English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Februari 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda ibadah di Malang

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.
Kalau kita sebagai gereja Tuhan tidak mau bersaksi, kita akan menyangkal Tuhan.

Kita sudah mempelajari 2...

Ibadah Raya Malang, 11 Februari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 November 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:33-39 adalah tentang hal berpuasa.

Lukas...

Ibadah Doa Malang, 12 Mei 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Keluaran 19 dalam susunan Tabernakel...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:23-25
9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 November 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5 terbagi menjadi dua bagian:
Ayat 1-4 =...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Desember 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:57-68 tentang SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada dua...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 April 2014 (Sabtu Sore)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Desember 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Kita berada dalam KITAB WAHYU (PENDAHULUAN)

Kitab Wahyu adalah kitab terakhir dari Alkitab. Dalam susunan tabernakel kitab Wahyu terkena kepada...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 19 November 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:5-25 adalah berita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis.

Lukas 1:13-17
1:13...

Ibadah Doa Malang, 11 Februari 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Wahyu 1:9
1:9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Juli 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Surabaya, 05 April 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian. Juga selamat Paskah, TUHAN memberkari kita semua.

Kita masih berada dalam Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan penyucian terakhir yang dilakukan oleh TUHAN kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama TUHAN selamanya.

Banyak kelebihan dan berkat yang sudah diterima oleh tujuh sidang jemaat bangsa kafir, semuanya dipuji oleh TUHAN, tetapi jika ada satu saja cacat cela, maka tidak ada gunanya, sebab tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan binasa selamanya.
Semua berkat dan kelebihan memang perlu dan baik, tetapi harus ditingkatkan lewat penyucian demi penyucian sampai penyucian terakhir yaitu sampai kita tidak bercacat cela, sempurna seperti Dia.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi TUHAN katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).


  6. sidang jemaat di FILADELFIA (Wahyu 3: 7-13) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015).

Kita mempelajari Wahyu 3: 7-13, sidang jemaat yang keenam, yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA.
Kita masih berada pada ayat 7-8.
Wahyu 3: 7
3: 7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Kita sudah mendengar, ada 3 macam penampilan pribadi TUHAN kepada sidang jemaat di Filadelfia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015):

  1. 'Yang Benar' = Halaman Tabernakel.
    Yesus tampil sebagai 'Yang Benar' untuk membenarkan.


  2. 'Yang Kudus' = Ruangan Suci.
    Yesus tampil sebagai 'Yang Kudus' untuk menyucikan.


  3. 'Yang memegang kunci Daud' = Ruangan Maha Suci.

Kita masih mempelajari bagian ke-3, yaitu YESUS TAMPIL SEBAGAI 'YANG MEMEGANG KUNCI DAUD'.
Malam ini kita mempelajari kaitan Paskah dengan kunci Daud.
Merayakan Paskah, artinya memperingati kebangkitan Yesus.
Kunci Daud adalah kemurahan dan kebaikan TUHAN. Daud mengatakan, 'kemurahan dan kebaikan TUHAN mengikuti aku seumur hidupku'.

Dikaitkan dengan Paskah, kunci Daud adalah kuasa kebangkitan TUHAN = kuasa Paskah.
Jadi, malam ini kita merayakan Paskah, biarlah Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud' di tengah-tengah kita, dengan kuasa kebangkitan-Nya/kuasa Paskah.

Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud', untuk melakukan 3 perkara yang besar/dahsyat:

  1. Wahyu 3: 8
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    Pekerjaan besar yang pertama: membuka pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga.


  2. Wahyu 3: 9
    3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

    Pekerjaan besar yang kedua: memberikan kemenangan kepada kita atas jemaah iblis.


  3. Wahyu 3: 10
    3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Pekerjaan besar yang ketiga: melindungi kita dari pencobaan yang melanda seluruh dunia.

AD.1 YESUS MEMEGANG KUNCI DAUD UNTUK MEMBUKA PINTU YANG TIDAK DAPAT DITUTUP OLEH SIAPAPUN JUGA.
Wahyu 3: 8
3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

Jangan takut jika kita menghadapi pintu tertutup! Yesus akan datang dengan membawa kunci Daud--kuasa kebangkitan/kuasa Paskah (kemurahan dan kebaikan-Nya)--untuk membukakan pintu-pintu yang tertutup bagi kita, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun.

Kisah Para Rasul 12: 3-5
12:3 Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.
12:4 Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.
12:5 Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.


'hari raya Roti Tidak Beragi' = hari Paskah; hari raya Paskah ditandai dengan makan roti tidak beragi, daging panggang dan sayuran/gulai pahit.

