English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 05 Mei 2009 (Selasa Sore)
Wahyu 22:20-21
'Ya, Aku datang segera' = kesiapan Tuhan Yesus untuk datang kembali kedua...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Mei 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

KITAB WAHYU
Kitab Wahyu dalam tabernakel terkena pada alat yang namanya tabut perjanjian.
Tabut perjanjian terdiri dari:

Tutupnya yang terbuat...

Ibadah Doa Malang, 11 Oktober 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:10-11
25:10. "Haruslah mereka membuat tabut...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Mei 2017 (Senin Sore)
Dari siaran tunda ibadah pendalaman alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kaum Muda Malang, 04 April 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:3-37 adalah tentang 7 nubuatan di akhir jaman.
Markus 13:7-8...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Maret 2020 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Malang, 26 Januari 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:18-19
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Agustus 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Desember 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Raya Malang, 29 Januari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 28 Juni 2019 (Jumat Malam)
Kita belajar tentang ukuran Tabernakel: panjang: 100 hasta, lebar: 50 hasta.
Pengertian ukuran Tabernakel:

Panjang: 100 hasta.
100= 10 x 10.
10...

Ibadah Doa Malang, 18 Juli 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala yang keenam...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Januari 2017 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Mei 2012 (Senin Sore)
Ibadah Pendalaman Alkitab dialihkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan hari Kamis
Matius 27 secara keseluruhan ini menunjuk 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Maret 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada dalam kitab Wahyu 3.
Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama Tuhan selamanya.

Banyak kelebihan dari 7 sidang jemaat yang diakui oleh Tuhan, tetapi jika ada satu saja cacat cela, maka semuanya tidak ada artinya, sebab akan tertinggal saat kedatangan Yesus kedua kali yang berarti kebinasaan selamanya. Ini bukan suatu kesombongan, tetapi suatu keharusan. Oleh sebab itu, kita harus berusaha sungguh-sungguh sampai tidak bercacat-cela.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).


  6. sidang jemaat di FILADELFIA (Wahyu 3: 7-13) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015).

Kita mempelajari Wahyu 3: 7-13, sidang jemaat yang keenam, yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA.
Wahyu 3: 7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Kita sudah mendengar, ada 3 macam penampilan pribadi Tuhan kepada sidang jemaat di Filadelfia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015):

  1. 'Yang Benar' = Halaman Tabernakel.
    Yesus tampil sebagai 'Yang Benar' untuk membenarkan.


  2. 'Yang Kudus' = Ruangan Suci.
    Yesus tampil sebagai 'Yang Kudus' untuk menyucikan.


  3. 'Yang memegang kunci Daud' = Ruangan Maha Suci.

Malam hari ini, kita masih belajar tentang kunci Daud. Kita sudah mendengar bahwa kunci Daud adalah soal kerajaan.
Kunci yang dipegang oleh Daud secara jasmani adalah kerajaan di dunia (kerajaan Yehuda/Israel).
Kunci Daud yang dipegang oleh Yesus adalah kunci kerajaan Sorga.

Darimana kita mendapatkan kunci Daud?
1 Samuel 16: 11
16:11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."

Samuel diperintahkan oleh Tuhan ke rumah Isai untuk mencari pengganti raja Saul.
Raja Saul digantikan sebab ia tidak taat dengar-dengaran kepada Tuhan. Semua anak Isai yang hebat-hebat tidak terpilih/tidak cocok menjadi raja, sebab Tuhan berkata kepada Samuel bahwa yang dilihat adalah hatinya, bukan luarnya.
Ayat 11= 'Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba' = Daud yang sedang menggembalakan kambing domba, terpilih menjadi raja untuk memegang kunci kerajaan Israel.
Jadi, kita mendapatkan kunci Daud lewat sistem penggembalaan yang benar dan baik.

"Selalu saya katakan benar dan baik, sebab ada penggembalaan yang tidak benar dan tidak baik; ada gembala seperti pedagang domba, atau gembala pandir. Gembala pandir yaitu menambah dan mengurangi firman, merasa lebih bijaksana/lebih pandai dari Tuhan. Tuhan mengatakan 'tidak boleh', tetapi gembalanya mengatakan 'boleh', dengan berbagai alasan. Biarlah kita masuk dalam sistem penggembalaan yang benar dan baik, tidak bisa tidak."

