English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 04 Januari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 57-68= TENTANG SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada 2 macam kesaksian, yaitu:
Matius 26: 59-62= saksi palsu/saksi dusta.
Matius 26: 63-66= saksi yang benar.
Malam ini...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 12 Agustus 2014 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Kita mempelajari tentang kaki dian emas/ pelita...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Januari 2010 (Sabtu
Markus 14:3-8
Manusia adalah buli-buli dari tanah liat yang mudah pecah dan hancur oleh dosa,...

Ibadah Raya Malang, 18 Maret 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Matius 21:15-17

Ibadah Raya Surabaya, 07 Desember 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Maret 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali:ay. 29= terjadi kegoncangan...

Ibadah Raya Malang, 22 Januari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat...

Ibadah Raya Malang, 18 September 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 September 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 12 Januari 2020 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Malang, 06 Desember 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:5
8:5 Lalu malaikat itu mengambil...

Ibadah Doa Malang, 26 Januari 2010 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 6:9-10, doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan kepada...

Ibadah Doa Malang, 02 Februari 2010 (Selasa Sore)
Kita harus berjaga-jaga supaya tidak ketinggalan waktu Yesus datang supaya tidak ketinggalan bersama dunia tetapi...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Januari 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 31 Mei 2017 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Juni 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan penyucian terakhir yang dilakukan oleh TUHAN kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama TUHAN selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi TUHAN katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).


  6. sidang jemaat di FILADELFIA (Wahyu 3: 7-13); mengalami 3 penampilan Yesus dan 3 perkara besar yang dilakukan oleh Yesus (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Juni 2015).


  7. sidang jemaat di LAODIKIA (Wahyu 3: 14-22) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015).

Kita mempelajari sidang jemaat ketujuh, yaitu sidang jemaat di LAODIKIA.
Wahyu 3: 14-17
3:14. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
3:15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau
tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
3:16. Jadi karena engkau
suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Jemaat Laodikia adalah jemaat ketujuh--yang terakhir--, menggambarkan suasana gereja TUHAN di akhir zaman sekarang ini, yaitu:

  1. Wahyu 3: 17
    3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

    Secara jasmani: mengalami kelimpahan berkat jasmani.
    Ini yang banyak digembar-gemborkan; hanya menggembar-gemborkan yang jasmani.


  2. Secara rohani: justru merosot, yaitu dalam keadaan SUAM-SUAM KUKU karena kekerasan hati.

Keadaan rohani jemaat Laodikia = keadaan rohani gereja TUHAN di akhir zaman = keadaan rohani bangsa Israel yang keluar dari Mesir, ketika berada di kaki gunung Sinai.
Keluar dari Mesir = gambaran dari akhir zaman, di mana kita akan terlepas dari dunia.

Sementara Musa naik ke gunung Sinai untuk menerima 2 loh batu dan perintah untuk membangun Tabernakel--pengajaran mempelai dalam terang Tabernakel/kabar mempelai--, di bawah gunung terjadi kemerosotan rohani.

Keluaran 32: 17-18
32:17. Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan."
32:18. Tetapi jawab Musa: "
Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan--bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."

Kalau tadi, keadaan rohani jemaat Laodikia adalah tidak dingin dan tidak panas. Kalau keadaan rohani bangsa Israel, yaitu 'Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan'.

'bukan bunyi nyanyian kekalahan' = tidak mati.
'bukan bunyi nyanyian kemenangan' = tidak bangkit.
Ini sama dengan dalam keadaan suam-suam rohani; tidak dingin dan tidak panas. Ini menjadi awasan bagi kita malam ini; secara jasmani digembar-gemborkan, tetapi keadaan rohaninya justru suam-suam.

Praktik keadaan suam-suam rohani:

  1. Praktik suam-suam rohani yang pertama: tidak dingin, tidak panas--seperti jemaat Laodikia.

    Tidak dingin = tidak sejuk.
    Artinya tidak ada damai sejahtera, tetapi yang ada hanya iri, benci tanpa alasan, dendam, memfitnah, gosip-gosip yang tidak baik.

    Tidak panas = tidak setia dan berkobar-kobar lagi dalam ibadah pelayanan.

    "Termasuk kami hamba TUHAN dan gembala-gembala, banyak yang sudah tidak setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Kalau gembala tidak setia dan berkobar-kobar, tidak tahu bagaimana nasib sidang jemaat. Inilah kegunaan kesaksian yang berguna besar bagi pelayanan kita.
    Bapak pendeta Pong (almarhum)--gembala dan guru saya--, selalu bersaksi ketika memulai pekerjaan TUHAN di Manado, waktu mau berkhotbah harus keliling dulu sambil membawa lampu petromaks. Lalu, kalau ada orang yang mau dilayani harus menyanyi sambil main gitar dahulu, baru berkhotbah. Kemudian beliau berkata--ketika jemaat sudah terkumpul dan beliau dipindah di Surabaya dan jemaat begitu banyak--, 'tidak ada alasan untuk absen berkhotbah; kecuali jika memberitakan firman ke luar.' Sebab dulu setiap mau berkhotbah, harus keliling dulu.
    Saya sebagai muridnya juga mendapatkan sedikit pengalaman. Ketika dikirim ke desa di Gending. Setelah selesai mengetik, saya berangkat dari jalan Johor, naik bus, lalu harus mengepel gereja dulu, harus mencari jiwa dulu lewat besuk--kadang naik sepeda atau dokar. Setelah terkumpul beberapa orang, baru saya berkhotbah. Lalu saya sadar, 'begini rupanya pengalaman Om Pong', tetapi saya tidak separah Om Pong. Kalau beliau, betul-betul tidak ada jiwa. Kalau saya, sudah ada jiwa, tetapi harus dipanggil-panggil dulu. Pengalaman semacam inilah yang membuat kita tidak loyo, tetapi selalu setia dan berkobar-kobar. Tentu bapak/ibu juga mempunyai pengalaman, bagaimana mengikut TUHAN mula-mula.
    "

    Ini keadaan sekarang, seperti jemaat Laodikia yang begitu mengerikan. Secara jasmani, gereja besar dan sebagainya, tetapi malas mau melayani, karena hanya menggembar-gemborkan yang jasmani. Padahal dengan jumlah jemaat yang besar, seharusnya ada gairah besar. Inilah kenyataan yang terjadi hari-hari ini.

