English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Paskah Persekutuan III Surabaya, 15 Mei 2014 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Desember 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:6-7
8:6 Dan ketujuh malaikat yang...

Ibadah Kaum Muda Malang, 16 Januari 2010 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bapak Antanusa

Markus 14:1-2
Tanda dari ibadah taurat (ibadah dari imam-imam kepala...

Ibadah Raya Surabaya, 26 November 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 September 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:26-29 adalah tentang makan Perjamuan Suci.
Perjamuan Paskah yang terakhir = Perjamuan Suci yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 April 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas pasal 4 dan 5 dalam...

Ibadah Raya Malang, 20 September 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 tentang sidang jemaat di Filadelfia.
Wahyu...

Ibadah Doa Malang, 07 April 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Markus 9 dalam susunan Tabernakel terkena pada Mezbah Dupa Emas.

Keluaran...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Juli 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 30 Juni 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 April 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Mei 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 23 September 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27:51-56 adalah tentang mujzat-mujizat pada saat kematian Yesus.
Jangan takut pada pengalaman kematian bersama...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 12 Juli 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 25:37
25:37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu...

Ibadah Raya Surabaya, 14 November 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Mei 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan penyucian terakhir yang dilakukan oleh TUHAN kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama TUHAN selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi TUHAN katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).


  6. sidang jemaat di FILADELFIA (Wahyu 3: 7-13); mengalami 3 penampilan Yesus dan 3 perkara besar yang dilakukan oleh Yesus (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015).

Kita mempelajari Wahyu 3: 7-13, sidang jemaat yang keenam, yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA.
Kita masih berada pada ayat 7-8.
Wahyu 3: 7
3: 7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Ada 3 macam penampilan Yesus kepada sidang jemaat di Filadelfia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015):

  1. Yesus sebagai 'Yang Benar' = membenarkan,
  2. Yesus sebagai 'Yang Kudus' = menyucikan,
  3. Yesus sebagai 'Yang memegang kunci Daud'.

Kita masih mempelajari YESUS TAMPIL SEBAGAI 'YANG MEMEGANG KUNCI DAUD'.
Kunci Daud = kemurahan dan kebajikan TUHAN.

Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud', untuk melakukan 3 perkara yang besar/dahsyat, bagi sidang jemaat Filadelfia; sekarang bagi kita:

  1. Wahyu 3: 8
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    Pekerjaan besar yang pertama: membuka pintu-pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga, sampai pintu sorga terbuka (sudah diterangkan diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 April 2015).


  2. Wahyu 3: 9
    3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

    Pekerjaan besar yang kedua: untuk memberikan kemenangan atas jemaah iblis (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surbaya, 19 April 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2015).


  3. Wahyu 3: 10
    3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Pekerjaan besar yang ketiga: melindungi kita dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2015).

AD. 3 MELINDUNGI KITA DARI HARI PENCOBAAN YANG AKAN DATANG ATAS SELURUH DUNIA

Wahyu 3: 10
3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Pada akhir zaman--menjelang kedatangan Yesus kedua kali--, akan terjadi pencobaan-pencobaan dan goncangan-goncangan di segala bidang yang akan menimpa seluruh dunia, sampai puncaknya yaitu antikris tampil berkuasa selama 3,5 di bumi ini (pencobaan yang terbesar). Ini yang akan terjadi. Semua ini akan terjadi, kita tidak perlu memikirkannya.
Yesus yang memegang kunci Daud akan melindungi kita, supaya kita tidak menjadi mangsa dari antikris atau supaya kita tidak menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selama-lamanya.

Siapa antikris?
Kita sudah mempelajari antikris adalah manusia yang MURTAD (diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 14 Mei 2015) dan DURHAKA (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 17 Mei 2015).

Wahyu 13: 1-2
13:1. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
13:2. Binatang yang kulihat itu serupa dengan
macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

(terjemahan inggris)
13:1. And I saw a
beast rising up out of the sea, having seven heads and ten horns, and on his horns ten crowns, and on his heads a blasphemous name.

Dalam terjemahan bahasa Inggris: 'beast' = binatang buas.

Malam ini kita akan mempelajari, antikris adalah BINATANG BUAS YANG KELUAR DARI DALAM LAUT.

