English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 17 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2011 (Minggu Sore)
Tema Ibadah Persekutuan di Kartika Graha Malang: "Mempelai datang, songsonglah Dia"
Matius 25:6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 11 Oktober 2011 (Selasa Malam)
Yakobus 5:16-18
5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh....

Ibadah Kunjungan di Manokwari III, 21 Maret 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 10:45
10:45 Karena Anak Manusia juga...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Juli 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Mei 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:26-27
14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Juli 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15-16
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Februari 2015 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah Doa Malang, 13 Mei 2014

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Doa penyembahan adalah proses perobekan daging supaya kita bisa menjadi manusia rohani seperti Yesus. Tetapi, doa...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Februari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 November 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 54-56; perikop: Menilai zaman
12:54. Yesus berkata pula...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 Oktober 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Juli 2012 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan penyucian terakhir yang dilakukan oleh TUHAN kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama TUHAN selamanya.

Sebab sehebat apapun gereja TUHAN--apapun kelebihan gereja TUHAN--, tetapi jika ada satu saja cacat cela, itu berarti tidak sempurna, tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai. Dari sini kita belajar bahwa kita tidak boleh bangga dengan sesuatu--seperti Efesus yang memiliki banyak kehebatan, tetapi tidak ada kasih mula-mula (satu cacat cela), akibatnya jatuh sampai ke tempat yang paling dalam--, tetapi juga jangan kecewa dan putus asa jika masih banyak kelemahan. Yang penting kita mau mengalami percikan darah/penyucian terakhir, sampai kita sempurna seperti Dia.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi TUHAN katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).


  6. sidang jemaat di FILADELFIA (Wahyu 3: 7-13) disucikan untuk mengalami 3 penampilan Yesus dan 3 perkara besar yang dilakukan oleh Yesus (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015).

Kita mempelajari Wahyu 3: 7-13, sidang jemaat yang keenam, yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA.
Kita masih berada pada ayat 7-8.
Wahyu 3: 7
3: 7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Ada 3 macam penampilan Yesus kepada sidang jemaat di Filadelfia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015):

  1. Yesus sebagai 'Yang Benar' = membenarkan,
  2. Yesus sebagai 'Yang Kudus' = menyucikan,
  3. Yesus sebagai 'Yang memegang kunci Daud'.
    Kunci Daud adalah kemurahan dan kebajikan TUHAN yang hanya bisa didapatkan lewat penggembalaan (Mazmur 23: 6; 'kemurahan dan kebajikan TUHAN mengikuti aku seumur hidupku').

    Salah satu contoh adalah Daud yang hanya menggembalakan 2-3 ekor kambing domba, tetapi bisa menjadi raja. Kalau Samuel melihat, seharusnya yang menjadi raja adalah kakak-kakak Daud yang hebat, yang ahli strategi perang. Tetapi, TUHAN melihat hati, itulah penggembalaan.

    Saat Daud jatuh dengan Batsyeba, Daud tidak dihukum mati, masih ditolong oleh TUHAN.

Kita masih mempelajari YESUS TAMPIL SEBAGAI 'YANG MEMEGANG KUNCI DAUD'.

Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud', untuk melakukan 3 perkara yang besar/dahsyat, bagi sidang jemaat Filadelfia; sekarang bagi kita:

  1. Wahyu 3: 8
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    Pekerjaan besar yang pertama: membuka pintu-pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga, sampai pintu sorga terbuka (sudah diterangkan diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 April 2015).
    Jangan takut jika ada orang yang menutup pintu, bahkan sekalipun setan yang menutup pintu! Jika kita memiliki kunci Daud, maka pintu-pintu pasti terbuka. Pintu apa saja, yaitu pintu pelayanan, pintu persekutuan, dan lain-lain.


  2. Wahyu 3: 9
    3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

    Pekerjaan besar yang kedua: untuk memberikan kemenangan atas jemaah iblis (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surbaya, 19 April 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2015).
    Jemaah iblis = mengaku orang Yahudi, tetapi sebenarnya pendusta.
    Kita harus berhati-hati! Sebab sekarang ini banyak hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang adalah pendusta; menutup-nutupi semuanya.


  3. Wahyu 3: 10
    3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Pekerjaan besar yang ketiga: melindungi kita dari hari pencobaan yang akan menimpa atas seluruh dunia. Puncak pencobaan adalah antirkis yang akan berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.

