English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Juli 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah tentang penglihatan rasul...

Ibadah Raya Malang, 12 Oktober 2014 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Pengkhotbah 3:11
3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan...

Ibadah Doa Malang, 05 April 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar jumlah...

Ibadah Raya Malang, 17 Maret 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang hukuman sangkakala yang kelima,...

Ibadah Doa Malang, 06 Oktober 2009 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Keluaran 1: 1-4, Yakub/ bangsa Israel diijinkan...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Maret 2010 (Minggu Sore)
Wahyu 20: 6
"Tema ibadah kunjungan di Medan".
= bahagia dan kuduslah ia yang mendapat bagian...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Oktober 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 -> 7 percikan darah, sengsara Yesus untuk menyelamatkan gereja Tuhan, untuk memberkati, dengan jalan mati...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Agustus 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 31 Mei 2009 (Minggu Sore)
Efesus 4: 15
Tema ibadah di Manado 26-28 Mei 2009: "BERTUMBUH KE ARAH YESUS YANG ADALAH...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Oktober 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Wahyu 1: 5
1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Januari 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 17 Agustus 2011 (Rabu Dini Hari)
Keluaran  29:26-28 menunjuk persembahan/korban khusus.

Korban khusus dipersembahkan...

Ibadah Raya Malang, 26 November 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Malang, 29 September 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

1 Petrus 2:1-2
2:1 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 November 2012 (Kamis Sore)
Dari Siaran Tunda Ibadah Persekutuan di Ambon III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Agustus 2018 (Sabtu Sore)

Bersamaan dengan baptisan air

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).


  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).


  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2018).


  4. Ayat 22-34= kekuatiran (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 09 Juni 2018).


  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; tidak waspada; lalai (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018).

AD. 5. KELENGAHAN
Tabiat lengah harus dirobek, supaya kita menjadi kehidupan yang selalu waspada; selalu berjaga-jaga, terutama untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kalau tidak terangkat, itu merupakan kehancuran dan kebinasaan; apa yang sudah kita peroleh di dunia tidak ada artinya.

Kita berjaga-jaga dalam pekerjaan, studi, baik, tetapi tingkatkan sampai berjaga-jaga untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali; kita bersama Dia selamanya.

Dalam Injil Lukas 12: 35-48, ada tiga macam berjaga-jaga yang dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali:

  1. Ayat 35-37= berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Juni 2018).


  2. Ayat 38-40= berjaga-jaga dikaitkan dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali--yang seperti pencuri di malam hari--(diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Juli 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 Juli 2018). Bukan Yesus seperti pencuri, tetapi waktu kedatangan-Nya bisa pada waktu malam, tengah malam, larut malam, atau fajar menyingsing.


  3. Ayat 41-48= berjaga-jaga dalam penggembalaan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 Juli 2018).

AD. 3
Lukas 12: 41-44
12:41. Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
12:43. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
12:44. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

'rumah'= penggembalaan.
'pengurus rumah'= seorang gembala.

Ada dua hal yang harus dijaga di dalam penggembalaan:

  1. Gembala dan domba-domba harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.


  2. Gembala harus setia dan bijaksana untuk memberi makan domba-domba dengan firman penggembalaan pada waktunya.
    Lukas 12: 42
    12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

    Domba-domba juga harus setia dan bijaksana untuk makan, artinya: mendengar dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan, sampai mengalami penyucian dan kesempurnaan.

    Kalau kita--gembala dan domba--sama-sama mengalami penyucian, hasilnya:


    • Mengalami kebahagiaan sorga.
    • Lukas 12: 42, 44
      12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
      12:44. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia
      menjadi pengawas segala miliknya.

      Hasil kedua: diangkat menjadi pengawas milik Tuhan.

      Ada tiga milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat:


      1. Persepuluhan dan persembahan khusus. (sudah diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Agustus 2018).
      2. Rumah Tuhan/doa penyembahan (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 11 Agustus 2018).
      3. Mempelai wanita Tuhan yang sempurna.