Contoh yang terjadi pada saat Psskah: Rasul Petrus menghadapi pintu penjara yang tertutup pada hari Paskah, tetapi akan dibuka oleh TUHAN dengan kuasa Paskah.
'Pintu tertutup' = tidak ada jalan keluar, jalan buntu, kesulitan dan lain-lain.

Mengapa kita sering kali diizinkan oleh TUHAN menghadapi pintu tertutup? Sebab Petrus tidur secara rohani.
Kisah Para Rasul 12: 6
12:6 Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.

Petrus tidur di antara 2 orang prajurit dan dibelenggu dengan 2 rantai, artinya Petrus tidur secara rohani.
Petrus adalah gambaran dari kehidupan hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang sudah diselamatkan, diberkati dan dipakai oleh TUHAN, tetapi sayang, sering kali masih tidur rohani.

'Herode memasukkan Petrus ke dalam penjara dan Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai' = Petrus yang tidur rohani dikuasai oleh Herodes dan 2 prajurit. Artinya:

  1. Herodes = setan/naga merah di udara dengan roh jahat dan najis yang mendorong hamba TUHAN/pelayan TUHAN/kehidupan Kristen untuk berbuat dosa sampai puncaknya dosa.
    Puncaknya dosa yaitu:


    • dosa makan-minum: merokok, mabuk, narkoba.
    • dosa kawin-mengawinkan: dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks sampai pada nikah yang salah.


    Masih banyak pelayan TUHAN yang dipakai oleh TUHAN, tetapi masih berbuat dosa.

    Akibatnya, kehidupan semacam ini tidak mengasihi TUHAN/TANPA KASIH; masih diikat oleh dosa-dosa.
    Dalam bahasa Alkitab, kasih adalah matahari. Tanpa kasih berarti TANPA MATAHARI.


  2. Prajurit I = binatang buas yang keluar dari darat, yaitu nabi palsu dengan roh dusta dan ajaran-ajaran palsu.

    Banyak kali hamba TUHAN/pelayan TUHAN/kehidupan Kristen masih berdusta. Terang dengan gelap tidak mungkin menjadi satu. Kalau yang satu berkata benar, sedangkan yang lain berkata dusta, maka tidak bisa menjadi satu. Kalau berdusta, berarti masih dikuasai oleh nabi palsu dengan ajaran-ajaran palsu, yaitu mencampur-adukkan pengajaran dan lain-lain. Orang yang dikuasai roh dusta akan mengatakan 'semua pengajaran sama saja', padahal berbeda. Ini sudah terkena ajaran palsu.

    Ini adalah kehidupan TANPA ROH KUDUS. Hanya kehidupan dalam urapan Roh Kudus yang bisa menolak ajaran palsu dengan tegas.
    Tanpa urapan Roh Kudus = tanpa Pelita Emas = TANPA BINTANG.
    Tanpa urapan Roh Kudus, manusia daging hanya berbuat dosa dan mudah disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu.


  3. Prajurit II = binatang buas yang keluar dari dalam laut = antikris dengan kekuatan mamon/ikatan akan uang.
    Banyak kehidupan Kristen/hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang terikat oleh mamon, sehingga menjadi kikir dan serakah.
    Kikir = tidak bisa memberi.
    Serakah = merampas hak orang lain, terutama hak milik TUHAN, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus, juga mencuri hak sesama, yaitu menipu, hutang tidak bayar, korupsi dan lain-lain.

    Mengapa demikian?: Sebab merasa hidupnya dari uang/bukan dari iman.
    Jadi, ini sama dengan kehidupan tanpa iman = TANPA BULAN di bawah kaki/tanpa penebusan.

    "Kalau hamba TUHAN/pelayan TUHAN merasa hidupnya dari uang, berarti ia dipermainkan/dicengkeram oleh antikris."

AKIBAT menghadapi pintu tertutup/sesuatu yang mustahil; tanpa matahari, bulan dan bintang:
Kisah Para Rasul 27: 20
27:20 Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

Tidur rohani artinya:

  • dikuasai oleh setan, sehingga berbuat dosa sampai puncaknya dosa = tanpa matahari,
  • dikuasai oleh nabi palsu, sehingga berdusta dan tidak bisa membedakan mana ajaran benar dengan ajaran palsu = tanpa bintang,
  • dikuasai oleh antikris, sehingga menjadi kikir dan serakah, bahkan sampai membuat hamba TUHAN/pelayan TUHAN menjadi pencuri seperti Yudas Iskariot = tanpa bulan.

