English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Malang, 25 Juli 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-16 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS

Ibadah Raya Surabaya, 28 Oktober 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 16 Juni 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6...

Ibadah Paskah Persekutuan II di Square Ballroom Surabaya, 08 Juni 2016 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 06 Maret 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Keluaran 2:6
2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Oktober 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:13-16
10:13 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau...

Ibadah Raya Malang, 14 Mei 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua...

Ibadah Raya Malang, 21 Januari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 01 Juni 2010 (Selasa Siang)
Perlakuan-perlakuan supaya korban lembu jantan muda ini bisa menjadi korban pendamaian/korban bakaran/korban penghapus dosa:
Meletakkan tangan di...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Oktober 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 36-46= GETSEMANI.
'Getsemane'= tempat pemerasan.
Di taman Getsemani, Yesus mengalami pemerasan daging (sengsara daging tanpa dosa= percikan darah).
Di akhir jaman, gereja Tuhan juga harus mengalami...

Ibadah Doa Malang, 12 Juli 2016 (Selasa sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Juli 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Oktober 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:1-4
1:1. Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 13 Mei 2014 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 13 - Keluaran 15:1-21 adalah...

Ibadah Raya Malang, 22 April 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Agustus 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).


  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).


  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2018).


  4. Ayat 22-34= kekuatiran (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 09 Juni 2018).


  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; tidak waspada; lalai (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018).

AD. 5. KELENGAHAN
Tabiat lengah harus dirobek, supaya kita menjadi kehidupan yang selalu waspada; selalu berjaga-jaga, terutama untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bisa bersama Dia selamanya.

Sekolah dan bekerja yang sungguh-sungguh, jaga supaya baik semua, tetapi lebih dari itu kita berjaga-jaga untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali, supaya kita bisa bersama dengan Dia selamanya. Apapun kehebatan dan keberhasilan kita di dunia kalau tertinggal saat Yesus datang, semua tidak ada gunanya.

Dalam Injil Lukas 12: 35-48, ada tiga macam berjaga-jaga yang dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali:

  1. Ayat 35-37= berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Juni 2018). Banyak aktivitas kita di dunia, tetapi jangan lupa waktu untuk beribadah melayani kepada Tuhan.


  2. Ayat 38-40= berjaga-jaga dikaitkan dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Juli 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 Juli 2018).


  3. Ayat 41-48= berjaga-jaga dalam penggembalaan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 Juli 2018).

AD. 3
Lukas 12: 41-44
12:41. Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
12:43. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
12:44. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

'rumah'= penggembalaan.
'pengurus rumah'= seorang gembala.
Ada dua hal yang harus dijaga di dalam penggembalaan:

  1. Gembala dan domba harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan.
    Dulu di atas gunung Sinai Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga dan Ia perintahkan Musa membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, supaya di bumi sama dengan di sorga.

    Tabernakel terdiri dari tiga ruangan: halaman--selamat--, ruangan suci, ruangan maha suci--sempurna. Kita sudah selamat tetapi belum sempurna, berarti kita harus berada dalam ruangan suci, sekarang artinya ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya, termasuk ibadah kaum muda; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya; kita diberi minum supaya tidak kering dan bisa mengucap syukur kepada Tuhan--puas. Kalau kering, nanti bisa mencari kepuasan di dunia.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; kita diberi makan supaya kuat untuk mengikut dan melayani Tuhan sampai Ia datang kembali.

      Banyak kaum muda sejak sekolah minggu ikut Tuhan, tapi setelah menjadi kaum muda atau menikah jadi loyo, karena tidak makan.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; kita bernapas dengan kasih Allah; kasih itu kekal, berarti kita hidup kekal selamanya. Kalau tidak bernapas, mati juga.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh gembala dan domba-domba melekat kepada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal; serigala tidak bisa menerkam kita; tidak bisa menjatuhkan kita dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa.
    Karena itu Tuhan bertanya kepada Petrus tidak satu kali, tetapi tiga kali: 'Apakah engkau mengasihi Aku?' 'Gembalakanlah domba-domba-Ku.'

    Di dalam kandang kita juga tidak bisa disesatkan oleh ajaran palsu, sehingga kita benar-benar damai, semua menjadi enak dan ringan.