Kejadian 1: 26
1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Jika kita melihat dalam Kejadian 1:26--awal penciptaan--, binatang di laut adalah ikan-ikan yang dikuasai manusia. Tetapi dalam kitab Wahyu--akhir zaman--, terjadi perkembangan yang sangat dahsyat, yaitu ikan menjadi binatang buas yang menguasai manusia.
Praktiknya:

  1. Wahyu 13: 17
    13:17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.

    Jual beli = ekonomi.
    Praktik binatang buas menguasai manusia yang pertama: antikris menguasai ekonomi dunia.

    "Saya sudah mengatakan, jika antikris berkuasa 50%, kita tinggal 50% dalam menggunakan ijazah, modal dan sebagainya; kalau antikris berkuasa 70%, lebih sulit lagi, kita tinggal 30%; kalau antikris berkuasa 90%, kita tinggal 10%; kalau antikiris sudah berkuasa 100%, kita nol."

    Akan terjadi krisis ekonomi--karena semua sudah dikuasai antikris--yang melanda dunia. Ini merupakan jerat antikris, supaya manusia, hamba TUHAN dan pelayan TUHAN--yang tidak sungguh-sungguh--tidak lagi bergantung pada TUHAN/tidak lagi menyembah TUHAN, tetapi bergantung/menyembah antikris.

    "Kita yang membutuhkan modal tidak akan dipersulit, tidak butuh ijazah dan lain-lain; asalkan menyembah antikris, beres semua. Kalau sekarang, mungkin yang membutuhkan modal dipersulit, perusahaannya dicek, dikontrol dan lain-lain. Tetapi nanti, semua akan diberikan jika mau menyembah antikris."


  2. Wahyu 13: 16, 18
    13:16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    13:18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah
    enam ratus enam puluh enam.

    Praktik binatang buas menguasai manusia yang kedua: antikris memberi cap/meterai 666 kepada manusia, hamba TUHAN dan pelayan TUHAN, supaya menjadi miliknya selama-lamanya.

Keadaan manusia/hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang dicap 666 pada dahi dan tangan kanannya, adalah:

  1. Keadaan pertama pribadi yang dicap 666: menyembah antikris/berhala.
    Praktik menyembah antikris:


    • Kolose 3: 5
      3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

      Efesus 5: 5
      5:5. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

      Praktik menyembah antikris yang pertama: KIKIR dan SERAKAH.

      "Ini orang yang dicap oleh antikris. Jadi, cap antikris bukan dari komputer dan lain-lain. Bahkan ada hamba TUHAN di satu daerah yang menolak E-KTP, saya tanya 'kenapa?': 'tidak mau Om, ini cap antikris'. Saya bilang ,'jangan begitu, ikuti saja, itu dari pemerintah. Kalau tidak mau, nanti saudara diusir karena tidak punya KTP'. Jadi bukan itu. Orang yang dicap antikris adalah orang kikir dan serakah."

      Kikir: tidak bisa memberi.
      Serakah: merampas haknya TUHAN--perpuluhan dan persembahan khusus--dan merampas hak sesama.

      Mulai dari para gembala harus bertanggung jawab. Kalau gembala kikir dan serakah, tidak tahu bagaimana nasib sidang jemaatnya.
      Jika kikir dan serakah, maka hati dan pikirannya dikuasai oleh keinginan jahat--keinginan akan uang--dan keinginan najis.
      Mungkin sekarang kita berkata, 'saya menyembah TUHAN', ikut doa rantai dan sebagainya, tetapi kalau kikir dan serakah, itu berarti menyembah antikris.


    • Wahyu 13: 8
      13:8. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

      Wahyu 21: 27
      21:27. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

      Praktik menyembah antikris yang kedua: orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan, yaitu orang yang melakukan perbuatan NAJIS dan JAHAT/KEJI dan berkata DUSTA.
      Perkataan dusta = perkataan jahat dan najis.


    Jadi, sudah lengkap. Orang yang menyembah antikris adalah hati pikirannya kikir-serakah; jahat-najis, perbuatannya najis-jahat, dan perkataannya dusta.

    Oleh sebab itu, kita membutuhkan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan hati, pikiran, perbuatan, dan perkataan kita, sehingga kita bisa menyembah TUHAN dan tidak menyembah antikris. Kalau tidak suci, pasti menyembah antikris.

    Mazmur 24: 3-5
    24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
    24:4. "Orang yang
    bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
    24:5. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.


    'naik ke atas gunung TUHAN'= naik ke gunung penyembahan, seperti Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke atas gunung untuk menyembah.

    'bersih tangannya' = perbuatan suci.
    'murni hatinya' = suci hatinya; tidak kikir dan serakah.
    'tidak bersumpah palsu' = perkataan tidak berdusta.

