English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 26 Mei 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 .... Dan ketahuilah, Aku...

Ibadah Doa Malang, 25 April 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Januari 2017 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Persekutuan Ciawi II, 20 April 2012 (Jumat Pagi)
Tema:
"Aku menjadikan segala sesuatu baru" (Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...

Ibadah Doa Surabaya, 10 September 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam dan selamat mendengarkan Firman Tuhan, biarlah kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:16-30 berjudul "Yesus ditolak di Nazaret".
Mengapa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Maret 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, terjadi...

Ibadah Doa Malang, 08 Juli 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Desember 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-29
9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala...

Ibadah Raya Malang, 07 Juli 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 19 Februari 2014 (Rabu Malam)
Selamat malam. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan dilimpahkan ditengah-tengah...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Desember 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 menunjuk pada 7 percikan darah di atas tabut perjanjian yang menunjuk pada sengsara...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 13 Juli 2018 (Jumat Malam)
Ulangan 4: 41-49
--kota-kota perlindungan di seberang sungai Yordan--
4:41. Lalu Musa mengkhususkan tiga kota di seberang sungai Yordan, di sebelah...

Ibadah Raya Malang, 12 Februari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 judulnya adalah "SAKSI DAN KESAKSIAN".

Dari telapak kaki sampai ujung rambut, kita...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Agustus 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).


  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).


  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2018).


  4. Ayat 22-34= kekuatiran (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 09 Juni 2018).


  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; tidak waspada; lalai (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018).

AD. 5. KELENGAHAN
Tabiat lengah harus dirobek, supaya kita menjadi kehidupan yang selalu waspada; selalu berjaga-jaga, terutama untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Dalam Injil Lukas 12: 35-48, ada tiga macam berjaga-jaga yang dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali:

  1. Ayat 35-37= berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Juni 2018).
    Kita berjaga-jaga dalam pekerjaan dan sekolah, tetapi jangan lupa untuk berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan, karena ini yang menentukan kita bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali atau tidak.


  2. Ayat 38-40= berjaga-jaga dikaitkan dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali--yang seperti pencuri di malam hari--(diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Juli 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 Juli 2018).
    Bukan Yesus seperti pencuri, tetapi waktu kedatangan-Nya bisa pada waktu malam, tengah malam, larut malam, atau fajar menyingsing.


  3. Ayat 41-48= berjaga-jaga dalam penggembalaan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 Juli 2018).

AD. 3
Lukas 12: 41-44
12:41. Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
12:43. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
12:44. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

'rumah'= penggembalaan.
'pengurus rumah'= seorang gembala.

Ada dua hal yang harus dijaga di dalam penggembalaan:

  1. Gembala dan domba-domba harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Kalau tidak berada di kandang, akan diterkam binatang buas.


  2. Gembala harus setia dan bijaksana untuk memberi makan domba-domba dengan firman penggembalaan, pada waktunya--siap selalu.
    Domba-domba juga harus setia dan bijaksana untuk makan firman penggembalaan, pada waktunya--jemaat siap saat pembagian makanan--, artinya: mendengar dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan, sehingga mengalami penyucian terus menerus sampai kesempurnaan.

    Hasilnya:


    • Mengalami kebahagiaan sorga.
    • Lukas 12: 42, 44
      12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
      12:44. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia
      menjadi pengawas segala miliknya.

      Hasil kedua: diangkat menjadi pengawas milik Tuhan.

      Ada tiga milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat:


      1. Persepuluhan dan persembahan khusus. (sudah diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Agustus 2018).
      2. Rumah Tuhan/doa penyembahan (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 11 Agustus 2018).
      3. Mempelai wanita Tuhan yang sempurna; tubuh Kristus yang sempurna (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 18 Agustus 2018).

AD. 3: Mempelai wanita Tuhan yang sempurna
Yesus adalah Kepala/suami/Mempelai Pria Sorga, dan kita adalah tubuh/isteri/mempelai wanita sorga yang sempurna. Ini yang harus diawasi.