    Orang yang suam-suam kuku, keadaannya seperti muntah. Begitu mengerikan. Jangan sampai terjadi pada kita semua! Biarlah TUHAN menolong kita semua.


  2. Praktik suam-suam rohani yang kedua: tidak mati, tidak bangkit.
    Artinya tidak mengalami pembaharuan hidup.
    Mati, artinya mati terhadap hidup yang lama.
    Bangkit, artinya bangkit untuk hidup baru.

    Perhatikan baptisan air! Karena pengalaman kematian dan kebangkitan bersama TUHAN--pembaharuan hidup--, dimulai dari baptisan air yang benar.
    Oleh sebab itu, baptisan air harus benar, sebab ini yang menentukan nasib kita, apakah kita kalah atau menang, atau tidak kalah dan tidak menang/suam-suam.

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--harus dikubur dalam air bersama Yesus, lalu keluar dari air bersama Yesus untuk mendapat hidup baru/hidup sorgawi.
    Sesudah baptisan air, pengalaman kematian dan kebangkitan juga kita dapatkan di dalam ibadah pelayanan yang benar kepada TUHAN.

    "Baru mau berangkat ke gereja, sudah mati terlebih dahulu. Pulang kuliah, pulang kerja, mungkin sudah menyetir mobil sambil merasa kelelahan. Ini sudah mati terlebih dahulu."

    Selalu disebutkan 'baptisan air yang benar', karena ada baptisan yang tidak benar. Bahtera Nuh hanya satu, bahtera yang lain tidak menjamin. Begitu juga ibadah pelayanan, disebutkan 'ibadah pelayanan yang benar', karena ada ibadah pelayanan yang tidak benar.

    2 Timotius 3: 1-5
    3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2. Manusia akan
    mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3.
    tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4.
    suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5. Secara lahiriah mereka
    menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    'masa yang sukar' = sukar untuk berubah, sekalipun sudah beribadah.
    'tidak mempedulikan agama' = bukan atheis, tetapi tidak hormat kepada TUHAN, yaitu mempelajari agama-agama lain, membanding-bandingkan dengan agama lain.
    'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah' = tabiat yang ke-18, yaitu tidak taat dengar-dengaran.

    Inilah situasi akhir zaman, yaitu banyak hamba TUHAN dan pelayan TUHAN yang beribadah melayani dengan tidak benar; tidak mengalami pembaharuan hidup, karena menolak kuasa ibadah.

    Kuasa ibadah yaitu firman pengajaran yang benar/firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua; ini yang sanggup mematikan dan menghidupkan. Tajam pertama untuk mematikan dosa, tajam kedua supaya kita hidup baru.

    'Menolak kuasa ibadah' = menolak firman Allah/firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Akibatnya: ibadahnya hanya secara lahiriah dan tidak mengalami keubahan hidup; tetap mempertahankan manusia daging dengan 18 sifat tabiat daging.
    18 jika dijabarkan adalah 666; seperti perempuan yang bungkuk 18 tahun di Bait Allah.
    Ironis sekali, berada di Bait Allah tetapi dicap 666 oleh antikris dan menjadi sama dengan antikris.


  3. Praktik suam-suam rohani yang ketiga: ada pemberhalaan, yaitu menyembah lembu emas; dalam Keluaran 32, bangsa Israel menyembah lembu emas.

    Berhala secara umum adalah segala sesuatu yang diutamakan lebih dari firman Allah/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Jadi, di dalam ibadah bangsa Israel/jemaat Laodikia/gereja TUHAN di akhir zaman, banyak yang tidak mengutamakan firman Allah/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Kalau mengutamakan firman Allah, malah dilarang. Malah diajarkan, supaya jangan terlalu lama, jangan terlalu keras dan lain-lain. Kalau menyanyi tidak dibatasi, tetapi soal firman, malah dibatasi. Ini taktik setan, supaya tidak menyembah TUHAN, tetapi menyembah berhala.

    Lukas 5: 1
    5:1. Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

    'orang banyak mengerumuni Dia' = tujuan ibadah yang benar adalah 'hendak mendengarkan firman Allah', artinya mengutamakan firman Allah lebih dari segala perkara.

    Dalam ibadah yang benar, posisi kita sedang mengerumuni Yesus, sehingga ada hadirat Yesus yang berkuasa untuk menyucikan dan mengubahkan kita.

    Keluaran 32: 1
    32:1. Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir--kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."

    'mengerumuni Harun', sama dengan terjadi pemberhalaan.
    ibadah yang tidak benar/palsu, yaitu ibadah yang tidak mengutamakan pembukaan firman Allah. Ini berarti hanya mengerumuni Harun, bukan Yesus. Artinya, hanya mengutamakan figur manusia--keluarga, dan lain-lain--, keuangan, mencari jodoh, mencari kedudukan, berkat jasmani dan lain-lain.