AD. 3: Mempelai wanita Tuhan yang sempurna
Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga adalah manusia darah daging yang tidak berdosa, yang harus mati di kayu salib untuk menebus manusia yang berdosa, tetapi Dia bangkit dalam tubuh kemuliaan, untuk naik ke sorga; menjadi Imam Besar, Raja segala raja, dan Mempelai Pria Sorga yang akan datang kembali kedua kali.

Kita mempelai wanita sorga adalah manusia darah daging yang berdosa, tetapi mengalami penebusan dosa oleh kurban Kristus; mengalami kematian dan kebangkitan bersama Yesus; kita mengalami pembaharuan sampai menjadi sempurna, sama mulia dengan Yesus. Kita siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali, kita bersama Dia selamanya.

Inilah milik Tuhan.
Harus ada proses kematian dan kebangkitan--pembaharuan.

Proses kematian dan kebangkitan--penyucian dan pembaharuan--supaya menjadi mempelai wanita Tuhan:

  1. Lewat baptisan air yang benar.
    Baptisan air yang benar yaitu:


    • Menurut kehendak Allah/alkitab.
    • Kita dibaptis seperti Yesus dibaptis, karena Ia adalah Kepala dan kita tubuh sehingga harus satu baptisan.


    Mengapa kita harus dibaptis dalam air?


    • Matius 3: 7-8
      3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
      3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

      Yang pertama: lewat baptisan yang benar kita bisa melarikan diri dari murka Allah yang akan datang: tiga kali tujuh penghukuman oleh Allah Tritunggal, kiamat, sampai neraka untuk selamanya.

      Baptisan air sama seperti Nuh masuk bahtera, sehingga selamat.


    • Yohanes 3: 3-5
      3:3. Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
      3:4. Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
      3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

      Tidak dihukum, lalu mau ke mana?

      Yang kedua: kita harus mengalami baptisan air karena lewat baptisan yang benar kita bisa masuk kerajaan Allah yang kekal.
      Di luar baptisan air yang benar, sama seperti tidak masuk bahtera Nuh, sehingga hanya mengalami hukuman dan kebinasaan. Biarpun hebat, tetapi harus menerima hukuman dan kebinasaan selamanya.


    Syarat baptisan air yang benar: bertobat. Kalau tidak bertobat, tidak akan ada hasilnya.
    Roma 6: 2
    6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

    Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; mati terhadap dosa, terutama dari delapan dosa yang menuju ke neraka.
    Yang sudah baptisan air, periksa, dulu dasarnya benar atau tidak. Jangan-jangan dasarnya tidak benar, sehingga imannya rapuh; tidak mampu menghadapi dosa dan ajaran palsu.

    Wahyu 21: 8
    21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Delapan dosa yang membawa ke neraka:


    • Penakut= takut pada 'sesuatu' di dunia sampai melawan Tuhan. Harus bertobat, menjadi takut akan Tuhan; tidak berbuat dosa apapun resikonya.
    • Tidak percaya.
    • Keji= jahat.
    • Pembunuh= kebencian tanpa alasan.
    • Orang sundal= kenajisan, termasuk dosa makan minum. Tidak boleh lagi kalau mau masuk baptisan.
    • Tukang sihir= dukun, jimat, ramalan, tidak boleh ada lagi.
    • Penyembahan berhala. Berhala adalah segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi Tuhan/beribadah melayani Tuhan.
    • Pendusta.


    Kalau sudah mati dari delapan dosa ini, kita bagaikan delapan orang yang masuk bahtera Nuh.

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Matius 3: 16
    3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    Kalau tidak keluar dari air, langit tidak akan terbuka, berarti belum dibaptis.
    Yesus tidak perlu dibaptis karena Ia tidak berdosa, tetapi Ia dibaptis untuk melakukan kehendak Bapa dan menjadi teladan bagi kita.
    Mengapa seringkali bertengkar soal baptisan? Karena menggunakan pendapat/pikiran sendiri; memakai aliran sendiri. Lihat Yesus!

    Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus, dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi.

