English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:9-10
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Desember 2009 (Sabtu Sore)
Markus 14 berdasarkan sistem tabernakel, menunjuk pada buli-buli emas berisi dengan manna.

Keluaran...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Oktober 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 15-25= Nubuat ke-4, tentang antikris.
ay. 21-25= keadaan pada masa antikris: ...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Februari 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu pasal 2-3 terkena pada 7 kali percikan darah...

Ibadah Kunjungan di Jakarta V, 25 November 2010 (Kamis Sore)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Juni 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 22 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:7-8
6:7 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 06 September 2016 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 27:3
27:3 Juga harus engkau membuat...

Ibadah Raya Malang, 23 Juli 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Amos 8:3,11
8:3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu," demikianlah...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Februari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.

Matius 6:

= 3 macam ibadah:
memberi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.

Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa menerima talenta,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Oktober 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Surabaya, 13 Juli 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 03 September 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 22 November 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 November 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10: 1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

Ayat 1-3= tujuh kali percikan darah yang dialami oleh Yesus menghasilkan tujuh sinar kemuliaan--penampilan pribadi Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan--(diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):

  1. Berselubungkan awan. Artinya: pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus sepenuhnya. (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).


  2. Pelangi ada di atas kepalanya. Ini menunjuk pada Roh kemuliaan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019).


  3. Mukanya sama seperti matahari, supaya kita juga bersinar bagaikan matahari (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019).


  4. Kakinya bagaikan tiang api (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 September 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 Oktober 2019).


  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ini menunjuk pada pembukaan rahasia firman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 18 Oktober 2019).


  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi. Ini menunjuk pada kewibawaan dan kuasa Tuhan untuk mengalahkan antikris, binatang buas yang keluar dari dalam laut, dan nabi palsu, binatang buas yang keluar dari dalam bumi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 Oktober 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 25 Oktober 2019).


  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Oktober 2019).

AD. 7: IA BERSERU DENGAN SUARA NYARING SAMA SEPERTI SINGA YANG MENGAUM
Wahyu 10: 3-4
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum. Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.
10:4. Dan sesudah ketujuh guruh itu selesai berbicara, aku mau menuliskannya, tetapi aku mendengar suatu suara dari sorga berkata: "Meteraikanlah apa yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu dan janganlah engkau menuliskannya!"

Amos 3: 7-8
3:7. Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
3:8.
Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

Suara singa mengaum untuk mengimbangi suara Setan sama dengan firman nubuat/pembukaan rahasia firman Allah yang mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti terjadi di akhir zaman, terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai, untuk menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia; menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Ini yang disebut dengan kabar mempelai yang menampilkan Yesus sebagai Mempelai dan mempersiapkan kita untuk menjadi mempelai; sama dengan ketujuh guruh yang memperdengarkan suaranya, artinya firman pengajaran yang keras, yang MENEGOR DAN MENASIHATI sidang jemaat sampai sempurna, sama mulia dengan Yesus; menjadi mempelai wanita sorga.

2 Timotius 4: 2
4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

'pengajaran'= tegoran dan nasihat adalah firman pengajaran yang benar dan keras.
'dengan segala kesabaran'= menyampaikan firman pengajaran yang benar dan keras harus dengan kesabaran.
Artinya:

  • Tidak boleh dengan emosi.
  • Harus diulang-ulang sampai mencapai sasaran dan mendapatkan hasil yaitu kesucian sampai kesempurnaan.

Malam ini kita mempelajari mengenai tegoran dan nasihat.

TEGORAN
Firman pengajaran yang benar menegor kita, artinya:

  1. Lukas 17: 3
    17:3. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

    Yang pertama: firman pengajaran yang keras menegor kita akan dosa-dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, sehingga kita bisa menyadari, menyesali, dan mengakui dosa-dosa sampai puncaknya dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi; sama dengan bertobat, kita HIDUP DALAM KEBENARAN.

    Setelah itu barulah kita bisa menegor orang lain yang berbuat dosa sampai puncaknya dosa dengan kesabaran. Jika mengaku kita harus mengampuni dan melupakannya, supaya dia juga bisa bertobat dan hidup benar. Kalau kita tidak bisa mengampuni, dia juga tidak bisa bertobat.
    Jangan menegor orang lain kalau kita sendiri tidak bisa ditegor, itu hanya menimbulkan pertengkaran!


  2. 1 Tesalonika 5: 14-15
    5:14. Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.
    5:15. Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

    'tidak tertib'= tidak taat.

    Yang kedua: firman pengajaran yang benar dan keras menegor kehidupan yang tidak tertib--tidak taat dengar-dengaran; tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar--, supaya kita kembali taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, sama dengan HIDUP DALAM KESUCIAN.

