English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 11 Oktober 2011 (Rabu Dini Hari)
Yohanes 4:23-24
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 April 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Malang, 14 Oktober 2014 (Selasa Sore)
Siaran tunda Ibadah Doa Surabaya.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Agustus 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Agustus 2011 (Minggu Sore)
Disertai dengan Penataran Imam-Imam I
Matius 26: 27-28
26:27. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan...

Ibadah Raya Malang, 25 Mei 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:15
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Juni 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih melanjutkan manfaat kenaikan Yesus ke Sorga.

Kisah Rasul...

Ibadah Persekutuan Ambon V, 14 November 2013 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 28 Juni 2018 (Kamis Sore)
Rekaman dari Semarang

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 15:7
15:7 Jikalau...

Ibadah Natal Persekutuan II di Batam, 03 Desember 2014 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juli 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Keluaran 15: 22-27
15:22. Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang...

Ibadah Doa Malam Malang, 27 Mei 2010 (Kamis Malam)
Keluaran 29: 8-9
29:8. Kausuruhlah anak-anaknya mendekat dan kaukenakanlah kemeja-kemeja itu kepada mereka.
29:9. Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun...

Ibadah Raya Malang, 12 Januari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Februari 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Maret 2010 (Kamis Sore)
Matius 25 dalam susunan Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 17 Mei 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan penyucian terakhir yang dilakukan oleh TUHAN kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama TUHAN selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi TUHAN katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).


  6. sidang jemaat di FILADELFIA (Wahyu 3: 7-13); mengalami 3 penampilan Yesus dan 3 perkara besar yang dilakukan oleh Yesus (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015).

Kita mempelajari Wahyu 3: 7-13, sidang jemaat yang keenam, yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA.
Kita masih berada pada ayat 7-8.
Wahyu 3: 7
3: 7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Ada 3 macam penampilan Yesus kepada sidang jemaat di Filadelfia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015):

  1. Yesus sebagai 'Yang Benar' = membenarkan,
  2. Yesus sebagai 'Yang Kudus' = menyucikan,
  3. Yesus sebagai 'Yang memegang kunci Daud'.

Kita masih mempelajari YESUS TAMPIL SEBAGAI 'YANG MEMEGANG KUNCI DAUD'.

Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud', untuk melakukan 3 perkara yang besar/dahsyat, bagi sidang jemaat Filadelfia; sekarang bagi kita:

  1. Wahyu 3: 8
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    Pekerjaan besar yang pertama: membuka pintu-pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga, sampai pintu sorga terbuka (sudah diterangkan diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 April 2015).


  2. Wahyu 3: 9
    3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

    Pekerjaan besar yang kedua: untuk memberikan kemenangan atas jemaah iblis (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surbaya, 19 April 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2015).


  3. Wahyu 3: 10
    3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Pekerjaan besar yang ketiga: melindungi kita dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2015).

AD. 3 MELINDUNGI KITA DARI HARI PENCOBAAN YANG AKAN DATANG ATAS SELURUH DUNIA

Wahyu 3: 10
3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Pada akhir zaman--menjelang kedatangan Yesus kedua kali--, akan terjadi pencobaan-pencobaan di segala bidang yang akan menimpa seluruh dunia, sampai antikris tampil berkuasa selama 3,5 di bumi ini (pencobaan yang terbesar). Ini yang akan terjadi. Bukan menakut-nakuti, tetapi kenyataan yang akan terjadi.

Kita masih dalam suasana memperingati kenaikan TUHAN ke Sorga.
Kisah Para Rasul 1: 10-11
1:10. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11. dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu,
akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Kita sedang memperingati kenaikan Yesus ke Sorga, tetapi harus mengingatkan kepada kita semua bahwa Yesus juga akan segera datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Dia naik, tetapi Dia juga segera datang kembali.
Kalau kita memperingati kenaikan-Nya, berarti kedatangan Yesus dipercepat satu tahun lagi.

Sebelum kedatangan Yesus kedua kali, akan didahului kedatangan antikris di bumi.
2 Tesalonika 2: 1-4
2:1. Tentang kedatangan TUHAN kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,
2:2. supaya kamu
jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari TUHAN telah tiba.
2:3. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu
haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
2:4. yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau
yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
'terhimpunnya kita dengan Dia' = kita menjadi satu tubuh, untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.
Ayat 2: 'seolah-olah hari TUHAN telah tiba' = banyak ajaran-ajaran palsu yang mengajarkan bahwa hari TUHAN telah tiba dan ada yang sudah terkecoh sampai jual perusahaan dan sebagainya, tetapi bukan seperti itu.