  2. Gembala harus setia dan bijaksana untuk memberi makan domba-domba dengan firman penggembalaan pada waktunya.
    Lukas 12: 42
    12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

    Firman penggembalaan= firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada domba-domba dengan setia, berkesinambungan, berurutan, dan diulang-ulang.

    Domba-domba juga harus setia dan bijaksana untuk makan firman penggembalaan. Artinya: mendengar sampai taat dengar-dengaran.

    2 Timotius 4: 2
    4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

    Kalau sudah mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, firman akan beraktivitas, yaitu kita mengalami penyucian oleh firman pengajaran yang benar secara terus menerus--karena firman diulang, berarti penyuciannya juga diulang.

    Prosesnya:


    • 'Nyatakanlah apa yang salah'= firman menunjukkan dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hati dan pikiran kita--firman pengajaran bagaikan pedang yang menusuk hati dan pikiran. Orang lain tidak tahu, tetapi Tuhan tahu.
      Firman menusuk sehingga kita sadar, kalau tidak sadar, tidak bisa disucikan, setelah itu bukan tertawa-tawa tetapi menyesali, menangis, dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama sehingga kita mengalami pengampunan dosa. Kita tidak dihukum tetapi selamat.
      Kalau tertawa-tawa dalam dosa, ia akan menangis dalam api neraka.

      Tetapi seringkali sudah diampuni, lalu berbuat lagi. Karena itu ada proses kedua.


    • 'tegorlah'= firman pengajaran yang benar menegor dengan keras supaya kita tidak mengulangi dosa yang sudah diampuni--bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; mati terhadap dosa.
      Misalnya hari ini dosa A, berbuat lagi, ditegor sampai bertobat dan kembali pada Tuhan. Selama dosa dipertahankan, kita akan terus ditegor sampai berhenti berbuat dosa.

      Karena itu sungguh-sungguh dalam mendengar firman, supaya dosa selesai; cari firman yang menunjuk dosa, bukan tertawa-tawa.


    • 'nasihatilah'= firman pengajaran yang benar menuntun kita untuk hidup benar dan suci, mulai dari baptisan air. Kalau tidak lewat baptisan air, tidak bisa.

      "Om dilahirkan oleh ibu om, hanya manusia darah daging yang berbuat dosa, tidak bisa hidup benar. Memang seperti itu kodratnya daging yaitu hanya berbuat dosa, sejak Adam dan Hawa. Karena itu dengar firman, bertobat, dan masuk baptisan air yang benar, baru bisa hidup benar."

      Roma 6: 2, 4
      6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
      6:4. Dengan demikian kita telah
      dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran dan kesucian. Setelah itu firman terus menuntun kita untuk hidup suci, sampai sempurna seperti Yesus.

      Inilah gunanya tergembala, yaitu sampai dituntun, bukan hanya sampai ditegor. Jangan melawan kalau ditegor! Kalau melawan, seumur hidup akan ditegor, tidak pernah dituntun!

      Dituntun juga berarti diberi jalan keluar oleh Tuhan dari segala masalah. Kalau sudah hidup suci, Tuhan akan memberikan jalan keluar, ada masa depan yang indah. Yang penting tinggal di kandang, makan, sadar akan dosa, mengakui, kita diampuni, saat ditegor kita bertobat, kemudian dinasihati, kita diberi jalan keluar dari segala masalah. Enak sekali.

      Karena itu doakan gembala untuk bisa terus memberi makan dengan firman pengajaran yang benar. Di situlah nasib hidup kita, kalau tidak, mati semua.


    Hasilnya:


    • Lukas 12: 43
      12:43. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

      Hasil pertama: mengalami kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun.


    • Lukas 12: 44
      12:44. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

      Hasil kedua: kita diangkat menjadi pengawas milik Tuhan.

      Milik Tuhan yang paling kecil adalah persepuluhan dan persembahan khusus.

Malam ini kita belajar soal PERSEPULUHAN DAN PERSEMBAHAN KHUSUS.
Maleakhi 3: 8-9
3:8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9. Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

Setiap berkat yang kita terima dan kita akui dari Tuhan lewat gaji, toko, pemberian orang tua dan lain-lain, di dalamnya terkandung dua hal:

  • Haknya Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus untuk pekerjaan Tuhan.
    Harus dikembalikan, kalau tidak mengembalikan milik Tuhan, ia sama dengan pencuri; terkutuk.