Kalau hubungan kita dengan Tuhan hanya seperti anak terhadap bapa, masih ada anak terhilang; domba dengan gembala, ada domba terhilang. Hubungan apa saja masih bisa terpisah, tetapi kalau sudah hubungan Mempelai Pria dengan mempelai wanita--Kepala dan tubuh--tidak akan bisa terpisah selamanya. Kita harus ke arah sana.

Proses untuk menjadi mempelai wanita sorga:

  1. Yohanes 3: 29
    3:29. Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

    Proses pertama untuk menjadi mempelai wanita sorga: menjadi sahabat mempelai Laki-laki.

    'sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki'=sahabat mempelai adalah kehidupan yang bisa menikmati kabar mempelai; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua= bersukacita/bergairah saat mendengar kabar mempelai sampai taat dengar-dengaran pada kabar mempelai. Seperti kalau berpacaran, senang mendengar suara pacarnya.

    Ada firman penginjilan yang membawa kita percaya Yesus, bertobat, dan diberkati, tetapi untuk menjadi mempelai harus lewat firman pengajaran/kabar mempelai.
    Kita bisa mendengar dan TAAT DENGAR-DENGARAN pada kabar mempelai, sehingga kita MENGALAMI PENYUCIAN:


    • Penyucian hati.
      Matius 15: 19
      15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

      Pikiran jahat= termasuk prasangka buruk dan pikiran najis.
      Pembunuhan= kebencian.
      Perzinahan= berulang-ulang berbuat dosa kenajisan.
      Percabulan= satu kali berbuat dosa kenajisan.
      Sumpah palsu= dusta. Tidak boleh ada lagi dusta kalau mau menjadi sahabat Yesus, Mempelai Pria. Berdusta sama dengan menjadi sahabatnya setan; musuhnya Tuhan.
      Menghujat= mulai dari memfitnah orang, sampai menghujat Tuhan--pengajaran benar jadi salah dan sebaliknya. Kita harus hati-hati!

      Yang ada di dalam hati harus ditusuk dengan pedang--disucikan.


    • Kalau hati disucikan, perbuatan dosa juga disucikan sehingga kita melakukan perbuatan suci.
    • Penyucian dari perkataan sia-sia menjadi perkataan suci yaitu tidak ada dusta.


    Inilah sahabat mempelai; kehidupan yang senang untuk mendengar kabar mempelai/firman pengajaran yang keras, yang mampu menyucikan hati, perbuatan, dan perkataan.

    Hasilnya:


    • Yakobus 2: 21-23
      2:21. Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
      2:22. Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
      2:23. Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu
      Abraham disebut: "Sahabat Allah."

      Abraham taat untuk mempersembahkan Ishak, anaknya--hati dan perasaannya disucikan, termasuk perbuatan dan perkataan juga disucikan--sampai ia disebut sebagai sahabat Allah. Waktu ia mau menyembelih anaknya, Tuhan suruh ia berhenti, dan ia bertemu dengan Jehovah Jireh.

      Hasil pertama: bertemu dengan Jehovah Jireh; yang tidak ada menjadi ada. Tuhan sanggup memberkati kita, dan kita menjadi berkat bagi orang lain; kita mengalami suasana Firdaus.
      Kalau taat kita akan mengalami suasana Firdaus.

      Mari, jangan sampai hidup dalam kutukan, susah payah, dan air mata, karena tidak taat dan suci. Kalau taat pasti suci mulai dari hati.


    • Keluaran 29: 1a
      29:1a. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku:

      Hasil kedua: kalau taat pada kabar mempelai dan hidup suci, kita akan diangkat menjadi imam dan raja.

      Syarat untuk melayani Tuhan adalah gemar dan bersukacita saat mendengar firman Tuhan. Seringkali kita mau melayani tetapi tidak mau mendengar firman, lalu mau melayani apa? Harus mendengar firman dulu dengan baik! Kalau mendengarnya tidak baik, apa yang mau dikerjakan? Harus mendengar yang baik, supaya kita disucikan, setelah itu baru diangkat menjadi imam dan raja, untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita.