Harus kita ketahui, sebelum kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, maka akan didahului oleh tampilnya antikris,yang akan berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Jangan takut! Sebab, Yesus yang memegang kunci Daud akan melindungi kita. Kita tidak usah memikirkan antikrisnya, sebab hal itu memang harus terjadi dan pasti terjadi, tetapi yang kita pergumulkan adalah Yesus yang tampil dengan kunci Daud. Yang penting, TUHAN melindungi kita, supaya kita tidak menjadi mangsa antikris--dipancung--atau kita tidak menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selama-lamanya.

Siapa antikris? Yaitu kehidupan yang MURTAD ('haruslah datang dahulu murtad') dan manusia yang DURHAKA.
Kita sudah mempelajari mengenai manusia yang murtad (diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 14 Mei 2015).

Malam ini, kita pelajari tentang manusia DURHAKA. Antikris sama dengan manusia durhaka.

Kedurhakaan melanda 3 tempat yang utama:

  1. nikah rumah tangga.
    Praktiknya:


    • Maleakhi 2: 15-16
      2:15. Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
      2:16. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan
      janganlah berkhianat!

      Praktik pertama kedurhakaan dalam nikah rumah tangga: tidak setia/berkhianat. Ini merupakan rohnya Babel. Babel adalah pelacur besar; pelacur menunjuk pada ketidak setiaan.

      Kalau ada roh Babel--tidak setia--, maka akan mengakibatkan perselingkuhan, perceraian, kawin cerai sampai kawin mengawinkan (seks bebas). Dan inilah yang menghasilkan keturunan bagaikan raksasa--manusia yang hidup dalam hawa nafsu keinginan daging yang besar--tidak wajar--dan tidak bisa dibendung oleh apapun.

      Mulai dari permulaan nikah atau masa pacaran harus dijaga. Kalau sudah putus, cari yang lain, putus lagi dan begitu seterusnya, ini sudah merupakan roh Babel.


    • Matius 10: 21-22
      10:21. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
      10:22. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

      Praktik kedua kedurhakaan dalam nikah rumah tangga: kebencian. Ini merupakan rohnya antikris yang menimbulkan pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga sampai pembunuhan.


    Jalan keluarnya: saling mengaku dan saling mengampuni. Yang bersalah mengaku dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Yang benar, mengampuni dan melupakan.
    Maka darah Yesus menghapus dosa-dosa dan kasih Allah akan dicurahkan untuk menyatukan nikah rumah tangga, sampai mencapai kesatuan yang lebih besar, yaitu masuk perjamuan kawin Anak Domba Allah; kesatuan nikah yang rohani atau nikah yang sempurna.

    Termasuk juga anak dengan orang tua. Kalau ada yang tidak enak, harus diselesaikan. Kalau tidak, akan menjadi roh tidak setia dan roh kebencian.

    Jangan ada kedurhakaan sedikitpun! Kalau ada kedurhakaan, itulah yang akan menjadi mangsa antikris atau menjadi sama dengan antikris.


  2. Tempat kedurhakaan yang kedua: dalam ibadah dan pelayanan.
    Praktiknya:


    • Ibrani 10: 25-27
      10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
      10:26. Sebab
      jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
      10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang
      durhaka.

      Praktik pertama kedurhakaan dalam ibadah pelayanan: tidak setia--sering meninggalkan--, bahkan meninggalkan ibadah pelayanan tanpa alasan yang jelas. Mulai dari seorang gembala ('gembala dibunuh dan domba tercerai berai'; domba-domba menjadi durhaka semuanya).
      Gembala-gembala sudah mulai tidak setia, sekarang ini jarang ada gembala yang setia. Setan pintar, gembalanya dulu yang dihantam, supaya domba-domba tercerai berai dengan sendirinya.

      Ayat 25: 'seperti dibiasakan oleh beberapa orang' dan pada ayat 26: '..sengaja', artinya terjadi peningkatan dosa tidak beribadah.
      Sering kali kita mengetahui dosa berzinah, mencuri, tetapi kita tidak tahu kalau tidak beribadah juga merupakan dosa.

      Peningkatan dosa tidak beribadah:


      1. Mulai dari dosa kebiasaan. Artinya: sudah tidak beribadah melayani TUHAN, tetapi tidak merasa berdosa, tidak menyesal, sudah enjoy, bahkan tertawa-tawa. Mulai dari hamba TUHAN juga.

        "Satu kali di sini dan di Malang tahun 1990an, saya diizinkan sakit dan tidak bisa khotbah. Saya menangis, karena tidak bisa khotbah. Di sini juga pernah terjadi dan saya harus digantikan karena sakit. Saya menangis, karena itu tugas dan janji kita kepada TUHAN yang harus diperhatikan sungguh-sungguh."