Akibatnya
:

  • Menghadapi pintu penjara yang tertutup seperti Petrus, dan tidak mungkin bisa keluar; sama dengan menghadapi badai di tengah lautan dunia, dan tidak ada yang sanggup menghadapi badai.


  •   Lebih dasyat lagi, saat TUHAN datang kedua kali, pintu perjamuan kawin Anak Domba/pintu Sorga tertutup, berarti kebinasaan selamanya, seperti yang dialami oleh 5 gadis yang bodoh (Matius 25: 1-13).

1 Korintus 13: 12-13
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Ayat 12 = sekarang kita memandang Yesus lewat cermin firman masih berupa bayangan samar-samar. Kita terus memandang cermin firman, sehingga kita disucikan terus menerus, sampai kita semakin jelas memandang Yesus, dan satu waktu kita menjadi sempurna, kita dapat memandang Yesus muka dengan muka.

SIAPA yang bisa memandang Yesus muka dengan muka? Yaitu orang yang memiliki iman, pengharapan dan kasih.
Jika tidak memiliki iman, pengharapan dan kasih, maka tidak bisa melihat Yesus yang datang kedua kali di awan-awan permai; pintu perjamuan kawin Anak Domba/pintu Sorga tertutup, sama dengan tertinggal dan binasa.

Kita harus berjaga sungguh-sungguh. Petrus, rasul yang hebat bisa tidur rohani, apalagi kita.

JALAN KELUARNYA:
Kisah Para Rasul 12: 7-9
12:7 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat TUHAN dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.
12:8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Ia pun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"
12:9 Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.


Malaikat TUHAN = Yesus yang memegang kunci Daud dengan kuasa Paskah.
Jalan keluarnya yaitu Petrus harus dibangunkan, supaya bisa keluar dari penjara. Artinya sekarang, kita sebagai orang Kristen/hamba TUHAN/pelayan TUHAN HARUS mengalami kebangunan rohani lebih dahulu, sehingga mengalami pintu terbuka mulai di dunia ini sampai kita bisa keluar/terangkat dari dunia, bertemu dengan Yesus yang datang kedua kali di awan-awan permai, untuk menuju Kanaan samawi/Yerusalem baru.

Paskah artinya kelepasan. Kalau dulu orang Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan di timur tengah. Sekarang, kita akan terlepas/terangkat dari dunia ini untuk menuju Kanaan samawi/Yerusalem baru.
Kuasa Paskah membawa kita masuk dalam kebangunan rohani.

SARANA untuk bisa masuk kebangunan rohani:

  1. Kisah Para Rasul 12: 7
    12:7 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat TUHAN dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.

    Sarana yang pertama untuk bisa masuk kebangunan rohani: harus menerima cahaya yang bersinar.

    Cahaya bersinar, yaitu cahaya injil kemuliaan Kristus yang adalah wujud Allah.

    2 Korintus 4: 3-4
    4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Ada 2 macam pemberitaan firman:


    • Firman penginjilan = Injil keselamatan = kabar baik (Efesus 1: 13).
      Yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia dan mati di kayu salib untuk menebus dan menyelamatkan manusia berdosa. Sesudah diselamatkan, kita diberkati dan dipakai oleh TUHAN.
      Kalau hanya firman penginjilan saja tidak cukup, sebab sering kali masih tidur rohani. Oleh sebab itu perlu pemberitaan firman yang ke-2.


    • Cahaya injil kemuliaan Kristus = firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua = kabar mempelai.
      Yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai dalam kemuliaan sebaga Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga, untuk menyucikan dan menyempurnakan kita semua. Ini yang kita butuhkan untuk membangunkan kerohanian kita.