    Inilah tingkat pertama yaitu menjadi sahabat Tuhan, artinya bersukacita saat mendengar suara mempelai--mendengar sampai dengar-dengaran.
    Hasilnya: Tuhan sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada--memberkati kita dan kita menjadi berkat bagi orang lain; bersuasana Firdaus/mempelai. Dan kita diangkat menjadi imam dan raja, untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sesuai dengan jabatan pelayanan masing-masing.

    Jabatan pelayanan adalah jubah indah. Kalau dipakai Tuhan hidup kita akan semakin indah dan diberkati--kalau taat kita akan mengalami suasana Firdaus. Kalau tidak dipakai Tuhan, ia kita akan dipakai setan, dan hidup kita akan hancur.

    Kaum muda, janganlah hidup dalam susah payah dan air mata karena tidak mau mendengar firman. Jangankan taat, mendengarpun tidak mau. Ingin ditolong tetapi tidak mau mendengar firman, bagaimana bisa ditolong? Mulailah semuanya dengan berbahagia saat mendengar kabar mempelai. Itulah permulaan hidup yang bahagia.

    Selama kaum muda tidak mau mendengar firman/bosan mendengar firman, hidupnya tidak akan bisa bahagia dan indah, bahkan tidak ada berkat.

    Kita berjuang untuk sekolah dan bekerja, silakan, tetapi jangan lupa berjuang untuk mendengar firman sampai taat dengar-dengaran. Sungguh-sungguh!

    Jadi, SAHABAT MEMPELAI ADALAH SEORANG IMAM/PELAYAN TUHAN. Karena itu yang belum melayani, berdoa, supaya bisa melayani. Dengar firman saja, nanti akan dituntun, dan akhirnya menjadi imam. Gampang saja.


  2. 2 Korintus 11: 2-4
    11:2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    11:3. Tetapi aku takut, kalau-kalau
    pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
    11:4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

    Proses kedua untuk menjadi mempelai wanita sorga: menjadi tunangan mempelai.
    Pada masa pertunangan ada penyesatan. Hati-hati!

    TUNANGAN MEMPELAI ADALAH IMAM-IMAM YANG MENGALAMI PENYUCIAN YANG ADA KAITAN DENGAN (MAAF) MENJAGA KEPERAWANAN SECARA ROHANI.
    Tadi sudah disucikan untuk menjadi imam, sekarang disucikan lagi.

    Apa pengertian keperawanan secara rohani?
    Wahyu 14: 4
    14:4. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

    Penyucian dikaitkan dengan keperawanan artinya: tidak mencemarkan diri dengan perempuan-perempuan. Bukan berarti tidak boleh menikah, tetapi dikaitkan dengan ayat tadi, ini menunjuk pada ajaran sesat--'Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan'.

    Setelah hati, perbuatan, dan perkataan kita disucikan--menjadi imam--, kita masih harus disucikan lagi, supaya tidak dicemarkan oleh ajaran palsu.

    Ada dua perempuan yang mencemarkan gereja/sahabat Tuhan:


    • Perempuan Babel.
      Wahyu 17: 1-2, 4-5
      17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
      17:2. Dengan dia raja-raja di bumi telah
      berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."
      17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan
      percabulannya.
      17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "
      Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

      Ayat 4= kaya dan hebat, tetapi cabul.
      Perempuan Babel adalah ajaran palsu yang mengajarkan tentang kemakmuran dan hiburan jasmani, tetapi tanpa pedang firman/penyucian.

      Akibatnya: banyak hamba/pelayan Tuhan yang jatuh dalam dosa Babel yaitu:


      1. Dosa makan minum dan kawin mengawinkan--seperti Hofni dan Pinehas.
        Dosa makan minum= merokok, mabuk, dan narkoba. Merokok, mabuk boleh melayani, yang penting mainnya hebat atau khotbahnya lucu; di gereja hanya senang-senang.

        Dosa kawin mengawinkan=


        1. Dosa percabulan; antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah.
        2. Penyimpangan yaitu laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan.
          Ini sudah terjadi di dalam gereja Tuhan, bahkan sekarang minta dinikahkan.