AD. 3 MELINDUNGI KITA DARI HARI PENCOBAAN YANG AKAN MENIMPA ATAS SELURUH DUNIA

Wahyu 3: 10
3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Malam ini, kita akan mempelajari contohnya.
Pada akhir zaman, menjelang kedatangan Yesus kedua kali akan terjadi pencobaan-pencobaan yang melanda manusia di bumi, termasuk gereja TUHAN akhir zaman, seperti yang dialami oleh Yusuf.

Kejadian 37: 3
37:3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

Abraham adalah gambaran dari Allah Bapa, Ishak adalah gambaran dari Allah Anak, Yakub adalah gambaran dari Allah Roh Kudus.
Yusuf lahir pada masa tua Yakub--akhir hidup Yakub--, artinya gereja TUHAN pada masa Roh Kudus hujan akhir; gereja TUHAN akhir zaman/gereja mempelai.
Jadi, gereja TUHAN akhir zaman/gereja mempelai akan mengalami pencobaan seperti yang dialami oleh Yusuf.

Ini memang harus dialami. Tetapi jangan takut! Sebab Yesus sebagai 'yang memegang kunci Daud' akan melindungi kita.
Jangan urus pencobaannya! Tetapi yang penting, kita memiliki kunci Daud atau tidak; kunci Daud ada di dalam sistem penggembalaan (Mazmur 23 adalah pasal penggembalaan).

Ada 3 macam pencobaan yang dialami oleh Yusuf; kita semua; gereja mempelai:

  1. Kejadian 37: 4
    37:4. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

    Pencobaan yang pertama: Kebencian, bahkan nanti kebencian tanpa alasan.
    Yusuf dibenci oleh kakak-kakaknya karena hanya Yusuf yang dibuatkan jubah maha indah oleh Yakub; yang lain tidak.

    Gereja TUHAN mengalami kebencian dari 2 pihak, yaitu:


    • Pihak luar.
      Yohanes 15: 18-19, 23-25
      15:18. "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
      15:19. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia
      membenci kamu.
      15:23. Barangsiapa
      membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.
      15:24. Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka
      membenci baik Aku maupun Bapa-Ku.
      15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi:
      Mereka membenci Aku tanpa alasan.

      'dunia membenci kamu' = sebenarnya kebencian sampai kebencian tanpa alasan berasal dari dunia (pihak luar).
      Dalam Yohanes 15: 18-25, ada 7 kali kebencian.
      Ayat 25 = kebencian yang ketujuh--kebencian yang sempurna--, yaitu benci tanpa alasan; angka 7 menunjuk pada kesempurnaan.

      Kebencian dari pihak luar yaitu dunia membenci gereja TUHAN dengan kebencian tanpa alasan; ini kebencian yang sempurna.

      Kalau kita membenci orang masih ada alasannya, maka masih bisa diperdamaikan, tetapi kalau benci tanpa alasan, itu tidak bisa diperdamaikan. 'Kenapa kok benci?': 'Tidak tahu, pokoknya saya benci'.

      Jangan sampai gereja TUHAN juga mempunyai kebencian tanpa alasan! Tetapi nanti gereja TUHAN juga punya kebencian tanpa alasan.


    • Pihak dalam.
      Mulai dari:


      1. Nikah rumah tangga.
        Yaitu antara suami dengan isteri, anak dengan orang tua (Matius 10), menantu dengan mertua, kakak dengan adik.
        Banyak suami benci isteri tanpa alasan/isteri membenci suami tanpa alasan.

        "Seorang isteri bertanya pada saya, 'Apa salah saya? Kenapa suami saya membenci saya?'Tidak tahu, sampai hari ini pun saya tidak tahu apa alasannya.' Ini sudah terjadi."

        Hati-hati! Sebab itu, kalau ada perasaan tidak enak antara suami-isteri harus diperdamaikan. Kita tinggal bertanya apa salah kita. Kalau dia tidak bisa tunjukan, kita cukup katakan, 'ya, saya minta ampun ya.' Kalau dia masih benci, terserah. Yang penting, kita sudah berusaha untuk berdamai.

        Jika tidak, maka akan menumpuk dan menjadi kebencian tanpa alasan. Begitu antara anak-orang tua, menantu-mertua dan kakak-adik.


      2. Sesama pelayan TUHAN/hamba TUHAN (dalam pelayanan).
        Terjadi karena iri hati, sehingga menjadi kebencian, sampai menjadi kebencian tanpa alasan.
        Apa yang membuat iri hati? Sebab Yusuf mempunyai jubah maha indah.
        Jubah maha indah adalah


        1. karunia-karunia TUHAN dalam pelayanan,
        2. karunia mimpi/karunia pembukaan rahasia firman.
          Ini yang mendorong kakak-kakak Yusuf menjadi benci Yusuf, sampai benci tanpa alasan.