    Jika hati, pikiran, perbuatan dan perkataan kita suci, maka kita bisa naik ke gunung TUHAN yang kudus; kita bisa menyembah TUHAN. Penyembahan adalah menaikkan asap dupa yang harum ke hadirat TUHAN, tetapi abunya untuk kita.
    'abu' = berkat-berkat dari TUHAN.

    "Jadi, tidak rugi kita menyembah TUHAN. Coba kita membakar dupa, tidak mungkin asapnya naik ke atas beserta abunya; tetapi asap dupa akan naik ke atas, sedangkan abunya untuk kita."

    Jadi, jangan ragu-ragu! Penyembahan yang benar, selalu didorong oleh pedang firman yang menyucikan kita dari hati dan pikiran yang jahat dan najis; perkataan dan perbuatan yang jahat dan najis, sehingga kita bisa naik ke gunung TUHAN yang kudus; kita bisa menyembah TUHAN.

    "Kalau mau banyak berkat, maka harus banyak menyembah TUHAN. Ada orang yang berkata, 'Kok berdoa terus?' Tugas hamba TUHAN ya berdoa. Tetapi orang melihatnya aneh, 'Selasa sudah doa penyembahan, Rabu masih doa malam, minggu depan doa semalam suntuk, kok berdoa terus?' Kalau hamba TUHAN berlibur terus, itu yang aneh. Tetapi, tugas hamba TUHAN adalah selalu berdoa, itu tidak aneh, justru seharusnya kita bersyukur. Kalau kita banyak menyembah TUHAN/menaikkan asap, maka abunya/berkatnya juga banyak. Jangan iri! Kalau orang yang berani berdoa dan berpuasa, maka dia akan mendapatkan berkat yang banyak dari TUHAN. Tetapi kalau tidak berdoa dan berpuasa, maka tidak ada abu."

    Mazmur 24: 5
    24:5. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

    Hasil dari doa penyembahan adalah hujan berkat dicurahkan oleh TUHAN, yaitu:


    • Berkat rohani/berkat keselamatan = mujizat terbesar, yaitu keubahan hidup dari manusia daging--binatang buas--menjadi manusia rohani seperti Yesus--waktu Yesus naik ke atas gunung, wajah-Nya berubah. Kalau menjadi manusia rohani, maka kita tidak bisa dicap oleh antikris dengan 666.
      Sebab angka 6 adalah daging. 666 =tubuh, jiwa dan rohnya adalah daging; hanya memikirkan perkara daging.


    • Berkat nikah rumah tangga = kebahagiaan, kesatuan dan kesucian nikah.

      "Yang masih banyak masalah dalam rumah tangga, mari banyak menyembah TUHAN. Kita tidak bisa menyelesaikan, biar TUHAN yang menyelesaikan. Sebab di dunia ini tidak ada pakar nikah, pakarnya hanya satu, yaitu TUHAN Sang Pencipta nikah. Makanya saya sangat berhati-hati untuk memberi nasihat soal nikah. Bapak Pendeta Totaijs selalu mengatakan, 'Harus hati-hati untuk memberi nasihat soal nikah. Harus benar-benar kembali pada Alkitab, jangan menggunakan pikiran dan perasaan kita sendiri'."

      TUHAN sebagai pencipta nikah, artinya kalau nikah kita rusak, bawalah kepada TUHAN--banyak menyembah TUHAN--, maka pasti beres. Kalau dibawa ke orang lain, malah akan semakin rusak.


    • Berkat jasmani.
      Amsal 10: 22
      10:22. Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.

      Kita hidup bukan dengan sistem Mesir (sistem susah payah), tetapi dengan sistem Sorga, yaitu sistem lembah-gunung. Artinya: kita bergantung pada hujan berkat dari Sorga.

      Jadi, berkat jasmani yaitu: TUHAN sanggup memberkati kita di tengah kekeringan dan kesulitan padang gurun dunia.

      "Kalau kita hidup di lembah-gunung, lalu kita memikul air, berapa banyak air yang bisa kita dapat untuk mengairi tanaman? Tetapi kalau hujan berkat turun, maka sungguh luar biasa. Sekalipun dunia sudah kering, sulit, antikris semakin berkuasa, tetapi hujan berkat dari TUHAN yang menolong kita."

      Jadi, berkat yang kita terima bukan karena susah payah kita, tetapi dari kemurahan TUHAN.
      Kita mau bekerja, silakan. Ada usaha kita, tetapi yang menentukan adalah kemurahan TUHAN.

