dalam doa penyembahan kita mengalami kuasa kebangkitan--kasih dan anugerah TUHAN--untuk bisa mengalahkan musuh yang lebih kuat dari kita, itulah setan tritunggal, sebab kasih anugerah TUHAN yang berperang ganti kita. Berarti semua masalah sampai yang mustahil selesai--setan tritunggal adalah sumbernya masalah.

      Roma 8: 37
      8:37. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

      'Lebih dari pada orang-orang yang menang', berarti musuhnya lebih kuat. Seperti Daud melawan Goliat sudah tidak mungkin Daud menang, tetapi karena kasih Allah yang berperang ganti Daud, dia bisa menang. Begitu juga kita. Dalam penyembahan kita menyerah dan kasih anugerah TUHAN yang besar, yang berperang ganti kita untuk mengalahkan setan tritunggal. Semua masalah sampai yang mustahil selesai.

      Menghadapi masalah apapun, mari banyak menyembah TUHAN sampai kita mendapat kemenangan dari TUHAN. Jangan putus asa!
      Mungkin masih sakit, yang penting menang; kita tetap setia. Urusan sembuh atau tidak, itu urusan TUHAN, yang penting kita tetap berjuang dan tidak tinggalkan TUHAN.


    3. Arti ketiga 'supaya tidak koyak': di atas gunung tiba-tiba Yeus berubah, artinya dalam doa peneymbahan kita mengalami kuasa kebangkitan--kasih dan anugerah UTHAN yang besar--untuk mengubahkan hidup kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus; kasih dan anugerah TUHAN sedang menghiasi kita sebagai mempelai wanita.

      "Seperti di dunia, kalau mau masuk pesta pernikahan, mulai dari dalam gereja sampai resepsi mempelai wanita harus dihiasi."

      1 Petrus 3: 3-6
      3:3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
      3:4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
      3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
      3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

      Perhiasan kita adalah:


      1. Lemah lembut= kemampuan utnuk menerima firman pengajaran yang keras; yang lebih tajam dari pedang bermata dua--menerima TUHAN yang menunjukkan kekurangan kita--, sehingga kita juga ada kemampuan untuk menerima orang lain dalam kekurangannya--mengampuni dosa-dosa orang lain dan melupakannya.

        Ini seorang isteri. Sementara suami secara rohani--Yesus Mempelai Pria Sorga--adalah firman, tetapi kalau isteri tidak mau menerima firman--banyak mengomel karena firman terlalu keras dan sebagainya--, nanti ia tidak bisa menerima suami secara daging.

        Harus menerima firman--pribadi Mempelai Pria Sorga--dulu, baru kita bisa menerima orang lain dalam kekurangannya--mengampuni dan melupakan dosa-dosanya.
        Ingat! Kalau tidak mengampuni orang lain, dia juga tidak diampuni TUHAN. Celaka, dia hidup dalam dosa dan menuju neraka.


      2. Tenteram/pendiam= banyak oreksi diri oleh kejataman pedang firman, sehingga kita bisa mengaku dosa dan kekurangan kita kepada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

        Mari, ciptakan kehidupan kita bebas dari dosa, rumah tangga bebas dari dosa. Kembali lemah lembut! Jangan dosa terus dipertahankan! Itu neraka! Biar hebat, kalau ada dosa, sama dengan neraka. Apalagi kalau belum diberkati atau masih dalam kekurangan, lalu ditambah dosa, akan lebih menderita.

        Tetapi sebaliknya, baik diberkati atau belum, kalau bebas dari dosa, itulah suasana takhta sorga. Jangan bertahan dalam dosa, baik dosa sendiri maupun dosa orang lain, tetapi lemah lembut dan pendiam!
        Jangan berdiam diri dalam arti menyimpan dosa, tetapi mengakui dosa dan kekurangan.


      3. Penurut= taat dengar-dengaran. Sarah tunduk pada Abraham. Ini gambaran dari tunduk pada Yesus--firman pengajaran yang benar; Mempelai Pria Sorga--, isteri juga tunduk pada suami yang di dunia. Kita mempelai wanita juga tunduk pada Mempelai Pria.