          Kejadian 37: 5
          37:5. Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

          Seharusnya merasa lebih senang karena mendapatkan pembukaan rahasia firman, tetapi kakak-kakak Yusuf malah 'lebih benci lagi kepadanya'. Ini adalah kebencian tanpa alasan.


    Ini pencobaan pertama yang dihadapi oleh gereja TUHAN akhir zaman/gereja mempelai.


  2. Kejadian 39: 10-12
    39:10. Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
    39:11. Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah.
    39:12. Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.


    Pencobaan yang kedua: Yusuf menghadapi isteri Potifar.
    Sekarang artinya gereja TUHAN menghadapi perempuan Babel (kenajisan).

    Wahyu 17: 4-5
    17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
    17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "
    Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

    Dulu, isteri Potifar menggoda Yusuf, sekarang perempuan Babel menggoda gereja TUHAN.
    Sifat perempuan Babel adalah:


    • membujuk/merayu untuk menjatuhkan kita.

      "Hati hati kaum muda! Sekarang banyak rayuan-rayuan lewat dunia maya, itu rayuan paling maut. Mohon maaf, kaum muda yang tidak pengalaman dalam berpacaran, banyak yang terkena rayuan gombal. Saya paling kecewa sebagai gembala, jika ada kaum muda yang jatuh karena rayuan lewat dunia maya. Padahal dunia maya adalah sesuatu yang tidak nyata, tapi kok bisa jatuh? Aneh juga. Itu karena ada keinginan daging, maka bisa jatuh. Sebab kalau ada keinginan daging sedikit saja, maka akan diterkam oleh binatang buas; seperti binatan buas yang menerkam daging. Kami hamba TUHAN juga, kalau ada keinginan daging dalam pelayanan, akan diterkam oleh binatang buas. Para isteri, mohon maaf juga. Karena isteri banyak membujuk suami untuk mensukeskan 'sesuatu', entah bagaimana caranya sekalipun tidak sesuai firman. Seperti Hawa membujuk Adam supaya makan buah dari pohon yang dilarang TUHAN. Saya percaya Adam tidak semudah itu, sebab dia tahu perintah TUHAN dan dia yang pertama menerima perintah TUHAN. Tetapi ini bujuk rayu perempuan yang ditunggangi oleh perempuan Babel. Sekali lagi, hati-hati Lempin-El! Harus hati-hati dalam memilih isteri, sebab menentukan berhasil atau hancurnya pelayanan kita di ladang TUHAN."


    • Kalau tidak bisa dibujuk atau dirayu, maka akan memaksa.

      "Hati-hati kaum muda! Jangan berkata, 'saya tidak mempan dirayu'. Mungkin sekian lama dibujuk tidak mempan, tetapi satu waktu akan dipaksa. Mohon maaf, berapa banyak yang diperkosa. Saya tidak bicara porno, tetapi ini sungguh-sungguh, apa yang dialami oleh Yusuf akan dialami oleh kita semua. Kita harus waspada sungguh-sungguh. Kaum muda, siap-siap!"


    Babel artinya:


    • ajaran-ajaran sesat/palsu yang mengajarkan tentang kemakmuran jasmani, dan biasanya diselingi dengan hiburan jasmani Wahyu 17: 4), tetapi tanpa nilai rohani, terutama tanpa menampilkan firman penyucian.
      Memang dapat kemakmuran dan hiburan, tetapi jika tidak ada penyucian, maka akan dibalas oleh TUHAN sesuai dengan kemakmuran dan kenikmatan jasmani yang diterima, sampai siksaan di neraka.

      Wahyu 18: 7
      18:7. berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.

      'aku tidak akan pernah berkabung' = senang terus, malah menghina orang lain, 'Wah, kasihan, ini kok begini-begitu? Kita senang terus.' Tetapi tanpa penyucian. 'Kasihan, masuk gereja sampai 3 jam.' Padahal, daging betul-betul disalibkan dan ini sesuai dengan firman TUHAN.

      "Kami para hamba TUHAN harus waspada. Jangan sampai dalam fellowship terkena ajaran Babel, hanya mencari kemakmuran dan hiburan jasmani semata."


    • Puncaknya dosa, yaitu:


      1. dosa makan-minum: merokok, mabuk, narkoba;
      2. dosa kawin mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya sampai nikah yang salah.