    "Bukan pengjinjilan tidak penting, tetapi sangat perlu. Sebab jika tidak ada penginjilan, maka saya tidak akan pernah ada di sini. Saya bukan keturunan orang Kristen maupun keturunan hamba TUHAN. Tetapi jika di dalam gereja hanya ada firman penginjilan saja, tidak ada pengajaran, itu berbahaya. Nanti akan seperti Petrus, 'Oh, kami diselamatkan, diberkati dan dipakai', tetapi tidur rohani. Harus ada firman pengajaran untuk membangunkan kerohanian kita.
    Sebaliknya Lempin-El, kita di Lempin-El "Kristus Ajaib" justru ditekankan soal pengajaran, apalagi kita berada di organisasi GPT (Gereja Pantekosta Tabernakel). Kalau mundur ke penginjilan, nanti akan tertidur rohani semua. Justru kita dikaruniai firman pengajaran oleh TUHAN untuk membangunkan gereja-gereja yang lain dengan kabar mempelai. Bukan sombong, tetapi ini kenyataan.
    Firman penginjilan tetap diberitakan, buktinya ada baptisan air, ada jiwa-jiwa baru datang setiap saat, tetapi jangan di situ saja, harus ada pengajaran supaya tidak tidur rohani. Seperti perumpamaan 10 anak dara. Mereka tertidur rohani, tetapi hanya 1 suara yang membangunkan mereka pada tengah malam, yaitu, 'Lihat! Mempelai datang, songsonglah dia'. Ada yang bertanya pada saya, 'Lho, Om, jadi hanya kabar mempelai yang bisa sempurna? Yang lain bagaimana?' Nanti yang lain, mau tidak mau akan mencari kabar mempelai ini. Seperti saudara-saudara Yusuf yang akhirnya mencari gandum Yusuf, hanya mencari 1 gandum untuk mencapai kesatuan tubuh Kristus. Mari, kita berdoa, supaya kita dipakai untuk menyebarkan kabar mempelai dan membangunkan gereja-gereja.
    "

    Firman pengajaran menunjuk Meja Roti Sajian, artinya ketekunan dalam kebaktian Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Di sini kita mendapat firman yang semakin diperdalam, ditambah dengan perjamuan suci, sehingga firman mendarah daging dalam hidup kita.

    Pada Meja Roti Sajian ada:


    • 12 roti dibagi menjadi 2 susun, masing-masing 6 susun = 66 kitab dalam Alkitab/firman pengajaran.
    • Roti = tubuh Kristus.
    • Korban curahan (Keluaran 25: 29) = anggur/darah Yesus.


    Ketekunan dalam kebaktian Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci menghasilkan iman yang teguh dalam kehidupan kita sampai permanen = BULAN (penebusan).

    "Jadi, dalam merayakan Paskah disertai perjamuan suci seperti malam ini, harus ada pengajaran dahulu. Ini penting. Kalau tidak, nanti perjamuan suci akan menjadi kebiasaan, tidak mengerti apa-apa. Jadi, pengajaran dahulu baru perjamuan suci."


  2. Kisah Para Rasul 12: 7
    12:7 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat TUHAN dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.

    'Malaikat' = Yesus yang sudah bangkit, ada di tengah-tengah kita.

    Sarana yang kedua untuk bisa masuk kebangunan rohani: tangan TUHAN menepuk Petrus.
    Tangan TUHAN = Roh Kudus yang dicurahkan bagi kita; ini menunjuk pada alat Pelita Emas.
    Artinya sekarang ketekunan dalam Kebaktian Umum. Di situ ada urapan dan karunia-karunia Roh Kudus. Jika kita tekuni, akan menghasilkan pengharapan yang tidak mengecewakan = BINTANG.

    "Kalau saudara lihat, bentuk Pelita Emas sangat indah. Lampunya menyala, ada kelopak, tombol dan bunganya. Satu waktu diharapkan untuk menghasilkan buah; ada harapan untuk berbuah. Orang yang diurapi Roh Kudus, sekalipun dia hanya seperti tongkat, tetapi dia bisa bertunas, berbunga dan berbuah. Seperti tongkat Harun, sekalipun hanya tongkat, tetapi waktu diletakkan di hadapan TUHAN, maka tongkat Harung bisa bertunas, berbunga dan berbuah."

    Kalau kita diurapi Roh Kudus, apapun keadaan kita, sekalipun seperti tongkat kecil yang tidak bisa apa-apa, tetapi kita ada pengharapan dan bisa diharapkan.

    "Sekalipun ada ijazah, tetapi belum tentu bisa diharapkan. Ada anak yang sudah mendapat ijazah, kemudian lupa pada orang tuanya, ada juga yang sudah mendapat ijazah tetapi sulit mencari pekerjaan. Tetapi kalau ada urapan Roh Kudus, kita punya pengharapan di dunia sampai pengharapan yang kekal, dan bisa diharapkan."


  3. Kisah Para Rasul 12: 5
    12:5 Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

    Sarana yang ketiga untuk bisa masuk kebangunan rohani: tekun dalam doa penyembahan.
    Ini menunjuk pada alat Mezbah Dupa Emas, yaitu ketekunan dalam kebaktian Doa Penyembahan yang menghasilkan kasih Allah, bagaikan MATAHARI bersinar.

Jadi, sarana kebangunan rohani ada di dalam Ruangan Suci (3 macam alat ini ada di Ruangan Suci) = kandang penggembalaan.
Halaman Tabernakel adalah kehidupan yang sudah diberkati dan dipakai oleh TUHAN, tetapi harus meningkat/harus bangun rohaninya.