"Biarlah ini menjadi pokok bagi kita. Jangan sembarangan untuk masuk tempat penggembalaan, termasuk di tempat ini juga harus diteliti. Bukan berarti saya mengatakan, 'hanya di sini yang paling benar'. Harus diteliti juga, sebab dalam penggembalaan yang benar dan baik, kita bisa mendapatkan kunci Daud. Tidak main-main. Kalau kita telusuri, dulu Yesus datang ke dunia, juga dilahirkan di kandang.
Kandang menunjuk pada sistem penggembalaan, bukan menunjuk pada kemiskinan. Ketika bangsa Israel berada di Mesir, mereka tinggal di tanah Gosyen, ini juga menunjuk sistem penggembalaan.
"

Apa tanda penggembalaan yang benar dan baik?:

  1. Tanda yang pertama dari penggembalaan yang baik dan benar: seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.
    Artinya, tergembala pada firman pengajaran yang benar/pribadi Yesus.

    Firman pengajaran benar adalah firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab, sama dengan wahyu/ilham dari Tuhan, bukan ilmiah.

    "Saya sudah mengatakan, kalau jumlah, saat jemaat masih 10, 100, 500 orang, gembala masih bisa mengerti. Coba kalau sudah 1000 orang, gembalanya sudah mulai lupa. Itu sebabnya jangan diarahkan kepada gembala manusia. Bapak Pendeta In Juwono (almarhum) sering mengatakan, 'Jangan meng-kultus individukan' (diarahkan kepada manusia). Tetapi harus diarahkan kepada firman pengajaran yang benar/pokok anggur yang benar/pribadi Yesus."

    Kalau kita digembalakan dengan jelas oleh firman yang merupakan wahyu/ilham dari Tuhan, maka arahnya juga jelas.
    1 Tawarikh 28: 11, 19
    28:11 Lalu Daud menyerahkan kepada Salomo, anaknya, rencana bangunan dari balai Bait Suci dan ruangan-ruangannya, dari perbendaharaannya, kamar-kamar atas dan kamar-kamar dalamnya, serta dari ruangan untuk tutup pendamaian.
    28:19 Semuanya itu terdapat dalam
    tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

    Ayat 11-19 adalah tentang pembangunan Bait Allah Salomo.
    Daud menyerahkan rencana/rancangan pembangunan Bait Allah kepada Salomo berdasarkan 'tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh Tuhan' = firman pengajaran benar.
    Jika kita tergembala pada firman pengajaran benar seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar, maka arah dari penggembalaan adalah pembangunan bait Allah yang rohani.
    Bait Allah yang rohani = tubuh Kristus yang sempurna.

    Sebaliknya, kalau ibadah/penggembalaan kita tidak punya pokok, maka carang-carang akan terlepas dan berada di tempat sampah, pasti dikumpulkan untuk dibakar. Kita harus berhati-hati!
    Jadi, penggembalaan tanpa pokok anggur yang benar/tanpa firman pengajaran benar adalah penggembalaan yang kering/penggembalaan carang kering yang akan dibakar untuk selamanya.
    Carang kering/kering rohani dapat dideteksi dari mulut yang kering, artinya suka bergosip, berdusta, fitnah dan suka menggembar-gemborkan perkara jasmani.


  2. Tanda yang kedua dari penggembalaan yang baik dan benar: selalu berada di kandang penggembalaan (Ruangan Suci).
    Di dalam Ruangan Suci ada 3 macam alat, artinya ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok = ketekunan dalam kandang penggembalaan yang menghasilkan kehidupan seperti Daud. Orang yang tergembala itu nampak perbedaannya, seperti perbedaan antara Daud dengan kakak-kakaknya.

    1 Samuel 16: 12
    16:12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."

    Kalau kita tekun di dalam kandang penggembalaan, maka kita akan tampil seperti Daud, yaitu:


    • Pelita Emas: ketekunan dalam Ibadah Raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus dengan karunia-karunia-Nya--menghasilkan mata yang indah, artinya pandangan utama hanya terarah kepada ladang Tuhan yang sudah menguning (Yohanes 4) = mengutamakan ibadah pelayanan, setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan percayakan kepada kita.

      Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus = jubah maha indah.
      Mata indah juga menunjuk pada hidup yang indah.
      Kalau mata hanya memandang kepada dunia, maka menjadi mata yang buta.


    • Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus--menghasilkan pipi kemerah-merahan.
      Merah = tanda darah. Artinya, kehidupan yang mengalami sengsara daging (tanda darah), supaya mengalami penyucian secara dobel oleh firman pengajaran benar dan perjamuan suci, sehingga bisa hidup dalam batas kebenaran dan kemurnian. Ini bagaikan anak domba Paskah yang disembelih, ada tanda darah.
      Kebenaran dan kemurnian = suasana pesta Paskah.

      1 Korintus 5: 7-8
      5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
      5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

      Hidup di dunia dibatasi dengan kebenaran dan kemurnian; inilah suasana pesta. Di luar batas itu, hanya suasana letih lesu, kesusahan, beban berat dan suasana duri.


    • Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--menghasilkan paras yang elok, artinya mengalami keubahan hidup.

      1 Samuel 16: 12
      16:12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."

      Kasih Tuhan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus yang elok parasnya.

      1 Petrus 3: 4-5
      3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
      3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

      Paras yang elok = perhiasan mempelai wanita, yaitu lemah lembut, pendiam dan penurut seperti Sara.

      Lemah lembut dan pendiam = banyak berdiam diri/banyak mengoreksi diri.
      Penurut = tunduk.
      Hasilnya: Tuhan membuka pintu rahim Sara, artinya Tuhan akan menghapus segala kemustahilan.

Jadi, tanda penggembalaan yang benar adalah:

  • Harus ada pokok yang benar, yaitu pribadi Yesus/firman pengajaran yang benar, supaya mengarah kepada pembangunan rumah rohani/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Jangan menjadi carang kering! Sekalipun hebat, dan lain-lain, tetapi hanya untuk dibakar.

    Carang kering dapat dideteksi dari mulut yang kering, yang mengarah kepada pembakaran/kebinasaan untuk selama-lamanya.


  • Selalu berada di dalam kandang penggembalaan (Ruangan Suci), supaya mendapatkan mata yang indah, pipi kemerah-merahan, dan paras yang elok.

Yohanes 10: 16
10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Arah dari kehidupan yang tergembala yaitu bersekutu dengan kandang yang lain = persekutuan antar penggembalaan dengan satu pokok yang benar, sehingga terjadi satu kawanan domba dengan satu gembala; satu tubuh Kristus yang sempurna dengan satu Kepala (Yesus sebagai Kepala), sehingga kita menyatu dengan Dia selamanya untuk masuk kandang penggembalaan yang terakhir, yaitu Yerusalem baru/Kerajaan Sorga yang kekal.

Pokok yang benar = pengajaran yang benar.
Satu tubuh dengan satu kepala = menjadi mempelai wanita Sorga yang sempurna.

Sesudah Daud berada dalam penggembalaan, maka Daud terpilih dan diangkat menjadi raja. Begitu juga dengan kita. Jika kita tergembala dengan benar dan baik sampai memiliki mata yang indah, pipi kemerah-merahan, dan paras yang elok, maka kita akan diangkat menjadi raja-raja dalam Yerusalem baru/kerajaan Sorga yang kekal.

"Persekutuan antar penggembalaan yaitu ibadah-ibadah kunjungan, tujuannya supaya terjadi hubungan antar kandang sampai terjadi satu tubuh dengan satu kepala. Domba-domba harus dibawa ke kandang yang lain. Kalau tidak, lama kelamaan akan dimakan sendiri oleh gembalanya. Kalau saya egois, sebenarnya sudah cukup menggembalakan di Malang dan Surabaya, ditambah di Medan. Kalau gembala yang makan, lebih dahsyat dari binatang buas. Binatang buas tidak memakan tulang dan bulu domba, tetapi kalau gembala yang makan, tulangnya dibuat kaldu, bulunya dibuat jas dan lain-lain."