        Kalau tunduk, kita belajar dari Sarah. Sarah ini sudah mandul dan mati haid, sudah tidak bisa lagi menurut ilmu kedokteran utnuk mempunyai anak. Tetapi lewat penundukan, ada kasih anugerah TUHAN yang bisa membuka pintu rahim Sarah, artinya yang mustahil jadi tidak mustahil dan pintu masa depan terbuka.

        Kita sungguh-sungguh. Kaum muda, kalau tunduk pada firman dan orang tua--sebelum menikah--, pintu akan terbuka. Kalau tidak, sekalipun hebat, pintu akan tertutup. Kita semua, mungkin ada kesulitan, periksa tiga hal ini: lemah lembut, pendiam dan penurut. Kalau ini ada, TUHAN tidak akan pernah menipu kita. Pasti ada kuasa kebangkitan--kasih anugerah TUHAN--dan semua pintu di dunia bisa dibuka.

        Kita sungguh-sungguh hari-hari ini, supaya pintu terbuka dan kita dihiasi lewat doa penyembahan. Mujizat rohani terjadi--pembaharuan--, yang jasmani juga pasti terjadi.

        Sarah melahirkan Ishak sampai masuk silsilah Yesus, artinya: membuka juga pintu keselamatan. Di surat Petrus juga dituliis, kalau seorang isteri tunduk dan banyak berdiam diri, suaminya yang bengis bisa diselamatkan juga. Kita semua, siapapun di rumah tangga, kalau yang satu bengis, yang lain pendiam, taat pada TUHAN, pasti satu waktu kuasa kebangkitan bisa menyelamatkan semuanya--membuka pintu keselamatan bagi nikah dan buah nikah kita. TUHAN tolong kita.

Inilah doa penyembahan. Leher harus kuat, tidak koyak; ada kuasa kebangkitan dalam doa penyembahan.
Waspada! Jangan sampai kita merosot dalam doa penyembahan! Itu berarti meorosot dalam penyucian! Jangan salahkan orang lain!
Hati-hati! Jangan merosot dalam doa penyembahan--turun gunung dan menuju lembah--dan kesucian, sebab lehernya akan koyak. Ini yang harus kita jaga!

Kalau leher koyak, ada tiga hal lain yang koyak/hancur/rusak--ini bahaya--:

  1. Markus 2: 21-22
    2:21. Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
    2:22. Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

    'kantong kulit'= kirbat.
    Hal pertama yang koyak: pakaiann dan kirbatnya koyak:


    1. Kirbat= hati dan pikiran.
      Kalau doa penyembahan turun, hati dan pikiran akan jadi bulan-bulanan dari setan. Banyak orang stress, karena lehernya koyak. Dia ada masalah, tetapi tidak mau meyembah, tetapi dipikir sendiri. Jangan!
      Ini gunanya kita belajar doa penyembahan, serahkan semua, supaya kita tetap tenang.

      Markus 7: 21-23
      7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
      7:22. perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
      7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

      Hati pikiran koyak karena diisi dengan dua belas keinginan jahat dan najis, kepahitan, kepedihan, dan penyesalan.
      Hati-hati, kepedihan hati bisa membuat hati dan pikiran rusak.

      'kebebalan'= tidak bisa dinasihati lagi baik nasihat secara pribadi maupun lewat firman TUHAN. Ini akibatnya kalau hati dan pikiran dirusak oleh setan karena diisi dengan dua belas keinginan jahat dan najis, kepahitan, iri hati, dendam, kebencian, sampai kepedihan hati. Ini bahaya! Jangan diteruskan!

      Tadi, seharusnya meja roti sajian--hati dan pikiran adalah meja--diisi dengan dua belas roti yang diatur menjadi dua susun, enam buah sesusun--66; angka 66 menunjuk pada alkitab.
      Angka 6 juga menunjuk pada manusia daging--enam yang pertama: suami, enam yang kedua: isteri--, tetapi kelihatan roti, karena sudah diisi dengna dua belas roti.
      Artinya: kalau hati dan pikiran suami-isteri diisi dengan firman pengajaran yang benar, mereka bisa menjadi satu dan meneymbah TUHAN--di atas roti sajian ada dupa.