    "Babel sulit untuk dilepaskan; baik dosanya maupun ajarannya. Dosa makan-minum dan dosa seks begitu mengikat. Sebagai saksi, almarhum ayah saya. Beliau merokok sejak umur 16 tahun, sampai umur 65 tahun. Saya selalu ingatkan,'Ayo Pa, berhenti merokok'. Mau berhenti, tetapi akhirnya tidak bisa bangun dari tempat tidur selama 3 hari. Karena saat itu saya belum hamba TUHAN, akhirnya saya beri rokok lagi, hanya dikurangi. Tetapi kami semua berdoa, sampai satu tahun kemudian, akhrinya lepas, ayah saya tidak bisa merokok lagi, semua rokok rasanya pahit, sekalipun rokok itu baru datang dari pabrik. Sampai meninggal dunia, ayah saya lepas dari rokok."

    Hanya oleh kemurahan dan kebajikan TUHAN kita bisa dilepaskan dari ajaran dan dosa Babel, yaitu lewat kekuatan pedang firman/firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Kalau kita bisa menerima pedang, itu adalah kemurahan dan kebajikan TUHAN; itu adalah kunci Daud.

    Banyak orang yang satu kali mendengar, sudah tidak mau lagi karena terlalu lama. Tetapi jika kita mendapat kemurahan dan kebajikan TUHAN, maka kita justru mencari pedang firman yang tajam.

    Kejadian 39: 12
    39:12. Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.

    Ini tindakan tegas Yusuf, yaitu rela melepaskan jubah demi lepas dari Babel.
    Artinya: rela menderita untuk mendapat pedang. Jangan bergantung pada yang lainnya!

    Lukas 22: 35-36
    22:35. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
    22:36. Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya
    hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

    Dulu Yusuf rela melepas jubah untuk terlepas dari isteri Potifar; begitu juga kita para hamba TUHAN dan pelayan TUHAN, harus rela melepas jubah/rela berkorban apa saja untuk mendapatkan pedang firman dan tetap menyandang pedang firman--berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar--, sehingga kita disucikan dan dilepaskan dari dosa maupun ajaran Babel.

    'melepas jubah' = berkorban harga diri, perasaan, waktu, tenaga, uang, kehilangan harga diri, pekerjaan dan lain-lain.

    "Seperti pada malam hari ini,banyak hamba TUHAN senior yang datang. Mungkin berkorban perasaan, karena yang khotbah usianya lebih muda. Mungkin kita semua juga, dimaki-maki orang lain karena menyandang pedang firman, dianggap kebenaran sendiri dan lain-lain."

    Ini pencobaan kedua yang dihadapi oleh gereja TUHAN.


  3. Kejadian 39: 20
    39:20. Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.

    Pencobaan yang ketiga: Yusuf dipenjara meskipun tidak salah = percikan darah.

    Sekarang artinya gereja TUHAN menghadapi fitnahan, tindakan sewenang-wenang, kekerasan dan lain-lain, supaya kita gereja akhir zaman bersuasana penjara.

    Seharusnya manusia diciptakan dan berada di taman Eden, tetapi karena jatuh ke dalam dosa, maka manusia diusir ke dunia--penjara. Jadi dunia ini sama dengan penjara, tempat orang berdosa. Gereja TUHAN sudah berada di dunia, tetapi masih dipenjara lagi, sama dengan dipenjara 2 kali; betul-betul dasyat. Gereja TUHAN tidak salah apa-apa tapi dibuat bersuasana penjara.

    Suasana penjara artinya:


    • semuanya dibatasi;
    • gagal, susah, menderita, penuh air mata;
    • jalan buntu/kemustahilan;
    • kalau dibiarkan, suasana penjara akan berakhir dengan kebinasaan di neraka.


    Jadi begitu maksudnya, pencobaan-pencobaan sampai membuat kita mati/binasa.

Jalan keluar
bagi gereja TUHAN untuk menghadapi 3 macam pencobaan--kebencian, perempuan Babel dan suasana penjara:

  1. Kejadian 37: 1-2
    37:1. Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.
    37:2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala
    berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

    Jalan keluar yang pertama: 'Yusuf berumur 17 tahun dan biasa menggembalakan kambing domba' = ketekunan dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

    Dalam Wahyu 3: 10, yang dicari TUHAN adalah ketekunan, supaya dilindungi bahkan dilepaskan dari pencobaan atas seluruh dunia.
    3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    3 macam ibadah pokok, yaitu:


    • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya; juga kebaktian persekutuan yang benar = persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karuniaNya.