Praktik orang yang memiliki kunci Daud:

  1. Kisah Para Rasul 13: 22
    13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

    Praktik memiliki kunci Daud yang pertama: melakukan SEGALA kehendak Tuhan, tidak ada pilih-pilih = taat dengar-dengaran kepada firman pengajaran benar sampai daging tidak bersuara lagi.
    Dalam 1 Samuel 16, Samuel hendak menunjuk kakak-kakak Daud yang hebat, gagah dan menguasai ilmu perang. Tetapi Tuhan mengatakan bahwa Tuhan bukan melihat yang di luar, tetapi di dalam hati.

    Hati ada kaitan dengan penggembalaan. Daud dipilih oleh Tuhan karena hatinya.
    Jadi, dalam sistem penggembalaan, Tuhan sedang menggarap/membentuk hati kita, yaitu dari hati yang keras menjadi hati yang lembut.

    Hati yang lembut adalah HATI YANG SEDERHANA.
    Hati yang keras menggunakan logika/kepandaian, sehingga menjadi sombong dan menolak firman Tuhan, sehingga sulit untuk taat dengar-dengaran bahkan tidak bisa taat dengar-dengaran.

    "Kalau menggunakan logika, Petrus tidak bisa taat saat Tuhan suruh menebarkan jala di siang hari. Kalau pakai logika, Abraham juga tidak bisa taat saat disuruh mempersembahkan Ishak. Saul menggunakan logika. Samuel sudah mengatakan supaya Saul menunggu kedatangannya selama 7 hari, dan pada hari ke-7 Samuel akan datang untuk mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan. Saat hari ke-7, tinggal beberapa saat saja, tetapi karena menggunakan logika, maka Saul langsung tidak taat, langsung sombong. Dia merasa lebih hebat dari Samuel. Seharusnya Samuel yang mempersembahkan korban bakaran, tetapi dilakukan oleh Saul."

    Hati yang lembut/sederhana menggunakan iman, sehingga bisa selalu taat dengar-dengaran.
    Dulu, Tuhan menyuruh Musa untuk mengulurkan tangan dan mengangkat tongkat saat menghadapi laut Kolsom, di belakang Firaun sedang mengejar, tidak bisa ke kirikanan, yang pasti hanya satu: MATI semuanya. Kalau Musa memakai logika/kepandaiannya yang diperoleh dari Mesir, maka Musa pasti marah dan membanting tongkat, 'Kalau tahu begini jadinya, lebih baik aku tidak jadi pemimpin'. Tetapi Musa menggunakan imannya, sehingga bisa taat dengar-dengaran, yaitu mau mengulurkan tangan dan mengangkat tongkatnya.

    Sebenarnya perintah Tuhan sederhana. Untuk menghadapi Firaun yang kuat dan bersenjata lengkap, Tuhan hanya memerintahkan Musa untuk mengangkat tongkat.
    Perintah Tuhan yang sederhana hanya bisa diterima oleh hati yang lembut/sederhana.

    "Inilah alasan mengapa Lempin-El menggunakan sistem penggembalaan. Tidak boleh sembarang orang yang mengajar, harus yang benar-benar gembala yang punya pokok yang benar. Sebab yang dibentuk adalah hati, bukan otak. Kalau otak yang dibentuk, makin hari akan menjadi makin sombong dan melawan. Tetapi kalau hati yang dibentuk, maka makin hari akan makin tunduk. Sidang jemaat juga, mengapa harus sistem penggembalaan? Supaya hati kita menjadi hati yang lembut/sederhana."

    Hati yang lembut/sederhana bisa selalu taat dengar-dengaran sebab percaya bahwa yang mustahil akan menjadi tidak mustahil.
    Perhatikan kaum muda! Dalam hal apa saja, kalau hati lembut/sederhana, tidak menggunakan logika, maka bisa berkata, 'Aku percaya Tuhan mampu melakukan apapun untukku', dan pasti bisa taat dengar-dengaran.

    1 Samuel 17: 34-37
    17:34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,
    17:35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.
    17:36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup."
    17:37 Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau."