    Dulu, pintu rahim ibu kita terbuka dan lahirlah kita, manusia darah daging yang berdosa yang cocok dengan dunia--binasa--, tetapi tidak cocok dengan kehidupan sorga.
    Sekarang dilahirkan baru, supaya pintu sorga terbuka--hidup sorgawi, yaitu hidup yang diurapi oleh Roh Kudus; memiliki hati yang tulus seperti burung merpati.
    Artinya: bisa membedakan mana yang benar dan tidak benar; Tuhan yang benar dan tidak benar, pengajaran benar dan tidak, baptisan benar dan tidak, sampai membedakan semua yang benar dan tidak, sehingga kita hidup dalam kebenaran.

    Kalau benar kita tidak akan dihukum, tetapi selamat, dan tidak sulit bagi kita untuk digembalakan.

    Sebenarnya dombanya Tuhan adalah bangsa Israel asli. Tetapi lewat baptisan air yang benar, anjing dan babi bisa menjadi domba; anak Tuhan.
    Amsal 12: 26
    12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

    Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka
    bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Sesudah baptisan kita harus berada di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya; kita diberi minum, supaya segar--dulu ketekunan dalam persekutuan.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; kita diberi makan--dulu ketekunan dalam pengajaran dan pemecahan roti.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; kita bernapas dengan kasih Allah sampai hidup kekal--dulu ketekunan dalam berdoa.


    Hasilnya: 'takkan kekurangan aku', artinya: terpelihara sampai berkelimpahan--selalu mengucap syukur kepada Tuhan, dan menjadi berkat bagi orang lain. Secara rohani kita mengalami damai sejahtera, kita dalam ketenangan, semua enak dan ringan. Kita bekerja dan sebagainya, tetapi Tuhan yang menentukan semuanya.

    Kita berusaha, tetapi Gembala Agung yang menentukan, sampai kita tidak bercacat cela. Kemampuan kita terbatas, hanya sehasta; satu denyut jantung, setelah itu kita tidak tahu; selebihnya, Tuhan yang menentukan.

    Inilah proses kematian dan kebangkitan yang pertama yaitu lewat baptisan air sampai kita digembalakan.


  2. Efesus 5: 25-27
    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan
    memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Proses kedua: disucikan dengan air dan firman Allah.

    Ini adalah penyucian dan pembaharuan secara dobel.
    Air menunjuk pada baptisan air. Setelah masuk baptisan air, harus dilanjutkan dengan penyucian dan pembaharuan oleh air hujan firman pengajaran.

    Ulangan 32: 1-2
    32:1. "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
    32:2. Mudah-mudahan
    pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

    Ada penginjilan untuk membawa kita pada baptisan air. Kita sudah selamat, diberkati oleh Tuhan, dan menjadi berkat. Lalu mau ke mana? Harus ditingkatkan pada air hujan firman pengajaran.

    Jadi sesudah dimandikan--menyelam--dalam baptisan air, kita juga harus menyelam/mendalam dalam air hujan firman pengajaran, atau kita harus mengalami penyucian dan pembaharuan oleh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Tajam pertama: untuk memotong dosa--mati.
    Tajam kedua: untuk bangkit dalam hidup baru.

    Tadi mati dan bangkit dalam air, sekarang mati dan bangkit dalam firman (pedang)--dobel.
    Imamat 14: 8-9
    14:8. Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
    14:9. Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya
    dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.

    Kalau hanya disucikan dan diubahkan dalam baptisan air, ia boleh masuk kemah, tetapi tidak boleh masuk rumahnya sendiri--masih terpisah.
    Apa gunanya? Harus dimandikan dua kali.

    Penyucian dan pembaharuan dobel adalah penyucian dan pembaharuan terhadap kusta rohani.
    Kusta, artinya:


    • Dosa kenajisan--kalau kusta, harus menutup muka dan berteriak: 'Najis'...'najis...'
      Hati-hati dengan dosa kenajisan: dosa makan minum dan kawin mengawinkan Hati-hati dalam masa perkenalan atau pacaran. Harus ada pedang, baru bisa melawan kusta.