    Kalau sudah hidup suci, baru bisa hidup tertib dan teratur--rapih tersusun--, dan kita bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kesatuan tubuh Kristus.
    Kalau tidak suci--tidak tertib dan teratur--, tidak akan bisa masuk kesatuan tubuh Kristus.

    Jadi, kita harus taat lebih dulu, kemudian suci, baru tertib dan teratur--rapih tersusun--, setelah itu baru bisa masuk kesatuan tubuh Kristus--mulai dari dalam nikah bisa menjadi satu, kemudian penggembalaan menjadi satu.
    Karena itu perlu ada tegoran dalam nikah dan penggembalaan.

    1 Tesalonika 5: 14
    5:14. Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

    Firman pengajaran yang benar menegor untuk menghibur kehidupan yang tawar hati, supaya menjadi kuat teguh hati--tegoran firman bukan membuat kita marah atau putus asa tetapi menghibur.

    Jadi kalau kita ditegor lewat firman, ditegor empat mata oleh gembala atau orang tua, jangan putus asa. Justru itu hiburan supaya kita menjadi kuat teguh hati.

    1 Tesalonika 5: 14
    5:14. Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

    Kemudian tegoran firman pengajaran menguatkan yang lemah, supaya:


    • Tidak tersandung dalam dosa.
    • Tidak tersandung dan terjatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.
    • Tidak tersandung dan terjatuh dalam panggilan dan pilihan tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali, bahkan selamanya.

      Mulai dari gembala, kalau gembala sampai mundur, bagaimana dengan jemaatnya? Pasti tercerai-berai--waktu Yesus disalibkan, murid-murid-Nya tercerai-berai: ada yang menyangkal Dia.
      Ini akan terulang di akhir zaman, yaitu gembala dibunuh rohaninya lewat jatuh dalam dosa, dibunuh pelayanannya supaya tidak mencapai garis akhir.

      Kalau gembala berhenti melayani dengan berbagai alasan, sebenarnya dia sudah tersandung dan terjatuh.
      Doakan kami gembala-gembala!


    • Tidak tersandung dan terjatuh dalam ajaran-ajaran palsu, yaitu dongeng-dongeng dan hukum-hukum manusia (adat istiadat).
      Titus 1: 13-14
      1:13. Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman,
      1:14. dan tidak lagi mengindahkan
      dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran.

      Dongeng adalah ajaran di luar alkitab. Dongeng disenangi anak kecil--belum dewasa rohani--, dan kehidupan yang tidur rohani--enak bagi daging.

      Hati-hati juga dengan hukum-hukum manusia--adat istiadat yang tidak sesuai dengan firman.

      Ini yang perlu ditegor, supaya kita tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar.


  3. Wahyu 3: 15-16, 19
    3:15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
    3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
    3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

    Yang ketiga: firman pengajaran menegor kehidupan yang suam-suam kuku; tidak dingin dan tidak panas, supaya menjadi SETIA BERK0BAR-KOBAR.

    Tidak dingin dan tidak panas artinya:


    • Tidak dingin= tidak sejuk= tidak mengalami damai sejahtera, karena mempertahankan dosa, tidak mati terhadap dosa dan puncaknya dosa.


    • Tidak panas= tidak bangkit bersama Yesus; sama dengan tidak bisa hidup dalam kebenaran.
      Kalau tidak bisa hidup benar, pasti tidak setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.

      Mungkin tidak berzinah tetapi ada iri hati dan kebencian, ia mulai tidak benar bahkan tidak setia berkobar-kobar.
      Hati-hati!


    • Tidak dingin dan tidak panas= tidak berubah hidupnya sekalipun ia beribadah karena ia menolak firman pengajaran yang benar; tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiat daging (dicap 666)--menjadi sama dengan antikris.
      2 Timotius 3: 1-5
      3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
      3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
      3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
      3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      'mencintai dirinya sendiri'= egois.
      'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak taat.

      Mengapa hidupnya tidak berubah? Karena menolak kuasa ibadah/tegoran firman.

      Akibatnya: dimuntahkan oleh Tuhan, artinya menjadi kehidupan yang jahat dan najis--tidak berguna--, sampai terpisah dari sesama dan Tuhan selamanya--muntah tidak diambil lagi--; binasa selamanya.


    Oleh karena itu kita butuh tegoran dalam setiap ibadah, jangan sampai kita binasa.

    Kalau menerima tegoran kita akan menjadi mempelai, duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga.
    Wahyu 3: 21
    3:21. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Inilah gunanya ada tegoran firman.
Jadi, jangan marah kalau ditegor firman!