      "Contohnya, 'saya mau bekerja keras'. Punya toko seperti saya dulu; toko yang sana jam 5 pagi sudah buka, karena bersaing, toko yang sini jam 4 pagi sudah buka. Sekalipun sudah buka toko mulai jam 4 pagi sampai jam 4 pagi lagi, tetapi kalau TUHAN tidak berkemurahan, maka tidak akan ada yang masuk. Tetapi kalau TUHAN berkemurahan, maka TUHAN yang mengirimkan berkat-berkat."

      Mari, banyak menyembah TUHAN hari-hari ini.


    Bukti kita menerima berkat dari TUHAN adalah semua berkat yang kita terima untuk memuliakan TUHAN.
    Amsal 3: 9
    3:9. Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

    Sekalipun kita punya gelar, punya toko dan sebagainya, itu hanya sarana; yang menentukan adalah TUHAN--berkat kita berasal dari TUHAN.
    Berkat yang kita terima untuk memuliakan TUHAN, yaitu lewat:


    • persembahan buah sulung,
    • perpuluhan dan persembahan khusus,
    • sedekah untuk sesama yang membutuhkan.


    Amsal 3: 10
    3:10. maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

    Kalau berkat yang kita terima untuk memuliakan TUHAN, maka TUHAN memelihara kita secara berlimpah, yaitu selalu mengucap syukur kepada Dia.

    Inilah keadaan pertama dari manusia/hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang dicap 666 oleh antikris, yaitu menyembah antikris/menyembah berhala.
    Praktik menyembah antikris/menyembah berhala, yaitu:


    • kikir dan serakah = hati dan pikiran yang jahat dan najis,
    • perkataan dan perbuatannya jahat dan najis, termasuk dusta.


    Tetapi, jika ada pedang firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, maka hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita disucikan, sehingga kita bisa naik ke gunung TUHAN; kita bisa menyembah TUHAN, tidak mau menyembah antikris.
    Hasilnya, hujan berkat diturunkan; kita bisa memuliakan TUHAN dan TUHAN memberkati kita sampai kita selalu mengucap syukur.


  2. Keadaan kedua pribadi yang dicap 666: bungkuk rohani.
    Lukas 13: 10-11
    13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
    13:11. Di situ ada seorang perempuan yang telah
    delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

    Bungkuk 18 tahun = dicap 666 = bungkuk secara rohani.
    Pengertian bungkuk secara rohani:


    • Amsal 12: 25
      12:25. Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

      Pengertian bungkuk rohani yang pertama: KEKUATIRAN.
      Hati-hati! Jika belajar dari Marta (Lukas 10: 41); Marta adalah pelayan TUHAN, tetapi TUHAN menegor, 'kamu kuatir dan menyusahkan diri'.

      Jadi, kekuatiran justru melanda hamba TUHAN dan pelayan TUHAN di akhir zaman.

      Lukas 10: 40-41
      10:40. sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
      10:41. Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta,
      engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

      Kuatir = banyak pertanyaan = menyusahkan diri. Tidak ada orang yang kuatir tetapi merasa senang.
      Terutama jika banyak pertanyaan soal firman, 'kok bisa, bagaimana mungkin?'; maka hidupnya akan susah, sebab tidak pernah yakin, selalu ragu-ragu pada firman.

      "Banyak bertanya soal firman, bukan berarti nanti kalau jadi direktur, ada keuangan salah, 'ah, tidak usah bertanya, nanti dikira kuatir'. Bukan itu maksudnya. Kalau ada yang tidak benar, maka harus ditanyakan. Bertanya tentang firman, artinya adalah yang lain bisa menerima firman dan yakin bahwa pasti ditolong TUHAN, tetapi dia malah bertanya, 'ah, bagaimana bisa? Mana mungkin?' Akibatnya, ada banyak kesusahan dalam hidupnya. Juga Lempin-El, kalau nanti lulus dan dipercaya jadi pengurus, kalau ada yang tidak benar, harus bertanya. Kalau mempertanyakan yang tidak benar, itu bukan kuatir."

      Matius 6: 31-34
      6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
      6:32. Semua itu dicari
      bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
      6:33. Tetapi
      carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
      6:34. Sebab itu
      janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

      'bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah' = hati-hati! Kita bangsa kafir sering kali kuatir akan kehidupan sehari-hari.