      2. Kalau dosa kebiasaan dibiarkan terus, maka menjadi dosa sengaja. Artinya: sengaja tidak beribadah sekalipun ada kesempatan, tidak ada halangan.
        Kalau sudah sengaja, berarti sudah menjadi kedurhakaan yang tidak bisa diampuni lagi; tidak ada korban untuk menghapus dosa dan ini berarti kebinasaan.


      Yang benar adalah perjuangkan ibadah pelayanan. Di dunia, kita berjuang untuk kerja, kuliah dan sebagainya.

      "Saya juga sangat menghargai dan mendukung ini, tetapi jangan sampai timbangannya tidak imbang, sebab kalau antikris datang, kita akan celaka."

      Timbangan yang benar dari TUHAN adalah perkara rohani harus lebih dari pada yang jasmani. Sebab itu, yang rohani harus diperjuangkan lebih dari yang jasmani.

      1 Timotius 4: 8-10
      4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
      4:9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
      4:10. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan
      berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

      Segala sesuatu yang jasmani, paling jauh hanya sampai liang kubur--sangat terbatas.

      'Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya' = 100% harus menjadi keyakinan yang tidak bisa digoyahkan.

      Di dalam ibadah, ada janji yang dobel, yaitu ada jaminan kepastian dari TUHAN untuk hidup sekarang di dunia ini dan sampai hidup kekal selama-lamanya.

      'Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya', berarti janji TUHAN atau jaminan kepastian dari TUHAN harus menjadi keyakinan kita sepenuhnya--menjadi keyakinan yang pasti.

      Jangan goyah dan jangan ragu sedikitpun!
      Kalau kita sudah yakin, maka kita akan memperjuangkan ibadah kita lebih dari apapun dan tidak akan bisa dihalangi lagi.
      Contoh: ada halangan besar jadi kecil, ada halangan kecil jadi tidak ada.
      Pada perjanjian lama, untuk memperjuangkan ibadah bangsa Israel, TUHAN menghukum Mesir 10 kali dan, Firaun yang hebat, kalah.
      Tetapi pada perjanjian baru, untuk memperjuangkan ibadah pelayanan bangsa kafir, Yesus harus berjuang sampai Ia rela dihukum mati--terkutuk di kayu salib.

      Jadi, kalau ada halangan dalam ibadah--merasa capek dan sebagainya--, ingatlah bahwa Yesus sudah mati terkutuk di kayu salib untuk memperjuangkan ibadah pelayanan kita, sekalipun sebenarnya Ia tidak layak dihukum mati, sebabYesus merupakan orang benar, baik, suci, menolong orang dan tidak berbuat dosa.


    • Bilangan 16: 11
      16:11. Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya

      Praktik kedua kedurhakaan dalam ibadah pelayanan: bersungut-sungut dalam ibadah pelayanan, sebab beribadah melayani tanpa kasih; sama dengan pelayanan daging (ada pamrih).

      Pelayanan daging selalu bersungut-sungut--termasuk mengomel, bergosip dalam ibadah--, sebab selalu menuntut hak-hak secara jasmani.

      "Sebab itu supaya tidak bergosip, kalau kita datang ibadah lebih awal, lebih baik kita berlutut untuk berdoa. Kalau bersungut-sungut, bergosip, nanti kita menjadi seperti Korah. Datang beribadah tetapi merosot. Apa gunanya?"

      Bilangan 16: 10, 31-32
      16:10. dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
      16:31. Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka,
      16:32. dan
      bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.

      'menuntut pangkat imam lagi'= menuntut hak; hak makan-minum, uang, kedudukan, jodoh dan sebagainya.
      Jadi pelayanan yang menuntut hak seperti Korah--bersungut, bergosip--merupakan pelayanan yang memilukan TUHAN.

      Akibatnya: ditelan oleh bumi; merosot secara jasmani dan rohani sampai menuju kebinasaan.

      Yang benar adalah pelayanan kita merupakan pelayanan kasih, artinya kita beribadah melayani TUHAN dengan dorongan kasih Yesus dari kayu salib, sehingga kita hanya melakukan kewajiban, tanpa menuntut hak. Inilah pelayanan yang memuliakan/mengagungkan TUHAN.
      Contoh: Yesus melakukan kewajiban tanpa hak; hak di Sorga dan hak setara dengan Allah ditinggalkan, bahkan hak untuk hidup pun dikorbankan.

      Yesaya 49: 3-4
      49:3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
      49:4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun,
      hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.

      'menyatakan keagungan-Ku'= tugas hamba TUHAN/pelayan TUHAN adalah menyatakan kemuliaan TUHAN dan keagungan TUHAN--mengagungkan dan memuliakan nama TUHAN--lewat melayani dengan kasih--melayani untuk melakukan kewajiban tanpa hak.

      Mungkin kita bertanya-tanya, apa yang kita dapat dalam pelayanan, karena kita tidak menuntut hak?