    Ibadah semacam ini pasti mengarah kepada penyembahan berhala/lembu emas; yang disembah adalah uang, manusia dan sebagainya.
    Jika ada pemberhalaan, maka TUHAN tampil sebagai Allah yang cemburu untuk menghukum; api cemburu TUHAN sedahsyat neraka. Kita harus hati-hati!


  4. Keluaran 32: 19, 6
    32:19. Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.
    32:6. Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk
    makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.

    Praktik suam-suam rohani yang keempat: ada gairah kesukaan daging, sehingga menyanyi berbalas-balasan, beramai-ramai, dan menari-nari, tetapi tanpa kesucian; melepas daging dengan segala keinginannya, sehingga menjurus kepada perbuatan dosa sampai puncaknya dosa..

    Dalam ibadah pelayanan semacam ini, pikirannya sudah menjurus pada perkara-perkara yang tidak baik. Melihat wanita bergerak-gerak, pandangannya sudah lain; sudah menjurus, mulai dari pikiran dan perasaan sampai menghasilkan perbuatan dosa dan puncaknya dosa, yaitu:


    1. dosa makan minum,
    2. dosa kawin-mengawinkan = dosa seks dengan berbagai ragamnya.


    Oleh sebab itu, jaga penampilan kita--cara berpakaian dan tingkah laku--baik di dalam gereja/ibadah, dan di manapun kita berada! Jangan membuka peluang untuk menjurus kepada dosa seks! Itu seperti jerat!
    Di dalam Alkitab, ini sama seperti orang menggali lubang; orang lain bisa terjatuh lewat pandangan dan pikiran, tetapi nanti dirinya sendiri juga terjatuh.

    Terutama di dalam ibadah, kita jaga betul-betul. Di dalam ibadah, jangan mau yang bebas-bebas, tetapi tidak terkontrol! Tetapi biarlah kita bebas yang terkontrol oleh firman Allah dalam urapan Roh Kudus. Kalau tidak dikontrol, maka akan bebas sampai kelewatan, yaitu jatuh dalam dosa perselingkuhan dan lain-lain.

Akibat dari suam-suam rohani
:

  1. Wahyu 3: 16
    3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

    Akibat suam-suam rohani yang pertama: ditinjau dari jemaat Laodikia, yaitu dimuntahkan dari mulut TUHAN.

    Dimuntahkan, artinya memuakkan, memilukan dan memalukan hati TUHAN--tidak memuaskan TUHAN--, sehingga hidupnya juga seperti muntah, yaitu tidak berguna, bahkan hidup dalam kenajisan dan kejijikan.

    4 hal di atas harus diperhatikan. Hati tidak damai--suka gosip, dendam; hanya seperti muntah--, tetap mempertahankan manusia daging, perbuatan-perbuatan dosa--menjuruspun dalam hati dan pikiran tidak boleh, apalagi berbuat. Kita mohon kepada TUHAN, supaya kita jangan seperti muntah.


  2. Keluaran 32: 10
    32:10. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar."

    Akibat suam-suam rohani yang kedua: ditinjau dari bangsa Israel, yaitu TUHAN murka--dari muak sampai murka--, sehingga masuk dalam kebinasaan kekal/neraka.

    Keluaran 32: 19
    32:19. Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

    Ini suatu gambaran--Musa adalah seorang gembala secara jasmani--, kalau gembala saja berkeluh-kesah, maka TUHAN pasti murka untuk membinasakan.

    Seperti Korah yang bersungut-sungut kepada Harun, tetapi TUHAN berkata: 'bukan terhadap Harun dan Musa kamu bersungut-sungut, tetapi terhadap Aku'. Kita harus berhati-hati!

    "Saya dan saudara harus sama-sama berhati-hati. Saudara sudah ditebus oleh darah Yesus. Dalam Kisah Rasul 20, disebutkan sebagai sidang jemaat yang ditebus oleh darah Anak Domba. Jadi, jangan main-main! Sebab akan berhadapan dengan TUHAN. Tetapi hamba TUHAN juga dipilih oleh TUHAN, juga jangan main-main! Biarlah kita saling menjaga."

    Di sini, Musa turun dari gunung membawa 2 loh batu yang berisi 10 hukum Allah. Kalau Musa turun terus sambil membawa 2 loh batu, maka semua bangsa Israel harus dihukum mati dan binasa, sebab sudah melanggar hukum-hukum Allah. Oleh sebab itu, Musa memecahkan 2 loh batu, tidak sampai dibawa kepada bangsa Israel.

    Dari pada semua bangsa Israel dihukum dan binasa, lebih baik Musa memecahkan 2 loh batu; terjadi penebusan.
    Inilah hati TUHAN, yaitu dari pada binasa, lebih baik ditebus.
    2 loh batu = kasih Allah lewat pribadi Yesus; 2 loh batu pertama, batunya dari TUHAN dan ditulisi oleh TUHAN.

    Dari pada seluruh Israel mati binasa, lebih baik 1 orang yang mati, yaitu Yesus harus rela mati di kayu salib--2 loh batu dipecahkan--untuk menebus manusia berdosa, baik bangsa Israel maupun bangsa kafir.

    Yohanes 19: 32-34
    19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa
    Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu
    menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Di sini jelas penebusan dari Yesus. Pada hari Sabat--Yesus disalib pada saat menjelang hari Sabat--tidak boleh ada mayat tergantung di kayu salib. Oleh sebab itu, orang yang belum mati--2 penjahat--harus dipatahkan kakinya, supaya cepat mati dan dikubur. Tetapi ketika sampai kepada Yesus, Ia sudah mati; kaki-Nya tidak jadi dipatahkan, lalu lambung-Nya ditombak oleh bangsa kafir--terjadi luka kelima--dan mengeluarkan darah dan air.