      Kemarin sudah disampaikan pada Ibadah Paskah Persekutuan II di Hotel Tunjungan Surabaya, persekutuan yang benar dilihat bukan dari orang atau golongannya, tetapi ada pokok anggur yang benar dan ada induknya, itulah firman pengajaran benar/pribadi Yesus.

      Dalam kebaktian semacam ini, kita merasakan suasana pesta, tetapi dalam kebaktian persekutuan yang benar, itu merupakan pesta yang besar. Dalam kebaktian umum, kita memang mendapatkan urapan dan karunia Roh Kudus, tetapi dalam kebaktian persekutuan, urapan dan karunia akan makin ditambahkan/ditingkatkan.

      Ibadah raya = domba-domba diberi minum air kehidupan, sehingga kita selalu disegarkan oleh air Roh Kudus, sebab kita hidup di padang gurun dunia.
      Kalau kita jauh/meninggalkan ibadah raya, maka akan mengalami fatamorgana, tidak bisa menemukan air, semua pasir, lama-lama akan pingsan.


    • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci = persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran benar dan kurban Kristus = domba-domba diberi makan.

      "Unta sebenarnya kuat kalau tidak diberi minum. Pengalaman saya waktu naik ke gunung Sinai, kami naik unta. Saya berpikir unta ini memang binatang yang kuat, sekalipun di padang gurun yang panas, ditambah beban ada saya di atasnya, dia tenang-tenang saja. Karena unta memiliki cadangan air pada punuknya. Tapi waktu melewati suatu tempat sampah, unta itu langsung lari ke sana, dia memakan kertas-kertas, rupanya dia lapar. Harus makan, kalau tidak makan tidak kuat."


    • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih-Nya = domba-domba dapat bernafas.

      "Kalau hamba TUHAN tidak suka menyembah TUHAN, sama dengan sakit pernafasan. Waktu akan kebaktian persekutuan tanggal 8-9 Mei yang lalu, hari Kamis masih ada kebaktian di Malang, padahal besoknya sudah menghadapi kebaktian persekutuan, tetapi latihan paduan suara masih payah sekali. Lalu saya berinisiatif, 'kumpulkan semua paduan suara setelah kebaktian, kita berdoa bersama sebentar'. Setelah berdoa, semua membaik lagi."


    Jika ada makanan, minuman dan nafas, maka kita akan mengalami pertumbuhan rohani menuju kedewasaan rohani/kesempurnaan, yaitu menjadi mempelai wanita TUHAN
    .
    Tadi disebutkan, Yusuf berumur 17 tahun, biasa menggembalakan kambing domba. Yesus berumur 12 tahun saat berada di bait Allah. Artinya, usia 12-17 tahun adalah usia efektif untuk tergembala, sebab usia 12-17 tahun adalah kuat-kuatnya daging dengan segala hwa nafsu dan keinginannya. Harus digembalakan, supaya daging dapat dibendung, sehingga tidak berbuat dosa dan (maaf) tidak digagahi oleh Babel.

    Jadi, jangan salah! Dalam penggembalaan bukan tidak boleh ini-itu dan sebagainya. Yang dibendung bukan aktifitasnya, tetapi dagingnya dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.

    Hasil dalam penggembalaan:


    • Roma 8: 35
      8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

      Hasil pertama: mengalami kemurahan dan kebajikan TUHAN (Mazmur 23: 6), sehingga kita tidak akan terpisah dari TUHAN, artinya tidak kecewa, putus asa, tinggalkan TUHAN dan menyangkal TUHAN, apapun yang kita hadapi, sekalipun menghadapi pencobaan-pencobaan; tidak mundur sedikitpun dan tidak terpisah dari TUHAN.

      Hati-hati! Petrus pendeta yang hebat, tetapi satu waktu dia bisa menyangkal TUHAN, karena ia tidak ada kasih. Oleh sebab itu dalam Yohanes 21, Yesus bertanya kepada Petrus sebanyak 3 kali, 'Simon, adakah Engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku.' Ini ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.


    • Imamat 21: 12
      21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Hasil kedua: kita disucikan, sehingga kita semakin merasakan urapan Roh Kudus.
      Semakin disucikan, makin diurapi. Oleh sebab itu, mari mengejar kesucian.

      "Kemarin, seorang murid saya, seorang Doktor Theologia, sudah S3. Tetapi setelah mendengar firman, akhirnya dia berkata, 'percuma saya mempunyai gelar S3'. Maka saya katakan. 'berarti bapak harus mencari S yang ke-4 yaitu 'suci, suci, suci, suci'.'"