    = ketika Daud akan menghadapi Goliat.
    Karena Daud selalu taat dengar-dengaran kepada Tuhan/firman pengajaran yang benar, maka Daud menang atas singa dan beruang.
    Taat dengar-dengaran kepada firman penggembalaan yang benar sama dengan menghargai penggembalaan yang benar dan baik.

    Ketaatan yang membuat kita menang.
    Dulu sudah dibuktikan, Mesir selalu menghina Israel yang tinggal di tanah Gosyen. Akibatnya, Mesir dihajar oleh Tuhan, sedangkan Israel selamat.

    Kemenangan Daud atas singa dan beruang dalam penggembalaan disaksikan kepada raja Saul. Sebenarnya tidak ada artinya di hadapan raja, sebab saat itu Israel menghadapi Filistin. Seharusnya berbicara soal kerajaan, panglima dan tentara perang yang hebat, tetapi Daud berbicara soal penggembalaan. Tidak ada hubungannya, tetapi Daud tidak malu untuk menyaksikan setiap kemenangan yang dialaminya, sehingga Saul bisa diyakinkan. Daud tidak malu bersaksi, karena hatinya sederhana. Kalau tidak, itu yang membuat kita malu untuk bersaksi.

    Jadi, kesaksian dari penggembalaan betul-betul bisa meyakinkan.
    Hati yang sederhana tidak malu untuk bersaksi, sekalipun yang disaksikan adalah perkara kecil.

    "Jangan menunggu perkara besar dulu, tetapi kita harus bersaksi apa adanya, apa yang kita alami."

    Jadi, hati yang sederhana bisa taat/menang karena kuasa Tuhan yang menolong dan bisa bersaksi.

    Bersaksi artinya:


    • mengakui kuasa Tuhan yang memberi kemenangan kepada kita dari perkara yang terkecil.

      "Sekalipun perkara kecil dan orang lain menganggap biasa, tetapi kita bisa mengaku bahwa ini kuasa Tuhan. Kalau bukan karena Tuhan, kita tidak bisa."


    • Menginventarisasi/mengumpulkan semua pertolongan Tuhan yang kecil-kecil, sehingga jika diakumulasikan/dijumlahkan akan menjadi kekuatan besar untuk mengalahkan Goliat/raksasa (perkara besar).


    Inilah hati yang sederhana. Kita hanya menggunakan iman, sehingga kita bisa taat dengar-dengaran. Kalau sudah taat, kita menang, kita juga tidak malu untuk cepat bersaksi mulai dari yang kecil-kecil.


  2. 1 Samuel 17: 38-39
    17:38 Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya.
    17:39 Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: "Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya." Kemudian ia menanggalkannya.

    Praktik memiliki kunci Daud yang kedua: selalu setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

    Daud selalu setia kepada pakaiannya sebagai gembala, tidak mau mengenakan pakaian Saul. Artinya, Daud sebagai seorang gembala, tidak ingin bertindak sebagai raja.

    Jadi, HATI SEDERHANA adalah selalu menghargai dan selalu setia pada apa yang sudah Tuhan karuniakan kepada kita, tidak ambisi terhadap kedudukan/kekuasaan.

    "Pesan Pendeta Pong Dongalemba (almarhum): 'Jangan meminta kedudukan/kekuasaan, jangan mencari apalagi sampai menghalalkan segala cara! Kalau diberi kedudukan/kekuasaan, itu karena amanah dari Tuhan yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.'"

    "Di kantor/perusahaan manapun saudara bekerja, jangan meminta dan mencari kedudukan/kekuasaan. Apalagi dalam organisasi gereja, jangan!, sebab ini menyangkut perkara yang rohani."

    Jangan mengingini pakaian orang lain, artinya:


    • jangan mengingini berkat-berkat yang Tuhan berikan kepada orang lain,
    • jangan mengingini pemakaian Tuhan terhadap orang lain.


    Yang tidak boleh adalah keinginannya.
    Hati yang sederhana selalu yakin, bahwa kita diberkati dan dipakai oleh Tuhan.