      1. Sesungguhnya, hak dan upah kita tidak hilang, tetapi aman di dalam tangan TUHAN, baik untuk hidup sekarang maupun untuk hidup kekal selama-lamanya.
      2. Kalau kita melayani dan menyenangkan TUHAN, maka TUHAN akan menyenangkan kita. Kalau kita melayani dengan memuliakan TUHAN, maka TUHAN pasti memuliakan kita.
        TUHAN akan memuliakan kita, artinya mengangkat kita di dunia.
        Contoh: Daniel diangkat kedudukannya, Sadrakh, Mesakh dan Abednego juga diangkat.
        TUHAN akan mengangkat kita, tidak dipermalukan, mulai dari dunia ini--dalam pekerjaan, study--, sampai diangkat di awan-awan; kita dipermuliakan bersama Dia di awan-awan yang permai.


      Tidak rugi! TUHAN tidak pernah menipu kita. Sekalipun kita hanya melakukan kewajiban, seolah-olah kehilangan hak, tetapi sebenarnya hak dan upah kita ada di dalam tangan TUHAN. Jangan remehkan TUHAN! Kalau pimpinan di dunia bisa memperhatikan kita, apalagi TUHAN.


    Hati-hati! Cikal bakalnya antikris dimulai dari nikah rumah tangga. Mulai dengan tidak setia dan kebencian. Jangan main-main! Mungkin antara kakak-adik ada perasaan tidak suka, selesaikan ini! Kalau tidak diselesaikan, nanti menjadi seperti Esau dan Yakub atau Kain dan Habel.
    Di dalam ibadah pelayanan juga. Kalau kita tidak datang beribadah, tetapi sudah merasa tidak apa-apa--malas beribadah--, hati-hati dan harus diperbaiki! Apalagi kalau datang beribadah tetapi bersungut-sungut, hentikan dan kita banyak berdoa kepada TUHAN (memuliakan TUHAN).


  3. Yeremia 2: 8
    2:8. Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna

    Zakharia 11: 4-5
    11:4. Beginilah firman TUHAN Allahku kepadaku: "Gembalakanlah domba-domba sembelihan itu!
    11:5. Orang-orang yang membelinya menyembelihnya dengan tidak merasa bersalah dan
    orang-orang yang menjualnya berkata: Terpujilah TUHAN! Aku telah menjadi kaya! Dan orang-orang yang menggembalakannya tidak mengasihaninya.

    Zakharia 11: 5= domba-domba hanya dijual; disembelih dengan rasa tak bersalah. Yang menjual domba-domba adalah seorang gembala, yang penting gembala menjadi kaya, enak, dan santai.

    Tempat kedurhakaan yang ketiga: dalam sistem penggembalaan. Ini yang berbahaya.

    Praktiknya: seorang gembala menggembalakan domba-domba tanpa kasih, yaitu menggembalakan domba-domba dengan sistem jual beli. Roh jual beli ini juga merupakan rohnya antikris; dalam penggembalaan ada rohnya antikris.

    Jual beli, artinya mencari keuntungan secara jasmani.

    "Lempin-El perhatikan! Kalau menjadi hamba TUHAN hanya untuk mencari keuntungan jasmani, jangan! Jangan menambah lagi kedurhakaan dalam penggembalaan! "

    "Maaf kalau dianggap hebat. Saya juga diperiksa oleh TUHAN. Penggembalaan dengan roh jual beli adalah bisnis terbesar di akhir zaman. Sama dengan bisnis TUHAN Yesus (bisnis gereja). Lain kali, kalau menjadi gembala, kita malu bertemu dengan orang-orang, karena tertawanya sudah berbeda, 'bisnis Yesus ya?' Memang enak, dari pada buka restoran, belum tentu laris. Kalau buka gereja pasti laris, tidak peduli dikasih makan apa atau racun. Kita hati-hati! Doakan saya juga. Lempin-El juga jangan menambah lagi."

    Tanda penggembalaan dengan roh jual beli:


    • Markus 11: 15
      11:15. Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,

      Tanda pertama penggembalaan sudah diubah jadi roh jual beli: 'meja-meja penukar uang', berarti mejanya berisi uang, bukan roti lagi. Seharusnya, meja berisi roti.
      Dalam kandang penggembalaan ada alat meja roti sajian, di sana terdapat 12 roti yang dibagi menjadi dua susun, masing-masing 6 roti sesusun. Angka 66 menunjuk pada Alkitab.

      Seharusnya berisi Alkitab, tetapi di sini berisi uang; meja berisi uang, bukan lagi roti. Artinya: tidak ada pembukaan firman Allah= tidak ada makanan rohani dari Sorga, sehingga gembala tidak mau, bahkan tidak bisa memberi makan domba-domba.