    Matius 25: 41-42
    25:41. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
    25:42. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;

    Terkutuk artinya langsung ke api neraka.


  • Milik sesama yang membutuhkan.
    Kita harus memberi kepada sesama yang membutuhkan--sedekah. Kalau tidak, akan terkutuk. Kehidupan yang terkutuk akan menuju kebinasaan selamanya.

Persepuluhan dikaitkan dengan tiga hal:

  1. Maleakhi 3: 10
    3:10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

    Yang pertama: persepuluhan dikaitkan dengan makanan di rumah Tuhan; makanan rohani= firman penggembalaan.

    Ini yang menjamin kehidupan jasmani dan rohani kita lewat siklus kehidupan dari sorga.
    Maleakhi 3: 11-12
    3:11. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
    3:12. Maka segala bangsa akan menyebut kamu
    berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.



    Siklus ini tidak bisa dan tidak boleh diputuskan mata rantainya oleh apapun, kalau putus, matilah kita.
    Kalau ada siklus, kita akan mengalami pemeliharaan jasmani dan rohani yang berlimpah sampai mengucap syukur; kita tidak akan masuk dalam kelaparan dobel yang akan melanda dunia, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    Kita hidup di dunia, tetapi siklusnya kehidupan sorga. Kalau gembala tidak memberikan makanan, habis semua, tidak ada makanan.

    Inilah yang pertama yaitu persepuluhan dikaitkan dengan pemeliharaan kita di bumi, jangan sampai kita disiksa dan dibunuh oleh antikris.


  2. Kejadian 14: 17-23
    14:17. Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.
    14:18. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
    14:19. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
    14:20. dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya
    sepersepuluh dari semuanya.
    14:21. Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."
    14:22. Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi:
    14:23. Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya
    engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.

    Yang kedua: persepuluhan dikaitkan dengan pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan; kita hidup dari Tuhan, bukan dari setan/dunia.

    Banyak yang salah dalam mengajar: 'Ayo persepuluhan supaya diberkati.' Bukan begitu! Abraham diberkati dulu, baru memberikan persepuluhan.
    Kalau tidak memberikan persepuluhan berarti hidup kita dari dunia/setan, dan akan binasa.

    Yang dibutuhkan dalam persepuluhan adalah pengakuan kita, bukan jumlahnya. Kalau mengaku hidup dari Tuhan, kita akan hidup kekal, kalau mengaku dari setan, akan binasa.

    Persepuluhan juga dikaitkan dengan pengakuan bahwa kita sudah terlepas dari Sodom Gomora.
    Sodom Gomora artinya:


    • Dunia dengan segala kekayaannya.
    • Dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan.
      Dengan persepuluhan membuktikan bahwa kita terlepas dari dosa.
      Jangan ikut-ikutan berbuat dosa!

      Kita semua adalah Bait Suci, hargai kesucian! Kita memang bergaul, tidak bisa dilarang, tetapi jangan disalahgunakan untuk berdusta atau kerja kelompoknya sebentar lalu menonton. Jaga kesucian! Sayangilah, kita nikmati satu kali jadi jejaka dan gadis. Nikmati yang sungguh-sungguh kepada Tuhan.


    Persepuluhan juga dikaitkan dengan pengakuan bahwa kita dan semua yang ada pada kita--gaji, kantor, toko--merupakan milik Tuhan sehingga tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

    Tuhan hanya menginginkan pengakuannya, uang itu hanya bentuknya, supaya setan tidak bisa mengakui bahwa kita miliknya.
    Persepuluhan ini seringkali jadi sesuatu yang menakutkan bagi kita. Kalau kecil, malu, kalau jumlahnya besar, kalkulatornya tidak cukup.


  3. Kejadian 14: 17-18
    14:17. Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.
    14:18.
    Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.

    Yang ketiga: persepuluhan dikaitkan dengan pelayanan pendamaian dari Yesus sebagai Imam Besar, Gembala Agung, dan Raja segala raja.