      Kalau diurapi Roh Kudus lewat kandang penggembalaan, kita tidak akanmundur atau menyangkal saat menghadapi kebencian tanpa alasan dan menghadapi apapun, tetapi kita malah bersaksi.

      Yohanes 15: 26-27
      15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
      15:27. Tetapi
      kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

      Ayat 25= kebencian tanpa alasan.
      'Penghibur'= Roh Kudus.
      Ayat 26= kesaksian, bukan mundur saat menghadapi kebencian tanpa alasan.

      "Maaf, saya bukan menggurui hamba-hamba TUHAN. Dulu saya kagum. Saya 7 kali pindah gereja. Setelah saya digembalakan oleh Pdt In Juwono (almarhum), saya kagum, 'kok bisa hari Minggu penuh, selasa penuh, jumat penuh?' Setelah diganti om Pong juga sama. Penuh semua. Saya pikir tiap GPT seperti itu. Tetapi saya diberitahu, 'oh tidak begitu. Itu hanya ada di sini.' Akhirnya saya pelajari lewat om Yo dan om Pong. Itulah pokok itu. Tugas kita adalah memasukkan domba-domba ke kandang. Dan saya bersaksi, saya mendapatkan cipratan/efeknya. Setelah jadi gembala, hari Selasa dan Kamis mulai bertambah. Waktu saya baru datang, hari Minggu sekitar 100, hari Selasa hanya 20. Tetapi, sekarang mulai bertambah sampai sekarang kira-kira 80%. masih kurang. Masih harus berjuang. Kalau tidak masuk kandang, kita akan kering. "

      Kejadian 37: 9
      37:9. Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."

      sekalipun dibenci, Yusuf tetap bersaksi. Dia tidak mau mundur. Bagi kita sekarang, kita harus bersaksi. Kalau orang itu tidak mau menerima, terserah. Yang penting, kita doakan.

      Kita bersaksi tentang:


      • injil keselamatan, untuk membawa orang-orang berdosa supaya, percaya Yesus dan diselamatkan.
      • Cahaya injil kemuliaan Kristus, untuk membawa orang-orang yang sudah selamat/diberkati, supaya masuk dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.


      Bersaksi = berbuah manis. Kalau tidak bersaksi, berarti belum berbuah.
      Kita mulai bisa menikmati buah manis. Kalau kualitas buahnya baik, maka bisa diekspor. Pohonnya tetap tertanam; tergembala. Banyak yang salah, malah pohonnya yang jalan-jalan, bukan buahnya, sehingga menjadi kering.

      Nikmati ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok; memang pahit bagi daging, tetapi manis bagi jiwa, nikah rumah tangga dan hidup kita.


  2. Kejadian 37: 31
    37:31. Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

    Jalan keluar yang kedua: jubah indah harus dicelup dalam darah.

    Sudah dapat jubah indah--sudah digembalakan dan berbuah manis--sudah bagus dan sudah mulai menikmati, tetapi sebentar lagi hati-hati, jangan kaget, sebab kita harus menghadapi jubah dicelup dalam darah.

    Jubah dicelup dalam darah, artinya:


    • Kisah Para Rasul 20: 18-19, 24
      20:18. Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:
      20:19. dengan segala
      rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
      20:24. Tetapi
      aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

      Arti pertama jubah dicelup dalam darah: pelayanan dengan rendah hati, penuh dengan cucuran air mata, sampai tidak menghiraukan nyawa.

      RENDAH HATI =


      • berani mengakui kekurangan diri sendiri, baik kekurangan dalam pelayanan maupun dosa-dosa kita,
      • berani mengakui kelebihan orang lain.


      Banyak yang rendah hatinya separuh saja bahkan nol. Tidak mau mengakui kekurangan diri sendiri, tetapi malah menyalahkan orang lain. Atau ada juga yang tidak mau mengakui kelebihan orang lain.
      Orang semacam ini, jangankan dicelup dalam darah, disentuhpun tidak.

      "Kalau orang lain dipakai oleh TUHAN, mari kita dukung. Kaki kiri maju dulu, kalau kanan tidak mau ikuti, bagaimana jalannya? Tetapi kalau kanan mau mendukung, maka satu waktu kanan akan ada di depan. Kita harus rendah hati, bukan menjegal. Kaki kiri maju, lalu kita jegal, sehingga jatuh. Ini kesalahan yang banyak terjadi."