    Jadi, Yesus sebenarnya sudah mati di kayu salib dengan 4 luka utama (2 di tangan dan 2 dikaki) untuk menebus bangsa Israel yang sudah melanggar hukum Taurat. Kalau luka di kepala atau bilur, bukan untuk penebusan.

    Lalu bangsa kafir menusuk lambung Yesus--luka kelima yang terbesar dan terdalam--, sehingga keluar darah dan air untuk menebus bangsa kafir dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa.

    Darah = bertobat.
    Air = baptisan air.

    Kita harus bertobat dan masuk baptisan air dengan sungguh-sungguh, supaya kita mendapat hidup baru/hidup sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran, sama dengan selamat.

    Jadi, dari pada seluruh bangsa Israel/seluruh dunia binasa, lebih baik satu orang yang mati--Yesus--, itulah penebusan.

Hasil penebusan
:

  1. Keluaran 32: 20
    32:20. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.

    Hasil penebusan yang pertama: anak lembu emas dihancurkan.
    Artinya:


    • Arti yang pertama: berhala/anak lembu emas--hati yang keras--dihancurkan/diubahkan menjadi hati yang lembut.
      Yakobus 1: 21
      1:21. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

      Tadinya, hati yang keras tidak bisa menerima firman yang keras.
      Tetapi hati yang lembut bisa menerima firman Allah sekeras/setajam apapun. Yaitu:


      1. lewat mendengar firman dengan sungguh-sungguh,
      2. mengerti firman,
      3. percaya/yakin pada firman di dalam hati, dan
      4. praktik firman.


      Kehidupan yang taat dengar-dengaran pada firman sama dengan selamat, tidak dihukum. Kalau tidak taat, maka akan dihukum seperti Adam dan Hawa. Begitu mereka tidak taat, mereka langsung dihukum/dikutuk.

      Ketaatan juga merupakan permulaan keberhasilan.
      Kaum muda perhatikan! Kepandaian dan lain-lain, belum tentu berhasil. Tetapi kalau taat, pasti berhasil.

      Oleh sebab itu, kaum muda harus dibawa supaya mendengarkan firman, sebab kekuatan kaum muda adalah firman. Yang menentukan kaum muda berhasil atau tidak adalah firman. Para orang tua, memang baik jika kita berjerih-lelah untuk menyekolahkan anak kita ke sekolah yang terbaik, tetapi lebih dari itu, harus ditambah dengan mencari makanan yang bagus bagi anak-anak kita. Yaitu mencari firman yang benar dengan sungguh-sungguh, firman yang lebih tajam dari pedang bermata untuk kekuatan bagi anak-anak kita. Inilah kekuatan kaum muda. Kalau dia menerima, maka dia selamat dan berhasil.

      "Saya kira, di akhir zaman ini, hanya sedikit kaum muda yang selamat. Mengerikan. Bagaimana sejak kecil, sejak masih SD sudah terjadi yang tidak baik. Bagaimana anak-anak kecil sekarang sudah memiliki handphone yang canggih, yang bisa melihat dunia maya yang najis dan kotor. Bagaimana mau selamat, kalau tidak ada firman pengajaran yang benar? Kalau hanya mendengar yang lawak-lawak, tidak akan kuat. Mungkin dia ada di gereja--seperti perempuan yang berada di bait Allah, tetapi bungkuk 18 tahun--, tetapi memberontak kepada orang tua, melakukan dosa percabulan; tidak berubah hidupnya sebab tidak ada pedang firman."

      Mari, biarlah anak lembu emas benar-benar dihancurkan. Hati yang keras menjadi hati yang lembut, supaya bisa menerima firman Allah yang benar/firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Itulah yang menyelamatkan dan membuat kita berhasil.


    • Arti yang kedua 'anak lembu emas dihancurkan': kuasa dosa dihancurkan.
      Kita dibebaskan dari dosa-dosa dan puncaknya dosa sampai dosa-dosa yang tidak disadari.
      Ini yang mengerikan. Kita mengetahui puncaknya dosa, tetapi sering kali ada dosa-dosa yang tidak disadari.
      Oleh sebab itu, lembu emas digiling sampai halus, artinya pekerjaan firman untuk membebaskan kita sampai dosa-dosa yang halus/yang tidak disadari.

      "Jadi, jangan salah! Kabar mempelai bukan hanya menunjuk dosa seks/dosa pada nikah. Bukan. Tetapi menunjuk sampai pada dosa-dosa yang halus, yang sering tidak disadari."

      Contoh dosa yang sering tidak disadari:


      1. Ibrani 10: 25-27
        10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
        10:26. Sebab jika kita
        sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
        10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.


        Dosa pertama yang tidak disadari: dosa tidak beribadah, mulai dari dosa kebiasaan, yaitu merasa biasa tidak beribadah--tidak merasa menyesal--sampai sengaja tidak beribadah.
        Akibatnya: tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa.

        Oleh sebab itu, di dalam firman pengajaran, orang tidak dipaksa untuk datang beribadah, tetapi oleh dorongan firman.