    Kalau mengingini berkat dan pemakaian Tuhan kepada orang lain, maka akan timbul iri hati, kebencian tanpa alasan, dendam,kepahitan hati.
    Akibatnya: menjadi sama seperti Daud saat mengenakan pakaian Saul, jangankan maju, bergerakpun tidak bisa; pasti akan kalah, gagal total bahkan binasa (tidak bisa maju ke Yerusalem baru).

    "Seorang kaum muda yang tinggal di pastori dan sudah saya anggap sebagai anak, satu waktu pulang dan bertemu hamba Tuhan. Hamba Tuhan tersebut mengatakan, 'oh di tempat Widjaja yang gerejanya punya orang lain itu?' Saya memang hanya melanjutkan dan tidak membangun dari dasar, kira-kira 50 persen saya lanjutkan. Sampai anak itu bingung. Tapi saya katakan, 'sudah, biar saja'. Itulah kalau mau mekakai pakaian orang lain, sehingga timbul iri hati karena berkat dan pemakaian Tuhan. Kalau sudah iri, nanti timbul kebencian tanpa alasan, kemudian dendam dan kepahitan hati. Ini yang berbahaya."

Kesimpulan: praktik memiliki kunci Daud adalah TAAT dan SETIA = tergembala dengan benar dan baik, sehingga kita selalu berada di dalam tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan sebagai Gembala Agung/Gembala yang baik; kemurahan dan kebajikan Tuhan hanya ada di dalam penggembalaan, tidak ada di tempat lain. Itu sebabnya, setan mau menghancurkan penggembalaan. Mulai dari gembalanya dulu yang dibunuh, supaya domba tercerai berai dan berada di luar kemurahan dan kebajikan Tuhan.
Gembala dibunuh sama dengan seorang gembala tetapi tidak mau tergembala.

Mazmur 23: 6
23:6. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

'kebajikan dan kemurahan Tuhan mengikuti aku seumur hidupku' = kita berada di dalam tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan, setiap langkah hidup kita atau setiap denyut nadi kita hanya karena kemurahan dan kebaikan Tuhan, bukan karena ijazah, uang dan sebagainya sekalipun kita punya.

"Saya selalu mengajarkan, kalau sudah mau sombong, cepat hirup nafas lalu hembuskan. Hanya kemurahan dan kebaikan Tuhan, sehingga kita tidak sombong. Kalau mau putus asa dan kecewa, cepat hirup nafas lalu hembuskan. Masih ada kemurahan dan kebaikan Tuhan, masih ada pertolongan Tuhan, sehingga kita tidak mau kecewa. Itulah hidup kita, tidak ada yang lain."

Kalau berada dalam tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan, hasilnya:

  1. Hasil pertama: Kunci Daud membuka pintu kemenangan atas Goliat.
    Goliat = keinginan dan hawa nafsu daging yang meraksasa, sehingga jatuh dalam puncaknya dosa, yaitu:


    • dosa makan-minum = merokok, mabuk, narkoba.
    • dosa kawin-mengawinkan. Pada zaman Nuh, anak Tuhan kawin campur, kawin cerai sampai kawin-mengawinkan (seks bebas), sehingga melahirkan benih raksasa.

      Nikah yang salah/nikah hujatan merusak benih ilahi dan menghasilkan benih raksasa yang akan dibinasakan oleh Tuhan.

      Biarlah kita sungguh-sungguh digembalakan, supaya nikah kita diarahkan pada kesatuan nikah.

      Efesus 5: 31
      5:31. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

      Tujuan dari menikah adalah menjadi satu daging = masuk dalam kesatuan nikah lewat kandang penggembalaan yang benar dan baik, tidak ada jalan lain.
      Rumus nikah:
      1 suami + 1 isteri = 1 daging (satu kesatuan).
      Di antara suami isteri hanya ada tanda "+"/tanda salib, yaitu salib Tuhan. Tidak boleh ada yang lain; tidak boleh ada pria/wanita idaman lain, anak dan lain-lain, sebab itu mengganggu kesatuan nikah. Bukan tidak boleh punya anak, tetapi jangan sampai anak menggangu hubungan suami isteri. Banyak kali, kalau sudah punya anak, isteri lupa pada suaminya dan mengurus anak terus. Itu artinya, di antara suami dan isteri ada anak, bukan lagi salib, sehingga tidak akan bisa jadi satu.