TEMPAT untuk mengalami kebangunan rohani adalah di dalam Ruangan Suci = kandang penggembalaan = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
Kita harus tergembala dengan benar dan baik, dimulai dari seorang gembala harus tergembala dengan benar dan baik. Jika gembala tidak setia dalam penggembalaan, maka jemaat akan tercerai-berai.

"Kemarin, baru jam 12 malam saya tiba dari Jakarta, karena ada pelayanan di sana. Tadi pagi, jam 7 sudah harus melayani Kebaktian Paskah. Sekarang, di sini melayani kebaktian Paskah. Seharusnya ada alasan untuk digantikan orang lain, 'Karena saya capek, jemaat pasti mengerti'. Namanya gembala, harus ada di kandang untuk memberi makan. Kecuali ada persekutuan antar kandang. Tetapi harus segera kembali, dan langsung melayani."

Jika kita tergembala dengan benar dan baik-- kita mendapatkan matahari, bulan dan bintang--, maka badai segera berlalu.
Tetapi di luar kandang penggembalaan, hanya ada badai yang menghantam dan pintu yang tertutup.

"Kalau gembala tidak tergembala dengan benar dan baik, maka yang dihadapi adalah badai di dalam sidang jemaat dan pintu-pintu tertutup, yaitu menghadapi masalah jasmani dan rohani, masalah nikah. Tetapi jika kita berada di dalam kandang penggembalaan, sekalipun ada masalah, tetapi badai akan segera berlalu."

Inilah sarana kebangunan rohani.
Jadi, penyebab kita mengalami pintu tertutup adalah karena tidur rohani. Sekalipun sudah diselamatkan, diberkati dan dipakai TUHAN, bahkan seperti rasul Petrus, tetapi tidur rohani. Oleh sebab itu kita harus mengalami kebangunan rohani. Tempat mengalami kebangunan rohani adalah di dalam kandang penggembalaan, baru nanti antar kandang penggembalaan (ibadah kunjungan) dan badai segera berlalu, kita ada dalam ketenangan.

"Kita tidak boleh egois, sebab jika hanya di dalam kandang saja, lama-lama jemaat/domba-domba akan dimakan oleh gembala. Ini lebih ngeri/dahsyat, karena kalau gembala yang makan, sampai bulu-bulunya pun dimakan."

PRAKTIK orang yang mengalami kebangunan rohani/tergembala:

  1. Kisah Para Rasul 12: 8
    12:8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Ia pun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"

    Praktik pertama mengalami kebangunan rohani: memakai ikat pinggang = berikat pinggang kebenaran.

    Efesus 6: 14
    6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

    Kebiasaan orang Israel adalah selalu memakai ikat sebelum bekerja; selalu siap sedia disuruh apa saja dan jam berapapun.
    2 arti dari ikat pinggang:


    • Siap sedia untuk berpegang teguh pada firman pengajaran benar.
    • Siap sedia untuk selalu hidup dalam kebenaran, apapun resikonya.

      "Kalau ada yang tidak benar, berarti tidur rohani. Sekalipun orang itu mengatakan, 'Kami hebat', tetapi sebenarnya tidur rohani. Mungkin keuangan, nikah, pelayanan tidak benar, sama dengan tidur rohani. Kita harus siap sedia untuk selalu hidup dalam kebenaran, apapun resikonya. Mungkin satu waktu harus di-PHK di kantor karena hidup benar, kita disuruh korupsi tetapi tidak mau. Semua harus benar, mulai dari KTP, SIM, berkendara motor di jalan raya harus mengenakan helm. Ini praktik mengalami kebangunan rohani. Tidak perlu mengatakan, 'Saya ikut KKR', tapi naik motor tidak pakai helm. Kalau tidak hidup benar berarti tidur rohani, sekalipun ia hamba TUHAN.
      Ada yang bilang, 'Sudah tidak apa-apa, saya yang tanggung, kamu ini melayani TUHAN.' Melayani TUHAN kok tidak benar. Kasihan yang dilayani. Pengalaman pertama saya ditegor TUHAN, mengapa firman ini berkembang sampai tentang berlalu lintas, soal KTP dan lain-lain, sampai saya diberi julukan 'Pendeta Polisi', karena membahas soal helm. Tidak apa-apa. Setelah Om Pong meninggal, saya melayani selama beberapa waktu di GPPS Bibis. Karena jalanan macet, kami mengambil jalan pintas lewat bahu jalan. Lalu saya berkhotbah tentang kebenaran, tapi tiba-tiba khotbah saya terhenti, tidak bisa berbicara. Saya ditegor oleh TUHAN, 'Kamu mengajarkan tentang kebenaran, tetapi tadi kamu melanggar di jalan tol'. Saya minta ampun dahulu kepada jemaat, karena sudah melanggar, tidak benar. Lalu saya bisa melanjutkan khotbah lagi.
      Dari situlah TUHAN bukakan bahwa soal KTP-pun harus benar. Saya langsung ditest. Dulu waktu masih harus membayar fiskal kalau mau ke luar negeri, saya ditawari seseorang untuk membuat KTP Batam, supaya tidak perlu membayar fiskal kalau mau ke luar negeri. Saya langsung ditegor oleh TUHAN, 'Keselamatan di gunung Jojuta yang berjuta-juta, mau ditukar dengan membayar fiskal sebesar satu juta'. Akhirnya saya katakan, 'Maaf Pak, saya tidak mau'.
      "