      Ada 2 macam kekuatiran yang hebat; yang menghantui pelayan TUHAN dan hamba TUHAN:


      • Kuatir tentang kebutuhan hidup sehari-hari = apa yang dimakan, minum dan pakai.
      • Kuatir tentang masa depan.

        "Mohon maaf kaum muda. Kekuatiran yang tertinggi adalah tentang jodoh. Ini bahaya besar."


      Akibat jika ada kekuatiran:


      • Tidak bisa mengutamakan TUHAN = tidak setia dalam ibadah pelayanan/tidak bisa menyulungkan ibadah pelayanan, sehingga kehilangan hak sulung/kehilangan perkara rohani/kehilangan keselamatan. Hidupnya ditandai cucuran air mata selama-lamanya seperti Esau.
        Hak sulung = perkara rohani/keselamatan.

        Kalau hidup kita banyak cucuran air mata, mari periksa, apakah kita sudah menyulungkan ibadah pelayanan? Seperti yang pernah TUHAN katakan kepada Firaun, 'Jika Mesir menghalangi Israel--anak sulung-Ku-- untuk beribadah, maka anak sulungmu akan mati'. Anak sulung = sesuatu yang dibanggakan, yang hebat dan lain-lain; akan mati semua.


      • Tidak bisa hidup benar.
        "Setiap kali kita mau hidup benar, selalu berpikir, 'nanti kalau...'. 'Kalau saya jujur, nanti saya dipecat'. Atau di kelas, yang lain semuanya mencontek, nanti kalau tidak mencontek jangan-jangan tidak lulus. Ini namanya kuatir dan akhirnya tidak bisa hidup benar."


      • Matius 6: 27
        6:27. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

        Sehasta = satu lengan; kurang lebih satu langkah/satu denyut jantung.

        Akibat kekuatiran yang ketiga: tidak untung, malah rugi secara jasmani dan rohani; mengurangi jalan hidup/umur hidup, bukan menambah jalan hidup; tidak tenang.


      Oleh sebab itu, hamba TUHAN dan pelayan TUHAN HARUS percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada TUHAN.
      Praktiknya:


      • Matius 6: 33
        6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

        Praktik yang pertama: beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar; maka TUHAN akan menambahkan semuanya.
        Tanda tambah (+) adalah tanda salib. TUHAN menambahkan segala sesuatu yang kita butuhkan = kita hidup dari kurban Kristus di kayu salib, dan kita tidak akan pernah kekurangan/minus, tetapi melimpah-limpah (surplus), yaitu selalu mengucap syukur kepada TUHAN.

        Roma 8: 32
        8:32. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

        TUHAN sudah menyerahkan anak-Nya sendiri untuk mati di kayu salib. Bagaimana mungkin TUHAN tidak memberikan segala sesuatu kepada kita? Tidak mungkin. Kita mendapatkan semuanya dari kurban Kristus di kayu salib.

        Mari, jangan memandang yang lain! Tetapi kita melayani TUHAN dengan setia dan benar, mengutamakan TUHAN tetapi harus benar. Dahulukan kebenaran!

        "Jangan cuma mendahulukan TUHAN, tetapi hidupnya tidak benar. Baru naik sepeda motor ke gereja, sudah tidak benar, tidak memakai helm. Nanti ayatnya akan menjadi, 'carilah dahulu kerajaan Allah dan kesalahannya'. Ayatnya jadi salah semua. Kalau tidak benar, akibatnya semuanya menjadi minus."


      • Matius 6: 27
        6:27. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

        Mengapa ukuran hasta? Ini mengingatkan kita pada ukuran Tabernakel/kerajaan Sorga menggunakan hasta.
        TUHAN memerintahkan Musa untuk membuat kerajaan Sorga di bumi, semua ukuran Tabernakel menggunakan hasta. Jadi, hasta dikaitkan dengan Tabernakel, sekarang Tabernakel secara rohani yaitu tubuh Kristus.

        Praktik yang kedua: menggunakan setiap hasta/setiap langkah hidup kita/setiap denyut nadi kita untuk aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Mulai dari menyatukan rumah tangga, gereja-gereja, sampai menyatukan tubuh Kristus yang sempurna lewat kabar mempelai.

        Jangan bergosip! Tetapi biarlah kita selalu bersaksi tentang kabar mempelai.
        Hasilnya, TUHAN akan menambahkan jalan hidup kita--panjang umur, berhasil, bahagia--, sampai hidup kekal selamanya. Kalau kita bisa melayani TUHAN di manapun, itulah jalan Sorga, jalan yang indah.