          "Ini sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2009, waktu om berkunjung ke Amerika Serikat. Hamba-hamba Tuhan di sana heboh, karena di sana sudah akan masuk undang-undang, bahwa kalau laki-laki suka dengan laki-laki, mereka harus dinikahkan di gereja, karena hal itu merupakan hak asasi. Kalau tidak mau, pendetanya yang dihukum; dianggap melanggar hak asasi manusia. Pendeta-pendeta sampai resah, dan minta didoakan. Tetapi sekarang sudah terjadi, malah banyak negara menyetujui, termasuk orang kristen."

          Ini sungguh-sungguh terjadi karena tidak ada pedang firman. Melayani dengan hebat, tetapi dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan.


        3. Nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, sampai kawin mengawinkan--(permisi) seks bebas.


        Ini terjadi di dalam gereja Tuhan. Imam-imam tetapi dicemarkan oleh perempuan Babel; ajarannya tidak benar; tidak ada pedang firman, tetapi hanya kemakmuran dan hiburan. Bahaya!

        Jaga keperawanan--kesucian tingkat tinggi--! Tuhan tolong.


      2. Tidak setia--Babel adalah pelacur. Gembala kalau bisa khotbah, ia berkhotbah, kalau tidak bisa, ia tidak berkhotbah. Di dunia saja kalau guru seperti itu, kira-kira bagus tidak? Seringkali dosa tidak setia ini dianggap tidak apa-apa, yang penting bagus.

        Dosa tidak setia senilai dengan dosa makan minum dan kawin mengawinkan--orang tidak setia juga akan dicampakkan dalam kegelapan yang paling gelap.

        "Saya bahagia sekali, seorang kaum muda datang kepada saya setelah mendengar firman: 'Om, saya minta maaf, selama ini saya sudah tidak setia, sekarang saya mau kembali untuk setia.' Saya menangis, saya peluk, dan doakan dia. Jarang yang seperti itu, karena biasanya malah sembunyi-sembunyi. Ini benar-benar pekerjaan firman."

        Dosa makan minum dan kawin mengawinkan satu level dengan dosa tidak setia--saling mendukung. Kalau tidak setia, pasti jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Karena itu hati-hati! Jaga keperawanan secara rohani dengan sungguh-sungguh!


      Hati-hati! Istilahnya perempuan, tetapi sebenarnya mereka sudah nenek; sudah berpengalaman tinggi. Yang masih muda ini bahaya karena dia banyak tipu muslihatnya. Dulu Hawa diperdaya ular, berarti umurnya sekarang sudah enam ribu tahun. Kita mau sekolah apa saja, pasti kalah melawan ular. Hati-hati!


    • Perempuan Izebel.
      Wahyu 2: 18-20, 23
      2:18. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:
      2:19. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
      2:20. Tetapi
      Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
      2:23. Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji
      batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.

      Batin= ginjal--terjemahan asli--= perasaan terdalam. Ini lebih dalam dari penyucian hati.
      Tadi hati sudah disucikan, sehingga kita menjadi sahabat mempelai, sekarang untuk menjadi tunangan mempelai ginjal--perasaan terdalam--harus disucikan.

      Perempuan Izebel adalah ajaran palsu yang memperbolehkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki.
      Susunan nikah yang benar adalah Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki.

      Kalau wanita mengajar dan memerintah laki-laki--wanita menjadi kepala dari laki-laki--, akibatnya: Kristus tidak bisa menjadi kepala dalam sidang jemaat, tetapi serigala dan burung--Babel--yang menjadi kepala--sehingga masuk dan jatuh dalam dosa Babel.
      Serigala= roh jahat.
      Burung= roh najis.

      1 Timotius 2: 11-14
      2:11. Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
      2:12. Aku
      tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
      2:13. Karena
      Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
      2:14. Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

      Ayat 13= perempuan Izebel dikaitkan dengan Adam dan Hawa. Dulu di taman Eden: Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, kecuali satu. Sekarang, wanita boleh melayani apa saja kecuali satu yaitu mengajar dan memerintah laki-laki, supaya susunan dalam sidang jemaat tetap benar yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki.