    Bukan berarti kita sudah benar semua. Tetapi, kalau ada yang tidak benar, harus cepat diakui, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Ini berikat pinggang.


  2. Praktik kedua mengalami kebangunan rohani: mengenakan kasut.
    Kisah Para Rasul 12: 8
    12:8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Ia pun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"

    Efesus 6: 15
    6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

    Mengenakan kasut artinya kerelaan hati untuk berkorban apapun juga, sehingga kita bisa melayani TUHAN. Kalau tidak berkorban, maka tidak bisa melayani.

    Semua harus dikorbankan untuk melayani TUHAN, kecuali satu, yaitu firman pengajaran benar.

    Kesaksian:
    "Sering kali kita berkorban perasaan dalam pelayanan, misalnya dicaci-maki, difitnah. Guru dan gembala saya selalu mengatakan: 'kita diutus kepada orang yang tidak mau dilayani'. Berat memang, tetapi tenang saja. Saya mengalami, ketika menghadapi seseorang. Kalau orang lain yang bicara, dia senang, tetapi ketika saya bicara dengan dia, orang itu selalu tidak suka. Dalam hati saya sampai berkata, 'Kalau tidak menjadi hamba TUHAN, saya tidak mau'. Begitu terus sampai bertahun-tahun. Hanya saya saja yang tidak diperhatikan, isteri saya diperhatikan. Tetapi terus saya layani, akhirnya bisa menerima dan sayang sama saya."

    Jika kita memiliki kasut kerelaan hati untuk berkorban, maka kita tidak akan pernah tersandung, kecewa dan mundur dari pelayanan, tetapi tetap beribadah melayani TUHAN sampai garis akhir.
    Garis akhir yaitu sampai kita meninggal dunia atau sampai Yesus datang kedua kali. Pelayanan kita tidak akan pernah rusak, seperti umat Israel mengenakan kasut selama 40 tahun dan tidak pernah rusak (40 tahun menunjuk pada 40 tahun zaman gereja).

    Tetapi kalau kita melayani hanya untuk mencari berkat, jodoh dan lain-lain, maka sebentar lagi pasti akan berhenti melayani.


  3. Kisah Para Rasul 12: 8
    12:8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Ia pun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"

    Praktik ketiga mengalami kebangunan rohani: mengenakan jubah.
    Jubah mengingatkan pada jubah maha indah Yusuf = jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

    Kita harus melayani sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang TUHAN percayakan kepada kita. Ini mengarah kepada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Kalau melayani tidak sesuai jabatan, justru akan merusak tubuh Kristus.

    "Contohnya, tangan mau jadi kaki atau kaki mau jadi tangan, berjalan seharusnya dengan kaki tapi menggunakan tangan, makan seharusnya dengan tangan tapi mau menggunakan kaki. Bukan gembala tetapi mau jadi gembala, akhirnya tidak bisa memberi makan. Kita yang sudah dipakai menjadi penyanyi dan sudah hebat, tetapi supaya orang tidak lari ke gereja lain, maka mau mendirikan gereja, mau jadi gembala, padahal bukan jabatannya. Ini akan merusak tubuh Kristus."

    Kita harus ingat! Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus adalah jubah maha indah.
    Jika kita dipakai oleh TUHAN dalam pelayanan, bukan untuk menyiksa kita tetapi untuk memperindah hidup kita.

    Jubah maha indah Yusuf harus dicelup dalam darah.
    Artinya: kita harus melayani dengan tanda salib/tanda sengsara daging bersama Yesus.