      Jadi, yang bisa menyatukan suami-isteri adalah firman pengajaran yang benar. Harta benda tidak bisa menyatukan! Tetapi kalau firman pengajaran, apapun yang terjadi, tetap jadi satu dan bisa meneymbah TUHAN.
      Sebalikanya, kalau hati dan pikiran suami-isteri diisi dua belas keinginan jahat dan najis, nikah dan buah nikah akan rusak.

      Kalau diisi firman pengajaran yang benar, nikah dan buah nikah akan menjadi satu kesatuan, untuk bisa menyembah TUHAN. Sebab itu, suami, isteri dan anak-anak harus mendengar firman, supaya bisa jadi satu. Kesatuan hati bisa terjadi klalau satu firman pengajaran. Kalau tidak, tidak mungkin. TUHAN tolong kita semua.

      Inilah akibatnya kalau hati dan pikiran rusak--diisi dua belas keinginan jahat dan najis--, yaitu NIKAH DAN BUAH NIKAH HANCUR.


    2. Pakaian= perbuatan juga koyak, yaitu perbuatan jahat dan najis sampai puncaknya dosa: dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawinn-mengawinkan (dosa percabulan, terjadi perselingkuhan, peceraian dan sebagainya). RUSAK SEMUA!


    Inilah akibatnya kalau tidak dijaga dengan doa penyembahan. Ini kekuatan setan untuk merusak nikah, sebab setan tahu, kalau nikah menjadi satu, akan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Karena itu, ia merrusak nikah. Perbuatan-perbuatan, solah tingkah laku dan perjalanan hidup juga dirusak oleh setan--hanya berbuat dosa kejahatan dan kenajisan sampai puncaknya dosa.
    Akibatnya: telanjang semua--tambah rusak, pakaian tambah koyak sampai telanjang--dan hidup dalam suasana kutukan--letih lesu dan berbeban berat--sampai binasa.

    Jaga! Jangan sampai leher koyak! Kalau leher koyak, kirbat--hati dan pikiran--dan pakaian--perbuatan--juga koyak; nikah dan buah nikah hancur. Kita banyak berdoa menyembah hari-hari ini!


  2. 1 Samuel 15: 24-27
    15:24. Berkatalah Saul kepada Samuel: "Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka.
    15:25. Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN."
    15:26. Tetapi jawab Samuel kepada Saul: "Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel."
    15:27. Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak.

    Hal kedua yang koyak: punca jubah terkoyak.

    1 Samuel 24: 5-7
    24:5. Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.
    24:6. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;
    24:7. lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN."

    Punca jubah gambaran dari urapan Roh Kudus.

    Kalau kesucian dan penyembahan menurun, punca jubah juga koyak, artinya kehilangan urapan Roh Kudus.
    Kita sungguh-sungguh berjuang untuk meningkat dalam kesucian dan penyembahan. Ini kegiatan yang harus ada selain kegiatan kita di dunia, supaya tidak terjadi kerusakan. Setan sudah siap menghancurleburkan dan hanya bisa ditahan dengan kesucian dan doa penyembahan; tidak bisa ditahan dengan kepandaian dan lain-lain.

    Akibat kehilangan urapan Roh Kudus: ROHANINYA KERING; mulai tidak puas, bersungut-sungut, kuatir, bimbang, saling menyalahkan dan sebagainya. Ini sudah merupakan kerusakan, sudah kehancuran, sampai JABATANNYA TERKOYAK.

    1 Samuel 15: 28
    15:28. Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: "TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.

    Dulu Saul jabatan sebagai raja, bagi kita sekarang jabatan pelayanan.
    Jabatan pelayahan sudah terkoyak, artinya mulai tidak setia dalam ibadah pelayanan, sampai meninggalkan jabatan pelayanan. Hati-hati! Mulai cari alasan. Kalau dulu, cari jalan keluar dan tidak mau terhalang, tetapi sekarang cari alasan supaya bisa isi daftar hadir. Jangan! Ini sudah kering. Kalau tidak puas, akan cari kepuasan di dunia.