    Ibrani 2: 17-18
    2:17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    2:18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia
    dapat menolong mereka yang dicobai.

    Yesus datang ke dunia menjadi manusia yang tidak berdosa, dan Ia harus mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, lalu Ia bangkit dalam tubuh kemuliaan, dan naik ke sorga, duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa sebagai Imam Besar, Gembala Agung, dan Raja segala raja, untuk melakukan pelayanan pendamaian; sama dengan mengulurkan tangan kasih setia-Nya.

    Jadi, Yesus harus mati lebih dulu untuk bisa mengulurkan tangan kasih setia-Nya kepada kita.

    Hasilnya:


    • Ayat 17= Ia mendamaikan dosa-dosa kita; menghapus dosa-dosa kita, karena dosa membawa pada kutukan dan kebinasaan.
      Sikap kita adalah kita harus mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi; kita tidak dihukum.

      Mengaku dosa sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan. Kita hidup benar.
      Kalau belajar dari penjahat di sebelah Yesus, pengakuan dosa itu sampai pada titik darah penghabisan; selama hayat masih di kandung badan, masih bisa: "Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

      Lukas 23: 40-43
      23:40. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
      23:41. Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang
      setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
      23:42. Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
      23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

      Jadi jangan salahkan Tuhan kalau ada orang yang dosanya membawa ke neraka, karena Tuhan masih memberikan kesempatan. Tetapi jangan tunggu jalur ini, karena ada satu penjahat yang tetap tidak percaya Yesus.

      Lebih baik malam ini akui dosa-dosa, kita mengalami damai sejahtera. Jangan ada kenajisan, kejahatan, dan kebencian!

      Baptisan air juga. Penjahat ini memang tidak ada kesempatan untuk baptisan, tetapi jangan pakai jalur ini. Jangan tunggu nanti untuk baptisan air, siapa tahu saat ini kesempatan terakhir. Jangan tunda-tunda untuk mengaku dosa, dan jangan tunda-tunda untuk masuk baptisan! Tuhan tolong kita semua. Apapun keadaan kita, yang penting kita mau mengaku dosa.

      Mengaku dosa sama dengan menyembah Yesus. Berarti diperdamaikan sama dengan menyembah Yesus sebagai Raja, dan ada hasil kedua.


    • Ayat 18= Tuhan mengulurkan tangan untuk dapat menolong kita tepat pada waktunya.
      Yang penting dosa diselesaikan dulu, baru Tuhan menolong, sehingga kita mendapatkan yang di bumi dan sorga.
      Datang ibadah, selesaikan dosa dulu.

      Yesaya 43: 5-16
      43:15. Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."
      43:16. Beginilah firman TUHAN, yang telah
      membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,

      Yesus menyelesaikan segala masalah: membuka jalan keluar, memberi masa depan yang berhasil kepada kita. Serahkan hidup kepada Tuhan lewat persepuluhan.

      Kita bisa diperdamaikan, menyembah Dia, dan Dia akan mengulurkan tangan. Semua masalah selesai, ada masa depan yang berhasil dan indah, dan kita merasakan suasana Firdaus.

      Lukas 23: 43
      23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

      Suasana Firdaus= suasana segala-galanya dari Tuhan; tinggal terpelihara dan bahagia bersama Tuhan. Dia menjamin segala sesuatu dalam hidup kita.


    • Pembaharuan--penjahat menjadi imam dan raja; penghuni Firdaus adalah imam dan raja.
      Wahyu 20: 6
      20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

      Imam dan raja= pelayan Tuhan yang dipakai Tuhan untuk memuliakan nama Tuhan.
      Jangan sampai hamba Tuhan menjadi penjahat!

      "Siswa-siswi Lempin-El perhatikan, jangan sampai jadi penjahat."

      Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia, kita menjadi milik-Nya selamanya.

Apa keadaan kita? Lemah, tidak berdaya, gagal, jahat, najis? Serahkan kepada Tuhan. Sebaliknya, kalau berhasil, serahkan pada Tuhan karena ombak dan gelombang datang sekonyong-konyong. Kita semua ada di dalam tangan Tuhan.
Mungkin kita seperti penjahat--berbuat jahat, lemah jasmani dan rohani--, ada masalah, Tuhan tolong kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 27-28 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top