      Memberi makan ini sebenarnya gampang. Kalau mencari makan, baru sulit. Kenapa gembala tidak mau memberi makanan padahal gampang? Karena tidak ada makanannya.
      Kalau ada makanannya, pasti senang. Khotbah 2-3 kali sehari pasti senang kalau ada makanannya. Kalau tidak ada makanannya, baru susah, karena tidak tahu harus memberi apa.
      Inilah penyebabnya, yaitu karena di hati hanya berisi uang, bukan pembukaan firman.

      "Dengarkan Lempin-El! Kalau salah soal keuangan, habis. Saya diuji 2 kali. Saya datang, uang kas malah minus. Tetapi Pdt In Juwono mengatakan; 'kalau firman yang kita bawakan benar, maka kita tidak akan kalah dengan antikris/uang'. Dan sampai hari ini, tidak ada masalah. Ujian kedua, soal perpuluhan yang banyak sekali, tetapi dikuasai tua-tua. Saya katakan, 'jangan! Bahaya! Tidak ada makanan nanti. Kami gembala bukan cari uang, tetapi menjaga kepercayaan TUHAN, supaya TUHAN percayakan juga makanan. Kalau uang yang kecil tidak dipercaya, bagaimana TUHAN percayakan firman yang besar?'"

      Tugas pokok gembala adalah


      1. memberi makan sidang jemaat. Kalau belum memberi makan dengan makanan yang benar--firman penggembalaan yang benar--, ia belum menjadi gembala. Kalau cuma besuk orang yang sakit, jemaat biasa juga bisa.


      2. Kalau tugas pokok pertama bisa dilakukan, maka tugas pokok gembala yang kedua adalah gembala menaikkan doa penyahutan--menudungi--bagi keselamatan domba-domba.


      Kalau tugas pertama tidak dilakukan, tugas kedua juga tidak bisa dilakukan. Apanya yang mau dilindungi, kalau domba tidak diberi makan? Yang dilindungi adalah orang yang sehat. Kalau tidak diberi makan, nanti akan pingsan, mati sendiri dan tidak perlu dilindungi lagi.

      Kedurhakaan bukan hanya pada gembala, tetapi bisa terjadi pada domba juga.
      Tugas pokok domba adalah makan firman penggembalaan yang benar. Jangan mau makan racun! Semakin diracun, rohani akan semakin mati.

      Kita makan firman penggembalaan yang benar--manna dari surga--, supaya kita menjadi tenang dan kenyang; terpelihara secara jasmani dan rohani, tidak akan stres sekalipun kita di tengah padang gurun yang tandus dan mengerikan.

      "Waktu saya ke New Zealand, saya lihat domba-domba di bukit, yang saya heran ada dua: pertama, memang kelihatan putih-putih seperti rambut wanita yang tertulis di Kidung Agung ('rambut mu bagaikan domba-domba'). Tetapi yang kedua adalah saya melihat domba-domba tunduk semua untuk makan. Disitulah TUHAN bicara: itulah tugasnya domba."


    • Markus 11: 17
      11:17. Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telahmenjadikannya sarang penyamun

      Tanda kedua penggembalaan sudah diubah jadi roh jual beli: rumah doa menjadi sarang penyamun.
      Artinya: tidak ada doa penyahutan. Kalau gembalanya tidak makan, maka tidak akan bisa berdoa karena sudah lemah. Kalau tidak ada makanan, maka tidak ada doa penyahutan, sehingga tidak ada perlindungan bagi domba-domba dan domba-domba hanya dipersiapkan untuk disembelih. Sungguh-sungguh kedurhakaan yang luar biasa!

      Domba-domba disembelih, artinya masuk aniaya antikris.
      Kita sungguh-sungguh dan saling mendoakan. Kita berdoa bagi gembala supaya bisa memberi makanan yang benar dan berdoa bagi domba-domba supaya bisa makan. Kalau ada makanan, maka kita tenang, kenyang dan ada doa penyahutan. Ada perlindungan dari TUHAN, sehingga antikris tidak akan bisa menjamah kita, kita tidak bisa disembelih (dipancung) oleh antikris.

      Orang yang ketinggalan pada zaman antikris akan mengalami kesulitan, mau beli nasi saja harus menyembah antikris. Kalau tidak mau menyembah, akan disiksa sampai dipancung kepalanya.
      Ini sudah dinubuatkan pada di Kitab Zakharia 'domba-domba hanya dipersapkan untuk disembelih' (masuk aniaya antikris).

      Gembala dan domba-domba harus sama-sama menghargai firman penggembalaan--manna dari Sorga--dari TUHAN.