NASIHAT
2 Timotius 4: 2
4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Kalau tegoran sudah kita terima--kita mau diperbaiki--, firman sekeras apapun akan menjadi nasihat.
Nasihat adalah tuntunan tangan Tuhan.

Suara singa mengaum dan guruh memang menakutkan, tetapi di dalamnya ada nasihat dan tuntunan tangan Tuhan.
Mazmur 73: 24
73:24. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.

Kalau sudah ada tegoran dan nasihat, kita akan dituntun dan diangkat dalam kemuliaan. Luar biasa!
Karena itu jangan sakit hati kalau kita ditegor firman.

Tuntunan tangan Tuhan Gembala Agung bagi kita sama dengan firman pengajaran yang diulang-ulang; sama dengan firman penggembalaan.

Kalau kita marah saat ditegor, kita bukan dituntun, tetapi dipukul.

Ke mana kita dituntun? Tangan Gembala Agung menuntun kita pada tiga tempat:

  1. Mazmur 23: 1-2
    23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    23:2. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

    Yang pertama: tangan Gembala Agung menuntun kita ke air yang tenang.
    Artinya: kita mengalami URAPAN ROH KUDUS yang menghasilkan damai sejahtera.

    Damai sejahtera artinya:


    • Tidak ada ketakutan dan kekuatiran karena kita hanya bergantung pada kemurahan dan kebajikan Tuhan.
      Mazmur 23: 6
      23:6. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

      Kalau bergantung pada kemurahan dan kebajikan Tuhan kita akan selalu mengalami damai.
      Hati-hati! Kalau takut dan stres bisa mati jasmani bahkan mati rohani.
      Jaga hati damai!


    • Tidak ada lagi dosa kejahatan, kenajisan, dan kepahitan. Semua sudah diperdamaikan oleh darah Yesus.


    Inilah kegunaan dari nasihat firman, yaitu menuntun kita ke air yang tenang.
    Ini yang dicari orang di akhir zaman; manusia ingin mengalami damai sejahtera.

    Matius 5: 25, 23-24
    5:25. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
    5:23. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
    5:24. tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

    Ayat 25= berdamai dengan Tuhan.
    Ayat 23-24= berdamai dengan sesama.

    'Segera' menunjuk pada kecepatan sayap.
    'lawanmu'= Tuhan. Berbuat dosa sama dengan melawan Tuhan. Saat ini kita bukan lagi di tengah jalan, tetapi sudah di ujung jalan--kedatangan Yesus kedua kali sudah tidak lama lagi--untuk apa menambah dosa? Apalagi dalam rumah tangga, suami bersalah lalu kita benci, rugi dua kali, kita sendiri juga menjadi lawannya Tuhan.

    'Segeralah berdamai'= jangan berlambat-lambat untuk mengaku kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi

    'tinggalkanlah persembahanmu'= bukan meninggalkan pelayanan. Kalau ada dosa, akui, buang dosanya, setelah itu kembali lagi dalam pelayanan--'kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu'. Tidak boleh pensiun apapun alasannya!

    Kalau orang sudah tidak mau melayani, itu sebenarnya disebabkan ia menyimpan dosa. Kalau disebabkan umur, banyak kehidupan yang masih muda tetapi sudah tidak melayani lagi. Jadi bukan karena umur, melainkan dosa, sehingga tidak kuat untuk melayani--seperti melayani dengan menggendong gula 100 kg

    Ayat 23-24= berdamai dengan sesama; kalau salah kita mengaku, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi; kalau benar, kita mengampuni dan melupakannya.

    Hasilnya: darah Yesus menghapus dosa-dosa sehingga dosa tidak berkuasa lagi, dan kita mengalami damai sejahtera.
    Daniel 9: 27
    9:27. Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

    Kalau kita tidak segera berdamai, malah menambah dosa, saat antikris datang, tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa--antikris dengan sayap kekejian datang untuk memberi pilihan kepada manusia: menyembah dia atau menerima aniaya antikris. Lebih baik sekarang gunakan darah Yesus untuk menyelesaikan dosa-dosa dari pada menggunakan darah sendiri.

    Kita harus segera berdamai supaya kita mendapatkan sayapnya Tuhan, yaitu urapan Roh Kudus.
    Hati damai adalah bukti kita mendengar bunyi guruh--firman pengajaran.


  2. Mazmur 23: 3
    23:3. Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

    Yang kedua: tangan Gembala Agung menuntun kita ke jalan yang benar.
    Artinya: kita hidup dalam kebenaran Tuhan, sesuai dengan alkitab, tidak boleh ditambah dan dikurangi.