    • Lukas 13: 15-16
      13:15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
      13:16. Bukankah perempuan ini, yang sudah
      delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

      Pengertian bungkuk rohani yang kedua: TIDAK PUAS HIDUPNYA, seperti lembu dan keledai yang haus.

      Waspada! Jika tidak puas/kering dalam ibadah pelayanan/kering, maka PASTI tidak puas dalam nikah rumah tangga dan tidak puas dalam segala hal, sehingga mencari kepuasan di dunia dan bisa jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.

      'Melepaskan lembu dan keledai pada hari Sabat' = Sabat dalam Roh Kudus, yaitu pada hari-hari ibadah, kita mengalami perhentian dan diberi minum.

      "Kita yang sudah bekerja mulai dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, sekarang mendapat kesempatan untuk beribadah/mengalami Sabat. Kita sudah seharian terkena panas, mungkin panasnya persoalan di kantor, persoalan di sekolah. Datang ke gereja bukan semakin dibuat capek, tetapi kita harus mohon, supaya dalam ibadah/rumah TUHAN, kita semua diberi minum oleh Roh Kudus, sehingga merasa puas."

      Bagaimana bisa mendapatkan kepuasan? Dalam ibadah pelayanan, kita harus sungguh-sungguh dan memuaskan TUHAN, maka TUHAN pasti memuaskan kita. Kita harus sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan, jangan terganggu oleh apapun juga.

      1 Timotius 6: 6
      6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

      (terjemahan lama)

      6:6. Adapun ibadat itu sungguhlah besar labanya, jikalau disertai dengan hati yang senang;

      'keuntungan besar' = ibadah yang disertai rasa puas--hati senang-- akan memberikan keuntungan besar, bukan berjuta-juta, tetapi memberikan 2 sayap burung nasar yang besar, untuk menyingkirkan kita dari antikris.

      Sering kali kita salah, keuntungan besar diartikan sebagai uang banyak, kepandaian dan sebagainya. Itu salah! Orang yang di luar TUHAN, banyak yang lebih pandai dan kaya.

      Wahyu 12: 14
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      2 sayap burung nasar yang besar akan menyingkirkan kita ke padang belantara, sehingga jauh dari mata ular = antikris tidak bisa melihat bahkan tidak bisa menjamah kita. Kita dipelihara secara langsung oleh TUHAN selama 3,5 tahun dengan firman pengajaran benar dan perjamuan suci.

      Jadi, kebaktian Pendalaman Alkitab adalah latihan untuk penyingkiran ke padang belantara. Memang kebaktian Pendalaman Alkitab paling lama, sekarang hanya 3 jam setiap hari Senin, tetapi nanti 3,5 tahun, setiap hari.


    • Pengertian bungkuk rohani yang ketiga: TIDAK MENGALAMI KEUBAHAN HIDUP = tetap manusia darah daging dengan 18 tabiat daging.
      2 Timotius 3: 1-5
      3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri
      (1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
      3:3. tidak tahu mengasihi
      (9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
      3:4. suka mengkhianat
      (15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
      3:5. Secara lahiriah
      mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      'masa yang sukar' = sukar untuk berubah.
      'mencintai dirinya sendiri' = egois.
      'tidak mempedulikan agama' = mempelajari agama lain, mencampur-adukkan agama.

      18 tabiat manusia daging diawali dengan egois dan diakhiri dengan tidak taat--'lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah'.

      Kekuatan ibadah ada 2, yaitu:


      • firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata 2,
      • salib Kristus.


      Ini adalah hamba TUHAN dan pelayan TUHAN yang beribadah melayani, tetapi tidak mengalami keubahan hidup, sebab menolak kuasa ibadah, yaitu menolak firman pengajaran benar dan menolak salib Kristus--tidak mau sengsara daging--; tetap mempertahankan manusia darah daging dengan 18 sifat tabiat daging, sampai puncaknya tidak taat dengar-dengaran.

      Kita ingat Lucifer--bintang timur--, yang melawan TUHAN sampai tidak taat kepada TUHAN.

      2 Timotius 3: 8
      3:8. Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.

      Yanes dan Yambres adalah ahli-ahli sihir Mesir yang menentang Musa. Waktu tongkat Musa dilempar dan menjadi ular, mereka juga bisa melakukannya. Tetapi akhirnya dimakan oleh tongkat Musa.

      Manusia darah daging justru menentang yang benar dan mendukung yang salah. Hati-hati! Dalam nikah rumah tangga, di kantor apalagi dalam ibadah, jangan sampai kita mendukung yang salah dan menyingkirkan yang benar.