      Kalau wanita berdiam diri, ia menempatkan laki-laki sebagai kepala, sama dengan menempatkan Yesus sebagai Kepala dalam sidang jemaat. Yesus yang bertanggung jawab dalam sidang jemaat.


    Penyucian terhadap dua perempuan ini adalah PENYUCIAN GINJAL--PERASAAN TERDALAM; tidak cukup sampai penyucian hati. Harus disucikan, supaya kita bisa menempatkan Yesus sebagai Kepala dalam sidang jemaat dan hidup kita. Dia yang bertanggung jawab atas hidup kita.

    Mari, saat menjadi sahabat kita harus taat dan hidup suci--hati, perbuatan, dan perkataan suci. Kita akan bertemu dengan Jehovah Jireh--kita diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain--, dan kita diangkat menjadi imam dan raja, untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Hidup kita menjadi indah dan diberkati.

    Kemudian menjadi tunangan mempelai, yaitu mengalami penyucian lebih dalam lagi--penyucian ginjal (perasaan terdalam)--supaya kita tidak dicemarkan oleh dua perempuan.


  3. Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Proses ketiga: kita sudah menjadi mempelai wanita sorga.

    Mempelai wanita ditampilkan seperti perempuan yang berselubungkan matahari, bulan di bawah kaki, dan mahkota dari dua belas bintang; sama dengan menjadi terang dunia, sempurna seperti Yesus--Yesus berkata: 'Akulah terang dunia; kamu adalah terang dunia.'

    Dari mana terang matahari, bulan, dan bintang? Dari kandang penggembalaan--tadi, kita berjaga-jaga dalam kandang penggembalaan.
    Kandang penggembalaan= ruangan suci, dulu tiga macam alat, sekarang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya termasuk ibadah kaum muda; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Kalau tekun, urapan dan karunia Roh Kudus akan menjadi sempurna yaitu mahkota dua belas bintang.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      Di sini kita mengalami penebusan secara dobel, yaitu oleh firman dan perjamuan suci--kita mengalami kelepasan dari dosa-dosa. Kalau tekun, satu waktu tidak ada dosa lagi--bagaikan terang bulan di bawah kaki.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
      Dalam doa penyembahan kita disinari oleh kasih Allah yang bagaikan matahari; kita memandang wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari.
      Kalau tekun, satu waktu seluruh sinar matahari akan ada di dalam hidup kita; kasih yang sempurna-- selubung matahari.


    Tiga macam ibadah harus ditekuni sampai menjadi terang dunia--mempelai wanita Tuhan.

    Bagaimana keadaan mempelai wanita Tuhan? Menghadapi krisis yang luar biasa di akhir zaman.
    Wahyu 12: 2-3
    12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
    12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor
    naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

    Sekalipun sudah disucikan dan semakin terang, tetapi keadaan kita sama seperti wanita yang sedang mengandung, yang hendak melahirkan, dan menghadapi naga merah padam. Sangat lemah dan tidak berdaya. Benar-benar menghadapi krisis segala bidang di akhir zaman--krisis jasmani, rohani (dosa dan puncaknya dosa).
    Kita tidak berdaya.

    Yang bisa kita lakukan adalah MENGELUH DAN MENGERANG KEPADA TUHAN (ayat 2: 'ia berteriak kesakitan').
    Mari kita menghadapi krisis di akhir zaman, krisis yang meningkat. Yang bisa kita lakukan hanya banyak mengeluh dan mengerang kepada Tuhan.

    Mengeluh dan mengerang untuk apa? Untuk mengalami pembaharuan/kelahiran baru--wanita mengandung mengeluh dan mengerang untuk kelahiran bayinya.
    Roma 8: 22-23
    8:22. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
    8:23. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu
    pembebasan tubuh kita.

    Pembebasan tubuh= bebas dari daging, yang sama dengan mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu KUAT TEGUH HATI.