      CUCURAN AIR MATA =


      • Pelayanan dengan pengorbanan-pengorbanan, yaitu berkorban waktu, tenaga dan lain-lain.
      • Melayani dengan kesungguhan.
      • Ayat 20: 'Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan....'= tidak lalai = setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir.
        Garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Yesus kedua kali.


      TIDAK MENGHIRAUKAN NYAWA =


      • Tidak mau dihalangi oleh apapun. Kalau ada halangan besar, akan menjadi kecil; halangan kecil menjadi tidak ada.

        TUHAN yang menentukan. Pelayanan TUHAN tidak ada pensiun. Kalau pelayanan kita sudah cukup di hadapan TUHAN, maka kita dipanggil kembali pada TUHAN, Dia membukakan pintu Sorga bagi kita, 'marilah hamba-Ku yang setia dan baik'. Tetapi kalau kita masih diberi nafas, berarti masih diberi kesempatan untuk melayani dengan setia dan berkobar-kobar.

        Jangan ukur-ukur sendiri! Memangnya kita TUHAN?
        Banyak kali kita berkata, 'sudah cukup, ganti saja dengan orang lain'. TUHAN saja belum menentukan, tetapi kita sering kali mau menjadi TUHAN.


      • tidak ada perhitungan secara jasmani seperti Yudas yang mengatakan: minyak 300 dinar lebih baik untuk orang miskin dari pada untuk meminyaki Yesus. Padahal dia adalah pencuri. Jangan banyak perhitungan.

        "Saya sudah berskasi beberapa kali. Masalah saya diajar oleh guru-guru saya, ke manapun harus bayar sendiri dan tidak pernah diberi ongkos. Itulah ketetapan dari TUHAN. Kalau kehendak TUHAN, berangkat. Kalau tidak, tidak masalah. Tetapi selama saya ditugaskan ke manapun, selalu berangkat, sekalipun tidak diberi penginapan dan tiket. Sampai hari ini, saya sudah bersaksi. Setiap Jumat saya harus ke Medan dan Sabtu ke Jakarta. Semua ribut, 'tiketnya kami yang tanggung.' Saya tidak jawab karena kasihan, mereka mengasihi saya. Tetapi akhirnya dengan ayat ini, saya katakan, 'kalau bapak ibu menyediakan tiket, silahkan, tetapi saya tidak datang, tiketnya yang datang. Biarlah TUHAN yang menyediakan semuanya.'"


    • Arti kedua jubah dicelup dalam darah: sengsara tanpa dosa; percikan darah untuk mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Keubahan dimulai dari MELEMBUT, belajar dari pohon ara. Tentang kedatangan Yesus kedua kali, TUHAN katakan, 'belajarlah pada pohon ara. Kalau ranting-rantingnya sudah melembut, dia sudah mau berbuah.'
      Kita melembut hari-hari seperti Yusuf.

      Kejadian 45: 4-5
      45:4. Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.
      45:5. Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.


      Kita harus melembut seperti Yusuf, sekalipun sudah disiksa dan dijual oleh saudara-saudaranya, tetapi setelah dipakai TUHAN, ia bisa mengampuni dan melupakan dosa-dosa orang yang sudah menyakiti, merugikan dan memfitnahnya, bukan malah membalas mereka.

      Melembut juga berarti membalas kejahatan dengan kebaikan. Ini benar-benar sinar kemuliaan; di balik percikan darah ada sinar kemuliaan/shekina glory dan kita benar-benar dipakai dalam pelaynan kemuliaan TUHAN.


  3. Kejadian 39: 2
    39:2. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

    Jalan keluar yang ketiga: TUHAN menyertai Yusuf/penyertaan TUHAN. Ini yang penting.

    Ingat! Kalau sudah tergembala dan berbuah manis, sudah dekat dengan jubah dicelup dalam darah--percikan darah. Tetapi, kalau kita bertahan sampai bisa melembut--mengasihi musuh dan membalas kejahatan dengan kebaikan--, sebentar lagi, kita akan merasakan penyertaan TUHAN.

    Apapun yang kita lakukan, jika tanpa penyertaan TUHAN, semuanya akan sia-sia.
    Di atas segala-galanya, yang terpenting adalah penyertaan TUHAN--TUHAN di pihak kita; Dia sedang memperhatikan, mempedulikan, mengerti dan bergumul untuk kita.

    Musa bisa keluar dari Mesir dan menembus luat Kolsom, bisa semuanya--dasyat. Tetapi, begitu TUHAN katakan, 'Aku tidak menyertai engkau', Musa ketakutan.