    Zakharia 11: 7
    11:7. Maka aku menggembalakan domba-domba sembelihan itu untuk pedagang-pedagang domba. Aku mengambil dua tongkat: yang satu kusebutkan "Kemurahan" dan yang lain kusebutkan "Ikatan"; lalu aku menggembalakan domba-domba itu

    (terjemahan lama)
    11:7. Lalu aku yang menggembalakan segala domba sembelihan ini, oleh karena mereka itu
    domba yang teraniaya adanya, maka sudah kuambil akan diriku tongkat gembala dua batang: sebatang Kunamai Kasih, dan sebatang Tambatan; lalu aku menggembalakan domba itu.

    'domba yang teraniaya'= domba yang tak berdaya--domba sembelihan--, bukan diserahkan kepada pedagang, melainkan harus digembalakan dengan 2 tongkat, yaitu tongkat kemurahan dan tongkat ikatan.

    Firman penggembalaan adalah


    • firman pengajaran benar yang dipercayakan TUHAN kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada domba-domba dengan setia, berkesinambungan, teratur dan diulang-ulang, sehingga menjadi makanan bagi domba-domba, supaya kerohanian domba-domba bertumbuh ke arah kedewasaan rohani, sampai sempurna seperti Yesus. Kalau untuk pertumbuhan, makanannya harus teratur.


    • Tetapi, firman penggembalaan juga merupakan tongkat gembala untuk menuntun domba-domba. Domba-domba bukan hanya diberikan makanan, tetapi juga dituntun.


    Jadi, lewat tongkat gembala, kita tahu ke mana kita harus pergi--tahu arah perjalanan hidup rohani--dan tahu apa yang harus kita lakukan dengan pasti.
    Contoh: dituntun untuk masuk ke kandang, mendengarkan Firman, setelah itu masuk baptisan dan melayani TUHAN; tahu apa yang akan dilakukan.

    2 macam tongkat gembala dalam Kitab Zakharia:


    • tongkat kemurahan. Kegunaannya:


      1. mengangkat bangsa kafir yang adalah anjing dan babi menjadi domba-dombanya TUHAN lewat luka kelima di lambung Yesus yang mengeluarkan darah dan air.

        Luka untuk penebusan adalah 2 di tangan, 2 di kaki dan 1 di lambung (5 luka). Kalau bilur-bilur untuk kesembuhan, mahkota duri untuk menghadapi stres.

        Dengan 4 luka untuk penebusan--2 di tangan dan 2 di kaki--, Yesus sudah mati untuk menyelamatkan domba Israel yang terhilang.
        Luka kelima untuk mengangkat bangsa kafir--anjing dan babi--menjadi domba-Nya TUHAN.

        Dari lambung Yesus keluar darah dan air (Yohanes 19).
        Darah= bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN (mati terhadap dosa) = mezbah korban bakaran.
        Air= baptisan air; bejana pembasuhan.

        Orang yang sudah mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga bangkit dari air (keluar dari air) bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru (hidup surgawi), yaitu hati nurani yang baik; hati yang taat dengar-dengaran.

        Domba hanya makan firman, sama dengan mendengar dan taat dengar-dengaran.
        1 Petrus 3: 20-21
        3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
        3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
        baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

        Pada zaman Nuh banyak yang tidak taat, hanya 8 orang yang taat. Domba itu taat dengar-dengaran, bukan anjing dan babi lagi.


      2. Yehezkiel 20: 37
        20:37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

        Kegunaan tongkat kemurahan yang kedua: memasukan kita ke dalam kandang penggembalaan. Sesudah jadi domba harus dikandangkan, jangan beredar-edar sebab bisa ditangkap serigala. Kandang penggembalaan= ruangan suci; terdapat 3 macam alat dalam ruangan suci = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


        1. pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya,
        2. meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci,
        3. mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


        Kalau ada di dalam kandang penggembalaan, maka tubuh jiwa dan roh kita bersekutu/melekat kepada Allah Tritunggal, sehingga kita dihitung oleh TUHAN.
        Dihitung oleh TUHAN ('sehelai rambut dihitung oleh TUHAN' ), artinya: sekalipun tidak berdaya--hanya sehelai rambut--, kita diperhatikan, dipelihara, dilindungi oleh TUHAN secara ajaib (antikris tidak bisa menjamah kita), sampai kita dimiliki oleh TUHAN.
        Yang di luar kandang tidak dihitung!

        Tugas gembala bukan beranak domba, tetapi memasukkan domba ke kandang penggembalaan.

        "Kalau ibadah raya (hari Minggu), jemaatnya bertambah banyak. Tetapi kalau ibadah pendalaman Alkitab dan ibadah doa, bagaimana? Kami berjuang supaya semuanya masuk kandang dan semua dihitung oleh TUHAN."