    Menghadapi krisis, dosa, kita harus kuat teguh hati, artinya:


    • Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, sehingga kita tetap hidup benar dan suci.
    • Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    • Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan saat menghadapi apapun juga.
    • Tetap percaya dan berharap Tuhan; hanya berserah dan berseru kepada Tuhan--seperti bayi yang menangis kepada Tuhan.


    Andalkan Tuhan mulai sekarang! Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikan-Nya kepada kita.
    Kalau dibandingkan, ini sama seperti cerita Ester saat mau menjadi ratu--sekarang kita mau menjadi mempelai. Langkah terakhir Ester mau menjadi ratu adalah harus menerima uluran tongkat emas. Biarpun dia sudah berpuasa, kalau raja tidak mengulurkan tongkat emas, dia akan mati.

    Kita juga malam ini, kita seperti perempuan yang mau melahirkan dan menghadapi naga, kita tidak bisa apa-apa, terapi hanya mengulurkan tangan. Kalau Tuhan mengulurkan tangan, semua akan selesai.

    Mungkin kita sudah berusaha ini itu secara jasmani dan rohani, tinggal satu yang ditunggu yaitu hanya bergantung pada kemurahan dan belas kasih Tuhan--tongkat emas.

    Hasilnya:


    • Tangan kemurahan Tuhan sanggup menolong kita, menyelesaikan semua masalah. Waktu itu Ester diancam oleh Haman--menghadapi pembunuhan. Kita juga diancam oleh antikris, tetapi Tuhan sanggup menolong, menyelesaikan semua masalah; Dia sanggup melindungi dan memelihara kita di zaman yang sulit, sampai zaman antikris berkuasa, bahkan sampai hidup kekal.


    • Tuhan memberikan masa depan yang berhasil dan indah--Ester menjadi ratu, padahal ia tidak berbapa dan beribu; ia ikut saudaranya, tetapi begitu ada tongkat emas, ia langsung melesat.

      Kaum muda, roda tidak selalu di bawah. Kalau tongkat emas--tangan kemurahan Tuhan yang besar diulurkan--kita akan melesat, ada masa depan yang berhasil dan indah Kita hanya berkata: Kok bisa? Orang lain juga bingung. Anugerah Tuhan yang besar tidak bisa dihalangi oleh apapun.


    • Lebih dari itu, tangan anugerah Tuhan sanggup mengubahkan dan membaharui kita sampai menjadi sama mulia dengan Dia. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Mari, mengeluh dan mengerang--hanya menunjukkan kelemahan dan kekurangan secara jasmani, rohani (jatuh dalam dosa). Serahkan pada Tuhan, sampai tongkat emas--tangan anugerah Tuhan--diulurkan bagi kita. Semua akan selesai. Tuhan yang menentukan semuanya bagi kita.
Tunjukkan kekurangan dan kelemahan kita!

Menjadi sahabat: kita mendengar firman, disucikan, dan menjadi imam dan raja. Hasilnya: kita diberkati seperti Abraham.
Kemudian menjadi tunangan: hati-hati terhadap ajaran palsu! Jangan ikuti ajaran palsu. Jaga keperawanan secara rohani!
Terakhir: kita menjadi mempelai wanita, kita tergembala sungguh-sungguh, supaya menjadi terang dunia. Tetapi masih ada proses yaitu menghadapi naga--krisis Mari banyak mengeluh dan mengerang kepada Tuhan, bukan bergosip; berseru dan berserah kepada Tuhan.

Tunjukkan kelemahan dan kekurangan secara jasmani dan rohani, sampai Dia mengulurkan tongkat emas, dan kita melesat--generasi cemerlang--, tidak usah menunggu waktu lama, tidak bisa ditahan oleh siapapun. Karena itu jangan sombong! Roda yang di atas bisa ada di bawah kalau tidak hati-hati. Sebaliknya, roda yang ada di bawah kalau sungguh-sungguh bisa ke atas; melesat dalam sekejap oleh karena tangan yang berlubang paku--tongkat emas.

Nanti Yerusalem baru juga diukur dengan tongkat emas--tongkat pengukur dari emas (Wahyu 21: 15: Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.) Artinya: sampai kita masuk Yerusalem baru, bersama Dia selamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top