    Keluaran 33: 3-4
    33:3. yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan."
    33:4. Ketika bangsa itu mendengar
    ancaman yang mengerikan ini, berkabunglah mereka dan seorangpun tidak ada yang memakai perhiasannya.

    'ancaman yang mengerikan' = ancaman paling mengerikan adalah jika TUHAN tidak menyertai kita.
    Oleh sebab itu, kita harus tegas untuk memilih salah satu. Pilih Yesus/pengajaran benar atau pilih yang lain.
    Kalau tidak, maka TUHAN tidak akan menyertai. Tidak bisa memilih dua-duanya.

    Elia mengatakan kepada bangsa Israel--bukan memaksa--, tetapi disuruh tegas untuk memilih sendiri, 'kalau engkau anggap TUHAN itu benar, sembah Dia! Kalau engkau anggap baal benar, sembah dia!'

    kalau kita memilih yang tepat, maka TUHAN akan beserta dengan kita.

    Kisah Para Rasul 7: 9-10
    7:9. Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,
    7:10. dan melepaskannya dari segala penindasan serta
    menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.

    Bentuk penyertaan TUHAN kepada Yusuf, yaitu:


    • HIKMAT dari Sorga = pembukaan firman pengajaran benar, bukan gelar di dunia.
    • KASIH KARUNIA = kemurahan dan kebajikan TUHAN.


    Jika digabung, hikmat dan kasih karunia TUHAN bagaikan 2 tangan TUHAN yang menyertai dan memeluk kita; memperhatikan, mempedulikan, mengerti dan bergumul untuk kita.

    Hasilnya:


    • Roma 8: 31-32
      8:31. Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
      8:32.
      Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

      Hasil pertama: 'kalau TUHAN di pihak kita, siapa lawan kita?' artinya kita mengalami kuasa kemenangan atas musuh-musuh dan masalah-masalah yang mustahil. Yusuf bisa keluar dari penjara dan menjadi mangkubumi.

      Ayat 32 = Tuhan akan mengaruniakan segala sesuatu yang kita butuhkan hari-hari ini secara ajaib lewat kurban Kristus; seperti 5 roti 2 ikan untuk 5000 orang.


    • Matius 28: 19-20
      28:19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
      28:20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah,
      Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

      Hasil kedua: kita dipakai dalam kegerakan besar, yaitu kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna untuk memberitakan kabar baik dan kabar mempelai ke manapun.

      "Kalau gereja besar, belum tentu dipakai oleh TUHAN. Kalau ada penyertaan TUHAN, baru dipakai, sekalipun gereja masih kecil. Gereja WR Supratman masih kontrak, tetapi kalau ada penyertaan TUHAN, maka akan dipakai oleh TUHAN. Ada hikmat, kemurahan dan kebajikan TUHAN, itulah penyertaan TUHAN. Kita ditolong dari segala masalah, dipelihara oleh TUHAN secara ajaib dan kita dipakai dalam kegerakan bear. Biar gerejanya kecil, tetapi dipakai dalam kegerakan besar, mulai dari yang kecil lebih dulu. Bertahap. Om Pong sudah tumpangi saya, 'tekunilah persekutuanmu yang kecil-kecil.' Tetapi bukan berarti kecil terus, saya percaya akan semakin membesar."


    • Kejadian 39: 21-23
      39:21. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
      39:22. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
      39:23. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya
      dibuat TUHAN berhasil.

      Hasil ketiga: semua menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
      Sampai yang terindah, saat TUHAN datang kedua kali di awan-awan yang permai, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia dan kita terangkat ke awan-awan yang permai, bersama Dia selama-lamanya.

Sungguh-sungguh! Kita menghadapi pencobaan, yaitu kebencian, isteri Potifar, dan penjara. Semua sulit hari-hari ini, bagaikan dipenjara. Mau apa lagi kita? Semua sudah di bawah kuasa Mesir. Dia yang menentukan keluar atau tidak. Tetapi kalau kita tergembala dan jubah dicelup dalam darah, maka TUHAN pasti menyertai kita. TUHAN memeluk kita dengan hikmat pembukaan firman dan kemurahan-kebajikan TUHAN. Dan sungguh-sungguh, kita terlepas dari penjara; semua masalah selesai, kita dipelihara oleh TUHAN, kita dipakai oleh TUHAN dan semua berhasil dan indah pada waktunya, sampai yang terindah, kita menjadi mempelai wanita TUHAN yang siap menyambut kedatangan TUHAN.

TUHAN ada di tengah-tengah kita. Dia sedang memperhatikan, mempedulikan dan bergumul untuk kita. Serahkan semua kepada TUHAN!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top