        Kalau pelita emas kita masih masuk-tidak masuk, maka yang lain tidak akan kelihatan. Tetapi kalau kita sudah setia dalam ibadah raya--pelita emas sudah menyala terus dan terang--, maka lama-lama alat yang lain bisa terlihat juga dan bisa tekun dalam ibadah lainnya. Kita doakan semuanya. Bukan paksaan, tapi di doakan supaya semua dihitung oleh TUHAN.


      Kalau sudah berada di kandang--jadi domba, dihitung, diberkati, dipelihara, dilindungi sampai bahagia--, kita pasti mendapatkan semuanya. Tetapi, jangan egois, masih ada kandang-kandang yang lain.


    • Tongkat ikatan.
      Efesus 4: 15-16
      4:15. tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
      4:16. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan
      diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih

      'diikat menjadi satu'= tongkat ikatan, yaitu mengikat domba-domba dengan domba-domba di kandang lain, sehingga menjadi satu tubuh dengan satu kepala; satu kawanan dengan satu gembala.
      Artinya: kita masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus sampai terjadi tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita Sorga.

      Kita harus ingat kandang yang lain! Kandangnya berbeda-beda, tetapi bisa menjadi satu dengan tongkat ikatan.

      "Sebenarnya saya sudah enak, kalau dianggap sombong minta ampun. TUHAN percayakan kandang di Malang, sudah enak dan ditambah kandang di Surabaya, tambah enak. Paling enak saya tidak usah disuruh ke mana-mana (tidak keluar duit dan sebagainya), tetapi itu egois. Kalau egois, domba berubah menjadi kambing. Itu yang saya takutkan. Karena itu, apapun yang TUHAN perintahkan, berapapun biayanya, saya akan lakukan dan tidak mau hitung-hitung, dari pada saya jadi kambing yang egois."

      Kita sudah mengalami kemurahan dari anjing babi menjadi domba yang dipelihara--tongkat kemurahan--, tetapi kita juga harus ingat kandang yang lain, sampai mengingat Israel sebagai domba yang terhilang juga. Gerakan ini akan terus berlanjut ke Yerusalem (Israel) sampai Yerusalem baru (kerajaan Sorga yang kekal).

      Kita tekuni mulai dari yang kecil-kecil, sampai nanti terjadi gerakan yang besar, seperti Israel keluar dari Mesir menuju ke Kanaan.

      "Bpk Pdt Pong menumpangi tangan kepada saya, 'tekuni persekutuan yang kecil-kecil'."

      "Ingat kesaksian kemarin! Ibadah seperti ini sudah merupakan pesta. Tetapi ibadah antar kandang, itu adalah pesta besar. Berkatnya juga lebih besar dan semuanya lebih besar. Jangan ragu-ragu!"

      Yudas hitung-hitung (gaji satu tahun sebesar 300 dinar yang digunakan untuk membeli minyak dan meminyaki kaki Yesus dianggap pemborosan; Markus 14: 4-5) dan akhirnya ia tidak terhitung. Tetapi, perempuan tercemar yang tadinya tidak terhitung, bisa menjadi terhitung. Jangan perhitungan dengan TUHAN, sebab Dia sudah korbankan semuanya untuk kita!


    Wahyu 21: 15
    21:15. Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.

    'untuk mengukur kota itu' = kota Yerusalem Baru.

    Kalau tongkat kemurahan dan tongkat ikatan kita miliki dan kita tekuni--kita digembalakan, dihitung di kandang dan aktif dalam pembangunan tubuh Kristus--, maka satu waktu akan menjadi tongkat emas di Yerusalem baru.
    Artinya: firman penggembalaan menuntun kita ke Yerusalem baru; kandang penggembalaan terakhir di mana tidak ada setetespun air mata, kita bersama TUHAN selama-lamanya. Jadi, ini sudah jelas arahnya!

    Tetapi, tongkat emas juga mengingatkan kita kepada ratu Ester.
    Saat itu, bangsa Yahudi diancam akan dibinasakan oleh Haman--sekarang gambaran kita diancam antikris--, dan Mordekai menyuruh Ester untuk menghadap raja (raja gambaran Yesus Mempelai Pria Sorga).
    Tetapi Ester berkata 'kalau aku menghadap raja, tetapi tidak diberikan tongkat emas, matilah aku.' Lalu Mordekai berkata, 'terserah, kalau tidak mau, biar nanti digantikan orang lain.'
    Akhirnya Ester mau melakukannya dengan berpuasa, sekalipun ia harus mati ('kalau aku harus mati, biarlah aku mati'). Dan akhirnya Ester mendapatkan uluran tongkat emas.