      Keadaan orang yang tidak mengalami keubahan hidup--menentang kebenaran dan mendukung yang salah--, yaitu:


      • 'Akal mereka bobrok' = pikirannya rusak.
      • 'iman mereka tidak tahan uji' = gugur dari iman/gugur dari kebenaran/gugur dari pengajaran benar; hidupnya tidak benar lagi.


      Orang semacam ini sama dengan tidak punya hati/perasaan lagi. Bisa kita bayangkan, manusia daging tanpa akal budi dan perasaan--tidak punya jiwa dan roh--, sama dengan tampil seperti binatang buas/antikris.

      Praktiknya: mulutnya buas.
      Wahyu 13: 5-6
      13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
      13:6. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.


      'empat puluh dua bulan' = 3,5 tahun.
      Mulut yang buas mulai dari berdusta, bergosip yang tidak benar, fitnah, menghujat orang-orang benar, menghujat TUHAN/pengajaran benar.
      Kalau kita menyalahkan yang benar, itu berarti sudah menghujat. Pengajaran benar kita salahkan, pengajaran yang tidak benar kita dukung; ini sudah menghujat TUHAN.

Tetapi puji syukur kepada TUHAN. TUHAN tidak rela, jika kita manusia ciptaan-Nya menjadi sama dengan binatang buas yang tidak punya hikmat/pikiran dan tidak punya perasaan, yang akan dibinasakan. Sebab itu Yesus rela untuk taat sampai mati di kayu salib untuk mengalahkan binatang buas dan memberikan pikiran dan perasaan-Nya kepada kita.

Filipi 2: 5, 8-10
2:5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan
taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10. supaya dalam nama Yesus
bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

Yesus rela mati di kayu salib untuk:

  1. melepaskan kita dari 3 macam binatang buas; yang menguasai hamba TUHAN dan pelayan TUHAN:


    • 'binatang buas di langit' = naga/setan.
    • 'binatang buas di laut' = antikris.
    • 'binatang buas di darat' = nabi palsu.


    Hamba TUHAN dan pelayan TUHAN tidak mampu menghadapi binatang buas.


  2. Memberikan pikiran dan perasaan-Nya kepada kita yang pikiran dan perasaannya sudah rusak.
    Pikiran dan perasaan Kristus yaitu taat dengar-dengaran.
    Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib; kalau kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.


  3. Mencurahkan Roh Kudus bagi kita.

Kisah Rasul 5: 28-29, 32
5:28. katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
5:29. Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus
lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
5:32. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."


Kalau kita memiliki hati dan pikiran perasaan Yesus--taat dengar-dengaran--, ini merupakan landasan yang kuat untuk menerima curahan Roh Kudus.
Hari-hari ini kita menantikan janji TUHAN, yaitu pencurahan Roh Kudus.

Kita memperingati kenaikan TUHAN ke Sorga, maka Dia juga akan segera datang kembali kedua kali.
Tetapi sebelum kedatangan-Nya kedua kali akan didahului oleh antikris, sebab itu Yesus mencurahkan Roh Kudus kepada kita. Sebab TUHAN tahu, tanpa Roh Kudus kita tidak akan mampu menghadapi antikris.

Yohanes 14: 15-18
14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
14:16. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang
Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17. yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18.
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

'Penolong yang lain' = Roh Kudus.

Tanpa Roh Kudus, sehebat apapun manusia di dunia, pelayan TUHAN/hamba TUHAN hanya seperti yatim piatu, artinya:

  • Lemah, tidak mampu menghadapi pencobaan-pencobaan di dunia, apalagi menghadapi antikris, sehingga kita sering kali putus asa, kecewa dan menyangkal TUHAN seperti Petrus.
    Petrus yang hebat, tetapi tanpa Roh Kudus, maka ia takut. Tetapi setelah dia dipenuhkan oleh Roh Kudus di loteng Yerusalem, maka ia berani berkhotbah tentang Yesus, tidak takut menghadapi ribuan orang. Sebelum dipenuhi Roh Kudus, Petrus takut sekalipun hanya menghadapi seorang budak kecil.

    Kita juga, jika kita dipenuhkan oleh Roh Kudus, maka kita bisa tetap percaya dan berharap sepenuh pada TUHAN, tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan menghadapi apa saja sampai mujizat terjadi. Jangan pernah menyangkal TUHAN! Roh Kudus tolong kita semua.