    Jangan melayani hanya untuk mencari yang enak bagi daging! Itu berarti jubah tidak dicelup dalam darah. Itu berbahaya, sebab akan direbut dan dirobek oleh setan, sehingga berhenti melayani.
    Tetapi jika kita melayani dengan jubah dicelup dalam darah/melayani dengan tanda darah, maka:


    • setan tidak bisa merebut jubah kita, menelanjangi, mempermalukan dan menjamah kita, sebab ia takut pada darah Yesus.
      Kalau jubah tidak direbut oleh setan, maka kita bisa melayani TUHAN sampai garis akhir.

      "Kalau dalam ibadah, kita merasa, 'Aduh Om, saya capek duduknya'. Kalau untuk TUHAN, itu sudah betul. Kecuali hamba TUHANnya bergurau, melawak sampai lama, sehingga saudara merasa, 'Apa ini kok melawak saja?' Itu lain. Tetapi kalau dalam ibadah, firman diberitakan dengan ayat menerangkan ayat, lalu saudara merasa sakit, itu sudah betul, teruskan. Yang melayani zangkoor, sehabis ibadah masih harus latihan, yang dari kuliah harus tergembala dalam 3 macam ibadah, masih harus latihan, lalu merasa capek, itu sudah betul. Berarti jubah dicelup dalam darah."


    • Menjadi jubah putih berkilau-kilau = jubah Mempelai, sehingga kita layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


  4. Praktik keempat mengalami kebangunan rohani: "Ikutlah Aku."
    Yohanes 21: 15, 18-19
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar TUHAN, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua,
    engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "
    Ikutlah Aku."

    Ketika Petrus tidur rohani, dia tidak bisa mengikut Yesus, malah menyangkal Yesus karena tidak ada sarana kebangunan rohani dan tidak ada praktik kebangunan rohani.

    "Sering kali kita, Lempin-El berkata: 'Luar biasa.' Tetapi setelah itu: 'Ah salah..ini itu dan sebagainya'. Banyak yang menyangkal karena tidak ada sarana kebangunan rohani dan tidak ada praktik kebangunan rohani."

    Tetapi begitu Petrus masuk sarana kebangunan rohani, yaitu kandang penggembalaan, baru badai berlalu, dilanjutkan dengan praktik kebangunan rohani, baru Petrus bisa mengikut Yesus.

    Mungkin kita juga mengahdapi badai dan tidak ada jalan keluar, bahkan mustahil, berarti kita sedang tidur rohani. Harus dibangunkan. Kembali pada penggembalaan yang benar, ada iman, pengharapan dan kasih; bulan, bintang dan matahari muncul kembali di dalam kandang penggembalaan dan badai segera berlalu. Setelah itu, lanjutkan pada praktik mengalami kebangunan rohani.

    Ayat 15: 'Gembalakanlah domba-domba-Ku' diulang sampai 3 kali, sama dengan masuk sarana kebangunan rohani (ketekunan dalam 3 macam ibadah/tergembala). Setelah itu, baru bisa mengikuti Yesus (ayat 19). kalau di luar kandang, Petrus menyangkal TUHAN. Belum diapa-apakan sudah menyangkal. Baru ditanya anak kecil, Petrus sudah menyangkal.

    Bagaimana kita sekarang? Mari kita tergembala sungguh-sungguh. Itulah kedewasaan rohani, sehingga bisa ikut Yesus.
    Setelah tergembala, barulah Petrus bisa mengikut Yesus, sama dengan mengulurkan tangan kepada Yesus.

    Mengulurkan tangan pada Yesus, artinya:


    • taat dengar-dengaran apapun resikonya,
    • setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir,
    • rela berkorban apapun sampai berkorban nyawa untuk TUHAN,
    • berserah dan berseru pada TUHAN, hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada TUHAN (menyembah TUHAN).


    Maka, tangan kemurahan dan kebajikan Yesus Gembala Agung yang sudah bangkit--tangan dengan kuasa kebangkitan/kuasa Paskah dari Gembala Agung--diulurkan kepada Petrus, sekarang kepada kita. Kita mengulurkan tangan dan Dia juga mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikan-Nya.

    Hasilnya:


    • Hasil pertama: TUHAN Gembala Agung mampu menolong kita tepat pada waktunya.
      Ibrani 4: 16
      4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Sering kali kita tidak sabar. Kita mau mengatur TUHAN. Jangan! Kita hanya mengulurkan tangan. Kalau kita yang mengatur, maka TUHAN diam. Serahkan semua pada TUHAN dan TUHAN akan menolong kita tepat pada waktu-Nya, tidak terlambat dan tidak terlalu cepat.

      Kita hanya tinggal menunggu waktu TUHAN. Menghadapi pintu tertutup dan menghadapi badai, mari kita banyak mengulurkan tangan pada TUHAN.