    Ini benar-benar terjadi hari-hari ini. Kami, gembala-gembala mulai tidak setia lagi, sampai nanti tinggalkan jabatan pelayanan. Ini akan diikuti dengan yang lain.
    Pernah dibaca dalam Yesaya 22, kita menjadi iman dan raja, berarti kita punya kerajaan, tetapi bukan di bumi, melainkan di sorga. Tetapi, kalau ditinggilkan, itu sama seperti menggali kubur. Tidak ada artinya hidup ini dan tidak ada gunanya.
    Kaum muda, sekalipun kerjanya hebat, tetapi jangan menggali kubur. Untuk apa? Tidak ada artinya!

    Yesaya 22: 15-16, 19-21
    22:15. Beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: "Mari, pergilah kepada kepala istana ini, kepada Sebna yang mengurus istana, dan katakan:
    22:16. Ada apamu dan siapamu di sini, maka engkau
    menggali kubur bagimu di sini, hai yang menggali kuburnya di tempat tinggi, yang memahat kediaman baginya di bukit batu?
    22:19. Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan.
    22:20. Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia:
    22:21. Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.

    Sebna digantikan oleh Elyakim; Yudas diganti Matias. Ini berarti terjadi kerusakan--kekoyakan ujung jubah--; urapannya sudah koyak, apapun alasannya. Kecuali kalau seorang hamba TUHAN diizinkan TUHAN sakit dan tidak bisa bicara seterusnya, jangan dihakimi, itu urusan dengan TUHAN. Tetapi selama masih wajar, tetap bisa, itu dari TUHAN. Kalau ada urapan pasiti bisa. Tetapi kalau urapan merosot, mau sehat atau sakit, tidak bisa lagi. TUHAN tolong kita.

    Imam dan raja--kehidupan yang beribadah melayani TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN berikan--adalah kehidupan yang dipercaya oleh TUHAN dan ini sama dengan mengurus istana--melayani istana kerajaan sorga. Ada suasana takhta dalam pelayanan, bukan disiksa.

    "Tadi di Malang, saya pkir-pikir, kaum muda datang hari minggu, senin, rabu, sabtu. Kalau lihat situasi sekolah dan kuliah sekarang, tidak mugnkin, kapan belajarnya? Tetapi kenyataannya bisa, inilah kekuatan urapan Roh Kudus. Kita diutus TUHAN, memang seperti domba di tengah serigala--mengerikan. Mau ibadah, tetapi besok ujian nasional. Kalau ditanggapi dengan daging, memang mengerikan. Tetapi kalau ada urapan Roh Kudus, TUHAN mampu menolong kita."

    Kalau meninggalkan pelayanan, akan menggali kubur. Sebab itu jangan menoleh ke sana ke mari atau ke belakang, tetapi lihat ke atas--hanya lihat TUHAN.
    Waktu bangsa Israel dikejar oleh orang Mesir, mereka menoleh dan takut, minta menyerah. Coba kalau lihat kepada TUHAN, tidak akan ada ketakutan. TUHAN tolong kita.

    Pertahankan urapan! Kalau kita tetap dalam urapan--tetap hidup suci--, kita akan tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAn percayakan kepada kita sampai garis akhir. Pertahankan!

    Imam dan raja adalah kehidupan yang dihitung oleh TUHAN dan namanya ditulis dalam kitab kehidupan.
    Tetapi, mengapa tidak setia? Karena terlalu perhitungan seperti Yudas. Ada orang berkorban 300 dinar--gaji setahun--, ia protes. Akhirnya ia tidak dihitung oleh TUHAN dan namanya dicoret--Yudas diganti dengan Matias; Sebna diganti Elyakim.

    Suasana kuburan= kutukan sampai binasa.
    Kalau meninggalkan ibadah pelayanan, semua sia-sia; bersuasana kutukan, maut dan tidak berguna sampai binasa.

    Mari, perhatikan ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan. Lakukan dengan setia sampai garis akhir! Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari rumah tangga. Tugas sebagai suami, isteri dan anak, jangan egois. Juga dalam penggembalaan, sampai tubuh yang sempurna. Urus dulu mulai dari nikah!


  3. Lukas 5: 6
    5:6. Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

    Hal ketiga yang koyak: jalanya koyak.

    Menangkap banyak ikan, tetapi jalanya koyak dan ikannya kembali lagi ke laut. Ini sering terjadi.