        "Waktu saya masih belum menjadi hamba TUHAN, saya mendengar ada orang-orang yang harus bertugas ke suatu tempat. Masih di daerah Surabaya. Ada yang harus tugas ke Solo, padahal sorenya ada kebaktian Bible Study, mereka berusaha bagaimana caranya supaya bisa pulang. Siapa yang menyuruh? Bukan gembala kami, baik Om Yo maupun Om Pong yang telepon-telepon, 'Ayo, pulang!' Tidak. Tetapi firman yang mendorong. Kalau tidak bisa pulang, benar-benar merasa menyesal dan minta ampun kepada TUHAN.
        Sekarang kita di akhir zaman harus berhati-hati. Seperti jemaat Laodikia, santai saja, biasa saja, bahkan malah sengaja. Kalau ada janji dengan tamu, malah dipersiskan hari Senin. Kenapa? 'Karena ada Bible Study, biar saya ada alasan'. Padahal tamunya minta hari Selasa, tapi malah dimajukan hari Senin. 'Jamnya pagi saja.': 'Oh, jangan, sore saja.' Ini yang berbahaya. Maaf, coba yang pegawai negeri. Kalau tadi tidak masuk kerja, lalu bertemu teman dan ditanya, malah tertawa-tawa, bisa-bisa dilaporkan besoknya. Begitu juga kita yang tidak beribadah. Kalau bertemu teman lalu ditanya, malah dijawab dengan tertawa-tawa. Lebih mengerikan lagi kalau gembalanya--yang full timer--tidak ada apa-apa, tetapi tidak beribadah. Kalau yang full timer saja tidak mau beribadah, apalagi yang kuliah, yang bekerja. Bagaimana mau disuruh masuk gereja? Tidak mungkin.
        "


      2. Amsal 22: 24-25
        22:24. Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah,
        22:25. supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.


        Dosa kedua yang tidak disadari: dosa cepat marah/tempramental. Apalagi jika marah tanpa sebab/tanpa kasih.

        "Siapa itu? Ya Widjaja. Saya harus berjuang. Kalau mendengar sesuatu, 'Apa itu? Siapa?' Tetapi sekarang, saya memilih untuk diam saja. Biar saja, hanya menganggap gosip-gosip sebagai angin lalu. Kalau dulu, saya cari orangnya, harus diperhadapkan, karena saya merasa tidak bersalah. Saya lupa nasihat terakhir dari Om Pong. Salah satunya, saya pernah dipanggil oleh beliau dan ditanya karena saya dituduh sesuatu. Beliau bertanya, 'Apa benar begitu?' Lalu saya jawab, 'Tidak, sungguh tidak':
        'Kalau memang tidak, kamu diam. Tetapi kalau benar, kamu harus mengaku'.
        Ini yang saya sering kali lupa. Yang benar, saya harus diam saja. Tetapi TUHAN tolong, sedikit demi sedikit diubahkan.
        "

        Biarlah TUHAN menolong kita semua.


      3. 1 Petrus 1: 18-19
        1:18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
        1:19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.


        Dosa ketiga yang tidak disadari: dosa warisan.
        Kita sering tidak sadar mempertahankan dosa warisan--malah membela diri--, termasuk adat-istiadat yang tidak sesuai/bertentangan dengan firman.

        "'Oh, memang. Neneknya nenek dulu memang dukun, jadi memang begitu'. Sering kali ada yang mengatakan, 'dari gen orang tua'. Kalau ditanya, 'Kenapa kamu kok begini?': 'Iya, memang dari ayahku begitu. Gennya begitu'. Tidak ada istilah gen. Kalau di dalam darah Yesus, maka semua sudah ditebus. Termasuk dari adat istiadat yang tidak sesuai/bertentangan dengan firman Allah. Adat istiadat memang peka, dan saya tidak mengerti tentang adat-istiadat. Yang penting, jangan sampai adat istiadat bertentangan dengan firman Allah. Mungkin ada yang harus berjalan di atas telur supaya selamat. Padahal, penyelamat adalah Yesus. Ini yang namanya bertentangan dengan firman. itu contohnya dan saudara sendiri yang tahu."

        Tetapi percayalah, kalau ada pedang firman, maka hati kita sudah peka tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh. Kita sadar, bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

        Keuntungan kalau di dalam hati nurani kita masih ada pedang firman adalah kita selalu peka kalau ada sesuatu yang tidak beres. Sekalipun itu hal kecil, mungkin menurut pandangan secara umum sudah biasa, tetapi kalau ada pedang, kita bisa tahu bahwa ini tidak beres. Tidak perlu sampai orang lain yang menuduh kita.


    • Arti yang ketiga 'anak lembu emas dihancurkan': kutukan dosa dihapuskan.
      Keluaran 32: 20
      32:20. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.

      Air bercampur serbuk emas, pahit rasanya. Itulah kutukan dosa.

      Jadi, setiap dosa mengandung kutukan dosa, yaitu suasana susah-payah, letih lesu, beban berat, suasana duri, pahit-getir hidupnya, banyak air mata sampai binasa; dan dari debu kembali menjadi debu; manusia darah daging yang tidak berubah hidupnya, sehingga menjadi makanan ular/binasa selamanya.

      Di atas kayu salib, Yesus tidak hanya menebus dosa-dosa, tetapi juga menanggung kutukan dosa.
      Galatia 3: 11-14
      3:11. Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
      3:12. Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.
      3:13. Kristus telah
      menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
      3:14. Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia
      berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

      'berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain' = seharusnya, berkat Abraham hanya untuk Abraham dan keturunannya, yaitu bangsa Israel. Tetapi lewat kematian Yesus di kayu salib, kutuk sudah ditanggung oleh-Nya, dan berkat Abraham sampai kepada kita bangsa kafir.

      Ada 2 bagian berkat Abraham:


      1. Berkat secara jasmani: berkat di tengah kesusahan dan kesulitan di dunia ini.
        Apa yang membuat sulit? Dunia sudah sulit, sebab itu jangan mempersulit diri dengan cara mempertahankan dosa!
        Sebab itu, bebaskan diri dari kutukan dosa, sehingga berkat Abraham turun atas kita.