      "Boleh menambah modal atau sekolah lagi, silahkan, saya doakan, tetapi nomor satu yang harus kita lakukan adalah kembali pada penggembalaan yang benar, masuk sarana pembangunan rohani. Setelah itu, praktikkan! Hidup benar, layani TUHAN dan seterusnya sampai mengulurkan tangan pada TUHAN. Itu saja."

      Jangan seperti Saul! Saat ia menunggu Samuel datang selama 7 hari, sudah hari ketujuh dan tinggal tunggu jam/menit/detik, ia tidak taat, tidak mau mengulurkan tangan lagi. Memang masuk akal karena rakyat sudah lari dan musuh datang, tetapi Samuel belum datang. Saul yang membakar korban dan baru saja ia membakar korban, Samuel datang. Sudah terlambat. Jangan mendahului TUHAN! Sabar menunggu waktu TUHAN, penyerahan sepenuh, pasti tepat waktu!

      Pengkhotbah 3: 11a
      3:11a. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,

      Jika kita mau menunggu waktu TUHAN, maka TUHAN akan membuat semua berhasil dan indah pada waktunya.
      Waktu TUHAN adalah kembali pada penggembalaan yang benar dan praktikkan kebangunan rohani dalam hidup sehari-hari sampai megnulrukan tangan kepada TUHAN.
      Kalau kita sudah bisa berserah dan berseru, 'terserah Kau, TUHAN', berarti sudah selesai dan TUHAN akan ulurkan tangan. Itulah tepat pada waktunya TUHAN.

      Kisah Para Rasul 12: 9
      12:9. Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.

      Mungkin sekarang masih angan-angan, tetapi jika kita masuk dalam sarana kebangunan rohani (kandang penggembalaan)dan ada praktik kebangunan rohani sampai mengulurkan tangan, maka pertolongan TUHAN akan menjadi kenyataan. Pertolongan juga nyata. Petrus menyangka ia bermimpi. Kita tunggu TUHAN dan TUHAN menunggu kita. Semua yang indah akan menjadi kenyataan dan pertolongan TUHAN juga menjadi kenyataan.


    • Kisah Para Rasul 12: 10
      12:10. Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.

      Hasil kedua: kuasa Paskah/kunci Daud sanggup membuka pintu besi/pintu kemustahilan.

      Secara jasmani, mungkin kekuatan kita kecil seperti jemaat Filadelfia (Wahyu 3: 8), tetapi TUHAN yang membuka bagi kita.
      Apa yang sudah mustahil di dunia ini bagi kita, masalah ekonomi, masalah nikah dan lain-lain, kembali pada kebangunan rohani dan praktikkan sampai berserah dan berseru pada TUHAN, maka TUHAN akan membukakan pintu bagi kita.

      Secara rohani, pintu besi yang terakhir yaitu Pintu Tirai terbuka, artinya kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari tidak boleh ada dusta/tidak boleh ada suara daging.
      Dusta adalah suara daging yang otomatis keluar.
      Contoh: ditanya baik-baik: 'Belum makan?'. Tetapi karena malu dan sebagainya, lalu dijawab: 'Oh...sudah..sudah'. Sudah berddusta. Ini tirai yang harus dirobek.

      Efesus 4: 24-25
      4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
      4:25. Karena itu
      buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

      Tidak ada dusta = tirai terobek.
      Dan jika Yesus datang kedua kali, maka kita diubahkan menjadi sempurna, sama mulia dengan TUHAN. Kita terangkat bersama-sama dengan TUHAN di awan-awan yang permai. Pintu perjamuan kawin Anak Domba dan pintu Yerusalem baru terbuka bagi kita.

Inilah tangan dengan kuasa kebangkitan/kuasa Paskah yang mampu menolong kita tepat pada waktunya, membuat semua berhasil dan indah tepat pada waktunya. Mungkin sekarang masih angan-angan, 'mana bisa?', tetapi satu waktu akan menjadi kenyataan dan membuka pintu-pintu yang mustahil bagi kita bahkan membuka pintu tirai. Daging yang sering bersuara dusta dan sebagainya harus dimatikan; kita diubahkan sampai sempurna, tidak salah dalam perkataan (Yakobus 3: 2), kita hanya berseru 'Haleluya' untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai sampai pintu Sorga terbuka bagi ktia.

Di malam Paskah yang indah ini, biarlah kita berada dalam kebangunan rohani sampai bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan, jangan tidur rohani. Waktu Israel mau keluar dari Mesir, mereka berjaga-jaga, tidak boleh tidur.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top