      Praktik tanda salib adalah saling mengaku dan saling mengampuni--yang salah mengaku, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi dan yang benar, mengampuni dan melupakan--,maka dosa diselesaikan oleh darah Yesus, sehingga kita bisa saling melayani dan masuk kesatuan nikah yang rohani di dalam Tuhan.

      Kalau sudah ada kesatuan nikah, maka akan menjadi wadah/tempat dari benih ilahi. Arti dari tempat benih ilahi:


      1. Anak-anak yang baik/bersifat rohani.
      2. Wahyu 12: 5
        12:5. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

        Benih ilahi = Anak laki-laki sebagai pembebas yang dilahirkan oleh mempelai wanita.
        Dulu, Yesus lahir sebagai Anak laki-laki untuk membebaskan. Musa lahir sebagai anak laki-laki untuk membebaskan Israel.


      3. Nikah menjadi rumah doa.
        Matius 18: 19
        18:19. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

        'dua orang sepakat'= suami-isteri.
        Rumah tangga akan menjadi home sweet home, tempat yang paling dirindukan, dan Tuhan menjawab semua doa kita. Kita berbahagia sampai nanti di Wahyu 19: 9, kita masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba.


  2. Hasil kedua: Kunci Daud akan membuka pintu pengangkatan.
    Daud seorang gembala kambing-domba, tetapi bisa diangkat menjadi raja karena ia memiliki kunci Daud. Ini adalah masa depan yang berhasil, indah dan bahagia.

    Kaum muda jangan ragu! Asal tergembala dengan benar dan baik, ada pokoknya dan kandangnya, sampai dikerjakan oleh Tuhan, ada praktiknya yaitu taat dan setia, maka kita hidup dalam tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan.

    Pengangkatan juga berarti diangkat dari lembah-lembah dosa/lembah maut.
    Daud jatuh dengan Batsyeba, yaitu mengambil isteri orang dan suaminya dibunuh. Seharusnya Daud binasa, tetapi saat nabi Natan datang menegor dengan firman yang keras, Daud mau mengaku dosa, sehingga ia diangkat, dipulihkan dan dibenarkan oleh Tuhan.

    Kita juga diangkat dari kegagalan menjadi berhasil dan indah pada waktunya.


  3. Hasil ketiga: Kunci Daud membuka pintu-pintu langit.
    Ulangan 11: 11, 13
    11:11. Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
    11:13. Jika kamu dengan sungguh-sungguh
    mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,

    'hujan yang turun dari langit'= langit terbuka.
    'mendengarkan perintah'= mendengar dan taat dengar-dengaran.
    'beribadah kepada-Nya'= setia.

    Pintu langit dibuka untuk:


    • mencurahkan hujan berkat Tuhan dari Sorga, sehingga kita tidak pernah kekeringan. Dunia boleh kering, tetapi kita hidup dari Sorga.
      Daud berseru: 'Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku'.

      Tidak mengalami kekeringan= 'takkan kekurangan aku', artinya Tuhan memelihara kita dengan berkelimpahan, yaitu sampai mengucap syukur.
      Hujan berkat = kemurahan dan kebajikan Tuhan dari atas ke bawah.


    • Kemurahan dan kebajikan Tuhan dari bawah ke atas, yaitu penyucian dan keubahan hidup.
      Kita disucikan dan diubahkan sedikit demi sedikit, sampai sempurna, tak bercacat cela.

      Dan saat Yesus datang kedua kali, kita akan terangkat di awan-awan yang permai dan masuk pintu Yerusalem baru (tempat penggembalaan terakhir), tidak ada air mata lagi. Kita bersama Tuhan selamanya.

Mari, nikmati kunci Daud di dalam penggembalaan. Jangan salah tergembala! Kita taat dan setia, sehingga kita hidup dalam tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan. Pintu-pintu terbuka sampai pintu Sorga terbuka. Tuhan tolong kita. Sekalipun kita di lembah-lembah, Tuhan akan angkat kita.
Sumber kunci Daud (kemurahan dan kebajikan Tuhan) adalah perjamuan suci.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top