        Rumus berkat Abraham: kita diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain. Kalau tidak menjadi berkat, maka berkat akan berhenti, tidak mengalir lagi, malah menjadi rawa sampai Babel.

        Jangan menjadi rawa! Biarlah kita diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain.

        Ada 2 kesalahan yang membuat kita harus hidup dalam kutukan/susah payah; padahal Yesus sudah menganggung segala kutukan dan susah payah:


        1. Kesalahan pertama: tetap mempertahankan dosa.
          Di dalam dosa ada kutukan.
          Sekalipun itu dosa di masa lampau, jika TUHAN mengingatkan kita--inilah gunanya pedang firman--, baik secara pribadi, dalam nikah dan permulaan nikah, mari kita perbaiki, supaya jangan menjadi susah payah.


        2. Kesalahan kedua: tidak menjadi saluran berkat; tidak menjadi berkat bagi orang lain; tenggelam sendiri.
          Jangan-jangan malah merugikan orang lain.


      2. Berkat secara rohani: kepenuhan Roh Kudus/urapan Roh Kudus, pembukaan firman Allah, dan kasih Allah.
        Galatia 3: 14
        3:14. Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

        Hasilnya: kita tidak kering rohani, tetapi mengalami kepuasan rohani dan kebahagiaan dari Sorga di dalam TUHAN.

        Kalau kering, berarti hidup dalam kutukan juga. Orang yang kering rohani, sekalipun ia kaya, tetapi sebenarnya ia letih lesu dan beban berat.

        "Terutama kami hamba-hamba TUHAN, sekalipun gerejanya besar tetapi kalau kering rohani, mau apa? Oleh sebab itu berulang kali saya bersaksi, tolong doakan saya supaya jangan kering. Kalau lapar, kita masih bisa, atau mungkin belum punya gereja, masih bisa kontrak seperti di sini. Kadang-kadang beberapa murid saya yang baru merintis dan belum bisa mengontrak, ada jemaat yang bersedia agar rukonya dipakai untuk ibadah. Tetapi kalau kering rohani, mau apa? Apakah mau lawak-lawak saja di depan jemaat? Tidak ada artinya."

        Kepenuhan Roh Kudus merupakan suatu tanda bahwa kita sudah bebas dari kutukan dosa dan diselamatkan.

        "Jangan takut, saudara! Ada yang bertanya pada saya (maaf kalau ada yang sama), 'Om, neneknya nenek saya itu dukun jahat, suka membunuh orang. Bagaimana dengan kami keturunannya?' Kalau sudah percaya Yesus, ditebus, apalagi sudah diurapi dan dipenuhi Roh Kudus, maka itu suatu tanda bahwa kita bebas dari dosa dan kutukan dosa. Sudah aman, kita selamat dan hidup kekal."


    Mari, kita bersungguh-sungguh supaya jangan sampai menjadi suam-suam. Kalau suam-suam, sungguh mengerikan, karena akan dimuntahkan oleh TUHAN dan dimurkai oleh TUHAN untuk dibinasakan.

    Untunglah masih ada penebusan. Yesus yang harus mati.
    Mari, bebaskan diri kita dari dosa yang kecil-kecil, yang tidak disadari, dan dari hati yang keras. Terima pengajaran lebih dahulu, sebab itu yang menunjukkan dosa-dosa, supaya kita lepas dari dosa-dosa dan kutukan dosa, sehingga kita diberkati oleh TUHAN dengan berkat Abraham.

    Hanya ada 2 kemungkinan dan kita tinggal pilih (Yakobus 1: 21, 'Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.'):


    • Kalau hati diisi firman, maka yang kotor pergi.
    • Kalau hati tidak diisi firman, maka yang kotor--kutukan dan dosa--yang akan masuk.


  2. Hasil penebusan yang kedua: dibentuk 2 loh batu yang baru; yang sama persis seperti 2 loh batu yang mula-mula.
    Keluaran 34: 1
    34:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan.

    2 loh batu yang mula-mula berisi hukum Taurat.
    2 loh batu yang baru berisi hukum kasih.

    Harus dibentuk 2 loh batu yang baru--yang persis seperti 2 loh batu yang mula-mula.
    Tidak sama persis = tidak sempurna.

    Oleh sebab itu jangan mengatakan, 'Hanya berbeda sedikit, tidak apa-apa. Cuma dosa kecil'. Tidak boleh.
    Sama persis = sempurna.
    Kalau tidak sama persis = tidak sempurna, dan akan tertinggal saat Yesus datang kedua kali.

    2 loh batu yang baru dibentuk seperti 2 loh batu yang mula-mula, artinya masih ada kesempatan dan kemurahan TUHAN bagi kita manusia batu yang keras hati dan berdosa untuk bisa dibentuk menjadi sempurna seperti Yesus.

    "Saya sering bersaksi. Kadang-kadang harus marah dengan pengerja, marah dengan Lempin-El. Tetapi kalau tidak dimarahi, tidak akan jadi hamba TUHAN. Tetapi sesudah marah, saya sendiri yang terkapar. Saya berdoa, 'Duh, TUHAN, kenapa tadi? Saya tidak cocok jadi gembala.' Makanya tolong Lempin-El dan pengerja supaya sungguh-sungguh. Tetapi jangan putus asa, masih ada kesempatan untuk dibentuk oleh TUHAN. Apapun kesalahan kita. Bukan membela diri, tetapi selalu ada permohonan doa supaya selalu terbuka kesempatan dan kemurahan untuk bisa dibentuk menjadi sempurna seperti TUHAN."