    Kalau firman ditambah dan dikurangi hanya akan menjadi kebenaran sendiri. Jangan!
    Dalam nikah dan pelayanan banyak terdapat kebenaran sendiri.
    Di manapun jangan memakai kebenaran sendiri tetapi kebenaran firman!

    Bagaimana kita bisa hidup sesuai dengan kebenaran alkitab?


    • Yakobus 1: 19
      1:19. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

      Ibrani 5: 11-14
      5:11. Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
      5:12. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
      5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
      5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

      Yang pertama: cepat untuk mendengar firman pengajaran yang benar.

      kita sudah mendengar penginjilan, sekarang lanjutkan untuk mendengar firman pengajaran yang benar--makanan keras.
      Jangan berhenti sampai penginjilan!

      Kita mendengar firman dengan sikap sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan sampai mengerti firman--tanda kedewasaan rohani.

      Bukti mengerti firman adalah lambat untuk berkata-kata--banyak berdiam diri--dan lambat untuk marah, artinya jangan sampai marah yang tidak terkontrol, tetapi marah dengan kesabaran dan tegoran yang baik.


    • Yakobus 1: 21
      1:21. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

      Yang kedua: percaya pada firman pengajaran yang benar, sehingga menjadi iman di dalam hati, yang mampu menyelamatkan kita.

      Kalau punya iman di hati, mulut bukan menghakimi, tetapi banyak mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama--'Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.'.


    • Yakobus 1: 22
      1:22. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

      Yang ketiga: praktik firman--taat dengar-dengaran; kita hidup dalam kebenaran.

      Kalau mendengar firman pengajaran yang benar tetapi kita tidak praktik, berarti kita menipu diri sendiri.
      Kalau hamba Tuhan menyampaikan firman tetapi ia sendiri tidak mempraktikkannya, ia adalah seorang penipu ulung.


    Kalau sudah hidup dalam kebenaran bahkan kesucian, kita akan memiliki SAYAP KEBENARAN.
    Tadi kita memiliki sayap urapan Roh Kudus.

    Hati-hati, ada sayap burung ranggung!
    Zakharia 5: 9-11
    5:9. Lalu aku melayangkan mataku dan aku melihat: tampak tampil dua orang perempuan yang sayapnya didorong oleh angin. Adapun sayap mereka adalah sayap seperti burung ranggung. Mereka mengangkut gantang itu di antara bumi dan langit.
    5:10. Bertanyalah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Ke mana mereka membawa gantang itu?"
    5:11. Jawabnya kepadaku: "Ke tanah
    Sinear, untuk mendirikan sebuah rumah bagi perempuan itu. Dan apabila itu selesai, maka mereka akan menempatkan dia di sana di tempat rumah itu didirikan."

    Sinear= menara Babel didirikan.
    Kita harus cepat mendengar firman pengajaran yang benar--memiliki sayap pengajaran yang benar. Kalau tidak, kita akan didorong oleh sayap burung ranggung untuk menuju Babel, mempelai wanita Setan--kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan yang akan dibinasakan.

    Kalau yang pertama--sayap Roh Kudus--dan kedua--sayap kebenaran/firman--digabung: kita akan mendapatkan kedua sayap dari burung nasar yang besar yang menuntun kita ke padang gurun selama tiga setengah tahun.
    Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci sama dengan kedua sayap dari burung nasar yang besar.

    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Kita harus ditegor dulu oleh Tuhan mengenai dosa-dosa, ketidaktaatan, dan suam-suam, setelah itu barulah dinasihati dan dituntun, sampai kita memiliki kedua sayap dari burung nasar yang besar. Kita disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    Di padang gurun kita dipelihara langsung oleh Tuhan lewat firman pengajaran dan perjamuan suci.

    Kalau dalam gereja tidak ada ibadah pendalaman alkitab, tidak akan ada harapan untuk dituntun ke padang gurun.
    Harus dimulai dari sekarang, kita belajar bergantung pada kemurahan dan kebajikan Tuhan, itulah firman pengajaran dan perjamuan suci.


  3. Wahyu 7: 17
    7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Yang ketiga: tangan Gembala Agung menuntun kita ke mata air kehidupan di mana tidak ada lagi air mata, itulah Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir.

    Wahyu 21: 4-5
    21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
    21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

    Tadi bukti dituntun ke padang gurun: hidup benar, suci, dan hati damai.
    Sekarang, bukti kita dituntun ke Yerusalem baru: kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Apa yang harus dibaharui?