    Jadi, tongkat emas juga berarti kuasa Roh Kudus yang menentukan mati hidupnya kita.
    Yohanes 14: 16-17
    14:16. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya
    14:17. yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

    Yesus memang naik ke Sorga dan berada di sebelah kanan Allah Bapa, tetapi nanti Dia akan kembali. Sebelum Dia kembali, Dia akan mengutus Penolong, yaitu Roh Kudus. Dia memang naik ke surga, tetapi Dia tidak meninggalkan kita seperti yatim piatu, tetapi Dia mencurahkan Roh Kudus di tengah-tengah kita. Ini seperti raja Ahasyweros mengulurkan tongkat emas kepada Ester saat Ester dalam keadaan terjepit.

    Tanpa Roh Kudus, sehebat apapun manusia di dunia, hanya seperti yatim piatu, tidak berdaya, rapuh, hancur, busuk, tidak indah, hidup terasa pahit dan sebagainya.
    Kita sungguh-sungguh malam ini! Roh Kudus menentukan segala-galanya dalam kehidupan kita; menentukan mati hidupnya kita, menentukan hancur atau indah, menentukan berhasil atau gagalnya hidup kita, menentukan pahit atau manis, menentukan harum atau busuknya hidup kita.

    Kita mohon curahan Roh Kudus di tengah-tengah kita semuanya. Sebelum Yesus datang kembali kedua kali, biarlah Roh Kudus menolong kita semua.

    Kegunaan Roh Kudus:


    • Roma 5: 5
      5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

      Kegunaan pertama: Roh Kudus membuat kita kuat teguh hati; tidak kecewa, putus asa menghadapi apapun juga, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, tidak mundur, tetap percaya dan berharap TUHAN (seperti Ester berkata, 'kalau aku harus mati, biarlah aku mati').

      Jangankan cuma sakit atau miskin, tetapi sampai 'kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati'. Inilah kekuatan dari Roh Kudus.


    • Titus 3: 5
      3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Kegunaan kedua: Roh Kudus mengadakan mujizat di tengah kita.


      1. Mujizat terbesar (mujizat rohani), yaitu pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

        Perempuan tercemar, busuk, tetapi ia mengurapi kaki Yesus dengan minyak harum. Roh Kudus mengadakan mujizat, dari manusia daging diubahkan menjadi manusia rohani:


        1. Apa yang busuk menjadi harum; perbuatan busuk menjadi harum. Mungkin malam ini, kita ada perbuatan busuk (perbuatan dosa sampai puncaknya dosa), tetapi bisa menjadi harum (perbuatan yang berkenan kepada TUHAN).


        2. Yang tawar, pahit menjadi manis--air menjadi anggur.
          'cedok, cicipilah'= lidah menentukan tawar, pahit atau manis. Perbuatan menentukan busuk atau harum.

          Kalau lidah digunakan untuk berkata yang benar (tidak berdusta), bersaksi dan menyembah TUHAN, maka akan bertambah manis, bahkan yang pahit pun bisa menjadi manis.
          Jangan gunakan lidah untuk yang aneh-aneh (tidak baik), sebab bisa mengurangi rasa manis menjadi tidak manis, menjadi tawar, pahit (hidup menjadi pahit).


        3. Yang gagal, hancur bisa menjadi berhasil dan indah.
          Ester (orang Yahudi) sudah gagal, sudah dimeterai oleh raja dan tidak boleh dihapus bahwa 'seluruh orang Yahudi harus dibunuh. Biarpun sudah hebat (Ester di llingkungan istana), harus dibunuh juga. Tetapi ia bisa menjadi berhasil dan indah pada waktunya.


      2. Kalau mujizat rohani sudah terjadi, maka mujizat jasmani juga terjadi, yaitu yang mustahil menjadi tidak mustahil.

        Itu kekuatan Roh Kudus di tengah-tengah kita. Apa saja yang terjadi pada malam hari ini, mohon kepada TUHAN, supaya janji-Nya digenapkan.

        Mungkin kita, sudah tidak kuat bagaikan yatim piatu, sudah busuk, paling pahit hidupnya, banyak air mata. Tetapi biarlah TUHAN menjadikan kita manis sekalipun mungkin hanya mencicipi saja.


      3. Sampai saat TUHAN datang kembali ke dua kali, tongkat emas (Roh Kudus) diulurkan untuk mengubahkan kita menjadi sempurna seperti Dia. Kita bisa menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai, itulah yang termanis dan terindah. Kita bersama TUHAN selama-lamanya.

Jangan sampai durhaka! TUHAN tolong kita semua. Masih ada kekuatan Roh Kudus malam ini, apapun keadaan kita. Hari-hari ini, kita nantikan curahan Roh Kudus di tengah-tengah kita. Semua sudah dilakukan oleh Ester, tetapi ditentukan oleh tongkat emas. Semua sudah kita lakukan, tetapi ditentukan oleh Roh Kudus.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top