    Mari, baik lewat mendengar firman--kalau gembala, lewat duduk di bawah kaki TUHAN dan lewat menyampaikan firman--kita sedang dibentuk oleh TUHAN.

    Prosesnya:


    • Proses pertama: dipahat.
      Kita harus dipahat--disucikan--untuk membuang apa yang tidak sama dengan Yesus lewat firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

      Mulai dari hati pikiran yang tidak sama, sebab ini merupakan pusat/kontrolnya.
      Kalau hati dan pikiran sama, maka semua sama. Oleh sebab itu rasul Paulus mengatakan, 'sehati sepikir'. Kalau suami isteri sehati sepikir maka semuanya sama.

      "Kalau dulu bentuk batunya tidak rata. Seumpama bentuk 2 loh batu adalah persegi, tapi batunya masih agak miring, maka harus dipahat; disucikan. Ini yang tidak sama dengan Yesus. Memahat dengan menggunakan pedang. Kita sudah menerima penginjilan, kita sudah percaya dan bertobat. Bukan berarti dibuang, tetapi harus dimantapkan dan dilanjutkan dengan pengajaran. Kita harus dipahat supaya menjadi sama dengan Yesus."

      Markus 7: 21-22
      7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
      7:22.
      perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).

      'pembunuhan' = kebencian.
      'kebebalan' = tidak bisa dinasihati.

      Penyucian oleh pedang firman, dimulai dari penyucian hati dan pikiran dari 12 keinginan jahat dan najis yang membuat kita tidak taat dengar-dengaran.

      "Kalau tidak taat, firman bilang A, dia bilang B. Firman bilang B, dia bilang A. Selalu ada alasan untuk tidak taat. Tidak bisa dinasihat, itu sudah tidak taat. Sama seperti kalau saya menasihati seseorang atau pengerja. Misalnya saya tidak mengerti bidang sound system. Saya memang tidak mengerti, tetapi sebagai seorang gembala, saya mengira-ngira, 'Ini kok begini ya? Menurut Om begini'. Dia menjelaskan dengan ilmunya begini begitu, saya tidak mengerti, ya sudah. Tetapi begitu terus. Akhirnya saya yang benar. Saya katakan, 'Biar saya bodoh secara dunia, tetapi saya gembala, ada hikmat dari atas. TUHAN yang memberi tahu saya'. Tetapi seringkali diulangi, tidak taat."

      Berbeda dengan Yesus. Hati dan pikiran Yesus adalah taat sampai mati di kayu salib (Filipi 2).
      Oleh sebab itu, mari. Biarlah benjolan batu dipahat, supaya hati dan pikiran disucikan dari 12 keinginan jahat dan najis yang membuat kita tidak taat, sehingga hati dan pikiran kita diisi dengan12 roti--firman pengajaran benar--dan kita bisa taat dengar-dengaran seperti Yesus, yaitu kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Inilah hati dan pikiran yang sama dengan Yesus.

      Perlu pedang firman, jangan mundur lagi, kita harus berdoa, supaya pedang firman menyucikan kita sampai taat seperti Yesus, yaitu taat sampai daging tidak bersuara lagi. Kalau hati dan pikiran sudah sama dengan Yesus, maka semuanya sudah sama dan kita tinggal ditulisi.

      "Saya mengajar Lempin-El. Dulu saya mencari sekolah sampai mau sekolah S2 dan S3 untuk sekolah agama. Tetapi TUHAN tunjukan saya di Lempin-El 'Kristus Ajaib'. Tuhan percayakan pedang. Jangan mundur! Penginjilan tetap, tetapi tugas utama kita adalah pengajaran. Kalau yang Lempin-El mau mundur dan lepas pengajaran, kembali ke penginjilan, supaya banyak jiwa, lalu siapa yang memberitakan pengajaran? Saya bilang, 'ya sudah, kalau dulu saya diizinkan TUHAN sekolah di mana, mungkin saya jadi penginjil. Tetapi karena saya ditetapkan TUHAN memegang pedang di Lempin-El, saya harus tetap maju dengan pedang.' Mau 2 orang, 3 orang, silahkan. Biarpun banyak yang tidak mau, biar saja. TUHAN tidak menilai dari jumlah jemaat, tetapi kesetiaan kita. TUHAN katakan, 'hai hamba yang setia', bukan 'hai hamba yang sudah memenangkan sekian banyak jiwa'. Kesetiaan kita atas tugas TUHAN, itulah yang dinilai oleh TUHAN. Sering kali, kita ditugaskan pedang, tetapi maunya yang lain supaya enak. Banyak orang berkata, 'hebat, luar biasa'. Tetapi TUHAN katakan, 'enyahlah kau pembuat kejahatan! Itu bukan tugasmu'."


    • Proses kedua: ditulisi dengan 10 hukum Allah; ditulisi dengan kasih Allah yang agung/besar.

      Disucikan dulu baru ditulisi. Tidak ada disebutkan Musa membawa batu yang masih benjol-benjol, supaya ditulisi oleh TUHAN. Bagaimana mau ditulisi, kalau tidak rata? Huruf-hurufnya akan susah untuk dibaca. Makanya sering kali tidak bisa dibaca.

      Rasul Paulus mengatakan, 'kamu adalah surat terbuka, yang bisa dibaca'. Kalau batunya benjol-benjol, maka sulit bagi orang lain untuk membaca.
      Kalau sudah diratakan/disucikan, maka tulisan kasih Allah bisa terlihat dengan jelas.