    Tiga macam kekoaykan ini yang sering terjadi lewat hantaman setan tritunggal.
    Yang pertama: hati dan pakaian--nikah dan buah nikah, perjalanan hidup sehari-hari--perbuatan dan solah tingkah laku--juga rusak sampai orang tidak percaya. Ini yang terjadi kalau kita merosot dalam kesucian dan penyembahan.

    Yang kedua: urapan kering dan lama-lama tidak setia. Di dalam nikah juga, kalau sudah kering, akan tidak setia juga. Benar-benar kering. Mari, saling periksa diri! Kalau kita sudah tawar hati dalam nikah dan penggembalaan, itu berarti kita sudah kering. Jangan! Mohon, supaya kekoyakan diperbaiki siang ini, karena kekoyakan ini mengarah pada kebinasaan.

    Yang ketiga: jala.
    Secara rohani: pelayanan gagal. Kami hamba TUHAN seringkali pelayanan koyak--jiwa-jiwa merosot.
    Secara jasmani: pekerjaan, studi. Mungkin sudah koyak--gagal. Ini sering kali terjadi. SEMUA GAGAL TOTAL!

    Tingkatkan kesucian dan doa penyembahan! Jangan sampai tejradi kekoyakan. TUHAn tolong kita semua.

Kalau rumah tangga, perjalanan hidup, urapan Roh Kudus sudah koyak--tidak mau lagi melayani, sudah kering--, dan semua sudah gagal baik jasmani dan rohani, jalan keluarnya adalah Yesus sebagai kepala bertanggung jawab atas kekoyakan yang dialami oleh butuh--karena itu penyembahan adalah hubungan paling erat antara kepala dengan tubuh.

Yohaens 19: 23-24
19:23. Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
19:24. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

'membaginya menjadi empat bagian'= dikoyakkan.
Kalau jubah-Nya, tidak dikoyak, tetapi diundi.
Prajurit= bangsa kafir. Terutama kita bangsa kafir, banyak yang koyak dalam nikah dan buah nikah, tidak ada urapan lagi--manusia daging--, sampai kegagalan.

Jalan keluarnya:

  1. Di atas kayu salib, PAKAIAN YESUS DIKOYAK menjadi empat bagian untuk menutupi kekoyakan--kerusakan, ketelanjangan--manusia/bangsa kafir pada empat penjuru bumi--seluruh dunia, tidak terkecuali.

    Artiya: kasih dan anugerah TUHAN yang besar menyelamatkan kita secara jasmani dan rohani. Apa yang sudah hancur/koyak diperbaiki lagi:


    1. Secara jasmani: apa yang ggal dan lain-lain, masih ada kesempatan.
    2. Secara rohani: nikah dan buah nikah, pelayanan yang sudah hancur, kerohanian yang sudah busuk, sudah ditutupi semua oleh Yesus.


    Yesus rela ditelanjangi untuk mentutupi kekoyakan--kerusakan/ketelanjangan--kita. Jangan kuatir! Tidak mungkin TUHAN menipu kita. Dia sudah lakukan semua. Tinggal kita siap atau tidak menerima. TUHAN mau menutupi pada isang ini. Inilah kasih anugerah TUHAN lewat kayu salib.

    Cara kita menerima pakaian dari TUHAN adalah kita mengaku dosa dan kekurangan kita pada TUHAN dan sesama lewat pekerjaan firman. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Itu artinya semua kekoyakan sudah ditutupi oleh TUHAN; semua sudah dibenarkan oleh TUHAN.


  2. Kemudian, tidak cukup hanya ditutupi ketelangannya, Yesus juga memberikan JUBAH YAN G INDAH--jabatan pelayanan--lewat membuang undi.
    Artinya: hanya orang yang mengalami kasih dan kemurahan TUHAN yang besar, yang bisa mendapat jabatan pelayanan. Tidak semua dapat jubah pelayanan!

    Mari, kita pakai pakaian dari TUHAN. Kekoyakan ditolong siang ini oeh TUHAN lewat kuasa kebangkitan--tangan dengan kasih anugerah yang bear--yang sanggup menutupi kekoyakan-- memperbaiki kehancuran. Dan Dia juga memberikan jabatan pelayanan, supaya hidup menjadi indah.