    • Laut tidak ada lagi.
      Wahyu 21: 1
      21:1. Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

      Laut menunjuk pada hati bimbang.
      Yakobus 1: 6
      1:6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

      Laut tidak boleh ada lagi artinya tidak boleh ada lagi hati bimbang.

      Hati bimbang harus dibaharui menjadi hati yang percaya pada pribadi Tuhan/firman pengajaran yang benar. Jangan bimbang oleh ajaran-ajaran lain, tetapi pegang yang benar! Terutama di sini, kalau tidak benar, jangan datang; kalau tidak benar, untuk apa datang?

      Kemudian kita percaya pada kuasa Tuhan. Jangan berharap pada yang lain, apalagi sampai ke dukun.


    • Maut tidak ada lagi.
      Wahyu 21: 4
      21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

      Salah satu pengertian maut adalah dusta.
      Yesaya 28: 15
      28:15. Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"

      Berdusta sama dengan teken kontrak dengan maut.

      Maut tidak ada lagi artinya tidak ada lagi dusta; jujur mulai dari soal pengajaran yang benar, sampai jujur dalam segala hal.


    Jujur dan percaya, itulah kunci Yerusalem baru.
    Kita berjalan dalam langkah-langkah mujizat; kita berjalan dan bergantung pada kemurahan dan kebajikan Tuhan.

    Jujur dan percaya artinya posisi kita seperti rasul Yohanes bersandar di dada Yesus--merasakan degup kemurahan Tuhan yang tidak pernah berubah.

    Mari jujur dan percaya kepada Tuhan, Dia akan menolong kita:


    • Petrus--gambaran dari laki-laki.
      Yohanes 21: 5-6
      21:5. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
      21:6. Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

      'Tidak ada'= jujur.
      'mereka menebarkannya'= percaya/taat.

      Petrus gagal karena tidak bergantung pada Tuhan padahal Tuhan sudah perintahkan untuk menjadi penjala manusia yang hidup dari kemurahan dan kebajikan Tuhan, bukan ikan jasmani. Hati-hati dengan logika!

      Petrus jujur dan percaya, sekarang laki-laki harus jujur dan percaya jika terjadi kemerosotan ekonomi dan pelayanan.
      Hasilnya: kita mengalami kuasa penciptaan Tuhan dari tidak ada ikan menjadi banyak ikan--dari tidak ada menjadi ada.

      Dunia sedang menuju resesi, kita atur perusahaan dengan baik, silakan, tetapi tambah dengan jujur dan percaya; serahkan semua kepada kemurahan dan kebajikan Tuhan, Dia sanggup memelihara hidup kita.


    • Seorang ibu menghadapi masalah nikah yaitu anaknya yang dirasuk Setan. Ia jujur mengakui bahwa ia anjing, dan percaya.
      Hasilnya: anaknya sembuh, ada kebahagiaan dalam nikah; ada anggur baru di dalam nikah.

      Markus 7: 27-30
      7:27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
      7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "
      Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
      7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
      7:30. Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

      Perempuan ini menghadapi kehancuran nikah dan buah nikah--suaminya tidak tahu di mana--, lalu firman datang. Ia jujur bahwa lidahnya seperti anjing.
      Hati-hati, gara-gara lidah seperti anjing, keluarga bisa hancur semua; menghadapi penderitaan dan kesedihan.


    • Maria dan Marta--gambaran kaum muda.
      Yohanes 11: 39-40

      11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

      'Angkat batu itu!'= kaum muda, tunjukkan apa yang ada di hati dan pikiran kita kepada Tuhan: jahat, najis, pahit, kecewa, putus asa, busuk!
      Jujur dan percaya!

      Hasilnya: Lazarus dibangkitkan, artinya:


      1. Busuk jadi harum.
      2. Kegagalan menjadi berhasil dan indah.
      3. Semua masalah selesai; tidak ada yang mustahil.


      Dan kalau Tuhan datang kembali kita mengalami akan pembaharuan terakhir, kita sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan, kita hanya bersorak sorai: Haleluya. Kita bersama Yesus di takhta Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir, tidak ada setetespun air mata.

Inilah suara guruh. Memang tegoran keras, tetapi juga merupakan nasihat untuk menuntun kita.
Kembali ke tangan Tuhan! Jujur dan percaya, biar Dia yang menuntun dan melakukan semua bagi kita. Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan-Nya kepada kita semua.

Jalan ke padang gurun dan Yerusalem baru Dia buka bagi kita, apalagi hanya jalan di dunia. Yang penting kita mau ditegor dan dinasihati Tuhan, sampai kita jujur dan percaya kepada Dia.
Apapun keadaan kita, kembali dalam pelukan tangan-Nya. Dia bisa melakukan apa saja bagi kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top