      "Saya percaya. Sambil menulisi kasih-Nya, TUHAN bergumam: 'AKU mengasihi engkau'. Biarpun keadaan kita seperti Laodikia, tetapi belum dimuntahkan."

      Kalau masih ada kesempatan untuk mendengar firman, maka masih ada kesempatan bagi kita untuk dipahat dan ada tulisan: "AKU mengasihi engkau". Kita tidak akan dimuntahkan.

      Jangan putus asa, apapun kesalahan dan kekurangan kita. Jangan menyalahkan orang lain! Ingat saja diri sendiri. Biar kita dipahat dan ditulisi oleh TUHAN.

      Zefanya 3: 16-18a
      3:16. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
      3:17. TUHAN Allahmu ada di antaramu
      sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
      3:18a.
      seperti pada hari pertemuan raya."

      'pertemuan raya'= terjadi pada saat Dia datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai.

      Kalau sudah ditulisi kasih Allah, hasilnya:


      1. Hasil yang pertama: 'Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu'= tangan yang lemah lesu menjadi kuat kembali, artinya menjadi setia dan berkobar-kobar lagi dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, apapun yang terjadi.

        Kalau sudah loyo, mari kita kuatkan kembali. Kita hanya percaya dan berharap TUHAN, dan hanya menyembah TUHAN, tidak berharap orang lain. Kalau kita berharap orang lain, maka TUHAN akan cemburu.

        "Saya ajarkan kepada Lempin-El, kepada diri saya juga. Kalau sampai diizinkan tidak makan, jangan minta dan jangan hutang! Ini kesempatan untuk membuktikan tulisan: 'AKU mengasihi engkau'. Saat-saat kita menghadapi yang mustahil, mari berharap pada TUHAN, buktikan bahwa Dia pasti menolong kita."


      2. Hasil yang kedua: 'sebagai pahlawan yang memberi kemenangan'= Tangan kasih TUHAN sanggup memberikan kemenangan, artinya menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil, dan membuat semua berhasil dan indah pada waktunya.

        Kalau kita sudah ditulisi: 'AKU mengasihi engkau', kita sudah enak. Seperti bayi yang berada di tangan ibu, enak sekali. Bayi tidak pernah berjalan, hanya digendong oleh ibu.

        Mari kita bersungguh-sunguh. Memang dunia terkutuk, tetapi kalau kita dilepaskan dari hati keras, sehingga bisa menerima firman--dilepaskan dari dosa dan kutuk dosa--maka kita akan diberkati, lalu kita dipahat dan ditulisi: 'AKU mengasihi engkau'. Hidup ini sungguh enak, kita menjadi berhasil dan indah.


      3. Hasil yang ketiga: 'Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya'= kasih TUHAN membaharui kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani.
        Ini mujizat terbesar, yaitu menjadi kehidupan yang mengasihi TUHAN lebih dari semua--taat dengar-dengaran kepada TUHAN sampai daging tidak bersuara lagi; tidak ada lagi ketakutan, iri dan lain-lain; yang ada hanya damai sejahtera, tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan, tetapi hanya merasakan kasih TUHAN.

        Mungkin malam ini kita datang dengan kekuatiran, kebencian, kemarahan, ketakutan, tetapi pulang dari sini, kita merasakan damai sejahtera. Itu berarti TUHAN menuliskan: 'AKU mengasihi engkau' dan kita juga menulis: 'Saya juga mengasihi ENGKAU, TUHAN'; kita hidup dalam ketaatan dan damai sejahtera.

        Posisi kita seperti Yohanes yang bersandar di dada Yesus. Petrus bertanya kepada Yesus, 'bagaimana nasibnya?' Yesus menjawab, 'dia mau mati atau hidup, itu bukan urusanmu'. Artinya hidup dan mati kita ditentukan oleh tangan kasih TUHAN.

        Kita boleh berusaha, tetapi tangan kasih TUHAN yang menentukan. Ester boleh berpuasa dan lain-lain, tetapi tongkat emas yang menentukan--tangan kasih TUHAN yang menentukan.

        Sampai jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, masuk pertemuan raya di awan-awan yang permai dengan sorak sorai 'Haleluya', dan kita bersama dengan Dia selama-lamanya.

        Bukan dimuntahkan, tetapi kita bersama Dia selama-lamanya.

TUHAN menolong kita semuanya. Mari! Malam ini, Dia menulisi: 'AKU mengasihi engkau', apapun keadaan kita, sudah suam-suam pun tetapi kita belum dimuntahkan. TUHAN masih memberikan kesempatan, dan kita juga menulis: "Aku mengasihi ENGKAU, TUHAN".

Mari! Malam ini kembali setia berkobar-kobar, kembali menyembah TUHAN dan taat dengar-dengaran. Maka kita merasakan damai sejahtera dan bersandar di dada TUHAN. Apapun keadaan dan masalah kita, bersandarlah di dada TUHAN; kita mengasihi Dia lebih dari semua, seperti Dia mengasihi kita lebih dari semua. Dia yang menentukan semuanya, baik hidup kita sekarang, masa depan sampai kesempurnaan kita. Mungkin tidak ada yang tahu, bahkan tidak mau tahu, kita jangan menuntut dan menyalahkan, tetapi bersandar di dada TUHAN. Kita saling menulis: 'AKU mengasihi engkau': 'saya juga mengasihi ENGKAU, TUHAN'.

Jangan ragukan kasih Allah! Dia sudah dihancurkan di kayu salib, supaya kita tidak hancur binasa, tetapi menjadi indah di hadapan TUHAN. Serahkan semua sampai masalah yang mustahil, serahkan pada Dia!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top