  • Yohanes 4: 9, 15
    4:9. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
    4:15. Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu,
    supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

    Pengertian kedua: tanpa Roh Kudus, perempuan Samaria/bangsa kafir tidak akan pernah puas, artinya:


    • 'tidak bergaul' = ada kepahitan hati, iri, dendam, benci dan lain-lain;
    • ada kenajisan. Perempuan Samaria 5 kali kawin-cerai, yang ke-6 kumpul kebo.

      "Hati-hati! Ada ajaran yang mengatakan--saya baru mendapat telepon--, 'Oh, 5 kali itu bukan kawin, tapi hanya pacaran'. Orang itu mendengar di internet, lalu langsung melapor kepada saya. Ini digampang-gampangkan, supaya boleh kawin lagi. Ini saya selingi, supaya kita waspada."


    Perempuan Samaria ini; sekarang, kita harus memberi minum Yesus dulu di kayu salib, yaitu mengakui segala kepahitan dan kenajisan kita. Jika diampuni jangan berbuat lagi. Maka, Roh Kudus akan dicurahkan kepada kita dan kita merasa puas.

    Bagaimana bisa tahu kalau sudah puas hidupnya? Jika bisa bersaksi dan menyembah TUHAN.
    Hati-hati! Orang yang tidak pernah bersaksi berarti tidak puas, jangan-jangan tidak pernah menyembah juga atau menyembah tetapi kering terus.


  • 2 Raja-raja 4: 1-2, 5-7
    4:1. Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."
    4:2. Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."
    4:5. Pergilah perempuan itu dari padanya;
    ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
    4:6. Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.
    4:7. Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."


    Pengertian ketiga: tanpa Roh Kudus, keadaan kita seperti ibu janda; hidupnya tidak beres, nikahnya tidak beres, semua tidak beres, bagaikan orang berhutang dan tidak bisa membayar.

    Yang harus kita lakukan adalah banyak menutup pintu; banyak berdoa menyembah kepada TUHAN (hubungan pribadi dengan TUHAN).
    Kalau banyak yang tidak beres, jangan berhubungan dengan luar, apalagi menyalahkan orang lain; tetapi biarlah kita banyak berdoa menyembah kepada TUHAN, membereskan kehidupan kita lebih dulu dengan TUHAN, sampai minyak Roh Kudus dicurahkan.

    Kalau ada minyak berlimpah, maka Roh Kudus sanggup membereskan hutang-hutang dosa, hutang-hutang lainnya yang belum beres, semua diselesaikan tepat pada waktunya, sampai kita menjadi 5 gadis yang bijaksana, yang bisa menyongsong kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
    Kita bukan lagi janda yang tidak ada hubungan dengan Kepala/suami.

TUHAN tahu, kita tidak mampu melawan antikris, sementara sebelum Dia datang, antikris datang lebih dahulu. Oleh sebab itu, TUHAN mencurahkan Roh Kudus untuk menolong kita semua. Ini kekuatan kita.
Jangan sampai kita menjadi seperti yatim piatu. Tetapi kita tetap percaya, setia dan berharap TUHAN, apapun yang terjadi, sampai TUHAN menolong.

Jangan sampai kita menjadi seperti perempuan Samaria yang najis dan pahit. Tetapi biarlah kita bisa bersaksi dan menyembah TUHAN.

Jangan seperti janda yang tidak beres hidupnya. Tetapi biarlah Roh Kudus yang membereskan, sampai kita menjadi 5 gadis yang bijaksana dengan pelita yang menyala. Siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Apa kegagalan dan kehancuran kita? Mungkin seperti ibu janda, hancur seperti perempuan Samaria, dan lemah seperti yatim-piatu. Tetapi ada Roh Kudus di tengah-tengah kita. Perjamuan suci adalah sumber dari Roh Kudus, karena Yesus sudah mati, bangkit dan naik ke Sorga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita. Inilah uluran tangan TUHAN dan TUHAN akan menolong kita semua.

Kuat dan teguh hati! Biar Roh Kudus--2 tangan TUHAN--yang tolong kita malam ini. Hati-hati dengan kepahitan, ini sama dengan kenajisan! Serahkan semua pada TUHAN malam ini dan Roh Kudus yang akan membereskan semua. Jangan putus asa! Ada harapan baru lewat perjamuan suci; kita menang atas binatang buas, memiliki pikiran-perasaan yang baru (taat dengar-dengaran), tidak bobrok lagi, tidak rusak lagi, dan ada Roh Kudus yang adalah segala-galanya bagi kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top