      Kalau hanya ilmu, kepandaian, kekayaan orang tua, tidak akan mampu melawan. Raja Daud hanya jalan-jalan, dan jatuh dalam dosa. Siapa kita? Harus pegang pedang! Jaga masa perkenalan, pacaran, dan pertunangan.

      Pegang pedang supaya hidup suci!


    • Dosa kejahatan.
      Waktu Naaman disembuhkan, ia mau memberi sesuatu untuk hamba Tuhan, tetapi ditolak, tetapi Gehazi mengambilnya sehingga ia terkena kusta.

      Dosa kejahatan= keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Harus disucikan sehingga kita bisa mengembalikan milik Tuhan, memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.


    • Kebenaran diri sendiri--putih tetapi kusta--= dimulai dari tidak mau mengaku dosa. Akhirnya menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain--dosanya makin bertumpuk.
      Seringkali suami sudah berselingkuh, tetapi menyalahkan isteri, bukan minta ampun. Begitu seterusnya sampai menyalahkan Tuhan/pengajaran yang benar.

      Kebenaran sendiri juga berarti menutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik.

      Harus disucikan, yaitu mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--hidup benar dan suci.


    Inilah penyucian dobel. Sudah masuk baptisan--hati tulus, hidup benar, dan digembalakan--, setelah itu ditambah dengan pedang untuk menghadapi kusta--mengalami penyucian.

    Kalau sudah hidup suci, hasilnya: kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus--jubah indah.
    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Tidak ada kaitan jabatan pelayanan dengan kaya/miskin, pandai/bodoh, tetapi SUCI. Kalau hidup suci, kita akan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Jabatan pelayanan adalah tempat kita dalam tubuh Kristus.
    Tubuh Kristus mulai dari dalam nikah. Nikah akan menjadi indah kalau suami, isteri bisa melayani dengan baik dalam nikah--suami mengasihi isteri dan tidak berlaku kasar, isteri tunduk, anak-anak taat dan meringankan beban orang tua.
    Sesudah itu melayani dalam penggembalaan, lebih indah, melayani antar penggembalaan, lebih indah lagi, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus sempurna--paling indah--untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Kalau belum melayani; belum punya jubah, berarti belum indah. Meninggalkan pelayanan; melepas jubah, berarti layu sebelum berkembang.


  3. 2 Korintus 4: 16-17
    4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17. Sebab
    penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Proses ketiga: mati dan bangkit lewat salib/percikan darah; sengsara daging karena Yesus.

    Mungkin saat ini yang lain sudah jalan-jalan, kita masih ibadah, sengsara. Berpuasa, berdoa, ibadah, difitnah juga sengsara daging.

    Lewat salib kita akan mengalami pembaharuan.
    Kalau Yesus tidak disalib, Ia tidak akan dibaharui; tetap tubuh daging, tidak bisa naik. Tetapi begitu Ia disalib, terjadi pembaharuan, bisa naik ke sorga.
    Kita juga, kalau daging mau disalib kita akan mengalami pembaharuan, mulai dari hati yaitu kuat teguh hati.

    Sudah melayani dari kecil, tahu-tahu kecewa. Mari pikul salib, supaya kita dibaharui, mulai dari kuat teguh hati, artinya:


    • Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Yesus apapun yang kita hadapi.
    • Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran sehingga kita hidup benar dan suci.
    • Tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan sampai selamanya apapun yang kita hadapi.
    • Tetap percaya dan berharap Tuhan apapun yang dihadapi hari-hari ini.


    Ada apa-apa kita berserah dan berseru kepada Tuhan; mengangkat tangan; seperti bayi menangis, dan Dia akan mengulurkan tangan untuk menyelesaikan semua.

    1 Tawarikh 28: 20
    28:20. Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

    Apapun yang kita hadapi, tetap berserah dan berseru pada Tuhan. Dia akan mengulurkan tangan untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil, dan menyelesaikan pembangunan Bait Allah yang rohani, artinya menyempurnakan kita menjadi tubuh Kristus yang sempurna--Bait Allah rohani--; mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top