    Jika kita mau meneirma jubah yang indah--setia berk0bar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN--, tangan kasih anguerah UTHAN sanggup memberikan masa depan yang behasil dan indah. Lakukan dengan setia!

    Tadi, menerima pakaian, kita mengaku segala dosa dan kegagalan kita--merendahkan diri--, supaya semua diselesaikan dan diperbaiki oleh TUHAN.
    Belum cukup, sekarang TUHAN mau memberikan jubah indah pada kita lewat membuang undi.

    Kalau kita menerima jubah pelayanan dan kita lakukan dengan setia berkobar-kobar, maka tangan kasih anugerah TUHAN sanggup memberikan masa depan yang berhasil dan indah; yang gagal menjadi berhasil dan indah.

    "Ada satu anak TUHAN yang tinggal di gereja. Saya tunggu-tunggu tidak pernah muncul. Lalu dia muncul dan hanya menangis, karena skripsinya ditolak terus. Saya sudah tunggu-tunggu, tetapi tidak ada. Lalu saya doakan dan sudah bisa jalan. Hanya begitu saja. Itu pengalaman saya sudah beberapa kali. Mari, kembali yang baik. Semua akan selesai. Ada satu yang parah. Masuk perguruan tinggi negeri yang hebat, tetapi tidak bisa keluar. Temannya belajar dan sudah lulus, dia tidak bisa keluar, padahal dia pandai, masuk perguruan tinggi negeri tanpa test. Saya pindahkan ke sekolah lain, karena sudah tidak boleh. Kemudian saya panggil dia, saya tanya kenapa. Ternyata, dia dengar kalau saya begini dan sebagianya--yang negatif. Akhirnya dia minta ampun. Selesai dan langsung naik sampai hari ini. Gampang saja. Kita sungguh-sungguh setia dan berkobar-kobar melayani TUHAN dan Ia yang bekerja."


  3. Tetapi jangan lupa, masih ada JUBAH DICELUP DALAM DARAH.
    Harus terjadi! Artinya:


    1. Kita harus mengalami sengsara daging, pengorbanan- pengorbanan utnuk bisa beribadah melayani TUHAN dengan setia dan berkobar-kobar.

      Tetapi tidak hilang! Semua yang kita korbankan untuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus, tidak hilang, tetapi TUHAN mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada--Jehova Jireh. Abraham mengorbankan Isahk, tetapi tidak hilang.

      Tetapi jangan emosi juga. Jangan mau dibodohi hamba TUHAN. Harus dari suara firman! Kita rela sengsara daging yang didorong oleh firman utnuk bisa beribadah melayani TUHAN dengan setia dan berkobar-kobar.
      Semua pengorbanan tidak hilang--Jehova Jireh.


    2. Yang kedua: jubah dicelip dalam darah akan menjadi pakaian putih berkilau-kilauan--dari koyak dan telanjang menjadi pakaian putih berkilau-kilauan; pakaian mjempelai.
      Kita siap menyabmbut kedatangan Yesus yang kedua kali di awan-awan yang permai. Kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga.

Sekarang, kegiatan di dunia adalah penyucian dan penyembahan. Kita menyerah saja, kita hidup dari tangan kasih anugerah TUHAN yang besar. Semua kekoyakan sanggup diselesaikan dan ditambah dengan jubah indah--masa depan yang berhasil dan indah. Kalau mau dicelup dalam darah ditambah Jehova Jireh, bisa mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada; mustahil menjadi tidak mustahil sampai menjadi pakaian putih berkilau-kilauan untuk siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan.

Kita terlalu kecil di lautan dunia ini--seperti sehellai rambut. Kita harus berada di dalam tangan anugerah TUHAN yang besar. Serahkan semua pada TUHAN, apapun keadaan kita.
Yang tidak bisa kita pikirkan dan rasakan, tidak bisa diperbuat lagi, serahkan pada TUHAN!
Mungkin banyak kekoyakan, kekecewaan, keputusasaan, kerusakan, kehancuran jasmani dan rohani, masa depan dan lain-lain, semua sudah ditanggung oleh TUHAN di kayu salib.

TUAHn memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top